Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Kedatangan Auvamor


__ADS_3

Semua para prajurit membuat barisan didepan kerajaan, dan beberapa sebagian yang pergi menghadang diberbagai tempat dikota Majestic seraya membawa senjata, beberapa dari mereka berusaha menyerang dengan busur panah, namun karena monster kelelawae sangat cerdik untuk menghindar.


Raja Gevarnest datang, para anggota prajurit membuka jalan untuk raja. Raja menatap monster besar yang masih berterbangan diudara. Mahagaskar, Varegar, Jangsal, dan orang-orang kerajaan datang mereka berhenti tepat dibelakang raja.


"Tuan! siapakan senjata!" sahut Jangsal.


Jangsal dengan waspada mengeluarkan belati apinya, namun segera raja menahan Jangsal.


"Tunggu...." ucap sang Raja.


Hal itu tentu membuat Mahagaskar, Varegar, dan Jangsal terheran-heran. Varegar mendekat.


"Apa yang kau lakukan!" pekik Varegar.


"Apakah kalian melihat dia menyerang kota Majestic? dia hanya terbang saja menuju kemari...."


Varegar terbelalak heran dengan tingkah sang raja. Raja Gevarnest melirik kearah Mahagaskar.


"Sepertinya bensr katamu Kar, dia penduduk yang dulu kita musnahkan....." gumam sang raja.


Perkataan sang raja membuat semua orang yang mendengar tersentak kaget, mereka tidak menyangka jika benar apa yang selama ini diperdebatkan.


"Tuan? sungguh?" tanya Mahagaskar.


Raja Gevarnest menghelan nafasnya, "Selama ini, aku berpikir, dan perkataan Mahagaskar sangat benar, aku tidak membenarkan, tapi coba kalian pikirkan, teror selama ini" ucap Raja Gevarnest.


Tanpa menunggu seseorang menjawab perkataannya, ia menyuruh para prajurit untuk tetap sigap didepan gerbang dengan beberapa baris senjata yang kuat, tak lupa para prajurit berbaris dibalkon tembok gerbang, dimana ada pos penjaga diatas tembok gerbangnnya.


Raja Gevarnest menaiki tangga dan menuju pos penjaga tembok. Ia sudah sangat yakin jika monster itu akan menemuinya. Tak lama monster kelelawar itu sudah semakin dekat. Raja memerintahkan untuk segera memanah kearah monster itu, lagi-lagi ia dapat menghindar.


Hingga tak jauh dari pendangan raja, monster itu mendarat kesebuah genting perumahan warga, dan seketika merubah wujudnya, menjadi seorang manusia. Dengan senyuman sinis ia berjalan mendekat.


"Raja ya" pekiknya.


Para prajurit yang terkejut saat monster itu berubah menjadi manusia yang terlihat berjalan mendekat digenting perumahan warga, mereka dengan cepat memanah kearahnya, namun raja memperintahkan para prajurit untuk menahan serangan mereka.


"Tahan!" teriakan sang raja.


Tentu, semua orang yang waspada dibawah gerbang, sangat terheran-heran, dengan perlawanan sang raja, begitu pun Varegar.


"Bagaimana? sudah menemukan? siapa dalang dibalik kerusuhan dulu-dulu itu? sudah tahu?" sahut Auvamor.


"Jelaskan padaku, apa maumu...." ucap raja.

__ADS_1


Auvamor tertawa, "Melihat kotamu semakin maju, aku sangat iri, bukankah ini bekas tanah saudara-saudaraku yang kau ambil alih?"


Raja Gevarnest membuang muka, "Apakah aku dan kau tidak sama-sama jahat? jika dilihat?"


"Rencanamu sangat lemah..." lanjut sang raja.


Auvamor tertawa sinis.


"Kau tidak tau? bagaimana kau bisa berdiri maju seperti ini karena siapa? karena sukuku!" Auvamor berlari dengan cepat menuju sang raja.


Para prajurit dengan sigap mengarahkan panah menuju Auvamor tersebut, namun raja dengan cepat, mengeluarkan kekuatan anginnya, ia mengangkat kedua tangannya, angin muncul dari telapak tangannya, hingga Auvamor terpental keperumahan warga, hingga rumah tersebut roboh.


***


Agil masih berlari menuju penginapannya, dimana ia berharap Jay dan Tea masih bisa diselamatkan. Karena keriuhan warga membuat Agil sangat ketakutan, ia terus berlari hingga ia menabrak beberapa orang yang juga lewat berlari kearahnya, Agil terjatuh terpental ditanah.


"Sialan..." gumamnya.


