Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*" Pertemuan Ice Dan Willy"


__ADS_3

Setelah berpamitan, Ice lalu berangkat ke Muntilan dengan menaiki bus seperti kemarin saat dirinya berangkat dari Muntilan ke Jakarta.


Kali ini perjalanan yang dilalui Ice selama di bus terasa lebih aman, yang tanpa diketahui oleh Ice jika sebenarnya beberapa anak buah Willy juga berada di dalam bus itu untuk menjaga keamanannya sesuai perintah Willy.


Karena merasa perjalanannya kali ini aman dan bus juga tidak sepenuh saat dirinya berangkat kemarin, kini Ice memilih untuk tidur selama perjalanannya.


Akhirnya setelah melewati perjalanan lebih kurang enam jam, kini Ice sudah sampai di terminal saat jam menunjukkan pukul tujuh malam.


Ice bingung antara menelpon Fathir atau lebih baik memesan taksi online untuk ke tempat kostnya.


Pada akhirnya Ice memilih untuk memesan taksi online dan menunggu di warung makan selama taksi online yang dipesannya belum datang.


Tak berapa lama akhirnya taksi online yang dipesannya pun sampai dan segera mengantarkan Ice ke tempat tujuannya.


Tak butuh waktu lama Ice sudah di halaman rumah kost-kostannya. Dengan langkahnya yang lelah setelah satu hari perjalanan Ice berjalan menuju kamar kostnya.


Ice tak menduga sedikitpun jika dia akan dibuat surprise banget oleh kehadiran Willy yang tak pernah di duganya, saat Ice sampai Willy telah menantinya di depan pintu kamar kostnya.


"Oh God, ini hanya mimpi pasti hanya mimpi, gak mungkin si Om ada disini, pasti ini karena aku sedang lelah."


Ucap Ice berusaha meyakinkan dirinya jika saat ini dirinya sedang berhalusinasi yang membuat Willy tak dapat menahan ketawanya karena merasa gemas dengan semua kata-kata dan tingkah Ice yang mengabaikannya karena Ice yang berpikir jika semua hanya halusinasinya semata.


Ice mengabaikan penglihatannya yang dia anggap hanya halusinasi, dan berniat membuka pintu kamar kostnya yang masih terkunci.


Saat dirinya hendak masuk tiba-tiba dia merasakan jika ada yang menarik tangannya membuatnya menoleh melihat Willy yang sedang memegang tangannya sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Ice.


"Aneh apa aku terlalu lelah kenapa seperti nyata jika ini cuma halusinasi, Om lepaskan ini semua tidak nyata."


Ucap Ice berusaha melepaskan genggaman tangan Willy yang memegang tangannya.


Willy yang mendengar kata-kata Ice yang masih mengira jika semuanya tak nyata dan hanya halusinasi itu langsung menarik tangan Ice hingga membuat Ice jatuh kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Apa ini masih tak nyata dan hanya halusinasi."


Ucap Willy lalu mulai ******* bibir Ice tanpa pemberitahuan lebih dulu kepada pemilik bibir merah muda itu.


Ice yang mendapatkan ciuman mendadak dari Willy tak bisa mengucapkan satu katapun karena bibirnya yang masih dibungkam Willy dengan ciumannya, Ice hanya bisa memukul dada Willy agar melepaskannya.


"Ummmm......"


"Gimana sayank? masih menganggap ini tidak nyata hanya halusinasi hemmm....."


Ucap Willy masih dengan posisi memeluk Ice dan menghapus sisa-sisa salivanya di sekitar bibir Ice.


Sementara Fathir yang melihat bagaimana cara Willy mencium bibir Ice merasa hatinya terbakar, dia tak rela Ice di perlakukan seperti itu oleh Willy.


Tapi Fathir tak bisa melakukan apapun, dengan rahang yang mengeras Fathir hanya bisa mengepalkan tangannya meremas jari jari tangannya sampai berbunyi ruas ruas tulang jarinya.


"Sialan, bisa bisanya Willy langsung main sosor bibir Ice, awas aja Will... gue gak akan biarin lo nyakitin Ice lagi, kalo sampe gue tahu lo nyakitin Ice lagi, gue gak akan segan segan bawa lari Ice menjauh sejauh jauhnya dari lo."


Batin Fathir yang merasa tak rela jika Willy nantinya kembali nyakitin Ice.


Teriak Ice sambil mendorong dada Willy hingga dirinya terbebas dari pelukan Willy


Willy kembali menarik Ice kedalam dekapannya dengan paksa.


"Maaf Ce ! gue akui gue salah Ce, tolong maafin gue ! beri gue satu kesempatan lagi Ce...!"


Ucap Willy memohon maaf Ice masih dengan posisinya memeluk Ice secara paksa.


"Hu... hu.... hu.... kamu jahat Om, bahkan sedari awal Ice pulang ke Indonesia kamu sedikitpun gak memberikan perhatian kamu, kamu bahkan tak pernah mengacuhkan Ice, apa kamu tau rasanya menahan sakit dikaki seharian dengan perasaan hati yang hancur, bahkan setetes airpun kamu tak berikan, apa kamu tahu Ice kelaparan, bahkan kamu dengan teganya tanpa belas kasihan menelantarkan Ice di pinggir jalan."


Ice melepaskan semua unek unek kekecewaannya terhadap Willy, dengan tangis yang tak lagi bisa ditahannya.

__ADS_1


Willy yang mendengar semua kata-kata Ice hanya bisa mempererat pelukannya dengan perasaan penuh rasa bersalah dan penyesalannya.


"Maaf Ce... maafkan gue, gue memang baji**an silahkan aja kamu pukulin gue sepuas kamu Ce, tapi please ikut gue pulang, jangan pernah pergi lagi, maafin gue Ce."


Ucap Willy yang ikut meneteskan air mata karena merasakan betapa kejamnya dirinya pada Ice saat itu.


Fathir yang mendengar semua kata kata Ice ikut merasa geram dengan semua kelakuan Willy pada Ice.


Fathir segera melangkah cepat kehadapan Willy dan memberikan satu tinjuan ke wajah Willy, lalu menarik paksa Ice lepas dari pelukan Willy.


Fathir segera merangkul pundak Ice dan berjalan menjauh membuat jarak dari Willy.


"Sebaiknya lo pulang sendiri tanpa Ice Will, gue gak akan biarin lo bawa Ice setelah tahu apa yang sudah lo lakuin ke Ice sebelumnya, lo gak pantas dapetin cintanya Ice."


Ucap Fathir dan membawa Ice masuk kedalam kamar kostnya Ice.


"Tutup pintu, kunci dan jangan buka sebelum gue bolehin buka."


Ucap Fathir berpesan pada Ice.


Ice yang dalam keadaan hati dan perasaan yang kacau dan tak dapat berpikir dengan jernih hanya bisa menganggukkan kepalanya menuruti perinta Fathir dan segera mengunci pintu kamarnya setelah Fathir keluar.


"Apa maksud lo ikut campur urusan pribadi gue dan Ice ha....?!"


Tanya Willy setengah berteriak sambil menarik kerah baju Fathir.


Fathir yang sudah dibuat marah setelah mendengar keluh kesah Ice tadi pun, tak membiarkan Willy seenaknya berlaku seenaknya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat dan semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2