Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Brontak


__ADS_3

Rine melipat kedua tangannya didepan dada, tersenyum menyaksikan kedua raksasa yang saling bertarung. Ia menyipitkan matanya saat Varegar dan Raja Gevarnest juga salinh bertarung dengan kekuataan yang mereka miliki, dimana Varegar berhasil membelah tanah yang diinjak sang raja, namun sang raja berhasil menghindar. Rine tahu ada belum seratus persen sang raja mengeluarkan kekuataannya.


"Pada akhirnya mereka saling bertarung? apakah ini salah satu sifat asli manusia?" gumam Rine.


"Aku akan kembali kedunia ku lagi dan menyelesaikan tugasku, tapi..." sambung Rine terpotong saat ekor matanya melihat Varegar yang terlempar jauh dan menghantam reruntuhan.


Rine masih berdiri diatas tembok tinggi besar kota Majestic, bisa menyaksikan langsung Varegar yang terlempar jauh. Naga milik Varegar menyemburkan api kearah Randi. Namun Randi berhasil menghalangi tubuhnya sendiri dari ekor drakula miliknya dan kembali menyerang naga.


"Woy Gevar, kenapa kau tidak keluarkan kekuatan mengerikanmu itu?"


Namun tiba-tiba yangmembuat Rine tidak bisa berkata-kata lagi, saat naga itu masuk kesebuah tanah berjalan dsngam cepat dan bangkit dari tanag tersebut dan langsung melahap tubuh Randi dengan wujud drakulanya, naga itu berhasil menangkapnya namun Randi terus mencakar-cakar dengan kukur tajamnya kearah tubuh naga tersebut.


Pertarungan itu semakin mengerikan, karena diikuti suara teriakan kedua raksasa monster itu. Tea melepaskan terepongnya dan memberikannya kepada Kai, rasanya Tea sangat takut untuk melihatnya.


"Aku harap ini segera berakhir..." gumam Silas.

__ADS_1


Kai melihat dengan teropong, betapa hancurnya kota saat kedua monster itu bersaing. Kai menoleh saat melihat Arvand sudah kembali.


"Apa? apa yang dikatakan Aleris?"


Arvand menghelan nafasnya, "Kita disuruh diam saja disini.."


"Apa?" sahut Tea.


"Kita tidak bisa membantu apapun.." lanjut Kai.


Vin mengigit bibirnya, ia meraih teropong dari tangan Kai dan kemudia terus memandangi kedua raksasa yang sedang berkelahi itu.


"Apakah kau akan mengeluarkan kekuatan pukulanmu itu? sungguh? kau akan kehabisan tenaga dan mati..." gumam Rine.


Dari arah jauh sudah terlihat Varegar terbang melayang kearah sang raja, seraya ia menujukan kepalan tangannya dimana Varegar memiliki kekuatan inti yang kuat, ia akan mengumpulkan seluruh cakra dalam tubuhnya untuk disandingkan dengan kekuatan pukulannya.

__ADS_1


Dimana, Varegar pernah mengatakannya jika pukulan yang ia punya bukan pukulan biasa, pukulan itu akan menghasilkan dentuman yang keras dan juga dapat menghancurkan benda yang berada didekatnya.


Varegar tidak bisa menahan emosinya lagi, dengan tatapan marah dan balas dendam, ia terus melaju dengan kencang hingga tiba saatnya pukulannya siap menghantam sang raja saat sang raja sudah siaga.


Namun betapa terkejutnya Varegar tiba-tiba, saat Randi datang dengan wujud drakulanya menghadang Varegar dengan kekuatan cahaya bola yang Randi kumpulkan, sebuah cakra dari berbagai sudut kota, seperti yang ia pernah lakukan pertama, ini kedua kalinya Randi mengeluarkan cakra cahaya bola dari mulutnya.


Spontan tangan Varegar menghantam cakra tersebut, dan timbulkan dentuman sangat besar, seperti sebuah energi dan magnet saling bertemu, akan saling bertolak belakang. Mengeluarkan suara dentuman dan api yang muncul. Hingga sebagian kota telah hancur.


Semua terlempar jauh karena dentuman itu. Begitu pun beberapa orang-orang yang menyaksikan mereka terkena efek angin dentuman tersebut. Rine membuka matanya setelah efek dentuman itu sampai pada dirinya.


Ia melihat sebuah lubang besar, efek samping dari pukulan Varegar tersebut. Dimana setengah kota sudah sangat hancur.


"Dimana Gevar!!! bangun sialan!!!" ucap Rine.


Rine tersenyum saat melihat Randi dengan wukud drakulanya sedikit bergerak dan mencoba berdiri. Rine dengan cepat mengambil teropongnya dan melihat keadaan sekitar.

__ADS_1


Betapa terkejutnya saat Varegar yang sudah tak sadarkan diri, bersama hewan naga miliknya yang sudah terbujur kaku dibawah lubang besar itu. Ia lalu mencari keberadaan raja Gevarnest. Ia bersyukur sang raja hanya terluka ringan.


"Sudah aku katakan kau akam cepat mati, maka sia-sialah usahamu selama ini, terima kasih loh sudah membantu..." ucap Rine menyengir.


__ADS_2