Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Merona Berulang Kali"


__ADS_3

Sementara di dapur Rani menarik nafas dalam-dalam dan mengelus dadanya berusaha menenangkan dirinya.


"Hoh.... bagaimana ini?, jantungku rasanya seperti mau melompat keluar, bagaimana caranya agar aku tidak terlihat gugup?"


batin Rani sambil berulang kali menghembuskan nafas kasar sambil mengelus dadanya disela-sela kegiatannya membuatkan minuman untuk kakak iparnya dan Willy.


"hoh...aku harus tenang ya aku pasti bisa, tarik nafas dulu tahan lalu hembuskan, rileks Rani kamu pasti bisa"


celoteh batin Rani sebelum membawakan teh hangat ke ruang tamu.


Sesampainya di ruang tamu, Rani merasa lega karena tak melihat Willy, dia hanya melihat kakak iparnya yang sedang sibuk dengan gadjet-nya.


"Oh syukurlah ternyata ka Willy dan mas Jay sudah pergi kerja"


batin Rani merasa lega karena mengira suami dan mantan kekasihnya itu sudah sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Mari mbak silahkan diminum"


kata Rani menawarkan teh hangat yang baru selesai disuguhkan.


"em...ka Willy sm mas Jay apa sudah pada berangkat bekerja mbak"


tanya Rani pada kakak iparnya yang sedang asik dengan ponselnya.


"Belum em...pas manisnya, mereka sedang keruang kerja suamimu"


jawab mami-nya Willy sambil menyesap teh hangat buatan Rani dan tak ketinggalan memujinya.


"Oh..."

__ADS_1


sahut Rani singkat dengan mimik wajah yang berubah masam.


"Ku kira mereka berdua sudah pergi, padahal aku sudah merasa sedikit lega tadi"


batin Rani sambil membuang nafas kasar.


"Kamu kenapa sayang kok kelihatannya gelisah sih"


tanya mami-nya Willy heran melihat kegelisahan Rani.


"Eh..engak..gak kok mbak, aku cuma kepikiran belum sempat belanja kewarung tadi"


kata Rani membuat alasan untuk mengelabui kakak iparnya itu.


"Kamu masih suka belanja ke warung? kenapa gak minta diantar atau ditemani Jay belanja ke supermarket sih say..."


balas mami-nya Willy yang seketika merasa kesal setelah tahu kalo Jay tidak pernah mengantar Rani berbelanja.


jawab Rani yang mulai salah tingkah karena kakak iparnya salah dalam mengartikan ucapannya tadi.


"Haduh ini alibi kok malah makin memperumit keadaan ya"


keluh Rani dalam hatinya.


Saat Rani sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tibaΒ² dikagetkan dengan kecupan singkat di pipinya dari jay suaminya tentunya.


"mmuach... kamu ngelamunin apa sayang"


tanya Jay sambil mengecup pipi Rani sekilas yang meninggalkan rona merah dipipinya karena malu juga rasa tak enak hati pada Willy yang memperhatikan interaksi kedua suami istri itu.

__ADS_1


"Hah...oh..maaf aku kebelakang dulu sebentar membereskan dapur"


kata Rani tiba-tiba hendak pergi ke dapur tapi tangannya segera ditarik Jay.


"Sayang tunggu sebentar aku mau pamit berangkat kerja loh ini, masa kamu gak nganter suamimu ini sampai didepan pintu dengan cinta"


kata jay yang sok romantis membuat Willy memelototkan matanya melihat sifat narsis om-nya kali ini.


"Huek...ehem...ehem..."


suara Willy yang disengaja untuk menyadarkan om-nya itu.


Membuat Rani semakin salah tingkah merasa sangat malu sampai wajahnya memerah.


"Kamu kenapa sih will, gangu wae kl iri cepetan cari istri sono'


kata Jay kesal pada ulah keponakannya yang jones ini.


"Udah ya yang mas berangkat kerja dulu"


pamit jay pada istrinya sambil mengecup kening Rani yang membuat Rani kembali tersipu.


"Mbak, aku pergi kerja dulu ya titip Rani"


pamit Jay pada kakak perempuannya itu sambil mencium punggung tangan mami-nya Willy.


*Maaf ya readers baru up lagi, biasa RL sejak mulai anak pada mau PAS 1 sekarang baru bisa up lg.


Jangan lupa dukungannya tinggalkan jejakmu like rate vote dan coment πŸ‘πŸ˜˜*

__ADS_1


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2