
Sementara Jay yang merasa sangat bahagia saat mendapat kabar dari Willy perihal Rani yang sudah sadar bersegera menuju ke RS.
Tanpa mengetuk pintu, Jay langsung membuka pintu kamar rawat Rani.
"Sayank akhirnya kau terbangun, aku selalu merindukan kamu."
Seru Jay begitu masuk ke ruang rawat Rani, tapi dia kembali tertegun saat dilihatnya Rani masih tertidur seperti saat saat sebelumnya.
"Emmm.... apa Willy hanya menipuku, tapi tidak mungkin, untuk apa dia mempermainkan ku perihal Rani."
Gumam Jay yang mendadak kembali kehilangan semangatnya saat di lihatnya Rani masih tertidur, dia mengira Willy hanya mempermainkannya.
Tapi tiba-tiba dia kembali bahagia saat Rani mulai bersuara.
"Mas.... kamu bahkan lupa mengucap salam."
Suara Rani yang pertama kali di dengar Jay, membuatnya kembali mengangkat pandangannya yang tertunduk lesu tadi kembali berbinar bahagia.
"Kau.... kau.... benar benar sudah bangun, Terimakasih ya Allah, akhirnya kau bangun juga sayang."
Seru Jay saat itu sambil memeluk Rani, walau ingatan tentang istrinya belum kembali tetapi kebersamaannya selama menjaga Rani beberapa bulan terakhir setelah dia lebih dulu tersadar telah mampu menumbuhkan kembali rasa sayangnya pada istrinya ini.
"Emmm..... mas sesak aku tidak bisa bernafas, kamu terlalu erat memelukku."
Kata Rani sambil menepuk lengan Jay agar melepaskan pelukannya.
"Oh.... maaf.... apa masih ada yang terasa sakit? aku terlalu bersemangat dan merasa bahagia bisa melihatmu kembali hidup ya kembali hidup... emmm.... maksudku kembali sadar."
Kata Jay yang menjadi gugup saat menyadari istrinya kini benar-benar nyata sudah bangun dari tidur panjangnya.
"Kau ini Mas aneh sekali, memangnya sudah berapa lama aku tertidur? sampai reaksi kamu berlebihan seperti itu Mas."
Tanya Rani yang heran mendengar kata-kata suaminya.
"Entahlah aku sendiri tidak menghitungnya, tapi apa kau mengingat semuanya sayank yang menyebabkan kau dirawat disini?"
Tanya Jay yang ingin tahu, apakah Rani juga mengalami hilang ingatan seperti dirinya.
"Aku tidak yakin, tapi aku ingat terakhir kali mobil kita di ikuti oleh beberapa mobil yang tidak dikenal bahkan beberapa kali sengaja mereka menabrak mobil kita sampai disana aku sudah tidak ingat apa-apa lagi Mas."
Jawab Rani menceritakan semua kenangan terakhir yang diingatnya yang justru Jay sendiri lupa kronologis kejadiannya.
"Kau bahkan bisa mengingat semuanya sayank, tapi aku...... tak satupun kejadian tentang kecelakaan itu ada di dalam kepalaku."
Gumam Jay perlan tapi masih terdengar oleh Rani istrinya.
"Apa maksud kamu Mas? dengan mengatakan tak mengingat satu kejadianpun tentang kecelakaan saat itu."
Tanya Rani bingung berusaha mencerna kata katanya Jay.
"Setelah aku terbangun dari koma, aku kehilangan beberapa ingatan ku sayank."
Jawab Jay dengan mimik sedih mencoba menjelaskan.
__ADS_1
"Tunggu...... tunggu..... kalo mas Jay baru bangun dari koma, lalu bagaimana dengan diriku ini? sudah berapa lama aku tertidur?."
Tanya Rani yang mulai mencerna setiap kata demi kata.
" Cukup lama sayank, tapi tak perlu memikirkannya, aku sudah bersyukur karena sekarang kamu sudah lebih baik dan sadar lagi."
Sahut Jay yang masih setia menemaninya
"Mas bolehkah aku bertanya sesuatu kepada kamu?"
