Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Hancur 2


__ADS_3

Fay melotot setelah mendorong pintu gerbang dengan keras, diikuti Lidra yang juga terbelalak saat melihat apa yang ada didepan mata mereka.


"Apa ini sialan?" gumam Fay.


"Putri? kau sungguh tidak tahu?" ucap Lidra.


Fay menoleh kearah Lidra, ia hanya menggelengkan kepalanya. Sebuah Matrix besar dan begitu megah berdiri dengan banyak alat yang berkerja untuk Matrix diruangan tersebut. Mereka lalu melangkah maju, betapa kagetnya saat ada banyak orang yang berkerja diruangan gelap itu.


Semua orang terkejut saat Fay muncul dari balik tembok, mereka lalu menundukan kepalanya hormat.


"Apa ini? siapa kalian semua?" pekik Fay mendekat.


Mereka justru saling bertatapan, raut wajah mereka seperti menyembunyikan sesuatu.


"Katakan padaku, bukan saatnya kalian menyembunyikannnya, kalian tidak lihat? diluar? kota sudah sangat hancur!" Fay memukul sebuah meja kayu didekatnya.


Salah satu dari mereka mendekat, seperti takut dan ragu yang terlihat diwajahnya, namun Fay kembali menyakinkan.


"Maaf putri Fay, tapi ini caranya agar saya bisa kembali kedunia saya..."


Setelah dia menceritakan awal hingga akhir, Fay membeku tak bisa bergerak, sedangkan Lidra berusaha menenangkan Fay.


"Kenapa aku baru tahu sekarang? aku kemana saja?" gumam Fay.


"Varegar? dia juga ikut campur? aku tidak salah dengar? bagaimana dia bisa percaya tentang sebuah persembahan tuhan dengan matahari? sial!!!!!" pekik Fay.

__ADS_1


Agil dan Malucia tersentak, mereka baru saja datang dan terkejut dengan bersamaan saat melihat sebuah Matrix besar yang melayang diruangan, dan juga teriakan Fay.


Malucia berlari menyusul Fay dan Lidra, ia ikut terkejut saat melihat ada banyak orang disana. Agil membeku ia menatap Matrix besar yang sedang bergerak melayang dengan setiap sudut diletakan alat uang masih bekerja. Agil melangkah pelan matanya berwarna sesuai warna Matrix.


Brengsek! apa ini sialan! kenapa ini sangat busuk? apa yang telah mereka lakukan sialan!


"Gil!" panggil Malucia.


Agil menoleh, ia melangkah mendekat.


"Siapa? siapa mereka?"


Fay menoleh, "Dia dari dunia asalmu..."


Mendengar hal itu, Agil melotot.


Salah satu dari mereka mendekat, "Benar kami dari dunia yang sama seperti dirimu, ada salah satu seperti kami yang bsru saja bergabung, dia memceritakan jika dia telah kehilangan seorang teman, dia okut bergabung bekerja disini, juga mengharapkan agar cepat diberi jalan keluar!"


Agil membuka mulutnya, ia kaget dengan apa yang ia dengar.


"Randi! Randi bukan!" sahut Agil tiba-tiba.


Seseorang itu lalu mengangguk.


"Katakan padaku! emm..kalau bisa ceritakan semuanya!!!!!!" teriak Agil.

__ADS_1


***


"Bawa yang cepat!" ucap Prajurit itu.


Dengan keringat yang membasahi wajahnya, ia menarik gerobak setengah rusak itu dengan lemas.


"Tidak bisakah kita biarkan mayat ini disini?"


Kedua prajurit yang membawa mayat Gilang dengan gerobak setengah rusak, untuk dibawa kedalam kerajaan. Mereka tidak bisa membiarkan mayat ini tergelatak di sembarang tepat, karena ini adalah perintah langsung dari sang raja.


Prajurit itu melepaskan pegangan gerobak. Ia menghelan nafasnya.


"Kau tidak kasihan? dengan drama tadi? betapa sedihnya ternyata mereka saling kenal..."


"Yah, aku berharap Randi tidak menyadari apa yang dia lakukan, dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri jika tahu dia membunuh seseorang yang dia kenal..."


Mereka mendesah.


"Apa sih sebenarnya arti teman?"


Prajurit tersebut menoleh, dan menatap kearah dimana mayat Gilang diletakan.


" Aku tidak yakin dengan jawabannya, tapi setahuku teman adalah seseorang yang sangat berharga dalam hidupmu, mereka akan melakukan apapun demi seorang teman, rela melakukan suatu hal, bahkan mereka rela mereggang nyawa demi seorang teman..."


"Ckckckck, aku tidak yakin ada orang yang melakukan itu? kau lihat sendiri apa yang terjadi didepan mata kita tadi...."

__ADS_1


"Ya karena pada akhirnya mereka akan saling membunuh jika apa yang diutarakan mereka tidak sama..."


__ADS_2