
Minggu pagi Willy yang masih bermalas malasan ditempat tidurnya mendadak tersedak oleh ludahnya sendiri.
"Uhuk... uhukkkk.... uhukkkk..."
Willy buru buru bangun dan meminum air mineral kemasan yang ada dalam kulkasnya.
"Uhuk.... uhukkkk... ehmmm... ehmmm... aneh gak sedang makan atau minum kok tau tau tersedak sih uhukkk... ehmm... ehmmm..."
"Sudah jam berapa ini ya?"
Willy lalu melirik kearah jam dinding yang menempel di dinding kamarnya.
"Jam delapan, si kembar sedang apa ya? dah lah gue mandi dulu, sudahnya baru nengokin si kembar."
Setelah mandi dan rapi juga wangi, willy turun untuk melihat si kembar yang ternyata sedang sarapan di suapin oleh Mommy.
Tampak Mommy sangat sabar dengan celotehan dan tingkah kedua bocah kembar itu, ada senyum bahagia yang menghiasi wajah tuanya saat mengurus kedua bocah kembar itu.
Walau mungkin di sudut hatinya adanya kesedihan yang tersembunyi saat mengingat kedua orangtua sikembar yang telah tiada. Bagaimanapun sikembar adalah putra dan putri dari adik kesayangannya Jai dan Rani.
Setiap kali melihat kedua bocah kembar itu pastilah Mommy-nya Willy akan terkenang pada Om Jay adik kesayangannya, dan sesekali dia akan menghapus air mata yang tiba-tiba mengalir di pipi tuanya.
"Wah anak ayah kenapa sarapan gak ngajakin ayah? ayah jadi merasa tidak di cuekin nih."
Ucap Willy membuat kedua bocah kembar itu langsung menoleh kearahnya.
"Tadi ayah macih bobok dadi Mika gak mayu gandu ayah."
Jawab sikecil Mika yang super cantik dan imut karena cedalnya.
"Em... ayah boboknya kayak kibo."
Sambung Miko menimpali kata kata Mika.
"Apaan kibo? ayah baru denger tuh kibo nama orang atau makanan?"
Tanya Willy sambil tersenyum memperhatikan kedua bocah yang sedang di suapin si Mommy.
"Kibo icu cocic iya kan Mito? tapi macak ayah dicamain cama cocic? memannya ayah bica dimakan cama kayak cocic?"
Tanya Mika yang mengartikan Kibo itu sosis
yang sering dia lihat di jual di mini market.
"Bukan Kibo sosis Mika..., Kibo yang kalo tidur susah bangun kata orang tidurnya kayak Kibo."
Ucap Miko yang yakin bener dengan kata-katanya.
__ADS_1
"He... he... cucu Oma ini memang pinter banget mmmuach... tapi itu bukan Kibo sayang, namanya kerbau atau kerbo kata orang tuh."
Mommy langsung tertawa begitu mendengar kata-kata Miko tentang Kibo yang dia maksud.
O
"Tega bener anak ayah satu ini masa ngatain ayah mirip kerbo, kala ayah kerbo bearti Miko anak kerbo dong."
Ucap Willy yang dijawab ketawaan ngakak dari mika dan Mommy.
Tapi tidak dengan Miko yang merubah ekspresinya menjadi dingin sama persis seperti papanya dan Willy kalo sedang marah.
Willy yang melihat ekspresi Miko yang sedang marah langsung tertawa terbahak bahak.
"Ha... ha.... jangan marah boy, ayah cuma becanda, mana mungkin anak ayah yang ganteng begini berubah jadi anak kerbo."
Ucap Willy sambil memeluk Miko agar dia berhenti ngambek.
"Miko akan stop marah kalo ayah ajak Miko ke pantai, Miko ingin mencari keong dan bermain istana pasir."
Kata Miko dengan bergelayut manja menggantungkan tangan kecilnya di leher Willy.
