
Willy memijit pelipisnya yang terasa pusing.
Meeting hari ini benar-benar menguras tenaga ditambah klien yang sangat ribet dalam melakukan tawar menawar.
"Boss."
Panggil Kaizar yang sedang berjalan cepat mengikuti Willy yang berjalan di depannya.
Willy menoleh kebelakang.
"Ya ada apa?"
Tanya Willy menoleh kebelakang memandang wajah Kaizar yang terlihat mengerjap gugup.
"Oh iya, apa kucing yang gue minta sudah dapet?"
Ucap Willy sambil menekan tombol lantai teratas tempat ruang kerjanya berada.
"Sedang di cari Boss, tapi...."
Kaizar menjeda ucapannya karena sedikit ragu.
"Tapi apa?"
Tanya Willy lagi sambil bersiap keluar dari lift.
"Dua baby sister si kembar baru aja mengundurkan diri, mereka bilang gak kuat karena harus menyusui Miko dan Miko sering menggigit anu-nya."
Ucap Kaizar yang merasa malu sendiri saat mengingat kelakuan Miko.
"What!...."
Willy pura pura terkejut bukan main.
"Lalu dimana si kembar sekarang."
Willy sudah tidak merasa aneh lagi jika baby sister si kembar mengundurkan diri seperti biasanya selalu begitu.
Semenjak kedua orang tuanya meninggal, sikembar Mika dan Miko memang berubah menjadi nakal, dan hobi mengesekusi siapapun yang mengasuhnya.
"Sedang di asuh oleh Ice."
Jawab Kaizar yang bingung dengan ekspresi Willy yang mendadak berubah serius.
"Apa?"
Seru Willy yang semakin panik.
"Maaf Boss, karena keadaan tadi sangat mendesak, jadi saya terpaksa menitipkan si kembar pada Ice."
"Bodoh kamu Kai, cepat hubungi gadis ceroboh itu, apa kamu lupa... seceroboh apa gadis itu, bisa bisanya kau menitipkan harta berhargaku pada gadis ceroboh seperti Ice"
Ucap Willy yang semakin menjadi pusing membayangkan hal-hal buruk yang bakal terjadi pada si kembar seandainya Ice beneran ceroboh kali ini.
Kaizar mulai menghubungi Ice dengan tangan gemetar.
"Hallo Ce! kamu ada dimana? apa dilobi? saya akan segera kesana, kamu jangan kemana-mana."
__ADS_1
Kaizar langsung menutup telponnya dengan ekspresi panik yang tak dapat diuraikan hanya dengan kata kata.
"Ada apa?"
Tanya Willy yang semakin tidak dapat menahan emosinya.
Willy sudah menebak jika telah terjadi sesuatu yang buruk pada si kembar.
"Maaf Tuan, kata Ice si kembar hilang saat bermain bersama yang lain di taman,dan sekarang Ice sedang menunggu di lobi"
Ucap Kaizar gemetar gemetar takut.
"Bagaimana bisa bugh?...."
Satu pukulan keras mendarat di wajah Kaizar.
"Kali ini, aku akan membunuhmu jika terjadi apa apa dengan mereka berdua."
"Bagaimana bisa Kai!... kamu melakukan hal sebodoh itu?"
"Semua tender yang kita menangkan hari ini, tak ada artinya jika sikembar hilang, semoga tak terjadi apa-apa pada mereka."
Lalu Willy segera berlari ke lobi untuk menemui Ice disana.
Pernah kehilangan dua orang tercinta secara bersamaan telah membuat Willy trauma berat.
Sebelumnya dia telah berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga si kembar, dan berjanji untuk sikembar bahwa mereka tak akan pernah bernasib tragis seperti kedua orang tua mereka yang meninggal secara bersamaan.
"Tuan maaf...."
Ucap lirih Ice saat melihat Willy dan Kaizar berlari ke arahnya.
"Bagaimana bisa Ce?"
