Penyesalan Balas Dendam

Penyesalan Balas Dendam
Bab 149


__ADS_3

Sore itu Aditya dan Tiara pergi ke bandara untuk menjemput keluarga kecil yang baru saja selesai liburan di bali. Keluarga kecil yang kini sudah bersatu dan di harapkan akan selalu bahagia kedepannya. Secara tidak langsung, Aditya ikut andil dalam mempersatukan suami istri itu.


Walaupun bersatu Andreas dan Nisa bukan sepenuhnya karna campur tangan Aditya.


"Kenapa diam saja.?" Diam-diam Aditya memperhatikan Tiara yang membuang pandangan ke luar jendela kejadian tadi siang sepertinya masih membuat gadis itu kesal dan tak mau bicara apapun padanya.


Padahal dia sudah minta maaf berulang kali. Lagipula dia juga tidak sengaja menyentuh salah satu bukit kenyal milik gadis itu.


Karna tersandung kursi di ruang makan, dia hampir tersungkur ke lantai namun kedua tangannya mencoba meraih apapun yang ada di depannya agar tidak jatuh.


Saat itu Tiara kebetulan lewat di depannya, hingga Aditya reflek berpegang pada Tiara. Tapi nahas, entah kesialan atau sebuah keberuntungan bagi Aditya. Tangan kanannya tidak sengaja mendarat di bukit kanan Tiara, sedangkan tangan kirinya berpegangan pada lengan gadis itu.


"Aaaaaaaakkhhhh,,,!!"


Suara teriakan Tiara saat itu begitu melengking di telinga Aditya. Selama beberapa detik mata mereka sama-sama menatap ke arah bukit yang tanpa sengaja terbungkus oleh telapak tangan Aditya.


Setelah itu keduanya saling mundur beberapa langkah. Ekspresi wajah Tiara antara terkejut, malu dan marah pada Aditya.


Sedangkan wajah Aditya tampak sedikit pucat dan canggung.


"Maa,,maaf,, aku tidak sengaja." Aditya berucap gugup Dia takut sendiri melihat ekspresi wajah Tiara yang begitu murka setelah apa yang terjadi.


"Kami lihat sendiri kan aku tersandung kursi." Aditya berusaha memberikan penjelasan bahwa dia benar-benar tidak sengaja. Dia tidak mau Tiara berfikir macam-macam padanya.


Tiara masih diam. Kejadian itu membuatnya syok. Karna untuk pertama kalinya seseorang menyentuh aset berharganya. Rasanya ingin menangis, marah dan serta sangat malu.


Tanpa mengatakan apapun, Tiara langsung pergi dari ruang makan. Meninggalkan Aditya dalam keadaan bingung dan merasa bersalah.


Kini Aditya kembali melirik Tiara. Gadis itu bahkan tak mau merespon ucapannya.


"Mau masih marah padaku.?" Tanyanya lirih.


"Aku benar-benar tidak sengaja." Wajah Aditya tampak cemas. Sepertinya Tiara sangat marah padanya akibat insiden tak terduga itu.


Sebenarnya dia bisa memaklumi kenapa Tiara terlihat sangat syok dan marah padanya. Karna pengakuan gadis itu yang mengatakan belum pernah memiliki kekasih, Aditya bisa mengerti kalau sentuhan di daerah sensitif itu mungkin untuk yang pertama kali bagi Tiara. Itu sebebnya Tiara terlihat sangat marah.


"Kamu ingin aku bertanggungjawab.?" Akhirnya Aditya mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya ingin dia katakan sejak tadi.

__ADS_1


Tiara langsung menoleh, sepertinya perkataan Aditya berhasil menarik perhatian Tiara.


"Kakak pikir apa yang sudah Kakak lakukan padaku sampai harus menanyakan hal seperti itu." Jawab Tiara kesal.


"Ya mungkin saja kamu merasa ternodai karna tanpa sengaja aku sudah menyentuhnya." Sahut Aditya seraya mekirik ke benda tersebut.


"Kak.!!" Tegur Tiara dengan mata yang melotot. Bisa-bisanya Aditya malah mempertegas dengan melirik butiknya.


"Maaf,," Ucap Aditya cepat. Dia buru-buru meluruskan pandangan ke jalanan.


Tiba-tiba saja terlintas dalam pikirannya tentang ukuran bukit Tiara. Walaupun ukurannya tak lebih dari genggaman tangannya, tapi jujur saja sempat memberikan aliran yang membuatnya tegang.


"Sial.!! Pikiran kotor macam apa itu.!!"


Gumam Aditya dalam hati. Dia langsung menepis pikiran kotornya tentang bukit kenyal yang menantang milik Tiara.


Walaupun Aditya tidak pernah meniduri wanita manapun, tapi dia laki-laki dewasa yang normal. Gaya pacarannya sudah berada di level 21+. Laki-laki itu sudah pernah menjelajahi bukit kenyal milik kekasihnya dulu. Jadi wajar kalau pikiran kotor itu muncul di kepalanya.


...******...