"Ok sebagai permintaan maaf ayah akan ajak Miko dan Mika ke pantai."
Jawab Willy yang dibalas dengan sorak kegirangan keduanya bocah kembar itu.
"Hoye kita mayin ke pantai."
Sorak Mika dan Miko bersamaan.
"Ok kita siap siap kalo begitu, siapkan baju ganti Mika dan Miko ya Mbok."
"Siap den, segera si Mbok siapkan."
Mbok Na segera berlari kekamar si kembar untuk menyiapkan pakaian ganti kedua bocah kembar itu dan tak lupa membawakan sangu makanan dan minuman untuk Willy dan anak anaknya.
Setelah semuanya siap Willy bersama si kembar mulai berangkat menuju pantai Carita.
Setelah perjalanan hampir dua jam akhirnya mereka sampai, Willy dengan menggandeng kedua bocah kembarnya lebih dulu membayar tiket masuk.
Sikembar langsung berlarian kearah pantai Mika langsung bermain pasir dan Miko langsung berburu rumah keong, keduanya tertawa riang saat sesekali ombak datang menyapu kaki kaki kecil mereka.
Willy berulang membantu Mika membetulkan bangunan istana pasirnya, dan terkadang berteriak memanggil Miko memperingatkannya agar tidak terlalu jauh.
Setiap kali mendapatkan rumah keong Miko akan kembali dan meletakkannya di dekat Mika lalu berlari lagi mencari rumah keong yang lainnya.
Terkadang saat ombak pantai datang mereka dengan sengaja membiarkan tubuhnya basah oleh terjangan ombak.
__ADS_1
Puas bermain dengan kesenangan mereka masing-masing, akhirnya mereka bermain kejar-kejaran.
Dan tanpa disangka oleh Willy, dipantai ini dirinya kembali bertemu dengan Ice saat si cantik Mika berteriak memanggil Ice Ajumma.
"Ajumma !!!"
Teriak Mika memanggil gadis berambut pendek berwarna kemerahan yang sedang duduk di tepian pantai menanti ombak datang.
Willy dan Miko yang mendengar Mika berteriak Ajumma pun langsung mengikuti arah pandang Mika.
"Ka Ice ! ayah itu ka Ice ! teriak Miko"
Lalu berlari menghampiri Ice.
"Ice... apa yang harus aku katakan lagi padanya, aku tak tahu harus bagaimana."
Batin Willy yang hanya memandang Ice dari tempatnya berdiri dan ragu untuk mendekat.
"Ayah icu Ajumma, kenapa ayah cidak kecana kecempa Ajumma."
Tanya bocah kecil itu yang merasa heran karena ayahnya tak mau mendekat menyapa Ajumma.
Sementara Ice yang mendengar teriakkan Mika tadi langsung waspada.
"Itu seperti suara si gadis kecil kembar itu, ah mungkin orang lain yang memanggil tantenya mungkin aku terlalu parnok."
Ucap Ice yang berbicara dan bermonolog sendiri.
Tapi saat Ice mulai kembali masa bodoh, eh sikembar satunya si Miko sudah dipangkuannya
"Ka Ice kemana aja kok Miko gak pernah ketemu ka Ice lagi."
Tanya pria kecil itu sambil kedua tangannya sudah memeluk Ice.
"Eh Miko kok bisa ada disini? dengan siapa? awas jangan sampai terpisah dan hilang lagi."
Ucap Ice yang terkejut saat tiba-tiba ada anak kecil yang duduk dipangkuannya lalu memeluknya."
"Itu (dengan jari tangan yang tertuju pada Om Willy) dengan ayah dan Mika."
Ucap Miko yang semakin erat memeluk Ice seperti seorang anak yang memeluk ibunya.
Pandangan mata Ice pun mengikuti arah jari yang ditunjuk oleh Miko.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau selalu kemalaman dan sepertinya akan dihitung sebagai up date hari esok karena selain kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