Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Ajumma Ayo Pulang"


__ADS_3

Di Jakarta, setelah menerima kabar dari Fathir tentang keadaan Willy, Kaizar segera menyiapkan beberapa keperluan untuk menjenguk Willy, tak lupa Kaizar juga mengajak kedua bocah kembar yang sudah sangat rindu kepada Ayah adopsinya itu yang apabila diurutkan menurut silsilah keluarga adalah adik adik sepupu Willy.


Pasti para reader yang tidak mengikuti ceritanya dari awal menjadi bingungkan? biar othor jelasin dulu ya.


Willy memiliki seorang Om yang bernama Sanjaya yang merupakan adik satu satunya dari Mommy-nya Willy, usia Willy dan Sanjaya Om-nya itu tidak jauh berbeda, dan Sanjaya memiliki istri yang bernama Rani.


Rani ini sebenarnya adalah kekasih Willy yang telah lama menghilang dan itu tidak pernah diketahui oleh Sanjaya Om-nya Willy.


Sanjaya dan Rani memiliki sepasang anak kembar yang bernama Miko dan Mika, tetapi karena sebuah kecelakaan pesawat Sanjaya dan Rani meninggal menjadi korban kecelakaan itu.


Karenanya Willy mengadopsi kedua bocah kembar itu menjadi anaknya, tapi kebenaran ini sama sekali belum diketahui oleh Ice.


Next stories


Sesampainya di kost kostan-nya, Fathir meminta bantuan Ibu pemilik kost untuk mengambilkan beberapa pakaian ice tentunya lengkap dengan pakaian dalamnya juga, jadi apa yang Willy pikirkan semuanya jauh dari kebenaran karena Fathir tidak seperti yang dia pikirkan.


Setelah cukup beristirahat malam harinya Fathir kembali ke Rumah Sakit tempat Willy dirawat dengan membawakan pakaian ganti untuk Ice dan tak lupa Fathir juga membeli makan lebih dulu untuk mereka bertiga.


Keesokan paginya, setelah mandi Ice berganti baju dengan pakaian yang dibawakan oleh Fathir tadi malam, dan ketika dirinya hendak menolong mengantarkan Willy ke kamar mandi, tiba-tiba terdengar ketukan pintu ruang rawat Willy disusul dengan suara gaduh anak anak berbarengan dengan pintu yang terbuka.


Tampaklah wajah yang tak asing bersama kedua bocah kembar yang langsung berhambur ke arah Willy.


Kai dan sikembar datang menengok Willy setelah menerima kabar dari Fathir kemarin siang tentang keadaan Willy.


"Ayahhhhh.... "


teriak kedua bocah kembar itu memeluk kedua kaki Willy karena tinggi keduanya hanya sebatas paha bawah Willy.


"Haiiiii... anak Ayah kangen ya?"


Ucap Willy sambil mengusap kepala kedua bocah kembar itu.


"Iya Ayah tenapa dicini lama? Ayah tatit apa? mananya yann tatit Ayah?"


Tanya si gadis kecil Mika tanpa jeda.


"Ayah sedang istirahat saja sayank, Ayah hanya terlalu lelah mencarikan Ibu untuk kalian."


Jawab Willy sambil melirik Ice dan kembali duduk diatas brankarnya dengan sicantik Mika yang langsung nemplok kepadanya.


"Ayah mau cayiin Ibu uncuk Mika cama Mito? ciayapa Ayah?"


Tanya si gadis kecil itu lagi sambil mengusap wajah Willy yang mulai ditumbuhi bulu bulu.


Sikembar karena kangennya kepada Ayah mereka sehingga melupakan yang lainnya.

__ADS_1


"Coba lihat siapa yang ada disini selain Ayah?"


Kedua bocah kembar itu baru menyadari jika ada orang lain selain mereka, mereka lalu berniat melihat seluruh isi ruangan, ketika berbalik mereka langsung melihat orang yang sudah lama tidak mereka lihat.


"Ajumma....."


"Kakak........."


Kedua bocah itu tanpa di duga oleh Ice langsung berteriak menghambur kearahnya, membuat Ice bingung dalam bereaksi. Kedua bocah kembar itu berpindah memeluk Ice.


"Eh hai cantik... ganteng..."


Sapa Ice bingung mendapatkan pelukan keduanya.


"Kakak kembalilah, Miko janji tidak akan nakal lagi."


Kata si ganteng Miko sambil mengedip ngedipkan puppy eyesnya begitu lucu.