Tanya Willy sambil menyugar rambutnya kebelakang dengan ekspresi wajah yang frustasi.
"Maaf Tuan tadi Miko sedang bermain bola ditaman dan Mika bermain ayunan, karena tak mungkin saya bisa menjaga keduanya sendiri."
Willy yang awalnya ingin murka kepada Ice akhirnya memahami posisi Ice yang seorang diri tapi harus menjaga dua bocah yang super nakalnya.
"Jadi begitu saya merasa tak melihat Miko, saya bermaksud mencarinya dan terpaksa harus meninggalkan si Mika kecil sendirian lebih dulu tadi, karena Mika gak mau ikut."
"Tapi saya tak menemukam Miko, dan begitu saya kembali keayunan, saya juga sudah kehilangan si kecil Mika."
"Dan hik.... hik.... saya sudah mencarinya kemanapun tapi tetap tak menemukan keduanya."
Ucap Ice menceritakan semuanya sambil terisak-isak.
Willy yang mendengar semua cerita versi Ice jadi bingung harus bersikap.
"Goblok kamu Ce"
Tangan Willy sudah hampir melayang manampar Ice, seandainya Kaizar tidak datang tepat waktu.
"Tahan bro, jangan sampe kelepasan ke Ice, kalo mau pukul silahkan pukul gue, ingat pake hati lo, apa arti Ice bagi lo? daripada lo nyesel nantinya."
"Ice tak kurang berharganya dari si kembar, bagi hidup lo, ingat itu."
__ADS_1
"Disini gue yang salah bagaimanapun Ice belum mengenali bagaimana nakalnya si kembar."
Melihat sikap Willy yang hampir menamparnya, membuat Ice tau kalo dihati Willy, Ice bukanlah siapa-siapa.
"Tenanglah dulu Boss, lebih baik kita mencari sikembar lebih dulu, dan gue sudah meminta tolong polisi."
Ice menundukkan pandangannya dengan ketakutan dan mata terpejam.
"Ingat ya, gue gak akan maafin kamu Ce!... jika terjadi sesuatu pada sikembar."
Ucapan ancaman Willy pada Ice.
Walau berkata mengancam, tapi apa yang dikatakan Kaizar tadi semuanya benar, baik Ice maupun si kembar sungguh ketiganya sangat bearti bagi Willy.
"Tuan maafkan saya,"
Ucap Ice lirih dan suaranya mendadak serak karena terus menangis.
"Sudah Ce... jangan nangis lagi, polisi juga sedang mencari mereka."
Ucap Kaizar lirih yang merasa bersalah.
"Maaf kan saya Ce, semua karena saya"
Batin Kaizar.
Ice semakin ketakutan, sampe malu pun dia abaikan.
Semua orang yg menatapnya dengan berbagai asumsi, tentunya semua pikiran buruk tentang Ice.
"Boss tenangkan hatimu, akan lebih baik kita cari si kembar."
Ucap Kaizar sambil mendorong tubuh Willy agar menjauhi ice.
"Kau juga salah, telah menitipkan anakku pada gadis bodoh seperti dia, dimana otakmu Kai.
Willy berbalik pergi untuk mencari si kembar, sampai ke ujung dunia pun Willy akan mencari si kembar sampai ketemu.
Ice berlari menyusul Willy yang di ikuti Kaizar.
"Udah Ce... jangan khawatir, polisi juga sedang mencari mereka, sekarang kamu pulanglah biar ini menjadi tanggung jawab gue."
Ucap Kaizar yang tak tega melihat keadaan Ice yang baru sampai di Indonesia tapi sudah harus menghadapi masalah tak terduga seperti ini.
"Jangan membelanya Kai! ini semua tidak akan terjadi jika dia tidak ceroboh."
Teriak Willy yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.
"Saya tidak mau pulang, saya mau ikut mencari si kembar Tuan hik... hik... ini semua salah saya."
Ucap Ice sambil terisak-isak.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau semalam ketiduran dan kondisi othor yang belum sehat benar, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