Tanya Rani sambil menatap mata Jay suaminya.
"Tanyakanlah, apa yang ingin kau tanyakan."
Sahut Jay saat melihat ekspresi wajah Rani yang tampak serius.
"Apa yang terjadi dengan kandunganku Mas? kenapa perutku tipis dan aku tidak merasakan adanya bayiku di dalam perut ini?"
Tanya Rani mengungkapkan rasa curiganya sejak terbangun dari komanya tadi.
"Emmm......... itu....... bayi dalam kandunganmu.... terpaksa harus dikeluarkan karena kecelakaan itu sayank"
Kata Jay menjawab semua pertanyaan Rani.
"Tapi kau tak perlu bersedih sayang, nanti kita bisa berupaya untuk membuatnya lagi ya.....🤣🤣🤣"
Seru Jay yang berusaha menghibur Rani istrinya.
"Iya Mas, aku gakpapa kok, mungkin belum rejeki kita untuk memiliki anak ya Mas."
Sementara kita tinggalkan dulu pasangan suami-istri yang sedang melepaskan rindunya.
Mari kita tengok keadaan Willy setelah pergi meninggalkan RS XX menuju kantornya.
Setelah selesai mengerjakan semua tugas kantornya, Willy mengajak Kai untuk berkeliling membuang rasa jenuhnya.
"Kai gue sedang bosen, kita kemana gitu cari hiburan."
Ajak Willy kepada Kai sang asisten yang juga sahabatnya itu.
"Kemana? nge-gym? kafe? atau shoping nih?"
Tanya Kai yang juga bingung mau kemana terus ngapain.
" Kita nge-gym ajalah kalo gitu bro."
"Ok siap laksanakan, tapi gue laper nih Boss...... dari tadi belum makan."
Seru Kai yang langsung memutar arah menuju sebuah resto makanan citra Nusantara.
"Ya udah kita makan dulu."
Singkat cerita keduanya sudah berada di resto makanan citra Nusantara.
__ADS_1
Saat sedang makan, baik Willy maupun Jay melihat Jessy sedang bersama seorang pria yang cukup perlente.
"Loh lihat sendiri tingkahnya yang memalukan itu, demi gengsi dan gaya hidupnya apapun dia lakukan."
Kata Willy kepada Kai.
Kai yang melihatnyapun merasa malu, karena dulu pernah membatu Jessy untuk menjebak Willy.
"Gue gak nyangka kalo dia sekarang jadi pel*c*r berdasi."
Bisik Kai pelan, takut ada orang yang mendengar perbincangan mereka.
"Yok buruan, gue muak enek lihatnya."
Kata Willy dan bersegera membersihkan mulutnya dengan tissu.
"Iya ini juga udah selesai."
Setelah selesai, keduanya kembali melanjutkan tujuan mereka untuk nge-gym
Sementara keduanya sibuk nge-gym, kita kembali lagi menengok Rani dan Jay.
Saat keduanya sedang berbagi banyak pertanyaan dan cerita, tiba-tiba pintu , kamar rawat Rani terbuka bersamaan terdengar suara cempreng si Mommy.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Salam Mommy begitu masuk yang langsung dijawab Jay dan Rani .
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakaatuh."
Jawab keduanya sambil saling melirik melihat siapa yang datang.
"Oh ipar kecil kesayangan-ku, akhirnya kamu bangun juga sayang."
Seru sang Mommy yang tampak penuh semangat begitu mengetahui Rani sudah sadar.
Mommy-nya Willy segera menghampiri Rani dan memeluknya.
"Alhamdulillah, syukurlah akhirnya kamu sudah terbangun sayank."
Ucap Mommy-nya Willy masih tetap memeluk Rani.
"Kamu tidak hilang ingatan seperti dirinya ini kan."
Tanya Mommy-nya Willy sambil menunjuk kearah Jay.
"Apaan sih Mbakyu.... moso semua harus amnesia setelah sadar dari koma."
Sahut Jay sambil tersenyum geli.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kemaleman dan akhir nya terhitung update hari berikutnya dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