Penyesalan Balas Dendam

Penyesalan Balas Dendam
Bab 175


__ADS_3

"Hamil.? Baby twins.?!" Seru Nisa hampir tak percaya. Padahal layar di depannya jelas menunjukkan 2 kantung yang terisi embrio di dalam rahimnya.


Nisa tampak terkejut. Fakta tentang kehamilannya saat ini membuat dia ingat dengan pilihan penunda kehamilan yang sudah lama tidak dia minum. Bahkan dia tidak ingat kalau sudah memasukkan pil ke dalam tas saat akan berangkat ke Amerika. Dan entah dimana pil itu berada. Karna sampai detik ini dia tidak melihat ada pil itu saat membongkar barang-barangnya.


Reaksi yang tak kalah kaget juga di tunjukkan oleh Andreas. Mata yang berbinar menunjukkan bahwa kabar kehamilan Nisa membuatnya sangat bahagia.


"Anda serius Dok.?" Tanya Andreas. Sembari menggendong Kenzie, dia berjalan mendekati layar. Andreas mengamati dengan seksama 2 kantung di dalam rahim Nisa yang berisi benihnya.


"Tentu saja Tuan, Nyonya. Anda bisa melihatnya sendiri." Jawab Dokter Edeline.


Pria itu kembali ke sisi ranjang Nisa. Matanya tampak mengembun menahan tangis. Tapi sepertinya Andreas berusaha untuk tidak menangis di depan dokter dan suster yang ada di dalam ruangan itu.


"Sayang, terimakasih. Aku sangat mencintaimu,," Ucap Andreas penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Dia tak segan-segan mendaratkan kecupan singkat di kening Nisa dan bibirnya.


Nisa hanya terpaku, menatap wajah Andreas yang begitu bahagia dan haru saat mengetahui kabar kehamilannya. Hal itu membuat Nisa sadar bahwa Andreas memang benar-benar menginginkan seorang anak lagi darinya.


Dan kini tidak hanya seorang anak, tapi Andreas langsung mendapatkan 2 anak sekaligus yang akan menjadi adik bagi Kenzie.


"Dok, apa sudah bisa di lihat jenis kelaminnya.?" Pertanyaan Andreas yang begitu antusias, mengundang tawa semua orang di dalam ruangan itu.


"Ya ampun Ndre, pertanyaan macam apa itu.?" Ujar Nisa seraya mengulum senyum geli.


"Usia kandungnya baru 5 minggu. tunggu paling tidak sampai 4 atau 5 bulan." Jelasnya.


Andreas tempak bengong. Dia tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Maaf sayang, aku tidak tau soal itu." Ucapnya mengakui. Dia masih terlalu awam, bahkan sebelumnya memang tidak tau sesuatu yang berhubungan tentang kehamilan.


Dokter kemudian menjelaskan pada Andreas dengan detail. Pria itu mendengarkan dengan seksama. Andreas juga banyak bertanya tentang apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh ibu hamil. Serta makanan apa yang bagus untuk di konsumsi dan apa saja yang harus di hindari.


Sedangkan Nisa memilih diam, menyimak obrolan Dokter dan suaminya.


Melihat Andreas yang begitu antusias dan ingin ikut andil dalam masa kehamilannya, membuat Nisa merasakan kebahagiaan yang sebelumnya tidak dia rasakan saat sedang mengandung Kenzie.

__ADS_1


"Kalian beruntung sayang,,"


Batin Nisa seraya mengusap perutnya. Antara bahagia dan sesak di dada, membandingkan saat kehamilan Kenzie dengan baby twins yang pasti akan berbanding terbalik.


...****...


4 hari kemudian,,,


Karna terlalu excited dan bahagia dengan kehamilan anak kedua sekaligus ketiga, Andreas sampai tidak mengijinkan Nisa untuk melakukan apapun.


Petugas kebersihan yang datang setiap 3 hari sekali, kini diminta Andreas untuk datang setiap hari. Bahkan Andreas menggaji chef untuk tinggal di apartemen agar bisa standby membuatkan sarapan, makan siang dan makan malam. Tentunya dengan prosedur yang di terapkan oleh Andreas, yaitu memastikan semua makanan yang dibuat benar-benar fresh dan sehat.


