
Dalam perjalanan pulang, wajah Kaizar tampak pucat, karena Sammy tidak mau wine yang pecah di ganti pake uang atau apapun.
Sammy mau Willy mengganti wine itu dengan wujud yang sama.
Ini bukan pertama kalinya si kembar mengacau dan membuat rusuh.
Sejak kedua orang tuanya meninggal, belum ada yang bisa mengendalikan kedua bocah kembar itu sehebat orang tua kandungnya.
"Kai ! bagaimana masalah wine tadi? aku perhatikan wajahmu, tampaknya semua tidak baik baik saja."
Tanya Willy tiba-tiba yang membuat Kaizar gugup.
"Sorry bro, Sammy tidak ingin di ganti dengan apapun selain wine yang sama dan harus asli."
Jawab Kaizar pelan sambil tetap berusaha fokus mengendarai mobilnya.
"Hemmm... kenapa tidak lihat di beberapa rumah lelang, mungkin ada yang menawarkan koleksi wine yang sama."
Ucap Willy memberi arahan pada Kaizar.
"Baiklah bisa kita coba, walau mungkin satu banding dua ribu kemungkinan yang bisa terjadi."
Sahut Kaizar tak yakin, karena bagaimanapun belum tentu masih ada orang memiliki koleksi wine tersebut, dan belum tentu juga ada orang yang melelangnya.
"Browser aja dulu, siapa tahu dewi Fortuna berpihak pada kita."
Kata Willy berusaha untuk tetap positif.
"Kalau sudah waras aja, lo bisa ngomong begini, gak inget loh gimana kelakuan lo yang kayak monster tadi."
Ucap Kaizar mengingatkan kelakuannya tadi saat si kembar hilang.
"Hmmm..., Kai ! coba lo telepon Ice, gimana keadaan dia sekarang."
Ucap Willy begitu teringat Ice lagi.
"Apa lo yakin, dia bakalan terima telepon gue?, kenapa gak lo sendiri yang telepon dia?"
"Untuk masalah Ice, sebaiknya lo selesaiin sendiri, coba lo rasakan gimana perasaan Ice tadi seandainya lo yang ada di posisi dia."
Kata Kaizar berusaha membuat Willy menyadari kesalahannya tadi.
"Hemmm...."
Hanya satu deheman itu yang di ucapkan Willy.
"Ayah kemana ka Ice?"
Tanya Miko tiba-tiba karena mendengar nama Ice disebut sebut oleh Willy dan Kaizar.
"Sayang kamu tidak tidur? lihatlah Mika bahkan sudah bermimpi bertemu Mama dan Papa disurga."
__ADS_1
Ucap Willy saat menyadari si kembar satu ini tidak tertidur.
"Miko tidak bisa tidur, Miko mau ka Ice."
Satu jawaban Miko yang membuat Willy dan Kai langsung saling pandang.
"Sayang dengerin Ayah ya..., ka Ice sudah pulang karena kakinya sakit."
Jawab Willy mencoba menerangkan pada bocah kecil itu, agar tidak rewel.
"Sini Ayah pangku ya, nanti Ayah usap usap biar Miko bisa bobok."
Willy lalu meraih tubuh cilik Miko dan memangkunya, di belainya kepala bocah kecil itu agar tertidur dan tak lagi menanyakan Ice.
Tapi bocah kecil itu tetap tak bisa tidur karena tak menemukan barang kesukaannya.
Tangan mungilnya berulang kali meraba dada Willy tapi tetap tak menemukan kesukaannya.
"Aih... ini bocah tangannya gak bisa di kondisikan."
Berulang kali Willy menepis tangan mungil Miko dari dadanya yang membuat Willy kegelian tiap kali tangan mungil itu menelusup kedalam kancing baju Willy lalu meraba raba mencari sesuatu yang menjadi kesukaannya.
"Aha..ha.. geli Miko, Kai kau sajalah yg memangku Miko, biar mobil gue yang nyetir."
Ucap Willy disela sela tawa gelinya karena ulah Miko.
"Ogah gue, itukan anak lo... ya udah lo urus tuh hobinya yang satu itu tiap kali mau tidur."
"Lo ya..."
"Apa? mau pecat gue? hayo... siapa takut."
Belum lagi Willy menyelesaikan kata kata ancamannya, Kai sudah lebih dulu memotongnya dengan kata-kata yang bikin Willy mati kutu.
Untunglah akhirnya mereka sampai di rumah si kembar, jadi berakhir sudah penderitaan Willy, Willy buru buru turun dengan menggendong Miko.
Dan Kaizar mengendong Mika yang tertidur pulas.
Setelah masuk ke dalam rumah, Willy segera mencari mbak Sri (Art yang bekerja di rumah si kembar ), Willy langsung menyerahkan Miko kepada Mbak Sri yang tersenyum mengerti kesulitan si Tuan jika tangan mungil Miko mulai tak dapat di kondisikan.
Setelah kedua bocah tertidur, barulah Willy bisa merasa tenang.
Willy merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya di kamar tamu rumah si kembar. Walau kedua orang tua si kembar sudah tiada, tapi tetap saja Willy tidak mau menjadikan kamar utama yang kosong itu menjadi kamarnya.
Saat merasakan nikmatnya merebahkan tubuh di atas tempat tidur, tiba tiba pikiran Willy kembali mengulang kejadian saat saat pertama bertemu Ice.
Willy awalnya kasihan dengan nasib Ice yang miris sekaligus tragis.
Pernah dicampakkan oleh bibi dan pamanya setelah mereka puas menghabiskan harta warisan kedua orang tuanya.
"Hah...."
__ADS_1
Ingatan Willy kembali saat pertemuan pertama kalinya dengan Ice beberapa tahun yang lalu, saat itu Ice sedang adu jotos dengan beberapa orang laki laki yang ingin menangkapnya.
Willy bahkan masih mengingat dengan jelas percakapannya dengan Ice kala itu.
"Siapa namu?"
Satu pertanyaan meluncur seirama dengan tatapan ingin membunuh dari Willy.
"Apa aku salah? kenapa Tuan menatapku seperti itu."
Tanya Ice yang merasa kikuk dengan tatapan Willy.
"Apa kamu masih merasa baik baik saja hah...? setelah membuat bibir saya jontor begini?"
Ucap Willy ketus saat itu.
"Nama saya Ice tuan?"
Ucap Ice saat itu, sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Willy dengan gemetar ketakutan.
Karena saat adu jotos waktu itu, tanpa sengaja Ice membuat bibir Willy jontor karenanya terkena pukulannya.
"Tuan maafkan saya, saya benar benar tidak sengaja tadi."
Ucap Ice lirih waktu itu.
"Saya sudah menolong kamu, tapi lihat ini... kamu justru memukul bibir saya sampai jontor begini."
"Saya akan melaporkan kamu ke kantor polisi dengan pasal kekerasan juga penipuan."
Ucap Willy yang membuat Ice menjadi panik.
"Tuan apa kamu tega melihat saya ditangkap oleh orang orang itu untuk dijadikan alat pembayaran hutang judi paman saya yang gila.
"Saya hanyalah yatim piatu Tuan,tidak memiliki orang tua."
Ucap Ice sendu yang membuat Willy merubah sikapnya.
"Deg... (jantung Willy solah olah berhenti berdetak)."
Saat Ice mengatakan jika dirinya seorang yatim piatu perasan Willy menjadi aneh.
Tiba-tiba saja Willy merasakan getaran getaran aneh yang melanda jiwanya saat tahu jika jalan hidup Ice sangat tragis dan tak jauh lebih buruk dari si kembar.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1