Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Jasad makhluk aneh disungai Gon


__ADS_3

Raja gevarnest berdiri dibalkon kerajaan, ia manatap kota majestic didepannya yang luas sampai tiada ujungnya, ia bangga bisa menjadi raja kota majestic yang terkenal, hari ini hujan deras dan petir yang mengglegar keras, langit menghitam, suasana menjadi semakin mencekam.


"Kau tidak tidur?" ucap ratu carlota.


Biasanya raja gevar akan tidur jika suasana dingin dan hujan turun, tapi seperti ada perasaan aneh yang mengganjal dihatinya, seperti ia panik karena memikirkan seorang dibawahnya yaitu aleris.


Secara harfiah, seharusnya ini tidak menjadi beban dirinya, karena jika dilihat tentang kamampuan tentu dirinya yang lebih unggul.


"Sayang...kau saja yang tidur"


Ratu carlota mendekati raja gevar.


"Apa yang kau pikirkan?"


Raja gevarnest hanya menggeleng dan menyuruh ratu carlota kembali tidur, raja gevar turun dan menemui varegar diruangan kerjanya.


"Ada apa tuan....?


Raja gevar dipersilahkan duduk oleh varegar, ia mulai bercerita.


"Aku kepikiran dengan aleris..."


Varegar tertawa, karena baru kali ini seorang raja gevar yang kepikiran dengan seorang anak bontot aleris, varegar lalu meletakan lukisannya, sebelumnya ia masih sibuk melukis diruangannya.


"Kau kawatir kejahatanmu akan terungkap?" ucap varegar berbisik.


Raja gevar melotot, "Kejahatanku apa? aku hanya membunuh bravogar kan kau tahu itu..."


Seseorang yang dekat dengan raja dan temlat curhatannya adalah varegar, selain cerdas dan berpikiran licik mungkin kemampuan itu bisa membantu dirinya.


"Aku senang kau bisa memikirkan aleris, karena setahuku ia tidak ada apa-apanya dibanding denganmu"


"Aku tahu aku tahu...."


"Tenanglah tuan... hal seperti ini bisa dibasmi dengan mudah"


Tiba-tiba prajurit mengetuk pintu dengan sangat keras, raja gevarnest membuka pintu itu, prajurit itu mengatakan, bahwa ada makhluk aneh yang tiba-tiba muncul dari dasar sungai gon, raja gevarnest lalu menyuruh semua prajurit untuk menuju ke sungai gon begitupun dengan semua orang-orang bawahannya, seperti varegar, leon, dan mahagaskar, atau seorang penguasa monarki, penguasa monarki adalah seorang kepala negara yang jabatannya biasanya diwariskan dan memerintah seumur hidup atau hingga dia turun tahta.


Raja gon terletak dipaling ujung kota majestic, dimana sungai itu dekat dengan tembok besar butuh dua jam untuk menuju kesana, hujan tidak henti-henti raja gevarnest membawa kudanya bersama dengan prajurit, dan bawahanya.


Setelah menempuh perjalanan dua jam dan basah kuyup, sudah ada beberapa petani yang ramai mengelilingi makhluk itu, prajurit memerintahkan agar para petani itu menjauh, mereka laku menjauh seraya menunduk menghormati raja dan bawahannya datang.


Raja gevar menerima hormat itu, ia turun dari kuda dan berjalan mendekati makhluk itu, mahagaskar, leon, dan varegar ikut turun dan mendekat ke makhluk itu.


"Apa-apaan ini?" ucap varegar.


Mahagaskar melotot kenapa sungai gon bisa dinodai seperti ini, apakah ada sesuatu yang meletakan makhluk ini disini? batinnya


"Sepertinya petunjuk paman" ucap leon berbisik, leon sudah mengetahui tentang makhluk ini, ia tidak akan tahu jika ia tidak datang keistana aleris waktu itu, tapi seperti dugaan aleris dan dirinya seperti ini adalah petunjuk


"Siapa yang menemukan makhluk ini?" tanya raja.


Salah satu petani itu mendekat, tubuhnya bergetak ketakutan, "Saya tuan"


Raja gevar mendekat, "Bisa kau ceritakan?"


Awalnya petani itu sedang memancing ikan ditepi sungai, tiba-tiba saja datang makhluk itu dari dasar sungai, awalnya petani itu mengira ikan yang besar, namun ia kaget ketika atas tubuh makhluk itu seperti wujud manusia, petani itu berlari dan berteriak, dibantu dengan petani-petani yang lain, mereka lalu mengangkat tubuh itu kedarat.