"Ajumma.... Mika lindu, kita puyan ya! Mika janji tidak atan benci Ajumma."


Ucap si gadis kecil sambil menggoyang goyangkan tangan Ice.


Ice yang mendapat perlakuan manis dari kedua bocah kembar itu bingung tak tahu harus jawab apa, Ice cuma tersenyum lalu melemparkan tatapan matanya mengkode ke Willy meminta bantuannya untuk menjawab permintaan kedua bocah kembar itu.


Tatapan mata Ice seolah bertanya pada Willy, tapi Willy hanya mengendikkan bahunya membuat Ice memberikan tatapan horor kearahnya.


Willy yang melihat tingkah Ice yang salah tingkah karena permintaan kedua bocah kembar itupun tak dapat menahan senyumnya.


"Om gimana ini, bantuin gak? kalo gak awas tunggu aja."


Ucap Ice seolah bertelepati kembali memberikan tatapan horor yang dibalas Willy dengan menganggukkan kepalanya.


"Iyain aja Ice sayank, kan gampang."


Jawab Willy yang seolah bertelepati juga dengan mengkode Ice dengan anggukan kepalanya untuk mengiyakan permintaan kedua bocah kembar itu.


"Ajumma.... ajumma!!!...."


Teriak Mika si gadis kecil yang mulai memerah hidung dan matanya, bisa ditebak jika sebentar lagi gadis kecil ini akan menangis.


Kedua bocah kembar ini sebelumnya sudah di ajari oleh Kaizar untuk merayu Ice agar mau ikut pulang, Kaizar juga bercerita jika selama ini Ayah mereka selalu pergi karena mencari Ice dan tidak akan pulang kalo Ice tidak mau ikutan pulang.


Dan seperti inilah akhirnya kedua bocah kembar ini berusaha merayu Ice agar mau ikut pulang ke Jakarta nantinya


Dan karena membayangkan Ayahnya akan selalu pergi jika mereka tidak berhasil merayu Ice untuk pulang, membuat si gadis kecil Mika mulai ingin kenangis.

__ADS_1


"Ajumma.... ayo puyan, hik... hik.... ajumma puyan ya?"


Melihat Mika yang mulai menangis membuat Ice merasa tak tega, hatinya pun mulai luluh.


"Baiklah... baiklah... kakak akan ikut mengantar kalian dan Ayah kalian pulang, jangan menangis lagi atau Mama kalian nanti marah."


Ucap Ice mencoba menenangkan si kecil.


"Toh hanya mengantar mereka pulang, tidak terlalu menjadi masalah."


Batin ice sambil mengusap mengeringkan airmata Mika dari pipi cubby-nya.


"Mama Mika cudah di curga, kata Ayah Mama celalu melihat Mika dan Mito dayi curga."


ucap gadis kecil yang membuat Ice terpaku berusaha mencerna kata-kata gadis kecil ini.


"Maaf.... kakak tidak tahu."


Ice lalu menunduk untuk memeluk kedua bocah kembar itu.


Ice tak pernah mengira jika Ibu dari kedua bocah kembar ini telah tiada, dan Ice yang memang kadang kumat lemotnya langsung asal nyeplos,


"Om... jadi kamu selama ini duda! kenapa gak pernah bilang?"


Kata Ice nyeplos begitu saja tanpa berpikir apakah kata-katanya benar atau salah.


"Uhukkkk.... huk.... hukkkk...."


Kaizar yang sedang minum langsung tersedak begitu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Ice.


"Maaf.... maaf.... cuma kaget doang, gak usah perduliin gue oke!"


Ucap Kaizar begitu semua mata beralih menatapnya.


"Emang kenapa Om kepo kok langsung keselak tadi? kan Ice cuma ngomong sesuai yang dikatakan Mika!"


Ucap Ice merasa yakin jika yang di ucapkannya benar dan bukan sekedar asumsi tanpa alasan yang pasti.


*Untuk semua readers yang setia membaca karyaku dan untuk semua member GC Miracle Nawangsih,


"Mengingat terkadang ada salah kata di ujung jari ini, dan hati yang terkadang salah berprasangka, janji yang mungkin terlupakan, sikap dan sifat yang menyakiti, Snow secara pribadi meminta maaf lahir dan batin, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444H semoga ibadah puasa kita kali ini lebih baik dari ibadah ditahun sebelumnya. Marhaban ya Ramadhan 🙏🙏🙏"


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2