"Kamu ingin makan sesuatu.?" Tanya Andreas. Nisa menggelengkan kepala. Lagipula kalau dia ingin makan sesuatu, dia hanya perlu pergi ke dapur dan membuka lemari pending yang berisi banyak dessert sehat di sana.


"Aku bosan sayang. Sudah 2 hari aku hanya berdiam diri dan bermain dengan Kenzie tanpa ada aktivitas lain." Keluh Nisa.


Dia tidak pernah lagi memasak dan membersihkan apartemen.


"Lalu mau apa hemm.?" Tanya Andreas lembut.


"Lagipula 2 hari lagi kita akan ke Batam. Kamu dan baby twins harus sehat agar bisa terbang ke Batam." Andreas menasehati dengan lembut.


Sebenarnya Andreas ingin membatalkan keberangkatannya ke Batam dan tidak menghindari acara pernikahan Aditya dan Tiara. Tapi Mengingat Nisa yang sudah antusias untuk menghadiri acara pernikahan asisten rumah tangganya yang selama ini sudah banyak membatu dan merawat Kenzie, Andreas tidak tega melarang Nisa. Istrinya itu pasti akan sedih kalau di larang untuk datang ke Batam.


"Baiklah,," Nisa berucap pasrah. Dia mengerti kekhawatiran Andreas dan enggan membantah ucapannya. Meski sebenarnya sedih karna tidak ada yang bisa dia lakukan belakangan ini.


"Zie sudah tidur kan.?"


"Bagaimana kalau nonton.? Tapi di apartemen saja." Ajak Andreas. Selama hampir 1 bulan di apartemennya, dia belum pernah menonton berdua dengan Nisa di bioskop mini miliknya.


Karna biasanya mereka akan menonton bertiga dengan Kenzie.


Nisa mengangguk setuju. Keduanya keluar dari kamar dan menuju ruangan bioskop mini berukuran 6 x 6 meter.

__ADS_1


"Mau nonton film apa.?" Tanya Andreas begitu masuk ke dalam ruangan yang minim pencahayaan itu. Hanya ada 1 lampu temaram yang menyala.


"Apa saja, asal jangan film yang biasa di putar Kenzie." Jawab Nisa yang secara tidak langsung ingin memutar film dengan genre sesuai dengan usianya.


"Bagaimana kalau kita putar rekaman cctv di kamar kita.?" Tawar Andreas.


"Apa.?!! Jadi di kamar kita ada cctv.?!" Seru Nisa kaget. Ekspresi wajahnya seketika panik dan malu. Jika Andreas memasang cctv di kamar, itu artinya kegiatan panasnya selama ini bisa di putar ulang oleh Andreas.


Andreas mengangguk. Hal itu semakin membuat Nisa panik dengan mata yang membulat sempurna.


"Apa kamu ingin menontonnya.?" Tanyanya menggoda. Andreas mengulum senyum jahil yang tidak di sadari oleh Nisa.


"Andreas, jangan bercanda. Kenapa sampai memasang cctv di kamar.?!" Serunya kesal. Bibir wanita cantik itu sampai mencebik.


"Aku memang bercanda sayang," Ujar Andreas seraya terkekeh kecil.


"Lagipula kenapa harus memasang cctv kalau bisa melihat dan merasakan langsung." Godanya. Dia hampir saja mendapatkan pukulan dari Nisa di bagian lengan, tapi segera menghindar.


"Kamu jahil sekali.!" Gerutunya.


Andreas masih terkekeh, namun sembari memilih film romantis yang akan dia putar.


Duduk berdua di kursi dengan memilih posisi di tengah-tengah. Ruangan gelap itu hanya mendapatkan pencahayaan dari layar berukuran 4x3 meter.


Suasananya tampak romantis. Andreas menggenggam tangan Nisa sejak mendudukkan diri di kursi empuk itu.


"Terimakasih sudah bersedia kembali dan menghadirkan 2 baby lagi untuk keluarga kecil kita." Ucap Andreas penuh ketulusan.


Nisa yang sedang fokus menunggu film di mulai, kini mengalihkan pandangannya pada Andreas.


"Aku janji tidak akan mengecewakanmu ataupun membuatmu menangis." Ujarnya, kemudian mencium punggung tangan Nisa.


...*****...

__ADS_1


Rekomendasi novel 21 (+), Judul : Meluluhkan Hati CEO Kejam



__ADS_2