Leon bersuara, "Maaf tuan....yang saya tahu sungai gon dari dulu tidak tercemar adanya sesuatu, sungai ini mengalir dengan bening, apakah ini bukan ulah manusia asing?"


Raja juga sempat berpikir seperti itu, "Tuan....siapa yang meletakan makhluk aneh ini?" sahut mahagaskar.


Raja menggerutkan dahi, ia menatap varegar, varegar paham lalu ia memerintahkan para prajurit itu membawa jasad makhluk aneh itu ke istana.


"Saya minta maaf karena kejadian ini, tapi saya minta kepada semuanya untuk diam tentang masalah ini, akan saya beritahu jika ada yang janggal" ucap raja gevar kepada para petani, mereka lalu menunduk mengiyakan.


Mereka membawa jasad makhluk itu ke kerajaan dan meletakan makhluk itu diruangan penelitian varegar, leon lalu kembali kekamarnya menulis surat, dan meletakan dikaki burung gagaknya, gagak itu terbang menuju keistana aleris.


"Ini bukanlah kebetulan aku tahu ini ada maksud tertentu, aku pikir makhluk itu hanya muncul diistana aleris, tapi ternyata muncul disungai gon" bisiknya.


Mahagaskar lalu masuk keruangan leon, ia sempat berdiri diambang pintu melihat gagak leon terbang membawa sepucuk surat, dan telah mendengar ucapan leon.


"Makhluk itu muncul di istana aleris? kenapa kau tidak memberitahuku?" ucap mahagaskar seraya duduk dikursi.


Leon tersentak kaget, ia memejamkan mata.


"Aku pikir aku bisa berdiam untuk diri sendiri"


"Apa tujuan makhluk itu?" ucap mahagaskar.


Leon menjelaskan detail seperti yang aleris ceritakan kepadanya, tentang tempat tinggal makhluk itu, dan semuanya ia jelaskan dengan detail.


"Teluk alaska" gerutu mahagaskar.

__ADS_1


"Kau pernah kesana bukan?" lanjut mahagaskar.


Leon mengangguk, "Aku pikir memang benar ia tinggal diteluk alaska, dan itu adalah sebuah petunjuk"


Tiba-tiba seorang prajurit datang menyuruh leon dan mahagaskar ke ruangan varegar, mereka datang, mereka bisa melihat makhluk itu tergeletak tak bernyawa dimeja penelitian.


"Benar-benar makhluk yang sama saat aku lihat diistana aleris" bisik leon ke mahagaskar, mahagaskar hanya terdiam.


"Tempat tinggalnya diteluk alaska, aku tidak menyebutkan ini makhluk hidup, karena ada yang aneh, ia memang mati jantungnya tidak hidup lagi, namun denyut nadinya bergerak sangat cepat, hal ini membuatnya bisa bergerak tanpa kesadaran, dan darahnya darah biru..."


Varegar lalu melanjutkan, "Dan....ekornya sangat keras tidak mudah dipotongan dengan tangan telanjang"


Leon dan mahagaskar melotot kaget, hal itu juga sama yang dikatakan oleh aleris, mahagaskar menyetuh ekor itu dan benar ekor itu sangat keras.


"Lalu kenapa bisa berada disungai itu?"


Varegar melirik leon sebentar, "Benar kata leon, sepertinya ini petunjuk"


Raja yang sembari tadi terdiam duduk dikuris bersuara.


"Aku yakin ini petunjuk, aku ingin kalian lebih berwaspada, aku teringat kejadian puluhan tahu itu..."


Mereka menoleh kearah raja gevarnest.


"Apa?" ucap mahagaskar.


"Kau tahu? ini bukan tempat milikku kan?" ucap raja gevar, melirik mahagaskar.


"Dan apa hubungannya?" tanya varegar.


"Ini hanya pikiran burukku, gaskar, perintahkan seluruh prajurit untuk menjaga tempatku, dari ujung sungai gon sampai dititik tembok, harus dikelilingi prajurit" ucap raja gevarnest, mahagaskar menunduk lalu beranjak pergi.


Raja gevarnest mendekat kearah leon, "Kau pernah datang ke teluk alaska bukan"


Leon mengangguk namun seperti dugaanya, leon menjawab ia tidak memiliki hal yang berkaitan dengan ini, yang ia tahu tempat gelap dan mengerikan yang identik dengan teluk alaska.


Varegar menarik baju leon, "Kau diperintahkan untuk menelusuri tempat itu yang kau dapat hanya kata-kata tidak tahu?"


