
Nisa mengulum senyum menatap jemarinya yang di genggaman oleh Andreas. Sambil menggendong Kenzie, Andreas menggandeng tangan Nisa memasuki perusahaan milikinya.
Hal yang membuat Nisa terus mengulum senyum adalah sikap manis Andreas saat baru memasuki gedung mewah itu. Saat itu 4 orang resepsionis menyapa Andreas dengan hormat dan ramah.
Dan Andreas langsung menyuruh mereka untuk menyapa istri dan putranya juga.
Sontak ke 4 resepsionis itu di buat kaget. Namun dengan tegas Andreas mengatakan jika dia sudah menikah lebih dari 3 tahun yang lalu.
Nisa tentu saja merasa terharu melihat perhatian Andreas yang menginginkan dia dan Kenzie juga di hormati di perusahaan miliknya.
Bahkan sampai saat ini semua karyawan yang berpapasan dengannya dan Andreas, mereka tak hanya menyapa Andreas saja, tapi menyapa dia serta Kenzie dengan sebutan Nyonya dan Tuan muda. Entah bagaimana berita itu bisa cepat tersebar kurang dari waktu 5 menit. Semua karyawan di perusahaan itu langsung mengenali keduanya sebagai istri dan anak Andreas.
Andreas membawa Nisa dan Kenzie memasuki lift khusus. Di depan lift sudah ada Aditya dan Frans yang menunggu. Keduanya juga menyapa Nisa. Frans sebagai sekretaris Andreas tentu saja tidak familiar dengan wajah wanita cantik yang sering dia lihat di atas meja kerja Andreas.
Namun dia tidak menyangka kalau ternyata wanita di dalam foto itu masih hidup. Selama ini Frans memang tidak tau kehidupan pribadi Andreas. Bosnya itu tak pernah menceritakan masalah pribadinya, dan Frans juga merasa tak punya hak untuk menanyakan hal yang bersifat pribadi pada Andreas. Dia baru di beri tau oleh Aditya 10 menit yang lalu tentang keberadaan istri dan anak Andreas.
Nisa duduk di sofa bersama Kenzie yang ada si salah satu sudut ruang kerja Andreas. Sementara itu, Andreas bersama Aditya, Frans dan Diego duduk di sofa lain untuk membahas rapat yang akan berlangsung 1 jam lagi.
"Mau sama Papi,," Kenzie merengek untuk kesekian kalinya. Sejak tadi dia menatap Papinya yang sedang fokus memberikan arahan pada mereka bertiga.
"Sebentar ya Zie, Papi sedang bekerja."
"Apa Zie mau jalan-jalan.?" Tawar Nisa. Dia melihat di dekat perusahaan Andreas ada mall. Daripada Zie menganggu Andreas, lebih baik di ajak jalan-jalan.
Kenzie menjawab dengan anggukan. Nisa kemudian menggendong Kenzie dan pamit pada Andreas untuk membawa Kenzie ke mall depan.
"Jangan pergi berdua, aku akan menyuruh orang untuk menemani kalian." Ujar Andreas tegas. Dia beranjak, menekan tombol telfon di atas meja dan menyuruh seseorang untuk datang ke ruangannya.
Tak berselang lama, 3 orang laki-laki bertubuh besar tinggi masuk ke ruangan Andreas. Mereka adalah bodyguard yang biasa ikut dengan Andreas jika akan melakukan pertemuan dengan rekan bisnis jika di lakukan di luar perusahaannya.
"Antar istri dan putraku ke mall. Jaga baik-baik, jangan sampai lecet sedikitpun." Tegas Andreas penuh penekanan.
(Anggap aja lagi ngomong bahasa engress ya).
__ADS_1
"Baik Tuan. Kami akan menjaga Nyonya dan Tuan Muda." Sahut mereka.
"Ndre,, jangan berlebihan." Tegur Nisa. Dia santai saja menegur Andreas di depan para bawahan Andreas. Lagipula hanya Aditya yang bisa mengerti ucapannya.
"Bukan berlebihan, tapi aku sangat mencintaimu dan Kenzie." Sahut Andreas. Dia mendaratkan kecupan di kening Nisa, lalu beralih ke kening Kenzie.
