
Nisa masuk ke dalam ruangannya dan mengunci diri. Dia masih tak habis pikir bagaimana Andreas tiba-tiba muncul di hadapannya. Andreas juga mengetahui keberadaan Kenzie.
Mengambil ponsel dari dalam tasnya, Nisa bergegas menghubungi Mella untuk bertanya padanya.
Sahabatnya itu pasti tau kenapa Andreas bisa datang menemuinya.
"Kamu tidak percaya padaku.? Aku benar-benar tidak memberikan informasi apapun pada Andreas." Suara Mella di seberang sana cukup meyakinkan.
Nisa tidak berniat menuduh Mella memberitahukan tentang keberadaannya pada Andreas. Meski kemarin Mella sudah mengatakan bahwa dia tidak memberitahu apapun pada Andreas, tapi merasa aneh karna tiba-tiba Andreas muncul di hadapannya.
Sekarang laki-laki itu jadi tau di mana kantornya.
"Tidak ada orang lain yang aku percaya kecuali kamu." Balas Nisa.
"Tapi aku hanya bingung kenapa tiba-tiba dia datang ke kantorku." Nada bicara Nisa terdengar cemas.
Tanpa dia sadari sebenarnya Andreas sudah melihatnya sejak dia berada di restoran bersama Brian. Namun Andreas mengurungkan niatnya untuk makan di sana dan memilih untuk bersembunyi di dalam mobil untuk menunggunya keluar dari restoran.
"Setelah dia melihat hasil laporan kehamilan kamu, pasti dia melakukan cara untuk bisa menemukan kalian sekalipun aku tidak memberitahunya."
"Kalian bertemu di bandara waktu itu, mungkin saja Andreas mendatangi bandara dan meminta informasi di sana."
Nisa menutup panggilan telfonnya setelah Mella menjelaskan kemungkinan sebab yang terjadi kenapa Andreas bisa berada di Batam.
Dia duduk lesu di kursinya, beberapa saat melamun tapi kemudian membuka ponselnya kembali untuk menghubungi Tiara.
__ADS_1
"Ara,, jangan bawa Kenzie kemanapun. Tetap di rumah sampai aku kembali." Nisa langsung memperingatkan Tiara begitu sambungan telfonnya terhubung. Dia tidak mau kalau sampai Andreas bertemu dengan Kenzie di luar.
"Satu lagi, bilang pada satpam untuk tidak membiarkan orang asing masuk ke dalam rumah."
Peringatan itu tentu mengundang rasa penasaran Tiara. Karna sebelumnya dia tak pernah mendapatkan peringatan seperti itu dari majikannya.
Hal itu menimbulkan kecemasan dalam Tiara, dia jadi berfikir kalau ada sesuatu yang mengancam keselamatan Kenzie.
"Tidak perlu khawatir, kamu hanya perlu mendengarkan perintah saya." Nisa menangkan di tengah-tengah kecemasan yang dirasakan oleh tiara.
Setelah meyakinkan Tiara dan menanyan putranya, Nisa lalu mematikan sambungan telfonnya.
Putranya itu sedang tidur siang setelah makan dan bermain. Tak lupa Nisa meminta Tiara untuk mengirimkan foto Kenzie yang sedang terlelap.
Menarik nafas dalam. Di tatapannya lekat foto sang putra yang baru saja di kirimkan oleh Tiara.
2 tahun lebih putranya itu terlahir ke dunia dan menjadi cahaya di dalam kegelapan hidupnya.
Kenzie, memiliki arti 'lelaki tampan yang adil'.
Chandra dalam bahasa sansekerta berarti bulan yang bersinar.
Nisa berharap kelak putranya akan memiliki sifat sesuai dengan namanya.
Sudut mata Nisa mulai digenangi cair bening. Dia teringat akan perjuangannya dalam melahirkan Kenzie.
__ADS_1
"Pasien mengalami pendarahan hebat Dok."
Sayup-sayup Nisa mendengar kepanikan di ruangan operasi beberapa saat setelah putranya dilahirkan melalui operasi secar.
Selama operasi berlangsung, kondisinya memang lemah. Dia bahkan hanya melihat samar wajah putranya ketika perawat meletakkan Kenzie di atas dadanya.
Dia kehilangan banyak tenaga setelah bertahan lebih dari 14 jam karna bersikeras untuk melakukan persalinan normal.
Sampai akhrinya Dokter mengambil tindakan untuk dilakukan operasi karna kondisi Nisa sudah tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.
Sedangkan bayi dalam kandungannya tak kunjung memberikan tanda-tanda akan keluar.
Pandangan Nisa mulai mengelap, suara di dalam ruang operasi sudah tidak bisa dia dengar dengan jelas. Nisa tidak sadarkan diri setelah itu.
Dokter dan perawat berupaya keras untuk memberikan pertolongan pada Nisa agar nyawanya bisa diselamatkan.
Kritis pasca melahirkan, Nisa tidak sadarkan diri selama lebih dari 7 jam.
Keberadaan Kenzie di sampingnya yang sesekali menangis, seolah memberikan kekuatan pada Nisa hingga dia mampu bertahan. Nisa sadarkan diri, dia mampu melewati masa kritisnya setelah berjuang menghadirkan Kenzie ke dunia.
"Bagaimana bisa kamu begitu egois," Nisa tersenyum getir.
Dia ingat sangat dirinya memohon dan mengemis cinta pada Andreas yang akan meninggalkannya.
Dia melakukan itu semata-mata demi putra mereka. Tapi nyatanya Andreas tutup mata, hatinya sekeras batu hingga tega meninggalkannya.
__ADS_1
Nisa memang sengaja tidak menggunakan kehamilannya untuk mencegah Andreas, dia ingin melihat seberapa tulus Andreas mencintainya pada saat itu. Tapi Nisa harus menelan pil pahit karna Andreas memilih meninggalkannya.