
Ice sambil menunduk memainkan jari jarinya takut menyinggung perasaan Daddy-nya Willy karena sudah menolak untuk tinggal di mansion-nya.
Setidaknya di apartemen ada kenangan dia bersama Willy saat saat mereka bersama, dan itu yang ada di pikiran Daddy-nya Willy saat ice mengatakan ingin tetep tinggal di apartemen.
"Baiklah terimalah ini kartu nama Daddy simpan yang baik baik, mungkin suatu saat besok kamu membutuhkannya."
Daddy-nya Willy Memberi kartu namanya pada Ice.
"Terimakasih Dad, maaf Ice tidak bisa ikut tinggal disini."
Kata Ice sambil menerima kartu nama dari Daddy-nya Willy.
"Dan ini ambillah, tiap bulannya Daddy akan mengirimkan saldo untuk belanja bulanan kamu."
Kata Daddy-nya Willy sambil memberikan kartu Debit berwarna gold kepada Ice.
"Maaf Dad, tapi Ice sudah ada satu dari Om Willy dan itu sudah cukup."
Ucap Ice menolak gold card yang diberikan oleh Daddy-nya Willy.
"No... no... untuk yang satu ini kamu tidak boleh menolaknya, ini special dari Daddy untuk kamu dear."
Ucap Daddy-nya Willy yang tak mau pemberiannya di tolak oleh Ice.
Ice lalu melirik kearah Willy saat tak tahu harus menerima atau menolak.
"Ambil aja Ce, terima itu sebagai hadiah dari Daddy."
Ucap Willy yang dijawab anggukan kepala oleh Ice sebagai pertanda dia setujuh.
"Terimakasih banyak Daddy, Ice merasa bersyukur diterima dengan baik oleh Daddy dan terimakasih banyak Om karena sudah menolong dan menyayangi Ice selama ini."
Ucap Ice penuh rasa syukur karena telah dipertemukan dengan orang-orang yang baik seperti Willy dan Daddy-nya.
"Good girl, siapapun akan menyayangi gadis sebaik kamu dear."
Ucap Daddy-nya Willy sambil menepuk lembut tangan Ice.
"Kita pulang sekarang Ce, sudah malam ini."
Ajak Willy yang melihat Ice sudah mulai mengantuk.
"Apa tidak sebaiknya menginap disini dulu kalo Ice sudah mengantuk, besok baru pulang ke apartemen."
Ucap Daddy Arjun kembali menawarkan agar Ice dan Willy menginap di mansion-nya.
__ADS_1
"Gimana Ce, kita menginap di sini dulu atau pulang?"
Tanya Willy pada Ice.
"Gimana baiknya aja Om, Ice ngikut aja, apalagi Om mau balik ke Indonesia jadi mungkin lebih baik nginap disini aja dulu biar Om bisa melepas rindu dulu sama Daddy Arjun sebelum pulang ke Indonesia."
"Good girl, kamu yang terbaik dear, tau aja kalo Daddy masih ingin ngobrol sama nih bujang lapuk."
Ucap Daddy-nya Willy sambil mengusap kepala Ice sayang.
'Dad jangan mulai lagi, gak usah sebut sebut bujang lapuk kenapa, Ce kalo kamu ngantuk tidur aja dulu yuk gue anter ke kamar."
Ucap Willy yang mulai sewot tiap kali Daddy-nya menyebutnya bujang lapuk.
"Iya Will kamu antar Ice ke kamar dulu untuk istirahat, atau ajak dia keliling mansion siapa tau Ice berubah pikiran dan memilih untuk tinggal disini akhirnya, Daddy masih ingin menghabiskan teh ini dulu."
Ucap Daddy-nya Willy yang masih berharap agar Ice mau tinggal di mansion menemaninya.