Bukan tanpa alasan Andreas meminta pada bodyguardnya untuk menjaga Nisa dan Kenzie dengan baik agar tidak lecet sedikitpun. Karna pria itu tidak akan bisa melihat istri dan anaknya terluka.
"Pakai ini kalau ingin beli sesuatu." Andreas menyodorkan kartu kredit tanpa limit pada Nisa.
“Jangan buat Zie menangis, belikan saja apa yang dia mau." Tuturnya. Selain tidak tega, Andreas juga akan malu kalau sampai putranya tidak mendapat apa yang dia inginkan.
Karna sekarang berita tentang anak dan istrinya pasti sudah di dengar oleh banyak orang. Dan di mall itu pasti akan banyak yang mengenali mereka berdua.
"Iya aku mengerti." Jawab Nisa yang tak mau ambil pusing. Dia memasukkan kartu kredit itu ke dalam tasnya dan pamit pada Andreas dengan mencium tangannya. Begitu juga dengan Kenzie yang diminta Nisa untuk mencium tangan Andreas.
"Bye,, byee Papi,," Seru Kenzie seraya melambaikan tangan.
...*****...
"Kenapa mereka menatapku seperti itu."
Batin Nisa. Dia berusaha acuh saat banyak pasang mata yang mengarah padanya dan Kenzie.
Nisa lebih banyak menundukkan kepala. Dia risih seolah setiap gerak geriknya di awasi. Apalagi dengan 3 bodyguard yang berjalan di belakangnya.
Selama hampir 2 jam Nisa berada di pusat perbelanjaan itu. Dia menemani Kenzie bermain, lalu membelikan apa Kenzie minta sesuai perintah Andreas.
Sebenarnya Nisa tidak ingin memanjakan Kenzie meski kini dia tau Papi Kenzie bukan orang sembarangan. Tapi karna hal itu, Nisa jadi memikirkan citra suaminya.
Bodyguard yang menjaganya pasti akan berfikir macam-macam kalau keinginan sang Tuan Muda tidak di turuti.
"Biar saya saja Nyonya,," Salah satu bodyguard mengambil paper bag ke 4 dari tangan Nisa.
__ADS_1
"Terimakasih." Ucap Nisa.
"Zie mau makan itu Momi." Kenzie menunjuk salah satu restoran cepat saji.
"Zie mau burger.?" Tanya Nisa lantaran gambar burger di depan restoran itu cukup besar.
Kenzie menggelengkan kepala.
"Zie mau es klim." Katanya sembari menunjuk lagi.
"Ok, kita makan es krim sekarang." Nisa membawa Kenzie ke sana. Begitu dengan para bodyguard yang masih setia mengikutinya.
"Kalian duduk saja di meja sebelah." Titah Nisa pada 3 bodyguard yang berdiri di belakang mejanya. Wanita itu tidak tega melihat para bodyguard itu berdiri sedangkan dia dan Kenzie akan makan es krim.
"Terimakasih Nyonya. Kami berdiri saja." Ucap Mereka.
"Duduklah, dan pesan makanan untuk kalian juga." Ujar Nisa lagi.
"Tenang saja suamiku tidak akan memarahi kalian. Justru dia akan marah kalau kalian tidak menuruti permintaanku." Tuturnya untuk membuat para bodyguard itu mau duduk dan ikut makan meski di meja yang berbeda.
Mereka bertiga sempat saling pandang. Tentu saja segan untuk makan bersama istri bosnya.
"Tapi Nyonya,,
"Saya tidak menerima penolakan. Silahkan duduk di meja itu." Tegas Nisa seraya menunjuk meja di sampingnya.
"Baik Nyonya." Mereka mengangguk patuh dan akhirnya duduk di meja itu.
Sikap baik Nisa membuat 3 bodyguard itu merasa kagum. Pasalnya Andreas saja tidak pernah meminta mereka untuk makan bersama seperti itu.
...***...
Tolong bantu Vote novel ini biar masuk 10 besar yah 🙏🏻. Makasih
__ADS_1