Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Willy Yang Frustasi"


__ADS_3

Tiba-tiba saja entah datang darimana, Willy sudah berada di belakang Ice dan mengusap pundak Ice seolah ingin menunjukkan jika Ice memang miliknya.


Ice yang tak menyangka jika Willy akan datang menghampiri dirinya saat bersama Andy, merasa seolah tak percaya jika laki laki yang ada di belakangnya beneran Willy itupun langsung memutar tubuhnya kebelakang untuk melihatnya.


"Oh God, beneran kamu Om."


Ucap Ice lirih sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya seolah tak percaya jika laki laki ini beneran Willy.


Laki laki yang sempat singgah di hatinya, memberikan banyak kenangan manis, laki laki yang pernah menjadi dewa penolongnya saat dirinya tak memiliki siapapun, laki laki yang menjadi cinta pertama nya tapi juga yang belum lama ini seolah mencampakkannya, dan menganggapnya tak berarti apapun, laki laki yang membuatnya merasakan sakit saat terakhir kali mereka bertemu.


"Apa maksud anda Tuan, maaf saya tidak mengenal anda."


Ucap Ice dengan nada dingin, dan dengan hati yang dibuatnya tegar walau ada yang terasa perih di dadanya saat mengatakan semua itu.


"Apa maksud kamu Ice, apa kamu sudah lupa siapa gue?"


Tanya Willy merasa tak percaya jika Ice akan mengatakan tak mengenalnya.


"Bang ayo kita pergi dari sini, saya merasa tidak nyaman."


Ucap Ice dengan tangan yang langsung menggandeng tangan Andy untuk pergi meninggalkan Willy.


"Iya sayank, maaf Tuan karena kekasih saya merasa tidak nyaman dengan kehadiran Anda jadi kami permisi dulu."


Ucap Andy sebelum pergi meninggalkan Willy yang sedang menahan emosinya.


"Argh.... Ice.... damn it !!!...."


Teriak Willy sambil mengacak rambutnya frustasi karena sikap Ice yang memilih meninggalkannya.


"Bruakkk...."


Willy yang emosi langsung melampiaskan amarahnya dengan menendang bangku di depannya.


Bahkan pelayan dan pegawai cafe itu tak berani untuk mendekat sekedar menegur perbuatannya.


Sebelum pergi Willy masih sempat meletakkan dua lembar uang seratus ribuan diatas meja, mungkin untuk membayar ganti rugi atas keributan yang dibuatnya.

__ADS_1


Willy mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi karena emosi, dia bahkan melajukan kendaraannya tanpa arah yang pasti.


Bahkan Willy tidak menyadari kemana dia melajukan kendaraannya, dan baru menyadarinya saat mobilnya tiba-tiba berhenti dan setelah di lihat ternyata mobilnya kehabisan bahan bakar.


"Oh damn it !... pake habis bensin lagi, seolah semua sedang mengejekku ****!"


Teriak Willy sambil keluar dari mobilnya dan membanting begitu saja pintu mobilnya.


"Ice !!!... inikah yang kamu mau?, ya gue memang pantas mendapatkan semua ini setelah semua yang gue lakukan ke kamu."


Willy seperti orang gila berteriak menyebut nama Ice dan mulai bicara sendiri menyalahkan dirinya.


"Ya... gue memang pantas mendapatkan semua ini, gue memang jahat, gue sadar kamu pasti merasa sangat sakit banget waktu itu, gue sadar sudah sangat keterlaluan sama kamu Ce."


Willy berkata-kata sendiri sambil duduk di pinggir jalan dan tak lagi memperhatikan keadaannya yang berantakan.


Kemeja yang kancingnya terbuka dengan dasi yang masih menggantung dan rambut yang acak-acakan, berulangkali Willy menarik rambutnya frustasi


"Gue tau gue salah ce, gue tau gue pantas kamu perlakukan begini, tapi gue gak bisa lihat kamu deket sama laki laki lain, gue cemburu... disini rasanya sakit sekali (sambil memukul dadanya), gue gak bisa kalo harus kehilangan kamu Ce."


Ucap Willy tanpa perduli dengan keadaan sekitarnya.


Willy bahkan duduk di tepi jalan sambil kakinya sesekali menerjang membuat debu berterbangan mengotori celana dan pakaiannya, kepalan tangannya juga sesekali meninju tanah meninggalkan luka di pucuk ruas jarinya.


Willy bahkan tak ingin mengabari Kaizar tentang kendaraannya yang mogok karena kehabisan bensin, membuat Kai bingung karena tiba tiba saja Willy menghilang, apa lagi si kembar tidak berhenti bertanya dimana ayahnya.


"Om monkey dimana ayah Will?"


Tanya si ganteng Miko.


"Berhentilah memanggil Om monkey, panggil Om Kaizar di eja K a i z a r."


Ucap Kaizar yang selalu emosi jika Miko memanggilnya Om monkey.


"Iya cama aja itu taidar kan nama onyet yan jadi radangnya onyet di pilem itu om."


Ucap si cantik Mika menjelaskannya dengan terperinci membuat Kaizar rasanya ingin menenggelamkan ke dua bocah pembuat rusuh itu ke kesungai.

__ADS_1


"Astaghfirullah sabar sabar orang sabar gede bonusnya."


Ucap Kaizar berusaha menghibur dirinya sendiri sambil mengusap dadanya.


"Om buruan cariin ayah Willy, Miko mau pulang."


"Iya Om, Mika juja lapen mayu matan."


Pokoknya sikembar sudah berisik aja, membuat Kaizar semakin pusing.


Untungnya otak Kaizar segera berjalan, dia segera melacak keberadaan Willy melalui ponselnya dan tampaklah tanda merah berkedip-kedip memberitahu keberadaan Willy yang berada di posisi titik merah itu.


Kaizar buru buru melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar bisa lebih cepat sampai di tempat Willy berada, tapi sebelumnya Kaizar menitipkan kedua bocah kembar itu kepada sopir mereka, agar diantarkan pulang lebih dulu kerumah Mommy-nya Willy.


Setelah lebih satu jam perjalanan akhirnya Kaizar sudah sampai di tempat Willy berada saat ini.


Dilihatnya mobil Willy teronggok begitu saja di tepi jalan, dan di dapatinya Willy sedang terduduk sambil terisak-isak.


Kaizar lalu mendekati Willy berharap Willy tidak gila karena dilihatnya penampilan Willy yang sudah mirip orang gila, perlahan Kaizar mendekat dan mulai menyapanya.


"Willy are you oke? apa yang terjadi sampai kamu jadi begini?"


Tanya Kaizar yang prihatin dengan keadaan Willy.


"Panggil orang untuk menderek mobil gue, kehabisan bensin."


Bukannya menjawab pertanyaan Kaizar eh si Willy justru langsung request agar mobilnya segera di di derek."


Kaizar yang mendengar jika mobil Willy kehabisa bensin pun hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Gue sudah panggil orang untuk derek mobil lo Boss, Sekaran ayo pulang, si kembar dari tadi sudah cerewet nyariin ayahnya."


Willy yang sedang frustasi langsung berdiri saat mendengar kedua bocah kembar sudah rewel mencarinya, dia berjalan lebih dulu meninggalkan Kaizar menuju mobil yang dikendarai Kaizar tadi.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau tadi ada pemadaman listrik sehingga ketiduran dan kondisi othor yang belum sehat benar, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2