Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Mengasuh Si Kembar"


__ADS_3

Kaizar berjanji akan membawakan Pengganti si manis jika sikembar mau bermain bersama Ice dulu.


"Cius Om? tapi kandangnya udah dipindahin teyus gimana dong Om? nanti ci manis tindal dimana?


Tanya gadis kecil itu polos dan mulai melupakan kebenciannya pada Ice.


"Betul Om, si manis nanti gimana mau boboknya.'


ucap Miko yang gak cedal dan lancar berkata katanya ikut menimpali.


"Tenang aja, nanti kita minta mang ujang untuk mindahin kandangnya si manis ke kamarnya lagi ya."


"Tapi sekarang main bersama ka Ice dulu dan jangan nakal ya, sampai ayah selesai pekerjaan nya."


Rayu Kaizar agar kedua bocah mau bermain bersama Ice.


"Ice yang awalnya ingin berkeras menolak mengasuh si kembar, akhirnya mau tak mau terpaksa harus mengasuhnya.


"Iya mau Om."


Jawab Mika dan Miko bersamaan.


"Ah..."


Kini Ice paham, si manis adalah kucing peliharaan yang mati, dan Willy memerintahkan Ice untuk mencari kucing baru untuk mengelabui sikembar.


Tapi sayangnya Ice tak mendapatkan kucing yang mirip seperti yang dipesan Willy.


"Ce... gimana? sikembar sudah setujuh, kamu ajak saja mereka ke taman bermain, supir ada dibawah jadi kalian bisa minta antar kemanapun."


Ucah Kaizar kembali merayu Ice agar mau mengasuh kedua bocah kembar ini.


"Tapi... Ice belum hapal daerah sini Tuan"


"Ce.... tolonglah, kamu cukup bilang aja ke supir, nanti biar supir yang nganter dan jangan takut tersesat."


'Iya... tapi...."


"Please Ce, kasihan Tuan Willy dia pasti pusing."


Kaizar terus memelas dengan majah dibuat sedih mengiba.


"Hufff... baiklah tapi cuma kali ini aja ya Tuan."


Akhirnya Ice tak tega, dan mengiyakan untuk mengasuh si bocah kembar.


Setelahnya Ponsel Kaizar berdering, terlihat ID si penelphone tertulis Boss.


"Tuh kan si Boss sudah nelphone, tolong ya Ce... kamu jagain si kembar dulu, dan sini biar koper kamu gue aja yang bawa."


Tanpa menunggu jawaban dari Ice, Kaizar langsung menarik koper Ice dan meninggalkan si kembar yang hanya bengong menunggu hasil perdebatan kedua orang dewasa itu.


Kaizar langsung menghilang di balik pintu menyisakan dua bocah kembar yang menatap Ice sambil mengedip ngedipkan matanya seperti boneka.

__ADS_1


Padahal Ice ingin sekali bertanya pada Kaizar tentang siapa dan dimana Ibu kandung dari sikembar, dan kenapa begitu tega menelantarkan anak anaknya seperti ini.


Dan kini Ice yang harus kena imbasnya mau tidak mau harus mengasuh kedua bocah kembar ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Om Willy? apa dia sudah menikah lalu bercerai dan harus mengurus dua anak kembarnya sendiri?"


"Kenapa istrinya tega meninggalkan anak anaknya pada Om Willy semua? Ibu macam apa sebenarnya yang tega meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil begini."


Batin Ice sambil memperhatikan wajah kedua bocah kembar yang juga menatapnya menunggu diajak Ice bermain.


"Ajumma!... apa kita jadi pelgi main ke taman?"


Tanya si gadis kecil sambil mengedip ngedipkan matanya yang mampu membuyarkan semua lamunan Ice dari banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya.


"Ajumma!... ayolah kita pelgi belmain, tadi katana mau acak kita ketaman belmain."