Raja gevar menahan varegar, "Para prajuritnya mati disana, yang selamat hanya dirinya dan dua orang prajurit"


"Akan aku perintahkan beberapa prajurit untuk datang kesana lagi...."


Leon melotot, "Tuan tempat itu sangat mengerikan tuan..."


"Tapi tuannn mereka juga berhak hidup, tidak seharusnya kau memerintah mereka pergi kesana"


"Sebegitu mengerikannya bagaimana ha? kau bahkan tidak melakukan apapun kan? makanya kau selamat" tepis varegar.


"Segera, gar siapkan elang hitam, dan ambil lima prajurit, jika mereka tidak kembali, berati benar ucapan leon"


Varegar lalu beranjak, leon tiba-tiba menjatuhkan diri dan bersujud dikaki raja gevar.


"Tuan..... saya mohon jangan melakukan ini, hargai nyawa mereka"


Raja gevarnest melepaskan dengan kasar, "Itulah tugas prajurit" lalu ia beranjak pergi.


Leon kembali berdiri, ia tersenyum menyengir.


Mahagaskar memperingahkan banyak prajurit untuk menjaga kota majestic, hal ini belum didengar oleh masyarakat, namun hanya beberapa petani saja yang menyimpan rahasia ini, mahagaskar teringat perkataan raja dimana kejadian yang terjadi pada puluhan tahun lalu.


Dimana tempat ini, kerajaan majestic adalah bukan asli, ini adalah tempat milik seseorang, namun karena kejahatan raja gevar ia tidak mau tahu ia harus mendapatakan tempat ini, mahagaskar tidak begitu paham alasan dibalik itu semua.


Ia masih terdiam mematung dibebatuan ditaman kejaraan, ia tersentak kaget saat leon tiba-tiba datang.


"Paman raja memerintahkan para prajurit untuk datang ke teluk alaska"


Dengan matanya yang membulat tiba-tiba, mahagaskar lalu beranjak menuju ke gerbang kerajaan, masih ada varegar yang berdiri dipintu kerajaan seraya menyengir, mahagaskar datang seraya menatap jauh elang hitam itu membawa lima prajurit, mahagaskar berteriak namun usahanya sia-sia.


"Kenapa?" ucap varegar menyengir.


Tanpa basa-basi mahagaskar menonjok wajah varegar hingga tersungkur dan bibirnya luka mengeluarkan darah, varegar berdiri seraya merengek kesakitan.


"Paman? apa-apaan kau?....... berani-beraninya?" ucapnya menyentuh pipinya yang memar.


"Kau tidak menghargai nyawa seseorang?" ucap mahagaskar geram.


Leon datang, dan menghalangi mahagaskar, "Hentikan paman....."


Raja gevarnest tiba-tiba datang, ia lalu menonjok wajah mahagaskar.


"Ini adalah tugasku....." ucapnya, seraya menyuruh prajurit membawa varegar masuk kedalam.


Mahagaskar masih terlihat geram, leon lalu menyuruh mahagaskar kembali ketempatnya, ia mengobati luka diwajahnya.

__ADS_1


"Kau tahu kebusukan raja kan paman" leon bertanya.


Mahagaskar hanya diam.


"Aku tidak ingin tahu, tapi untuk saat ini kita tidak bisa menyuarakan pendapat kita, kita tidak ada artinya untuk mereka"


"Sepertinya aku harus pergi ke istana aleris" ucapnya beranjak diikuti leon.


Malam itu ditemani dengan leon, mahagaskar menunggangi kudanya menuju ketempat aleris, entahlah butuh berapa jam agar sampai, ini pertama kalinya ia datang setelah beberapa tahu lamanya tidak mengunjungi istana itu.


Kuda itu berjalan dengan cepat, menuju istana aleris, setelah menempuh beberapa jam, mereka akhirnya sampai, mahagaskar langsung memparkirkan kudanya dan menuju ke ruangan aleris.


"Kenapa ia tidak santai saja?" ucap leon turun dari kudanya.


Mahagaskar membuka pintu istana, dan ternyata di gembok, lalu ia memanggil aleris dengan keras, aleris lalu membuka gerbang.


"Paman?" tanpa dapat izin mahagaskar menyelonong masuk.


"Dengarkan, kenapa kau diam saja?" ucap mahagaskar seraya memeggang kedua pundak aleris.


Aleris menggerutkan dahi, "Kenapa kau tidak memberitahu dia, tentang makhluk itu" ucap leon yang tiba-tiba datang.