"Ya ampun Zie, Onti kangen,," Tiara langsung mengambil alih Kenzie dalam gendongan Nisa. Beberapa hari tidak bertemu dengan anak yang dia asuh sejak bayi, sudah pasti membuat Tiara sangat rindu padanya.


Sementara itu, Aditya mengambil alih barang bawaan dari tangan Andreas. Dia yang mendorong troli berisi 3 koper besar dan 1 tas.


"Makasih Dit." Ucap Andreas.


"Mr Max meminta salinan dokumen perusahaan, tolong nanti kamu kirim ke email pribadinya." Tuturnya seraya menepuk pelan pundak Aditya.


"Baik Tuan. Akan saya urus setelah kembali dari sini." Jawab Aditya.


Laki-laki itu kemudian berjalan mendahului Andreas karna harus buru-buru membawa semua koper itu ke mobil. Dia berjalan beriringan dengan Tiara yang menggendong Kenzie.


"Kemari, jangan jauh-jauh." Ucap Andreas yang langsung meraih tangan Nisa dan menggandengnya supaya wanita itu berjalan di sampingnya.


Nisa tampak mengukir senyum tipis dan membiarkan Andreas menggandeng tangannya hingga mereka sampai di mobil.


"Zie duduk sama saya ya Bu." Pinta Tiara saat di akan naik ke dalam mobil. Nisa mengiyakan, lagipula Kenzie juga tidak rewel dalam gendongan Tiara. Bahkan Kenzie terus berceloteh pada Tiara.

__ADS_1


Sementara itu, Andreas sudah membukakan pintu belakang untuk Nisa. Dia menyuruh Nisa untuk masuk lebih dulu kemudian dia menyusulnya.


Aditya yang baru selesai memasukkan koper ke dalam bagasi, bergegas duduk di depan kemudi dan melajukan mobilnya menuju rumah.


Suasana di dalam mobil hanya riuh celotehan Kenzie. Bocah tampan itu menceritakan liburannya saat di Bali.


"Bagaimana liburannya Tuan.? Sepertinya menyenangkan.?" Aditya menatap Andreas dari kaca spion.


Laki-laki yang duduk di belakang itu hanya menjawab dengan deheman saja.


Tiba-tiba dia jadi teringat malam panas bersama Nisa. Seketika dia melirik Nisa yang tengah menggerakkan jarinya pada layar ponsel.


Untung saja Nisa tidak marah padanya setelah kejadian itu. Bahkan tak menanyakan sedikitpun meski jelas ada kejanggalan disana.


Seandainya Nisa marah dan mencurigainya, Andreas sudah punya rencana untuk mencari tau siapa yang sudah salah mengirimkan minuman itu ke kamarnya. Tapi untungnya hal itu tidak di bahas oleh Nisa.


...*****...


Sampainya di rumah, Andreas membantu Nisa membawa semua barang-barang ke kamarnya.


Sedangkan Kenzie masih bersama Tiara di lantai bawah dan di temani Aditya.


"Besok saja bongkar kopernya." Andreas mencegah Nisa yang hendak membuka koper berisi barang belanjaan dan oleh-oleh untuk karyawannya.


"Kita baru sampai, apa kamu tidak cape.?" Tanyanya lembut.


"Tidak apa Ndre, lagipula aku hanya ingin membongkar 1 koper saja." Jawab Nisa. Namun tangannya langsung di genggam oleh Andreas dan pria itu mengajaknya ke arah sofa.


"Sebaiknya istirahat dulu sebentar." Kata Andreas seraya mendudukkan diri di sofa, setelah itu dia meminta Nisa duduk di pangkuannya dengan tangan yang masih dia genggam.


"Kamu mau mengajakku istirahat sungguhan atau istirahat.?" Tanya Nisa yang langsung menatap curiga pada suaminya itu. Bukanya menjawab, Andreas malah mengulum senyum dan menarik kedua tangan Nisa hingga wanita itu jatuh ke pangkuannya.


"Jangan aneh-aneh Ndre, ada Tiara dan Aditya di bawah." Nisa hendak bangun dari pangkuan Andreas, tapi dua tangan besar itu sudah lebih dulu mendekap tubuhnya. Andreas bahkan meletakkan kepalanya di ceruk leher Nisa seolah tak memperdulikan keberadaan Aditya dan Tiara yang sedang menjaga Kenzie di bawah.


"Aku hanya ingin memelukmu, memangnya apa yang aneh.?" Andreas balik bertanya dengan nada menggoda. Dengan jahilnya Andreas mengecup leher Nisa. Tubuh wanita dalam pangkuannya itu sontak meremang. Dia langsung menjauhkan wajah Andreas dari lehernya.


"Ya ampun Andreas, kamu ini benar-benar." Ucap Nisa seyara memukul pelan dada bidang Andreas.

__ADS_1


Andreas terkekeh kecil. Keduanya tampak saling beradu pandang beberapa detik hingga muncul keberanian dalam diri Andreas untuk mengecup bibir Nisa.


Wanita itu sontak membulatkan matanya, belum sempat menegur Andreas, dia kembali di buat tercengang ketika Andreas mulai menye sap dan melu mat bibirnya dengan gerakan lembut.


__ADS_2