
"Bagaimana caranya agar Ice bisa segera sembuh dari reaksi alerginya? ayo Will pikirkan sesuatu."
Ucap Willy pada dirinya sendiri sambil duduk menghadap ke danau menikmati pemandangan Lake Zurich yang ramai oleh angsa putih yang cantik dengan menghisap sebatang rokok di bibirnya.
"Mungkin Mommy bisa memberi solusi, apa aku harus telepon Mommy ya? tapi pasti akan banyak pertanyaan dari Mommy, tapi apa boleh buat di coba aja dulu, gue gak tega lihat Ice yang selalu menggaruk kulitnya."
Willy lalu melakukan panggilan telepon ke Mommy-nya demi Ice.
"Hallo anak nakal kenapa tidak pernah telepon Mommy, kenapa baru sekarang?"
Sebelum Willy mengatakan hallo, Mommy-nya sudah lebih dulu memberondongnya dengan banyak ceramahnya dan pasti memarahimya.
"Mom... bagaimana Willy mau berkata-kata kalo Mommy gak stop stop ceramahnya, Willy terlalu sibuk Mom oh iya Mom Willy mau tanya sesuatu"
"Tanya apa? kalo tentang pesanan Mommy kan sudah Mommy tulis semuanya dengan jelas kemarin."
"Bukan tentang itu Mom, kalo masalah pesanan Mommy sudah beres semua tuh sudah di kemas tinggal kirim."
Ucap Willy sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah kotak yang berisi barang-barang branded yang sudah di kemas oleh Ice tadi.
"Jadi mau tanya apa buruan nih Mommy mau arisan sama temen temen Mommy nih."
"Mom obat alergi makanan yang bikin gatal gatal apa?"
Tanya Willy tanpa basa basi lagi.
"Minum susu steril aja nanti juga sembuh, eh tapi siapa yang alergi? setahu Mommy kamu gak punya riwayat alergi apapun loh sayang."
"Eh.... itu pegawai disini sudah dua hari gak kerja karena alergi salah makan katanya."
Jawab Willy yang berbohong karena Mommy belum tahu tentang Ice yang tinggal bersamanya.
Seandainya Mommy-nya tahu Willy tinggal bersama seorang gadis, bisa dipastikan dia langsung disuruh menikah.
__ADS_1
"Oh pegawai ya, Mommy kira pacar kamu yang sedang alergi, ya udah Mommy sudah ditunggu tuh, bye my dear love you boy mmmuach..."
Belum lagi sempat Willy menjawab, Mommy sudah menutup sambungan teleponnya lebih dulu yang membuat Willy hanya geleng-geleng kepala.
"Susu steril ya, coba lihat dulu masih ada gak ya di kulkas?"
Ucap Willy bergumam pelan lalu membuka kulkas melihat apakan masih ada susu steril di dalamnya.
"Alhamdulillah ternyata masih ada dua cans susu steri, semoga bener kata Mommy nih susu bisa nyembuhin reaksi alergi Ice."
Willy menjadi lebih tenang setelah tahu jika reaksi alergi bisa disembuhkan hanya dengan minum susu steril.
Selama menunggu Ice bangun dari tidurnya, Willy mengemasi barang barang pribadinya yang akan dibawanya pulang ke Indonesia.
Melihat jam tangannya menunjukkan waktu bangun Ice masih lama, Willy memutuskan untuk kekantor induk lebih dulu menemui Daddy-nya untuk sekedar berpamitan jika tak ada halangan dalam beberapa hari kedepan dia akan pulang ke Indonesia.
Setelah berkendara hampir satu jam perjalanan Willy tiba di kantornya dan langsung menuju ruang kerja Daddy-nya dan kebetulan Daddy-nya sedang tidak ada schedule meeting dengan rekanan bisnis mereka.
"Hai Dad, everything is okay right? Willy pamit mungkin besok atau lusa akan balik ke Indonesia."
"Hai Will, semuanya baik bahkan sangat baik, kau sudah mengurus semuanya dengan sangat baik thanks sons, Daddy tak tahu apa jadinya tanpa dirimu Will."
"Kau akan pulang ke Indonesia? hah... baiklah walau berat untuk Daddy kembali berpisah darimu son, tapi kau memang harus kembali tanggung jawabmu disana juga tidak boleh diabaikan walaupun ada Kaizar."
"Ya Dad karena itu aku akan kembali ke Indonesia besok atau lusa, aku harap Daddy bisa menjaga diri baik baik selalu waspada karena musuh selalu ada di sekitar kita baik disadari ataupun tidak."
"You get right son, so... hanya inikah yang ingin kau sampaikan? berpamitan and... is there anything else? ayolah Will tak perlu malu it must be about that girl right."
"Oh no... Dad... you spy on me."
"Ayolah Will I am your Dad, tentu saja aku selalu mengawasimu bahkan saat kau di Indonesia pun I know all what you do."
"Oh no... no... Dad don't do it again."
__ADS_1
Ucap Willy merasa malu, tak mengira Daddy-nya selalu mengawasi tingkah lakunya selama ini.
"Ayolah Will... now tell me about that girl, is she special, beautiful? hingga bisa membuat seorang Willy yang dingin begitu perduli padanya hem..."
"Entahlah Dad, saat ini aku hanya perduli tapi tidak tahu bagaimana kedepannya, aku hanya ingin menjadikan dia cukup kuat dan pantas untuk berada di dekatku."
"Is that all? come on son dengarkan kata hatimu kau menyukainya Will you love her, rasakan disini (menepuk dada kiri Willy)."
"Come on Dad... aku ingin menitipkannya padamu Dad, agar kau bisa menjaganya."
"Aku akan dengan senang hati menjaga calon menantuku Will, don't worry son kau bisa kembali ke Indonesia dan bekerja dengan tenang, I promise to take care of her."
"Thanks, I love You Dad you are the best."
Ucap Willy sambil memeluk Daddy-nya.
"Bawa dia kerumah sebelum kau kembali ke Indonesia besok."
"Siapp Dad laksanakan, tapi janji jangan goda dia atau dia akan menangis."
"Aku pulang dulu Dad, good job and see you tomorrow."
Pamit Willy pada Daddy-nya sambil tak henti tertawa kecil karena di goda Daddy-nya.
Dalam perjalanan pulang ke apartemennya Willy selalu memikirkan kata-kata Daddy-nya yang mengatakan kalau dia sebenarnya mencintai Ice, Willy menyentuh dadanya sebelah kiri sambil mengulangi kata-kata Daddy-nya.
"Rasakan disini, kamu mencintainya Will, benarkah aku mencintai Ice tanpa sadar? apakah rasa peduliku selama ini karena aku mencintainya selama ini dan aku tidak menyadarinya."
"Atau aku yang tidak mau menerima kenyataan bahwa aku mencintainya."
"Ayolah Will sudah saatnya untuk move on membuka hati untuk cinta yang baru, Rani sudah bahagia bersama Om Jay, kini saatnya dirimu mendapatkan kebahagianmu sendiri."
Bisik suara hati Willy meruntuhkan semua tembok yang selama ini mengurungnya dari menerima cinta yang lain.
__ADS_1
*Alhamdulillah hari ini outhor tambah 1 bab update-nya merapel bab kemarin yang telat update dan bisa up tepat waktu walau lagi lagi kemalaman ya gaes tapi alhamdulillah akhirnya bisa up 2 bab, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