Willy lalu mengantarkan Ice ke kamar untuk tamu, dan lebih dulu Willy juga mengajak Ice berkeliling sekitar mansion, dan tak lupa Willy juga mengajak Ice ke ruangan yang menjadi kamar juga basecamp sikembar Alvin dan Elvan.
Willy memperkenalkan Ice kepada mereka berdua dan juga berpesan agar mereka berdua selalu menjaga Ice.
Sikembar Alvin dan Elvan merasa senang diperkenalkan dengan Ice, gadis yang pernah mereka lihat fotonya dari Willy saat ini menjadi korban dari Brigitta Marquise.
"Perkenalkan ini Alvin dan Elvan, mereka sangat ahli di bidang IT, kamu bisa meminta tolong pada mereka berdua terkait IT."
"Hi sweet girl, nice to finally get to know and meet you in person."
"Hai gadis manis, senang akhirnya bisa mengenal dan bertemu denganmu secara langsung."
Ucap Elvan sambil mengulurkan tangannya.
"Hi too, I...."
belum sempat Ice menyelesaikan kata-katanya tapi Elvan sudah lebih menyambung kalimat Ice yang terpotong.
"Ice right, we already know you."
Sambung Elvan yang membuat Ice langsung berbalik menghadap ke Willy.
"No need to be surprised, Boss told me about you."
"Tidak perlu kaget, Boss pernah bercerita tentangmu."
Ucap Alvin menyambung obrolan Elvan dan Ice.
__ADS_1
Lagi lagi Ice membalik tubuh menghadap Willy seolah meminta Willy mengklarifikasi ucapan sikembar Alvin dan Elvan.
"Ehem... itu saat aku mendapat telphone dari club tempo hari, dan mereka yang membantuku untuk melacak semua kejadian disana."
Jawab Willy berusaha menerangkan seminim mungkin karena tak mungkin menceritakan semua hal dibalik kejadian yang menimpa Ice tempo hari.
"Betulkah?"
Tanya Ice yang tak menyangka Willy begitu perhatian terhadap masalah yang menimpanya tempo hari.
"Iya, karena tak ada yang boleh menyakiti orang-orang terdekatku."
Ucap Willy sambil mengacak rambut Ice yang belum lama ini baru dipotongnya.
"Boss ,will Ice stay here too?"
Tanya Alvin sambil menyerahkan satu alat canggih yang dibuat khusus untuk Ice berbentuk gelang.
"I don't know, if he's interested he can come and stay here whenever he wants."
"Entahlah, jika dia tertarik, dia bisa datang dan tinggal di sini kapan pun dia mau."
"Ce kemarikan tanganmu."
Willy meminta Ice memberikan tangannya lalu memasangkan gelang itu ke pergelangan tangan Ice.
Gelang yang sekilas tampak biasa dengan sedikit ornamen yang simple dan terbuat dari platina dengan beberapa hiasan batu berwarna berbeda yang sebenarnya adalah tombol untuk mengaktifkan beberapa alat untuk menjaga pemakainya.
Entah itu berguna atau tidak tapi suatu saat pasti sangat berguna, dan gelang itu juga sudah terhubung dengan komputer yang aksesnya cuma diketahui Willy dan kedua bersaudara kembar Alvin dan Elvan.
Sehingga bila sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap Ice, mereka dapat dengan mudah mengetahuinya.
"Gelang yang cantik, apa ini mereka yang membelikannya?"
Tanya Ice pada Willy setelah Willy memakaikan gelang yang diberikan oleh Alvin tadi.
"Ini bukan gelang sembarangan Ce, disini kamu bisa mempelajari cara operasinya."
Ucap Willy lalu memberikan sebuah catatan khusus yang menerangkan kegunaan tiap batu berwarna yang terpasang di gelang yang dipakainya.
*Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya walaupun gak bisa up tepat waktu karena outhor sedang kurang sehat dan akhirnya baru bisa up 1 bab.
walaupun kemarin absen satu hari tidak dapat update, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1
"