Keriuhan warga semakin menjadi-jadi, mereka berlarian menyelamatkan diri. Agil berdiri ia kembali berlari. Dan pada akhirnya ia telah sampai disebuah penginapannya, Agil kaget saat separuh dari bangunannya rusak dan roboh.


Agil melotot ia sangat khawatir, ia masuk kedalam berlari dengan perasaan campur aduk, ia berharap Jay dan Tea masih bisa selamat.


"Gil!" teriak Tea.


Jay dan Tea mengangguk.


"Ayo keluar!" ucap Agil.


Tea memeggang tangan Agil, "Jay...." gumam Tea.


Agil melihat Jay lalu kemudian menatap kakinya yang terperban.


"Kenapa?" tanya Agil.


"Kakiku, sepertinya aku tidak bisa berjalan.." ucap Jay.


Agil dengan perasaan khawatir mendekat dan memeggang kaki Jay.


"Tidak! tidak!" ucap Agil.


Jay menatap Agil, "Pergilah tanpa aku...."


Agil dan Tea menatap kearah Jay dengan kaget.

__ADS_1


"Kau gila?" pekik Tea.


Tanpa berkata apa-apa, Agil berdiri dan mengangkat tubuh Jay.


"Bantu aku..." ucapnya kepada Tea.


Tea lalu membantu mengangkat tubuh Jay, ke punggung Agil. Saat mereka keluar keriuhan semakin terjadi saat satu persatu monster kelelawar datang dari balik tembok, mereka tidak hanya diam terbang diudara mereka seraya mengeluarkan jurus andalannya, yaitu semburan api.


Bahkan sudah ada beberapa perumahan warga yang habis terbakar, para monster kelelawar itu datang dan terbang melayang kelangit kota Majestic. Agil berlari seraya mengendong Jay dipunggungnya.


"Gil..gil kearah sini..." ucap Tea menyuruh Agil untuk melewati jalan setapak kearah perkebunan.


Mereka berlari, hingga sebuah semburan api yang tiba-tiba mengenai padang rumput yang mereka lewati.


"Agil....!!" teriak Jay saat semburan api itu muncul didepan mereka.


Mereka bertiga menundukan tubuh mereka untuk menyelamatkan diri, tak sampai disitu, monster itu menyembur untuk kedua kalinya dibagian perumahan warga tepat dibelakang mereka, membuat Agil terpental dan Jay jatuh dari punggung Agil.


Tea mengeluarkan busur panah dari tasnya, lalu ia menembak keafah monster tersebut, dan berhasil mengenai bagian perut. Monster itu berteriak kesakitan dan menatap Tea yang ada dibawahnya, seketika monster itu terbang kearah Tea untuk memangsanya.


"Gil!!!!!!!" teriak Vin tiba-tiba datang dari balik semak-semak.


Tanpa lama-lama, ia berlari dan merubah wujudnya menjadi monster kelelawar, Vin berhasil menghalang monster kelelawar yang akan menyerang Tea.


Vin mengigit lengan monster itu, dan membawa terbang keudara, teriakan monster itu sangat keras membuat gendang telinga orang yang mendengar sakit.


Agil masih tergeletak, dan terdiam, ia tak menyangka melihat Vin tiba-tiba berubah menjadi seekor monster mengerikan, dengan nafas terengah-engah ia bangkit dan menyelamatkan Jay, membantu Jay berdiri dengan satu kaki.


"Te!!!!" teriak Agil.


Tea masih terbujur kaku menatap kedua monster yang sedang berkelahi diatasnya, bahkan saat ia melihat seorang wanita yang berubah menajdi monster tepat didepan matanya.


Agil menyadarkan Tea, "Berdiri...."


Mereka bertiga berlari, menuju ketempat yang aman. Vin mengigit leher monster hingga kulitnya mengelupas, tak henti-hentinya monster itu merintih kesakitan.


Dengan cepat Vin menyembur api dari mulutnya kearah monster tersebut, hingga monster itu terbakar dan jatuh ketanah. Vin mendarat dan berubah wujud menjadi manusia kembali.


Tapi anehnya, dadanya sangat sesat, hal itu adalah efek samping, dimana sudah beberapa hari ia tidak menggunakan kekuatan semburan apinya.


Vin menatap keatas, ada banyak para monster yang berterbangan diudara, dan menyembur api dimana-mana. Bahkan ia bisa melihat ada banyak para prajurit yang kewalahan dalam menyerang.


"Sialan..." umpatnya seraya nafasnya terengah-engah.

__ADS_1


__ADS_2