
Dan tanpa disangka oleh Willy, dipantai ini dirinya kembali bertemu dengan Ice saat si cantik Mika berteriak memanggil Ice Ajumma.
"Ajumma !!!"
Teriak Mika memanggil gadis berambut pendek berwarna kemerahan yang sedang duduk di tepian pantai menanti ombak datang.
Willy dan Miko yang mendengar Mika berteriak Ajumma pun langsung mengikuti arah pandang Mika.
"Ka Ice ! ayah itu ka Ice ! teriak Miko"
Lalu berlari menghampiri Ice.
"Ice... apa yang harus aku katakan lagi padanya, aku tak tahu harus bagaimana."
Batin Willy yang hanya memandang Ice dari tempatnya berdiri dan ragu untuk mendekat.
"Ayah icu Ajumma, kenapa ayah cidak kecana kecempa Ajumma."
Tanya bocah kecil itu yang merasa heran karena ayahnya tak mau mendekat menyapa Ajumma.
Sementara Ice yang mendengar teriakkan Mika tadi langsung waspada.
"Itu seperti suara si gadis kecil kembar itu, ah mungkin orang lain yang memanggil tantenya mungkin aku terlalu parnok."
Ucap Ice yang berbicara dan bermonolog sendiri.
Tapi saat Ice mulai kembali masa bodoh, eh sikembar satunya si Miko sudah dipangkuannya
"Ka Ice kemana aja kok Miko gak pernah ketemu ka Ice lagi."
Tanya pria kecil itu sambil kedua tangannya sudah memeluk Ice.
"Eh Miko kok bisa ada disini? dengan siapa? awas jangan sampai terpisah dan hilang lagi."
Ucap Ice yang terkejut saat tiba-tiba ada anak kecil yang duduk dipangkuannya lalu memeluknya."
"Itu (menunjuk dengan jari tangan yang tertuju pada Om Willy) dengan ayah dan Mika."
Ucap Miko yang semakin erat memeluk Ice seperti seorang anak yang memeluk ibunya.
__ADS_1
Pandangan mata Ice pun mengikuti arah jari yang ditunjuk oleh Miko.
"Oh Tuhan... kenapa aku harus bertemu dengan Om Willy lagi? aku merasakan hal buruk akan terjadi lagi, kenapa tidak kau biarkan aku hidup tenang ya Tuhan."
Ucap Ice lirih sambil menggeleng gelengkan kepalanya seolah menolak kenyataan yang dilihatnya.
Miko yang mendengar apa yang diucapkan oleh Ice pun mulai menarik tangan Ice agar berdiri dan mendekat ke Willy.
"Ka Ice ayo bangun, kita ketempat ayah, pasti Mika senang lihat ka Ice."
Tapi Ice kembali menggeleng gelengkan kepalanya, menolak ajakan si kecil Miko.
"Miko kembalilah ke ayah dulu, kakak mau kesana dulu ya, dan ingat jangan sampai hilang lagi."
Ucap Ice yang sudah melepaskan tangan si kecil Miko, lalu dengan buru buru pergi menjauh.
Ice merasa hidupnya akan kembali berantakan dan penuh masalah bila berdekatan dengan Willy dan kedua bocah kembar itu.
Miko yang melihat ka Ice nya pergi dengan terburu-buru hanya mengira kalo Ice sedang kebelet pipis, jadi hanya mengangguk mengiyakan kata kata Ice sebelum pergi meninggalkannya.
Di tempatnya berdiri Willy melihat Ice yang melihat kearahnya lalu buru buru pergi pun mengerti jika gadis itu tak ingin bertemu dengannya.
Dia tahu mungkin Ice menjadi sangat membencinya setelah kenangan terakhir yang dia berikan saat awal Ice pulang ke Indonesia.
Saat ini Willy hanya bisa memandang kepergian Ice dengan hati dan perasaan yang sangat kacau, tapi dia tetap berusaha terlihat baik-baik saja untuk kedua bocah kembar yang bersamanya.
Willy menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan untuk membuang rasa sesak di dadanya.
Miko yang ditinggalkan Ice lalu berlari kembali mendekat ke Willy.
Willy memeluk kedua bocah kembar itu untuk menghibur hatinya yang sedang bersedih, dia berusaha untuk menyembunyikan semua perasaan sesak yang melanda jiwanya.
"Ayah tenapa Ajumma gak mayu kecini?"
Tanya si kecil Mika yang agak kecewa, walau di awal perjumpaannya dengan Ice dulu Mika tak menyukainya karena keadaan Ice yang kotor juga karena Ice pernah memelototinya saat tidak diperbolehkan ikut masuk ke lift.
"Ka Ice gak pergi, dia cuma mau pipis, bentar lagi pasti ka Ice datang lagi kesini."
Ucap Miko dengan polos berharap Ice akan kembali.
__ADS_1
Willy yang mendengar kedua bocah kembar membicarakan Ice dan seakan sangat mengharapkan Ice kembali itu, kini dirinya hanya bisa tersenyum masam dan memeluk kedua bocah kembar itu.
"Ya udah anak-anak sekarang kita toilet dulu ya berbesih badan lalu ganti baju yang bersih, kemudian makan bekalnya.'
Ucap Willy sambil menggandeng tangan mungil kedua bocah kembar itu.
"Mika mayu di gendong ayah."
Rengek si cantik Mika yang tampaknya sudah kelelahan.
Willy lalu merendahkan tubuhnya agar si kecil Mika bisa naik ke atas punggungnya dan menggendongnya di belakang.
Sementara Ice dia pergi dengan terburu-buru seolah ingin kabur sejauh-jauhnya dari Willy.
Apapun alasannya dia tidak ingin lagi bertemu dengan Willy apalagi dalam pikiran Ice jika Willy itu sudah menikah punya dua anak kembar pastinya juga punya istri.
Ditambah dengan traumanya saat awal kembali ke Indonesia yang diperlakukan kasar dan semena mena oleh Willy.
Semua kenangan buruk yang ditorehkan oleh Willy telah menghapus semua rasa yang pernah ada diantara mereka berdua.
Ice melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera menjauh meninggalkan lokasi wisata pantai Carita.
Dirinya bahkan berencana untuk mengundurkan diri dari universitas tempatnya mengajar, saat ini yang ingin Ice lakukan hanya pergi menjauh sejauhnya.
Ice berpikir jika tetap tinggal di kota yang sama, maka masih ada kemungkinan mereka untuk bertemu dan Ice tak menginginkan itu.
Ice tipikal orang yang akan pergi menjauh apabila dikecewakan, dan berusaha untuk tidak melihat kebelakang, Ice akan meninggalkan dan membuang semua yang pernah menyakitinya.
Mungkin dia bisa menerima dan memahami seseorang tapi tidak untuk kembali saat dirinya merasa telah disakiti dan tak dianggap.
Tanpa sengaja Ice memegang gelang pemberian Willy, sekilas dia ingat jika gelang itu sebuah alat canggih yang terdapat pelacak selain sebagai senjata perlindungan diri.
Ice segera membuka gelangnya dan melemparkannya keluar jendela mobil, saat ini Ice sudah bertekad untuk pergi dan menghilang dari Willy, baginya semua yang pernah terjalin antara dirinya dan Willy telah berakhir.
"Goodbye my love"
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab yang Alhamdulillah tepat waktu tidak kemaleman walau kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