
Secara perlahan laki-laki itu kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Ice, Ice menggelengkan kepalanya dan kembali berusaha menghindar dengan menggeser kepalanya.
Laki-laki yang menjadi ketua dari kelompok Wolf Flores itu tertawa dengan keras, dia benar-benar menikmati setiap adegan yang terjadi dihadapannya.
Dia lalu berjalan mendekat kearah Ice dan anak buahnya yang akan mencium Ice.
Melihat ketua dari kelompok Wolf Flores itu mendekat, membuat Ice semakin ketakutan
Ketua kelompok Wolf Flores itu mendekat dengan tatapan yang tajam, membuat anak buahnya yang awalnya hampir mencium bibir Ice menggeser posisinya agar laki-laki yang menjadi ketua mereka dapat berbicara dengan Ice.
"You don't need to worry, after they are satisfied with enjoying your body, I will make you die easily and will return your corpse to them."
"Kau tak perlu khawatir, setelah mereka puas menikmati tubuhmu ini, aku akan membuatmu mati dengan mudah dan akan mengembalikan mayatmu kepada mereka."
Ucap laki-laki yang menjadi ketua kelompok Wolf Flores itu dengan seringai kejam diwajahnya.
Laki-laki itu lalu mengeluarkan pisau kecil, dengan menyeringai kejam dan tatapan mengerikan ke Ice dia menjilat pisau itu dengan tawa yang mengerikan.
Laki-laki itu mulai mengarahkan pisau kecil itu kearah pakaian yang dikenakan Ice.
"Street.... ahh.... go you crazy man!!! you are all a bunch of crazy people...!!!"
"Srettt.... aahh.... pergi kau laki-laki gila!!! kalian semua sekumpulan orang gila...!!!"
Suara pakaian yang sobek di iringi teriakan Ice yang kaget dengan tindakan laki-laki ketua kelompok Wolf Flores itu yang merobek robek pakaian Ice dengan pisau kecil yang digenggamnya.
"You guys are taking so long, I will help undress."
"Kalian begitu lama, aku akan membantu membuka pakaiannya."
Ucap laki-laki itu dengan terus merobek robek pakaian Ice hingga pakaian dalam bagian atas Ice mulai terlihat membuat Ice mulai meneteskan air matanya.
Kulit putih mulus khas Asia yang seperti mutiara terlihat sangat menggairahkan hasrat para pria ditempat itu yang semakin berna*su melihatnya.
Mereka semua menatap pemandangan indah yang ada di depan mata mereka itu tanpa berkedip dengan menjilat lidah dan ekspresi wajah buas yang menjijikan.
Ice hanya dapat menangis, bahkan kini tangisannya sudah tak lagi mengeluarkan suara.
Hanya airmata yang terus mengalir ke luar dari kedua matanya membasahi wajahnya.
__ADS_1
Ice yang selama ini tangguh mandiri dan tak pernah menangis dalam keadaan paling buruk sebelumnya, kini tak dapat menahan airmatanya untuk tidak menangis.
Saat ini dia hanya berdoa ada keajaiban yang datang menolongnya.
Kini semua pakaian bagian atas Ice sudah habis tersobek sobek menampakkan tubuh bagian atas Ice yang terbuka.
Dengan perlahan laki-laki yang merupakan ketua dari kelompok Wolf Flores itu membuka penutup terakhir dari gunung kembar Ice yang membuat Ice memejamkan matanya tak kuasa menerima kenyataan dirinya kini akan kehilangan mahkotanya dengan cara yang keji.
Tepat saat keadaan kritis di detik detik penutup terakhir gunung kembar Ice akan dibuka, tiba-tiba muncul cahaya yang sangat menyilaukan mata melesat dengan kecepatan tinggi.
Laki-laki itu beserta semua anak buahnya tidak dapat melihat apa yang terjadi di tempat sekitarnya yang tiba-tiba menjadi sangat terang menyilaukan mata sehingga mengaburkan pandangan mereka.
"Bughhh... ahhh... bughhh... bruakkk..."
Sebuah tinjuan mengenai wajah laki-laki yang menjadi ketua kelompok Wolf Flores membuatnya teriak tertahan dan langsung disusul sebuah tendangan telak di perutnya yang membuatnya terlempar jauh dan berhenti saat tubuhnya menghantam batang pohon.
Pada saat itu terdengar suara langkah kaki beberapa orang yang mendekat kearah mereka.
"You really have created hell for yourselves."
"Kalian benar-benar telah menciptakan neraka bagi diri kalian sendiri."
Ucap seseorang dengan suara menggelegar yang tiba-tiba muncul dihadapan ketua kelompok Wolf Flores yang sedang berusaha untuk bangkit berdiri.
"Siapa kalian?!"
Teriak anak buah kelompok Wolf Flores itu dengan bergerak berjalan menjauh agar memudahkan mereka melihat keadaan disekitarnya yang mulai mengeluarkan asap.
Saat mereka berhasil dari kepulan asap itu, terlihat lima laki-laki yang berjalan kearah mereka dengan aura membunuh yang kuat.
"Swuusss.... "
Kepulan asap menghilang.
Terlihat Willy yang sedang dihadapan Ice dengan memeluk tubuhnya yang tak berhenti bergetar karena ketakutan.
Rico sendiri berdiri tak jauh dari ketua kelompok Wolf Flores yang sebelumnya terlempar setelah mendapatkan pukulan dan tendangan Willy sebelumnya.
Begitu melihat siapa yang datang, ketua kelompok Wolf Flores itu mengertakkan rahangnya dengan mata memerah penuh amarah dan dendam karena rencana yang sudah dia susun rapi untuk menghancurkan Ice harus berantakan.
__ADS_1
"Bastards!!!... you guys who have come looking for hell for yourselves."
"Baj*ngan!!!... kalian yang sudah datang mencari neraka bagi diri kalian sendiri."
Teriak ketua kelompok Wolf Flores itu yang langsung bangkit berdiri dengan berpegang pada batang pohon.
"Ha.... ha.... ha..... I will make this place a grave for all of you."
"Ha.... ha.... ha..... aku akan menjadikan tempat ini kuburan bagi kalian semua."
Ucap laki-laki itu lalu mengeluarkan sebuah pil dari saku celananya.
"Bughhh.... bruakkkkk...."
Tepat ketika laki-laki itu hendak menelan pilnya, sebuah tendangan keras mengenai bagian kepalanya dengan telak tanpa dapat dihindarinya.
Ketua kelompok Wolf Flores itu terlempar dengan suara patah tulang yang sangat mengilukan saat kembali menghantam bantang pohon.
"You overestimate yourself, relying on something that doesn't come from your own abilities."
"Kau menganggap diri sendiri terlalu tinggi, bergantung pada sesuatu yang bukan berasal dari kemampuan diri sendiri."
Ucap Willy yang berdiri dengan tenang setelah kembali menendang laki-laki itu.
Namun dari matanya menyiratkan sebuah kemarahan yang sangat besar.
Rico, Alvin, Elvan, Jack dan black menatap Willy tanpa berkedip.
"Very beautiful".
"Sangat indah".
Ucap Alvin sambil menggelengkan kepalanya bersimpati pada laki-laki ketua kelompok Wolf Flores yang tergeletak mengenaskan tapi masih dalam keadaan sadar.
Willy yang berdiri dengan tubuh tanpa pakaian atas, yang memperlihatkan kulit putih dengan otot-otot yang proporsional pada tempatnya membuat mereka semakin takjub dengan sosok Boss muda mereka satu ini.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