
"Assalamu'alaikum, Om gimana kabar keadaan Om saat ini"
Salam dan sapa Kai saat pintu terbuka.
"Alhamdulillah sudah lebih baik, tapi kenapa cuma kalian berdua yang kemari?"
Jawab Jay dan disambungnya dengan pertanyaan yang cukup membuat pasangan Boss dan Asistennya itu saling lirik.
"Om gak suka kita tengok nih..., oh iya ini tadi kita sempet mampir di kantin untuk beliin Om nasi sama capcay seafood kesukaan Om, pasti bosen kan makan menu RS yang serba hambar anyep"
Kata Kai sambil meletakkan makanannya yang dibawanya di atas nakas samping brankar Jay.
"Ok makasih untuk makanannya, dan lo Will cepat jelasin sekarang kenapa selalu cuma lo yang nengokin gue?, kemana bini gue Rani?, kenapa dia gak pernah tengokin atau sekedar telepon gue?"
Tiba-tiba Jay menunjuk Willy meminta penjelasan, Jay yang sudah memendam Rindu pada istrinya dan rasa curiga karena tak pernah Rani datang menengoknya atau sekedar telepon bertanya kabar tentangnya akhirnya menanyakan semua yang dia pendam selama ini pada Willy.
Willy lebih dulu membetulkan posisi duduknya sebelum menjawab pertanyaan dari Om Jay-nya.
"Ehemmm...."
Lebih dulu Willy berdehem sebelum menjawab pertanyaan Jay yang membuat Jay semakin tidak sabar mendengar jawaban dari Willy.
"Apa Om sudah merasa cukup sehat saat ini? apa setelah mendengar apa yang akan gue katakan Om akan menjadi lebih sehat lagi dari sekarang?"
Ternyata yang keluar dari mulut Willy bukannya jawaban seperti apa yang diminta Om Jay, tapi justru pertanyaan yang terasa ambigu.
Rasanya Jay ingin jotos itu muka Willy yang songong tapi apa boleh buat kondisinya saat ini tak memungkinkan.
Jay hanya mengedipkan matanya tak percaya dengan apa yang keluar dari mulut keponakan-nya yang kadang kumat songongnya.
"Hahhh... pergi sana gak usah lagi ngurusin om lo ini, yang gue butuhin sekarang bini gue bukan lo ponakan songongπ‘π‘π‘"
"Oke... kalo gitu, Om cuma perlu sehatkan badan dan pikiran biar cepet sembuh kalo mau ketemu Tante kecil"
Willy tak ingin tinggal lebih lama lagi, dia takut terpancing emosinya yang akhirnya mungkin akan terbuka semua cerita sebenarnya tentang Rani dan mungkin itu bisa memicu psikologis Om Jay yang sebenarnya tidak baik-baik saja.
Willy lalu bangkit berdiri dan merapikan setelan jas juga celananya, bersiap untuk keluar dari ruang rawat Jay.
__ADS_1
Sementara Kai dari tadi menahan tawanya dengan menyibukkan dirinya makan kacang kulit yang sempat dibelinya di kantin saat membelikan nasi dan lauk untuk Jay sebelum nya.
Begitu dilihatnya Willy bersiap untuk pergi, Kai dengan buru buru mengikuti Boss-nya dengan perasaan lega.
"Akhirnya lega gue bisa keluar dari sono"
"Aneh lo ah Kai, memangnya lega kenapa? lo kebelet tadi? tapikan lo gak ke toilet sejak tadi jadi lega apanya?"
Tanya Willy yang sempet bingung dengan komentar Kai.
