Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Selalu Mencintaimu"


__ADS_3

Sesampainya di cafe xx


"Sayang maaf ya mbak gak bisa nemenin kamu belanja karena ada janji arisan disini, kamu mau ikut mbak masuk kedalam apa tetep mau belanja"


tanya mami-nya Willy setelah mobil yang mereka tumpangi berhenti di parkiran sebuah cafe.


"Eh...gak usah mbak, biar aku belanja sendiri saja, nanti biar aku memesan taxi yang akan mengantarku ke supermarket"


sahut Rani cepat tak ingin merepotkan kakak iparnya itu maupun Willy.


"Oh ya sudah kalo gak mau ikut mbak masuk ke dalam, tapi kamu harus diantarkan oleh Willy ok sayang"


kata mami-nya Willy sambil turun dari mobil.


"Will kamu antar tante kecil-mu ini berbelanja dan temani sampai selesai lalu antarkan pulang dengan selamat, awas kalo sampe lecet ya"


pesan mami-nya sebelum berlalu masuk kedalam cafe untuk bergabung bersama teman-temannya yang hanya dijawab Willy dengan deheman sebelum kembali menjalankan kendaraannya.


"Kak lebih baik turunkan aku didepan sana saja, biar nanti aku naik taxi"


kata Rani pelan dan agak canggung.


Tanpa menjawab perkataan Rani, Willy langsung menghentikan kendaraannya ditepi jalan yang dianggapnya aman.

__ADS_1


Rani yang mengira Willy setuju menurunkannya itu merasa sedikit lega walaupun terbesit sedikit rasa sedih.


Tapi yang terjadi tidak seperti yang diharapkan oleh Rani, setelah menghentikan kendaraannya, Willy lalu turun dan memaksa Rani untuk pindah duduknya kebangku sebelahnya.


"Sayang turunlah dulu pindah duduk didepan, kalo kau duduk di belakang aku serasa menjadi sopir yank"


kata Willy sambil mempersilahkan Rani untuk duduk didepan disamping bangku kemudi.


Rani yang bingung harus menjawab apa hanya menurut dengan wajah yang bersemu merah karena Willy masih memanggilnya sayang.


"Eh...itu ka, jangan memanggilku seperti itu lagi, saat ini status-ku istri dari mas Jay"


kata Rani lirih sambil menundukkan wajahnya tidak berani menatap Willy.


"hem...maaf aku sudah terbiasa memanggil mu begitu, hah...aku sampai lupa kalo kau sakarang istri dari Om Jay-ku"


"Apa kau bahagia dengan pernikahanmu sayang? terus terang aku masih tidak rela kau menjadi milik Om Jay"


kata Willy sambil memukul kemudi kendaraannya dan membuat laju kendaraannya sedikit oleng saat ingat bagaimana Om Jay mencium wanita yang dicintainya ini.


"Kak hati hati...!!!"


teriak Rani kaget saat kendaraan menjadi oleng.

__ADS_1


Willy segera menghentikan laju kendaraannya setelah lebih dulu menepikannya.


Tiba-tiba Willy langsung menarik Rani kedalam pelukannya membuat Rani yg terkejut akan tindakan empulsif Willy sedikit berontak.


"Tenanglah sayang, biarkan aku memelukmu sebentar saja"


bisik Willy disamping telinga Rani dan Rani pun menurut tak lagi berontak.


"Kau tau sayang, aku masih sangat mencintaimu sampai saat ini, aku bahkan merasa sangat cemburu saat Om Jay mencium dan memelukmu"


bisik Willy sambil mencubit dagu Rani agar bisa menatapnya.


Perlahan Willy mendekatkan wajahnya ke Rani dan bibirnya perlahan menyentuh bibir Rani, Rani yang sebenarnya juga mencintai Willy pun tak menolaknya dari kecupan kecil berubah menjadi saling menyesap dan *******.


Willy yang sedang dikuasai oleh cinta dan cemburu itupun ******* bibir Rani dengan buasnya sampai akhirnya Rani tersadar saat kehabisan nafas.


"Emm...mm...ka cukup ini tidak benar"


kata Rani lirih sambil menundukkan wajahnya dan air matanya menetes karena perasaan cintanya pada laki-laki disampingnya saat ini dan juga rasa bersalah pada suaminya.


"Maaf...maafkan aku sayang karena tidak bisa menahan diriku"


kata Willy sambil mengusap air mata di wajah gadis yang sangat dicintainya, dia menjadi panik dan merasa bersalah saat melihat Rani menangis.

__ADS_1


*Selamat membaca ya gaes jangan lupa dukungannya tinggalkan jejakmu like rate vote dan coment 👍😘*


👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2