Ajak si gadis kecil sambil menarik tangan Ice menuju luar kantor.


"Fuih... ok ayolah kita bermain ketaman, tapi ingat jangan nakal ya, kaki kak Ice sedang sakit."


Ucap Ice akhirnya setelah puas menatap kedua bocah kembar yang sudah menarik narik tangannya.


Akhirnya Ice mengikuti kedua bocah kembar yang menarik tangannya di kanan dan kiri.


Akhirnya dengan diantar supir, Ice bersama si kembar sudah berada di taman bermain yang ada tak jauh dari kantor Willy.


Miko tersenyum malu malu pada Ice sementara Mika membuang mukanya tak suka saat melihat tingkah saudara kembarnya.


"Belentilah cenyum cenyum cepelti olang bodoh Mito, Mika tau apa yang Mito ingin latutan."


"Kau ini bodoh atau apa Mika? saat mengucapkan namamu sendiri kamu bisa, tapi kenapa kalo menyebut namaku kau tak pernah benar."


Ucap Miko yang tak suka namaya selalu diucapkan salah oleh saudara kembarnya.


"Bialin, nama Mito yang salah, bitin Mika gak bica nyebutnya dengan benal."


"Ah sudahlah dasar aneh."


Balas sibocah laki laki, lalu berlari ketengah taman mendekat pada anak-anak lain seusianya untuk ikutan bermain bola.


"Adek cantik mau bermain apa? biar kaka tunggu disini ya."


Ucap Ice pada sigadis kecil bernama Mika itu.


"Mika gak mau main baleng meleka, Mika mau belmain ayunan aja."


Ucap si gadis kecil bernama Mika itu sambil menuntun Ice menuju ayunan.


Karena sibuk menemani si gadis kecil bermain ayunan, Ice tidak terlalu memperhatikan si kembar satunya yang tadi bermain bola.


Skip kembali ke kantor


Willy memijit pelipisnya yang terasa pusing.

__ADS_1


Meeting hari ini benar-benar menguras tenaga ditambah klien yang sangat ribet dalam melakukan tawar menawar.


"Boss."


Panggil Kaizar yang sedang berjalan cepat mengikuti Willy yang berjalan di depannya.


Willy menoleh kebelakang.


"Ya ada apa?"


Tanya Willy menoleh kebelakang memandang wajah Kaizar yang terlihat mengerjap gugup.


"Oh iya, apa kucing yang gue minta untuk lo jagain sudah dapet?"


Ucap Willy sambil menekan tombol lantai teratas tempat ruang kerjanya berada.


"Sedang di cari Boss, tapi...."


Kaizar menjeda ucapannya karena sedikit ragu.


"Tapi apa?"


Tanya Willy lagi sambil bersiap keluar dari lift.


"Dua baby sister si kembar baru aja mengundurkan diri, mereka bilang gak kuat karena harus menyusui Miko dan Miko sering menggigit anu-nya."


Ucap Kaizar yang merasa malu sendiri saat mengingat kelakuan Miko.


"What!...."


Willy terkejut bukan main.


"Lalu dimana si kembar sekarang."


Willy sudah tidak merasa aneh lagi jika baby sister si kembar mengundurkan diri seperti biasa begitu.


Semenjak kedua orang tuanya meninggal, sikembar Mika dan Miko memang berubah menjadi nakal, dan hobi mengesekusi siapapun yang mengasuhnya.


"Sedang di asuh oleh Ice m"


Jawab Kaizar yang bingung dengan ekspresi Willy yang mendadak berubah serius.


"Apa?"


Seru Willy yang semakin panik.


"Maaf Boss, karena keadaan tadi sangat mendesak, jadi saya terpaksa menitipkan si kembar pada Ice."


"Bodoh kamu Kai, cepat hubungi gadis kecil itu, apa kamu lupa... seceroboh apa gadis itu."


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kemalaman dan kondisi othor yang belum sehat benar, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2