
Willy meletakkan nampan berisi makan malam mereka di atas nakas, lalu mendekat kearah Ice dan menarik selimutnya agar Ice mau bangun untuk makan malam.
"Ce kita makan dulu yuk, gue udah masakin spaghetti special gue buat hanya untuk kamu loh."
"Ice gak laper Om."
"Jangan begitu Ce, setidaknya hargai usaha gue yang sudah masak untuk kamu."
"Tapi Ice gak laper Om."
"Gue gak akan makan kalo kamu gak mau makan, dan gue akan tetap disini di kamar ini."
Ucap Willy yang masih berusaha membujuk Ice agar mau makan.
Ice yang mendengar kata-kata Willy yang lebih pada ke ancaman dari pada bujukan langsung bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Willy dengan matanya yang sembab dan hidungnya yang merah menampakkan kalo Ice tadi menangis.
"Om gak bisakah tetap disini sampe Ice selesai kuliah? disana juga kan ada Om kepo."
Kata Ice berharap agar Willy mengurungkan niatnya untuk pulang ke Indonesia.
"Mana bisa begitu Ce, sebaik dan secakap apapun pekerjaan Kai, tapi perusahaan tetaplah butuh gue selaku Presdir disana."
"Tapi Om..."
Belum selesai Ice menyelesaikan kata-katanya, Willy sudah menutup mulut Ice dengan telunjuknya.
"Ssss.... jangan berkata apapun lagi, lebih baik kita makan dulu ya, atau mau gue suapin?"
"Gak usah biar Ice makan sendiri."
Kata Ice sambil mengambil piring berisi spaghetti.
"Gimana enak gak? pas gak rasa sausnya?"
Tanya Willy yang khawatir kalo sausnya mungkin keasinan atau terlalu masam.
"Ini enak Om rasanya pas kok, tapi dari tadi Ice makan kerasa ada yang kenyal kenyal ini apa Om?"
Kata Ice saat merasa spaghetti hasil karya chef Willy.
"Itu jamur, dan daging asap isian untuk saus bolognese-nya."
Ucap Willy sambil ikut menyantap spaghetti buatannya sendiri.
"Oh jamur enak Om, eh... kenapa harus jamur?!"
Tiba-tiba Ice berteriak lalu buru buru turun dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Ice menusuk mulutnya dengan jari tangannya untuk memuntahkan semua yang dimakannya tadi.
__ADS_1
Willy yang melihat Ice buru buru menuju kamar mandi dan mendengar suara Ice yang sedang berusaha memuntahkan semua makanan yang dimakannya itupun langsung menyusul Ice ke kamar mandi.
Dilihatnya Ice sudah memuntahkan cukup banyak makanan yang dimakannya tadi dan sedang bersandar pada dinding kamar mandi.
Willy segera menyiram semua muntahan Ice lalu memapah Ice kembali ke tempat tidurnya.
Dilihatnya muka Ice yang mulai keluar bintik bintik merah dan mulai susah bernafas.
Segera Willy menghubungi Dokter pribadi yang biasa mengobati Daddy-nya bila sedang sakit.
Willy tahu jika yang dialami Ice adalah gejala alergi, makanya Willy segera menelphone Dokter begitu mengetahuinya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Dokter yang di telphone oleh Willy sudah datang, dan langsung diajak Willy untuk memeriksa Ice.
Willy juga menceritakan kalo sebelumnya Ice memakan spaghetti yang menggunakan jamur dalam saus yang dibuatnya.
Dan bercerita kalo tadi Ice sudah memuntahkan cukup banyak yang dimakannya tapi tetap keluar bintik merah dan sesak nafas.
Setelah memeriksa keadaan Ice, Dokter memberikan resep obat yang harus dibeli untuk mengobati alergi dan sesak nafasnya Ice.
Setelah Dokter pulang, Willy segera pergi ke apotik terdekat untuk membelikan obat yang diresepkan oleh Dokter.
Setelahnya Willy buru buru pulang dan langsung menuju ke kamar Ice.
"Ce bangun minum obatnya dulu ya, biar sembuh alerginya dan gak sesak nafas lagi."
Ice lalu bangun dan meminum obat yang diberikan oleh Willy.
"Ce maaf ya gue gak tahu kalo kamu alergi jamur."
Ucap Willy yang menyesal karena secara tidak langsung sudah mencelakai Ice.
"Iya gakpapa Om, Ice yang salah gak pernah bilang kalo Ice alergi jamur."
Ucap Ice yang mengantuk setelah meminum obat alergi-nya.
"Biasanya berapa lama alerginya sembuh Ce?"
Tanya Willy sambil menyimpan obat yang dibelinya tadi.
"Biasanya dua hari paling cepet Om."
Jawab Ice dengan mata yang mulai mengantuk.
"Wah batal dong rencana pulang gue dan harus di cancel dulu sampe kamu sembuh Ce."
Ucap Willy yang membuat Ice menyesal.
"Wah... gue salah strategi dong, harusnya tadi gak usah gue muntahi biar lama sembuhnya."
__ADS_1
Sahut Ice dengan mata yang mulai terpajam.
"Dudul ngawur, kalo gak kamu keluarin tadi bisa bahaya dan semakin sulit bernafas."
Ditunggu gak ada jawabnya lagi, Willy lalu menoleh ke arah Ice yang ternyata sudah sampe lebih dulu ke alam mimpi.
"lah... pantesan gak nyahut ternyata sudah tidur nih bocil."
Ucap Willy saat dilihatnya mata Ice sudah terpejam.
Setelah menyimpan semua obatnya, Willy lalu melanjutkan makannya sambil menjaga ice.
"Lanjut makan lah sayang mubajir."
Ucap Willy yang berkata-kata sendiri untuk menghilangkan sepi, lalu menuang semua spaghetti milik Ice digabungkan jadi satu ke piring Willy.
Willy mulai menghabiskan makannya yang porsi jumbo kali ini.
Bayangin aja satu piring tadi aja porsi besar lalu digabung menjadi porsi Jumbo.
"Rasanya kenyang bener kali ini, serasa mau meledak."
ucap Willy pelan tak ingin membangunkan Ice yang sudah tertidur.
Ke-esokan pagi saat Ice bangun, Willy sudah gak ada di apartemen.
Ice merasa sedih banget mengira kalo Willy sudah terbang pulang ke Indonesia.
Saat sudah rapi dan ingin ke kampus, tak sengaja ice melihat ada selembar kertas memo berisikan pesan agar dirinya tidak usah kuliah dulu sampai alerginya sembuh benar.
"Ce kalo sudah bangun gak usah pergi ke kampus dulu, sampai kamu sembuh lagi."
Ice tersenyum kecut membacanya, dia mengira jika Willy sudah perjalanan pulang ke Indonesia.
Dibawah memo itu ternyata masih ada memo lain lagi yang isinya...
"Ice jangan lupa makan, tadi gue sudah masak nasi goreng."
Ucap Willy mengingatkan Ice agar tidak lupa makan.
Ice membuka tutup nasi nya dan benar saja ada nasi goreng special disana.
Rasa hati tak ingin makan, tapi nasi goreng buatan Willy sungguh menggoda membuat Ice akhirnya ingin memakan habis semuanya.
Saat Ice sedang menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya, tiba tiba terdengar bel pintu berbunyi menandakan ada tamu di depan pintu.
*Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya dan bisa up tepat waktu walau lagi lagi kemalaman ya gaes, walaupun hanya bisa up 1 bab, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1