"Iyalah lega, gue dari tadi tuh nahan pingin ngakak tiap kali lo ngmong dengan mode songong loh itu"
"Hah....πππ"
"Lo gak ngerasa lo tadi songong habis boleh menghindari pertanyaan dari Om Jay tadi, untung aja gue gak sampe keselek kacang"
"Oh.... kirain kenapa, sengaja.. biar dia gak lanjut, pusing gue dia kebanyakan tanya sesuatu yang gak bisa gue jawab saat ini"
"Hmmm.... apa yang lo lakuin sudah bener bro, lo keren banget pas songong tadi, kalo gue mungkin sudah kelepasan gue ceritain semua kalo di posisi lo tadi"
"Hmmm.... dan untungnya gue gak seperti lo"
"Hmmm.... lo pulang aja duluan, gue mau mempelajari laporan medis Om Jay juga Rani"
"ok gue tinggal ya, gue juga sudah kangen sama jagoan kecil gue"
Kai segera melanjutkan jalannya ke parkiran bertujuan untuk segera pulang ke rumah.
Jiwa Cassanova-nya Kai sepertinya sudah hilang sejak pulang dari Tabalong, dia lebih bisa menghargai istrinya dan menyayangi jagoan kecilnya.
Sementara Willy melanjutkan langkahnya menuju ruang rawat Rani.
Dia sengaja mengatur agar pihak RS menempatkan Rani di ruang rawat yang jauh dari Jay agar Jay tidak mengetahui keadaan Rani untuk saat ini demi kesehatan psikologis Jay.
Di depan ruang rawat Rani Willy lebih dulu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan berharap dapat membuang semua beban yang terasa berat dan sesak didadanya.
Perlahan dibukanya pintu ruang rawat, sunyi sepi hanya suara alat patien monitoring yang terdengar.
__ADS_1
"Tit... tit... tit... "
Kira kira seperti itu suaranya.
Tampak ruangan yang hanya dihuni oleh seseorang yang tertidur di brankar pasien seorang diri lengkap dengan beberapa kabel juga selang yang terkoneksi dengan tubuhnya.
Willy menarik sebuah bangku agar lebih dekat kearah brankar pasien, lalu duduk disamping pasien wanita yang tampak seolah sedang tertidur tapi dengan ekspresi tegang juga takut diwajah pasien itu.
Di belainya lembut wajah yang tampak sedang ketakutan, entah apa yang sedang dirasakan atau kenangan menakutkan yang bermain di ingatan pasien yang tak lain adalah Rani.
Di genggamnya tangan Rani berharap dapat menyampaikan perasaan aman kepadanya agar tak lagi gelisah dalam keadaan diluar sadarnya saat ini.
"Jangan takut, aku disini menjagamu tenanglah, tidurlah dengan tenang dan esok bangunlah dan tersenyumlah untukku".
Willy meletakkan kepalanya ditepian brankar tempat Rani tertidur dengan tangan yang tetap menggenggam tangan Rani.
Sementara di ruang rawat Jay sedang membaringkan tubuhnya sambil berpikir apa maksud dari kata kata Willy tadi, jika dia sudah lebih sehat baru boleh bertemu Rani.
"Apa aku belum sehat? atau aku sedang mengidap penyakit yang berbahaya? sampai tidak diperbolehkan bertemu Rani".
"Mungkin memang sebaiknya aku berusaha untuk segera sehat, agar bisa cepat bertemu istriku"
"Tapi kenapa aku harus menuruti kata kata bocah songong itu? Rani itu istriku, aku punya hak atas istriku lalu kenapa aku harus menuruti kata katanya?"
"Kenapa seolah justru dia yang berkuasa atas Rani dan mengatur kapan aku boleh bertemu Rani, Rani itu istriku"
"Ahhh... kepalaku pusing jadi sakit gara gara mikirin kata katanya"
Jay sibuk sendiri dengan semua pikirannya membuatnya kembali merasakan sakit dikepalanya.
Akhirnya Jay menekan tombol emergency untuk memanggil Dokter atau perawat, karena rasa sakit yang sangat hingga membuatnya tak sadarkan diri setelahnya.
*Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab disela sela kesibukan outhor.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment ππ*
__ADS_1
ππππππππππππππππππππππππππππππππ