
Hubungan telepon langsung terputus, Willy dapat menebak jika kedua bocah kembar itu pasti membuat ulah disana, apalagi dari nada bicara pria diseberang sana yang terdengar ketus.
"Hah... syukurlah...."
Willy menarik nafas lega merasa bersyukur si kembar tidak hilang di culik seperti dugaannya.
"Jadi bagaiman keadaan anak-anak Boss?"
Kaizar menanyakan keadaan si kembar dan Ice juga antusias ingin mendengar kabar baik setelah panggilan di tutup.
"Syukur Alhamdulillah keadaan mereka baik, mereka salah masuk mobil orang yang serupa dengan mobil mereka."
Jawab Willy masih sambil melirik ke Ice yang dilihatnya tangan Ice mengusap pergelangan kakinya yang tampak bengkak dengan mulutnya yang mendesis menahan sakit.
Akhirnya Ice dapat bernafas lega, setelah dipastikan si kembar benar benar aman.
Hilang sudah rasa khawatirnya tentang kemungkinan si kembar di culik yang sejak awal insiden menghilangnya sikembar.
"Besok bawa mobil si kembar ke bengkel dan rubah mobil mereka menjadi satu-satunya sehingga mudah mereka kenali, gue tidak mau si kembar sampai salah masuk mobil orang lagi."
"Dan ponselnya minta tim IT memperbaiki penyadap juga pasang pelacak, gue heran kenapa itu gak terpikir oleh mereka, jangan sampai kita kehilangan jejak jika hal seperti ini terjadi lagi."
"Dan bawa Ice ke Rumah Sakit, gadis ini entah bodoh atau dia merasa cukup perkasa sehingga tidak memperdulikan bengkak di kakinya."
Tatapan Willy mengarah pada Ice yang saat itu hanya bisa menundukkan pandangannya dengan perasaan yang nano nano.
"Bener bener luar biasa dia, dari awal kaki ini terkilir sampe bengkak begini juga karena dia, sekarang seenaknya dia bilang aku bodoh sok perkasa."
Ingin sekali rasanya Ice mengumpat dan kembali meluapkan semua amarahnya, kalo gak ingat gimana sikap Willy tadi padanya yang seolah-olah siap memakannya hidup hidup.
"Terserah kamu bilang apa Om,mulai detik ini juga Ice mengundurkan diri dari posisi apapun dan pekerjaan apapun."
"Gak ada lagi Tuan tuanan, Ice bosen Ice gak tahan baru juga nyampe sudah serasa jadi ikan ditelenan, rasanya berkali-kali sudah terpotong-potong."
"Turunin Ice di sini aja, Ice bisa ke Rumah Sakit sendiri, dan makasih Ice gak perlu apartmentnya."
__ADS_1
Ucap Ice jutek, yang sudah gak tahan sejak awal sampe di Indonesia sudah mendapatkan banyak syok jantung.
Apalagi kini Ice berpikir jika Willy sudah berkeluarga, untuk jadi pelakor ? no way, maaf ya Ice gak bakat begituan.
Jadi untuk apalagi dia masih harus berada di dekat Willy kalo cuma untuk di jadikan baby sister atau sebagai tempat pelampiasan amarahnya.
Ice sudah berencana untuk balik lagi ke Swiss, setidaknya disana Ice bisa kembali bekerja di perusahaan Daddy Arjun dan kembali menjadi sekretarisnya, gak perlu ada drama yang harus dia rasakan seperti hari ini.
"Ya udah Kai turuti maunya, turunkan dia di depat toko depan sana."
Ucap Willy tanpa pikir panjang, yang akhirnya kelak akan jadi penyesalannya.
Kaizar dengan tidak yakin akhirnya menepikan mobilnya di depan sebuah Toserba, dan sempat turun membukakan pintu mobil untuk Ice dan membatunya mengeluarkan koper dari bagasi.
"Ce... kamu yakin dengan tindakan kamu ini? kalo kamu berubah pikiran ini kunci apartemennya, kamu bisa pulang kesana dulu untuk nenangin pikiran."
Pesan Kaizar yang merasa simpati dan kasihan pada Ice.
"Makasih Om kepo, Ice sudah mantap dengan keputusan yang Ice buat, dan makasih banyak untuk semua yang terjadi hari ini."
Seru Willy yang membuat Kaizar buru buru meninggalkan Ice setelah memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.
"Ambil ini, kamu gak punya Rupiah, setidaknya itu cukup untuk hari ini, sampai kamu mencairkan uangmu ke Rupiah, hati hati ya Ce."
Kaizar bergegas kembali ke mobil, dan kembali melaju meninggalkan Ice menuju alamat tempat si kembar kini berada.
Willy sama sekali tak menolehkan kepalanya walau sekedar untuk melirik Ice yang mereka tinggalkan sendiri tadi.
walau ada rasa perih dalam dadanya, tapi Willy berusaha mengabaikannya.
Willy sudah berjanji untuk mengurus dan menjaga si kembar, baginya hidupnya kini hanya untuk kedua bocah kembar itu.
Willy bahkan rela mengorbankan masa lajangnya juga janjinya pada Ice hanya untuk si kembar, bahkan Willy bisa berubah menjadi monster saat si kembar menghilang seperti hari ini.
"Ingat Kai mulai sekarang dalam keadaan apapun jangan pernah menyerahkan si kembar pada orang yang tidak becus menjaganya."
__ADS_1
"Baiklah bro... ini memang salah gue."
Jawab Kaizar mengangguk sambil menambah kecepatan laju mobilnya agar Willy cepat bertemu si kembar dan kewarasan pria ini cepat kembali terkontrol.
Dirumahnya Sammy yang sudah tak tahan dengan tingkah kedua bocah kembar itu, berdiri di depan pintu menunggu orang yang akan menjemput kedua bocah perusuh itu.
Sammy berdiri sedari tadi bersandar di pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada, dia melihat bagaimana Marie dengan ekspresi bahagia menyuapkan puding ke mulut kedua bocah itu bergantian.
Sammy membayangkan seandainya suatu saat dia harus memiliki anak yang ternyata tingkahnya sama persis seperti kedua bocah itu, apakah dia juga akan selalu dibuat emosi dan marah marah setiap hari ke pada anaknya.
Dalam bayangannya anaknya sedang berlarian dan menabrak setiap benda yang ada di dekatnya.
"Oh God ! apa semua anak anak sama? apa mereka suka membuat rusuh dan memecahkan apapun?"
Sammy menepis semua bayangan itu dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Sam... duduklah, ngapain sih kamu sudah mirip jin penjaga pintu gitu."
Tegur Marie yang heran melihat kelakuan suaminya hanya bisa melipat keningnya heran.
"Enak loh Om, Om gak mau?"
Ucap Miko sambil menawarkan sisa puding di piringnya.
"Enak... enak... dasar kalian anak alien, puas kalian sudah membuat rusuh di rumahku !.... dan mecahin wine koleksi ku, ha..."
Sammy justru menjawabnya dengan membentak, membuat Miko melipat bibirnya ketakutan dan siap menangis.
"Hon... stop ya diam bisa gak?, ah... kamu kok gitu sih? kamu tuh juga calon papa loh suatu saat pasti kita punya anak dan apa kamu juga akan begini ke anak kita suatu saat nanti?"
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