Aleris tersenyum, "Aku juga sudah tidak akan mengurusi masalah ini paman"


"Kenapa?"


"Sepertinya ini ada hubungannya dengan kerajaan majestic"


Mahagaskar menghelan nafas seraya menyentuh keningnya.


"Aku pikir juga begitu" ucap mahagaskar.


"Kau tahu makhluk itu muncul di sungai gon"


Aleris sudah tahu itu, ketika seekor gagak milik leon datang membawa surat.


"Sama persis dengan yang kau temukan" sahut leon.


"Apa?"


"Aku yakin ini ada kaitannya...." tepis mahagaskar.


"Ekor itu terpotong? darahnya warna apa biru kah?" tanya aleris dengan penasaraan.


"Tidak, darahnya biru... leon sudah menceritakan semuanya.."


Aleris memepersilahkan mahagaskar dan leon untuk mengobrol diruangan kamar aleris, aleris menutup gerbang.


Mahagaskar duduk, ia menunduk, "Tidak seharusnya raja memperintahkan mereka"


"Aku tidak tahu jalan pikiran raja gevar, nyawa mereka sangat berharga" ucap aleris.


Mahagaskar memberitahu aleris tentang beberapa prajurit yang mendatangi teluk alaska, dimana aleris tahu betul trauma kakaknya leon.


"Aku tidak bisa menceritakan detail, tapi lautan itu dan teluknya yang mengerikan membuatku merinding saat membayangkannya" sahut leon.


"Aku pikir ini adalah urusan mereka paman, kau tidak usah ikut campur... ya aku tahu ini semua salah raja tapi sekarang yang menjadi tanggungan dirimu kan?"


Mahagaskar memejamkan matanya, seolah semuanya pudar dihadapannya, semua mati ditangannya saat itu, banyak darah yang mengenai wajahhnya, bukan darahnya sendiri melainkan darah orang-orang yang tidak bersalah itu.


Mahagaskar melihat raja yang mengamuk, dan membakar hidup-hidup wanita yang sedang mengandung, memanah orang-orang tua, mahagaskar sempat berpikir apakah tidak ada rasa iba di hati raja, apakah saat memanah orang tua, ia tidak terbayang orang tuanya.


Ia tidak menyangka, ia bisa menjadi bagian keluarga dikerajaan majestic, ia menangis saat setelah selesai perang itu, ia membuang baju yang banyak darah disungai, saat kembali ia bisa melihat raja dan varegar yang sedang pesta.


Bahkan untuk tersenyun saja rasanya tidak pantas, apa lagi harus ikut bergabung dengan mereka, karena rasa emosi yang dipendam, mahagaskar menarik baju varegar yang sedang asik menyeruput alkohol, ia menyerangnya menonjok beberapa kali perut dan wajahnya hinga varegar tersungkur lemas.


Mahagaskar ingat, ia lalu dipenjara saat ia melakukan itu, saat dipenjara rasanya ingin untuk mengakhiri hidupnya, tapi rasanya dikalahkan oleh ego yang selalu mengatakan bahwa ia ingin menyelamatkan dunia.


Dan akhirnya seseorang yang diutus raja untuk membangun istana datang menemui mahagaskar dan berkata, "Ini masih permulaan kau akan melihat kejamnya raja mu" seseorang itu menggunakan baju yang aneh dimana ia tidak melihat adanya pakaian seperti orang-orang disekitar sini, ia masih jelas wajah pria itu.


"Aku bodoh karena mengingingkan harta" lanjutnya lalu pergi.


Sudah beberapa puluhan tahun lamanya ia tidak melihat pria itu lagi, mahagaskar pikir orang itu mati ditangan raja, tapi dilihat-lihat mahagaskar tahu bahwa pria itu bukan sembarangan orang, ia bisa melihat kecerdasaan dalam matanya, namun ditutup oleh kejahataanya.


Peperangan ini membuahkan hasil yang sangat diingikan raja, semuanya telah dikuasainya, tanpa tersisa sedikitpun, hal ini membuat raja terkenal dimana-mana dan kerajaan majestic menjadi sangat kaya raya.


"Aku menghubungi kerajaan-kerajaan lainnya tidak ditemukan adanya makhluk aneh ini tuan..." ucap varegar.


"Ya aku tahu aku baru saja menghubungi kerajaan victoria, namun benar tidak ada makhluk aneh seperti itu yang muncul"


"Benar kata leon... ini sebuah petunjuk"


"Dan ini ada hubungannya dengan suku itu...... sial" ucap raja dengan geram.

__ADS_1


__ADS_2