Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Gombal Mukiyo"


__ADS_3

Setelah kelasnya sunyi dan tak ada satupun mahasiswa yang tertinggal, barulah Ice keluar dari kelasnya.


Saat perjalanan menuju parkiran, mahasiswa yang sempat menggodanya dengan pertanyaan yang membuat heboh ruang kelasnya tadi tiba-tiba menghampirinya.


"Siang Bu dosen, maaf untuk gurauan saya tadi waktu di kelas Ibu."


Ucap mahasiswa yang dari usianya jelas diatas Ice.


"Tidak perlu di bahas lagi, tapi saya harap anda tidak mengulanginya lagi."


Sahut Ice yang mulai membuka pintu mobilnya dan akan pulang.


Tapi mahasiswa yang memiliki wajah tak kalah tampan dari Willy itu segera mendorong pintu mobil Ice hingga tertutup kembali.


"Saya harap Ibu mau menerima niat baik saya untuk mentraktir Ibu makan sebagai ungkapan permintaan maaf saya."


Ucap pemuda itu sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya menggoda Ice.


"Maaf Tuan, tapi saya tidak punya waktu untuk itu, dan tentang permintaan maaf anda, saya sudah katakan saya tidak menganggapnya serius dan saya sudah memaafkan anda."


"Terimakasih Bu dosen yang cantik, tapi saya tidak suka di tolak."


Ucap pemuda itu lalu berjongkok dan...


"Besssss...."


Suara udara yang dipaksa keluar dari ban mobil milik Ice yang sedang di kempesin oleh pemuda itu.


Ice yang melihat tindakan gila mahasiswanya itu hanya terbengong tidak menyangka jika pemuda itu akan melakukan hal konyol seperti itu.


"Apa apaan ini? apa begini cara anda menunjukkan permintaan maaf anda?"


Tanya Ice yang mulai emosi dengan tindakan mahasiswanya.


"Saya sudah bilang, saya tidak menerima penolakan jadi mari ikuti saya, saya hanya ingin mentraktir dosen cantikku ini untuk makan bersama dan kita bisa lebih saling mengenal."


Ucap pemuda itu lalu berdiri mnghadap Ice sambil menepuk-nepuk membersihkan tangannya setelah mengempesi ban mobilnya Ice.


Tak menunggu jawaban dari Ice, pemuda itu langsung menggandeng tangan Ice dan menariknya untuk mengikuti langkahnya menuju kendaraannya.

__ADS_1


Ice yang masih syok dengan tindakan mahasiswanya yang satu ini hanya bisa mengikuti langkah sipemuda dengan terpaksa saat tangannya ditarik oleh pemuda itu.


Willy yang melihat semuanya lewat rekaman video yang dikirimkan oleh anak buahnya yang memata matai Ice, mulai mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tinjunya.


Willy merasa dadanya bergemuruh merasa cemburu dan dia merasa ingin sekali saat itu merebut Ice dari laki laki yang dengan lancangnya menarik paksa tangan Ice dan memaksa Ice untuk mengikuti laki laki itu.


"Argh !.... sialan, beraninya laki laki itu menyentuh Ice, awas saja ! gue bakal buat lo menyesal karena telah lancang mengganggu Ice."


Teriak Willy sambil memukul meja kerjanya keras, sehingga menyebabkan salah seorang pegawainya yang berniat masuk untuk meminta tanda tangannya langsung berbalik mengurungkan niatnya.


Willy segera menelphone orang yang disuruhnya memata matai Ice untuk memberikan pelajaran pada laki-laki yang Willy yakin sedang berusaha mendekati Ice.


Sementara di tempat lain, Ice dengan terpaksa mengikuti kemauan dari mahasiswanya itu dan menerima undangan makan bersama mahasiswanya itu setelah ban mobilnya di kempesin oleh mahasiswanya itu.


"Bu dosenku yang cantik tenang saja karena saya tidak berniat jahat kok, saya hanya ingin kita menjadi lebih dekat dan akrab."


Ucap si pemuda yang merupakan mahasiswanya itu.


Ice tak ada niatan untuk menjawabnya, dia hanya diam dengan pandangan keluar jendela mobil melihat object yang tampak seolah bergerak karena pergerakan laju mobil yang di Kendarai oleh pemuda itu.


"Kok diem aja sih Bu dosenku yang cantik, coba lihat kemari (dengan tangannya memegang dagu Ice dan membuat Ice menghadapkan wajahnya ke arah dirimya), nah gini kan manis, kalo diajak bicara itu pandangan harus melihat kearah lawan bicara."


"Jangan terlalu banyak basa basi, saya tahu ini semua cuma modus kamu, jadi katakan apa tujuan kamu sebenarnya?"


Ucap Ice dengan juteknya dan pandangan dingin kearah pemuda itu.


"Semua yang Bu dosen katakan itu tidak benar, andai semua ini modus juga karena saya ingin lebih dekat dengan Bu dosen, oh iya jangan panggil gue dengan kata Anda."


"Dan perkenalkan nama gue Andy, Andyka Pratama."


Ucap pemuda itu dengan tersenyum hangat pada Ice.


Tak lama sampailah mereka di depan sebuah cafe shop yang terlihat cukup ramai pengunjungnya.


Setelah turun dari mobil, pemuda itu lalu menggandeng tangan Ice menuju sebuah meja yang masih kosong dan kebetulan posisinya mojok.


"Silahkan duduk Bu dosen yang cantik, maaf mungkin kalo diluar bolehlah panggil nama aja ya, Ice yang manis."


Ucap pemuda bernama Andy itu sambil menarik bangku untuk Ice duduk.

__ADS_1


"Silahkan dosen cantikku gadisku pujaan hatiku."


Ucap Andy yang mulai mengeluarkan gombalannya.


"Tidak usah berlebihan begitu emmm... bang Andy, karena diantara kita tak ada hubungan apapun selain mahasiswa dan dosen."


Ucap Ice mengingatkan pemuda yang menjadi mahasiswanya itu.


"Jangan terlalu kaku cantik, karena saat ini kita sedang memulai menjalin hubungan dan gue yakin kedepannya kita akan saling mencintai."


Ucap pemuda itu dengan percaya diri yang membuat Ice ingin muntah pelangi rasanya, tapi saat melihat wajahnya yang ganteng membuat Ice urung untuk muntah pelangi.


"Mungkin tak ada salahnya untuk memulai hubungan yang baru dengan yang lain, toh Om Willy juga sudah memiliki istri dan anak kembar."


Pikir Ice yang memang sedang berusaha untuk move on.


"Untuk apa masih memikirkan orang yang sudah tak lagi menginginkan aku, baiklah aku akan coba untuk membuka hati bagi cinta yang baru."


Ucap batin Ice masih dengan memandangi wajah ganteng di hadapannya.


"Apa sudah puas memandang wajah tampanku ini cantik? sampai segitunya, aku tau aku ini tampan dan banyak gadis yang ingin jadi pacarku tapi kamulah yang terpilih sayank ku."


Ucap pemuda di depannya ini yang tak bosan bosannya gembelin Ice.


"Ehem... maaf."


Ucap Ice yang tiba-tiba merasa malu dan jadi sakah tingkah.


"Udah yang santai jangan malu, yang ada entar malah malu maluin, liat tuh muka kamu merah sudah kayak tomat masak he... he... he....."


"Emmm..... jadi kita disini mau ngapain nih, masa cuma disuruh dengerin gombalan kamu bang."


Ucap Ice yang berusaha menutupi rasa malunya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau semalam ketiduran dan kondisi othor yang belum sehat benar, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2