
Setelah mendapat pemberitahuan dari pihak Java** park, Ice buru buru membawa file format penawaran kerjasamanya dan keluar dari kamar kostnya setelah yakin penampilannya sempurna dan tidak akan memalukan.
Kali ini Ice melapisi kemejanya denga blazer berwarna biru navi dan mengganti bawahannya dengan celana panjang drill berwarna seirama dengan blazernya.
Tak lupa kacamata anti UV yang dapat berubah warna saat di salam ruangan dan memberikan perlindungan dari cahaya saat berada di luar.
Saat Ice keluar dari kamar kostnya, ternyata si ganteng sudah menunggunya dengan motornya di halaman depan kost kostan mereka.
"Butuh tumpangan?"
Tanya si ganteng saat Ice sudah di dekatnya.
"Wah kok kamu seperti dewa penolong yang sudah ditunjuk untuk selalu menolongku ya mas, tujuanku ke Java** park, tadi pihak mereka menelpon dan setuju bertemu jam sepuluh hari ini, apa bisa anterin aku kesana mas? sebab kalo nunggu angkot lama dan harus dua kali ganti angkot."
Kata Ice yang akhirnya meminta tolong kepada si ganteng.
"Bisa ayo buruan naik keburu telat nanti, kita satu arah kok, jangan khawatir pasti gue anterin sampe tujuan."
Ucap si ganteng yang sebenarnya menahan diri untuk tidak tertawa agar gak ketahuan Ice kalo sebenarnya dia yang memerintahkan sekretarisnya untuk menelpon Ice.
Pada akhirnya Ice kembali mendapatkan tumpangan gratis dari tetangganya yang dipanggilnya mas ganteng.
"Sepertinya Tuhan selalu mempertemukan Ice dengan orang-orang yang baik, entah karma baik apa yang sudah Ice lakukan di kehidupan yang lalu, setelah sebelumnya bertemu dengan Pak Amat dan keluarganya, kini setelah hidup sendiri juga dapet tetangga yang baik seperti mas ganteng ini."
Batin Ice memikirkan bagaimana dirinya selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik.
"Ingat Pak Amat jadi ingat Nurul, apa kabarnya si dedek ya?, nantilah setelah pertemuan dengan pengembang Java** park akan Ice telpon dedek, Ice jadi kangen mereka."
Setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga dan mulai memasuki area perkebunan Java** park.
Namun Ice menjadi bingung karena si ganteng tidak turun di depan loket untuk membeli tiket masuk, dia justru dengan santainya memasuki area perkebunan Java** park yang menuju ke arah kantor pengembang/ pengelola perkebunan Java** park.
Bahkan security yang menjaga gerbang dekat penjual tiket masuk itu pun tak menghentikan motornya bahkan terlihat menghormat dan sedikit menganggukkan kepalanya kepada si ganteng saat motornya memasuki gerbang Java** park.
__ADS_1
"Mas... kok kita gak di suruh beli tiket masuk ya oleh pak security-nya? juga gak di bolehin masuk begitu aja gak dilarangnya."
Tanya Ice yang gak tahan menyimpan rasa penasarannya.
"Bagus dong kalo gini, bearti kita gak usah repot-repot beli tiket masuk."
Jawab si ganteng yang menjawab asal sekenanya membuat Ice tambah mengerutkan keningnya tidak puas dengan jawaban si ganteng.
"Udah gak usah kepo, nanti juga kamu tahu jawabannya, sudah sampe ayo turun, gue anter sampe ke dalem yuk."
Ucap si ganteng yang tahu jika Ice merasa penasaran.
"Eh.... iya sudah sampe ya ternyata."
Ice yang ditemani oleh si ganteng Fathir lalu mulai memasuki bangunan serupa rumah tapi di dalamnya tertata menyerupai perkantoran mini.
Ice dan si ganteng Fathir lalu menuju ke meja yang terpasang papan nama bertuliskan customer service.
Sebelum Ice berbicara, si ganteng lebih dulu berdehem untuk memberikan kode dengan menganggukkan kepalanya ke pada mbak cantik yang duduk di belakang meja customer service.
Si mbak yang mendapat kode langsung mengurungkan niatnya untuk menyapa dan beralih ke Ice.
"Selamat datang di Java** park office, ada yang bisa saya bantu nona?"
Sapa mbak yang menjabat sebagai customer service itu kepada Ice.
"Maaf mbak sebelumnya saya mendapatkan pemberitahuan dari pihak Java** park yang sudah menyetujui untuk bertemu dengan saya."
Ucap Ice kepada mbak yang di depannya.
"Boleh saya tahu namanya nona? akan saya hubungkan dengan sekretaris Pak Boss."
"Carissa Putri Wijaya."
__ADS_1
Ucap Ice menyebutkan nama aslinya sesuai KTP.
Nama yang sebenarnya dia sendiri juga baru mengetahui jika itu nama aslinya saat Willy mengurus semua surat identitasnya untuk membuat pasport dan Visa saat mereka akan ke Swiss dulu.
Sebelumnya Ice hanya tahu jika namanya Ice seperti yang tertulis di raport sekolah sampai dirinya masuk universitas sebelumnya juga dengan identitas Ice.
Saat Ice sedang menunggu konfirmasi selanjutnya, si ganteng ijin ke Ice akan menunggunya di luar.
Fathir segera masuk ke ruang kerjanya lewat pintu belakang, lalu memerintahkan sekretarisnya untuk mengijinkan bagian customer service mengantarkan Ice ke ruangannya.
Saat Ice memasuki ruang kerja dari pemilik Java** Park, yang dilihatnya seorang lelaki yang sedang duduk membelakanginya dan tampak sedang melihat kearah perkebunan bunga yang di balik kebun bunga itu sebenarnya ada area persawahan dengan petak petak sawah yang hijau ruyu-ruyu.
"Ini orang mentang mentang Boss, kayak gak nganggap bener, sudah tau ada tamu tapi malah membelakangi."
Ucap batin Ice yang merasa agak tak suka dengan sikap Boss Java** Park ini terhadap tamunya yang tak lain dirinya sendiri.
"Selamat siang Tuan, saya Carissa yang ingin mengajukan penawaran kerjasama dengan Java** Park."
Ucap Ice memperkenalkan dirinya saat melihat reaksi Boss Java** Park yang seolah tak menghiraukannya atau memang tak tahu dirinya ada.
Begitu mendengar suara Ice, pria yang merupakan Boss Java** Park memutar kursi kerjanya hingga menghadap Ice dan tampaklah wajah orang yang sudah tak asing bagi Ice.
Seketika Ice langsung membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Hah... ini kamu mas? beneran kamu bukan sih? kok kamu gak bilang dari awal kalo kamu yang punya Java** Park?"
Ucap Ice yang merasa seperti kena prank, mulai mengucapkan banyak pertanyaan bertubi-tubi seperti petasan cabe.
"Silahkan duduk dulu nona, jaga sikap anda dan lebih profesional, saya jawab pertanyaan anda lebih dulu, itu karena anda tidak pernah bertanya sebelumnya ke pada saya."
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat ditambah juga sibuk karena anak yang sedang ulangan PAS, semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