Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Drama Ice Mabuk"


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, tampak sikap juga tingkat laku Ice mulai berubah, Ice mulai sering pulang malam dan dalam keadaan mabuk, membuat Willy mengurungkan niatnya untuk meninggalkannya kembali ke Indonesia.


Seperti malam ini Ice bahkan pulang dalam keadaan mabuk, entah apa yang dipikirkannya sehingga bertingkah seperti itu.


"Kau!"


Ice menggertakkan giginya saat melihat Willy yang datang membukakan pintu apartemen.


Ice berjalan dengan langkah gontai menghampiri Willy yang sedang membuka pakaian kerjanya.


Aroma alkohol dari mulut Ice sangat pekat tercium di indera penciuman saat gadis itu mendekati Willy.


Tanpa menunggu waktu lama, Willy langsung menutup hidungnya dengan wajah emosi.


"Hais... berani sekali gadis ini pulang dalam keadaan mabuk."


pikir Willy yang kaget dengan keadaan Ice.


"Kamu mabuk Ce? siapa yang ngajakin kamu minum?"


Tanya Willy spontan karena kaget saat melihat keadaan Ice lain dari biasanya.


Masih dengan perasaan kesal, Willy kangsung memfokuskan pandangannya pada Ice, yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapannya.


Kepala Ice hampir saja nyaris membentur dada bidang Willy karena keadaannya yang sudah 90% mabuk.


Dengan penuh keberanian, Ice mencengkram kerah baju Willy.


Sorotan matanya menikung tajam, seolah ingin memakan tubuh tegap tinggi Willy bulat bulat.


"Kau pria misophobia sialan!"


'Apa maumu?"


Pertanyaan singkat dan logis keluar dari mulut Willy.


Willy tak ingin meladeni gadis mabuk, dia pikir tak ada untungnya meladeni gadis yang sedang mabuk.


"Huekkk..."


Ice tiba-tiba hendak muntah.


Sambil memberikan tatapan sinis.


"Kalau aku ingin keluar dari sini, apa kau bisa mengabulkannya? heh tuan Willy"


Tanya ice masih dengan mencengkram kerah baju Willy.


"Jangan bermimpi untuk bisa pergi menjauh dariku."


Ucap Willy sambil melepaskan cengkeraman Ice pada kerah bajunya.


Lalu Willy berjalan menuju kamarnya sendiri meninggalkan Ice sendirian.


"Hukk... Willy hentikan langkahmu, aku belum selesai berbicara."

__ADS_1


Teriak ice sambil berjalan mendekat ke kamar Will


Gadis yang sudah seratus persen mabuk itu segera menyusul Willy dengan susah payah.


Kepalanya mulai terasa berat untuk sekedar berjalan


Ice ikutan masuk ke kamar Willy tanpa permisi.


Membuat si pemilik kamar bingung harus berbuat apa.


"Berani sekali kamu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan mabuk begini, awas aja kalo muntah disini Ce."


Bentak Willy geram, lalu menoleh kebelakang menatap Ice yang limbung dan menyandarkan tubuhnya di depan pintu kamar.


"Kenapa? apa kau takut aku akan menyetuh tubuh berhargamu."


"Aku tau kau adalah seorang yang impoten, kalo tidak kenapa kau tidak kawin kawin sampe usia mu setua ini"


Ucap Ice yang mulai tak bisa mengendalikan ucapannya.


Willy mendudukkan dirinya diatas ranjang lalu membuka jasnya tanpa memperdulikan Ice.


"Katakan saja apa yang ingin kau katakan lalu pergi dari kamarku."


Ucap Willy dengan gaya arogannya.


Tiba-tiba.....


"Byuuurrrrr......"


menimbulkan effeck kegelapan dan hati Willy yang semakin murka.


Beraninya kau, apa kau lupa siapa aku?"


bentak Willy yang semakin murka.


"Ya aku tau siapa kamu,"


"Kamu adalah pria yang jahat dan kejam yang selalu gila kedisiplinan!"


"Huuhh.... berhadapan dengan cewek mabuk ternyata semengerikan ini."


"Brugh..."


