Penyesalan Balas Dendam

Penyesalan Balas Dendam
Bab 154


__ADS_3

"Maaf,,," Ucap Aditya setelah dia menyentuh bahkan sedikit mere-mas salah satu bukit kenyal milik Tiara dan menjelajahi leher putihnya.


Setelah kecupan pertama yang di lakukan oleh Tiara, keduanya terbawa suasana hingga cukup lama saling memagut untuk bertukar saliva.


Aditya tau kalau Tiara dalam pengaruh obat, tapi dia juga tidak bisa menahan diri saat Tiara memulai.


Ada dorongan kuat yang membuatnya ingin berbuat lebih pada gadis berparas cantik itu.


Apalagi Tiara sama sekali tak menolak, bahkan sesekali mengeluarkan desa-han tertahan saat daerah sensitifnya diberikan sentuhan.


"Aku tidak bermaksud kurang ajar padamu,," Ujarnya lirih. Dengan tatapan iba, Aditya menatap gadis polos dalam pangkuannya itu.


Apapun yang terjadi, dia tidak akan merusak Tiara yang sedang dalam pengaruh obat. Karna sama saja dia mem per kosa Tiara jika melakukan hal itu.


Namun kini Aditya di buat bingung. Dia tidak tau harus melakukan apa untuk menolong Tiara. Dari apa yang dia ketahui, Seseorang yang sudah berada delam pengaruh obat perangsang akan sulit mengendalikan hasratnya dan harus di salurkan.


Tapi bagaimana bisa dia menolong Tiara. Kasihan gadis itu jika harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya karna minuman kaleng milik. Andreas yang tak sengaja Tiara ambil.


"Kak, tapi aku,," Tiara mengunci bibirnya. Sesuatu dalam dirinya sangat sulit untuk di kendalikan. Di sisi lain ada perasaan malu pada Aditya, tapi di lain sisi dia ingin merasakan sebuah sentuhan yang lebih dari sekedar berciuman ataupun meraba.


"Sebaiknya kamu mandi,," Aditya menurunkan Tiara dari pangkuannya. Dia menggandeng tangan gadis itu dan menuntunnya ke kamar mandi yang ada di kamar Tiara.


Mungkin dengan mengguyur tubuhnya, pengaruh obat itu akan berangsur-angsur menghilang. Begitu pikir Aditya. Hingga dia terpaksa menyuruh Tiara mandi pukul 10 malam seperti ini.


"kenapa harus mandi.? Aku sudah mandi." Tiara menghentikan langkah, dia tak mau beranjak lagi walaupun Aditya mencoba menarik tangannya.


Gadis dengan mata indah itu menatap memelas pada Aditya, seolah ingin meminta bantuan padanya.


"Tapi kamu tetap harus mandi." Aditya sedikit mendesak. Ini jalan satu-satunya agar dia tidak menyentuh Tiara lebih dalam lagi.


Karna hanya dengan mencium dan me re mas bukit itu saja membuat Aditya merasa berdosa saat bertatapan dengan mata polos Tiara.

__ADS_1


Bukannya menurut, Tiara justru kembali menciumi bibir Aditya seraya mengalunkan tangan di lehernya.


Walaupun baru beberapa kali beradu bibir dengan Aditya, Tiara sudah mulai mengerti bagaimana caranya berciuman.


Cukup lama Aditya diam tanpa membalas paguyan bibir Tiara, sampai akhirnya pertahanan Aditya runtuh karna ciuman Tiara semakin menuntut.


Pada akhirnya Aditya kembali menggiring Tiara ke ranjang. Dia mendudukkan gadis itu di sana dan perlahan membaringkannya.


Sebenarnya dia tidak mau melakukan hal buruk pada Tiara, tapi keadaan yang memaksanya untuk memberikan sesuatu yang sedang di butuhkan oleh gadis itu. Meski tidak harus dengan cara merenggut kesucian Tiara.


Baju yang di pakai Tiara sudah terlepas dan tergeletak begitu saja di lantai. Aditya memberikan sentuhan pada dua bukit itu.


Perlahan satu tangannya turun kebawah, menyusup ke dalam celana piyama Tiara.