Tiba-tiba Ice menjatuhkan tubuhnya di kaki Willy, gadis itu menunduk dan mulai menangis entah drama apa lagi yang hendak dia perankan.


"Kenapa lagi kamu?"


Willy mulai tidak mengerti drama apalagi yang sedang dimainkan oleh Ice.


"Bangunlah... bertingkah menyedihkan tidak akan mampu membuat seseorang menjadi iba pada diri kamu Ce."


Ice cuek aja, seolah perkataan Willy dianggap tiupan angin yang berlalu begitu saja.


Dengan mendesah berat, Willy ingin mencakar tembok ketika menghadapi masalah seperti ini.

__ADS_1


"Aku hanya gadis terbuang apa nasibku hanya sebatas ini? hiks... apa tidak ada setitik pun cahaya untuk yatim-piatu seperti ku."


Ice mendongakkan dengan raut wajah yang mengiba. Mencoba menurunkan amarahnya Willy yang tadi berada di level 10.


Kata Yatin piatu terlalu menusuk untuk Willy.


Apalagi ada imbuhan kata gadis terbuang.


"Apa tidak ada orang yang mencintaiku dengan tulus?"


"Ada tapi tidak sekarang pastinya Ce."


Batin Willy menjawab kata kata Ice.


"Bangunlah... sudah cukup dramanya, kamu lulus audisi Ce."


Tapi Ice tak bergerak sama sekali, membuat Willy bingung lalu menunduk untuk melihat wajah Ice yang ternyata sudah tertidur tak sadarkan diri lagi.


Willy hanya geleng-geleng kepala menyaksikan drama ikan terbang Ice.


"Kenapa harus mabuk kalo gak kuat, kau bodoh Ce... bagaimana kalo terjadi sesuatu seperti kemarin."


Omel Willy, mengingat kejadian buruk yang belum lama menimpa Ice.


Willy lalu mengendong Ice membawanya ke kamar Ice, saat akan merebahkannya di tempat tidur tiba-tiba....


"Huekkk.... byuuurrrrr...."


Ice muntah masih dalam gendongan Willy, membuat Willy kaget dan langsung melepaskan Ice.


Untungnya sudah posisi diatas tempat tidur, sehingga Ice tidak merasakan sakit saat terjatuh.


Willy buru buru lari ke dalam kamar mandi, dia membuka semua kemejanya yang terkena muntahan Ice.


"Ahh... sialan kamu Ce, pake acara muntah segala, gue bakal habisin tuh orang yang sudah berani beraninya ngajakin kamu minum sampe mabuk."


Willy langsung mandi untuk membersihkan tubuhnya dari aroma muntahan Ice, setelah itu Willy kembali menengok Ice yang tertidur dengan noda muntahan yang menempel di pakaiannya.


"Bagaimana ini? apa aku juga harus mengganti pakaian kamu Ce? kalo kamu bangun terus mikir aku berbuat yang gak bener gimana ya?"


Cukup lama Willy berpikir apakah harus mengganti pakaian Ice atau tidak.


Setelah dipikir bolak balik akhirnya Willy nekat mengganti pakaian luar Ice dan membasuh bagian tubuh Ice yang terkena muntahan.


"Terserahlah kalo besok kamu mau marah marah, salah kamu sendiri juga Ce pake acara mabuk kayak tadi."


Kata Willy bicara sendiri sambil membersihkan tubuh Ice, juga menyemprotnya dengan cologne untuk menghilangkan aroma masam bekas muntahannya baru setelah itu memakaikan piyama tidur di tubuh Ice.


Willy hanya bingung dengan semua kata-kata yang di ucapkan oleh Ice saat mabuk tadi, apakah selama ini yang dipikirkan oleh Ice tentang dirinya seperti yang di ucapkan Ice tadi.


Dan benarkah Ice ingin pergi dari sini? ini menjadi pertanyaan serius dalam diri Willy, karena bagaimanapun Willy tidak akan pernah membiarkan Ice pergi menjalani hidupnya sendiri setelah berulang kali menghadapi bahaya.


*Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya walau lagi lagi molor gak tepat waktu up nya gaes karena keadaan outhor yang sedang tidak sehat,mohon do'anya ya gaes semoga outhor bisa kembali sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2