Gadis yang berbaring di sampingnya itu tampak melenguh dan menggigit bibir bawah ketika jemari Aditya menyentuh titik sensitif pada miliknya.


Aditya memberikan sentuhan dan usapan lembut namun teratur, membuat Tiara semakin kehilangan kendali dan terus mengeluarkan de sa han.


Suara seksi itu terdengar sangat menggoda di telinga Aditya.


Dia berusaha fokus hanya untuk memberikan kli-maks pada Tiara.


...*****...


"Mau kemana sayang.?" Andreas menahan pinggang Nisa saat merasakan wanita itu akan turun dari pangkuannya.


"Ambil air dingin Ndre." Nisa menjawab seraya melepaskan tangan Andreas dari pinggangnya.


"Kamu disini saja, biar aku yang ambilkan." Ucap Andreas penuh perhatian. Dia tau kalau Nisa pasti kelelahan setelah memuaskannya, itu sebabnya Andreas tak membiarkan Nisa semakin kelelahan dengan pergi ke dapur.


"Aku akan ambil sendiri Ndre. Sekalian ingin memberitahu Tiara, dia harus belanja ke supermarket besok." Tutur Nisa sembari memunguti satu persatu baju miliknya di lantai, kemudian memakaikan.

__ADS_1


Menuruni tangga untuk mengambil air dingin di dapur, Nisa mengambil gelas dan mengisinya dengan air dingin yang ada di dispenser.


Pergulatan panas itu sangat menguras tenaganya hingga membuatnya kehausan. Dengan 3 kali teguk, isi dalam gelas itu sudah habis tak tersisa.


Nisa kemudian mengambi air mineral di dalam lemari pendingin untuk di berikan pada Andreas.


Sebelum kembali ke kamarnya, Nisa lebih dulu berlalu ke kamar Tiara yang tak jauh dari dapur.


"Aahhh,,,,"


Suara de Sa han yang berasal dari dalam kamar Tiara membuat Nisa syok. Botol air mineral dalam genggamannya sampai terjatuh ke lantai. Wanita itu juga menghentikan langkah 2 meter dari depan pintu kemar Tiara.


Pikiran Nisa kalut. Dia jadi berfikir macam-macam setelah mendengar suara de sah han yang di yakini adalah suara milik Tiara.


Mungkinkah ada laki-laki di dalam kamar Tiara dan mereka berdua sedang melakukan hal terlarang. Atau suara itu berasal dari video film.?


Nisa langsung menipisnya. Dia yakin Tiara tidak akan melakukan keduanya, karna dia tau betul seperti apa Tiara. Gadis itu benar-benar sangat polos dan tidak mungkin bercinta dengan seseorang ataupun menonton film por -no.


Nisa buru-buru mengambil botol air mineral dari lantai. Dia memilih untuk bersembunyi.


Setelah insiden botol air mineral yang terjatuh, Nisa yakin Tiara pasti akan keluar kamar untuk memastikan keadaan di luar kamarnya.


5 menit berlalu, Nisa masih bertahan di tempat persembunyiannya. Dia hampir saja keluar dari sana dan berniat meminta Tiara agar membuka pintu kamar supaya dia mengecek ke dalam kamar itu.


Namun baru maju selangkah, Nisa sudah mendengar suara pintu yang hendak di buka.


"Aditya.!" Seru Nisa tak percaya. Ada amarah dan kecewa saat melihat Aditya mengintip dari balik pintu kamar Tiara seolah sedang memastikan keadaan di luar kamar.


Amarah Nisa memuncak, entah kenapa dia tidak rela jika gadis sepolos Tiara di rusak oleh Aditya.


Bahkan Nisa mulai berfikir kalau Aditya mungkin telah mem per kosa Tiara. Apalagi dia sudah mengijinkan Aditya menginap selama 2 hari saat rumah dalam keadaan sepi.

__ADS_1


Entah apa saja yang sudah di lakukan oleh Aditya pada Tiara selama 2 hari itu.


Membayangkan Tiara yang di renggut kesuciannya oleh Aditya, membuat hatinya terasa teriris. Nisa mengingat kejadian buruk yang dulu pernah menimpanya di sebuah tempat karaoke hingga membuatnya kehilangan kesuciannya.


__ADS_2