Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Bukti


__ADS_3

Didalam perjalanan pulang, aleris kembali melewati pemukiman desa itu, namun tetap saja sudah kering keronta dan hancur lebur tidak ada sama sekali yang tersisa, aleris berharap jika didesa tersebut menyisakan satu orang saja agar bisa aleris introgasi.


Akhirnya aleris sampai dikota majestic, butuh waktu lama memang namun karena ia sudah tidak tahan lagi untuk segera menyrlesaikan masalah ini, aleris rela ia tidak berhenti untuk istirahat, ia terus terbang sampai akhirnya ia sampai.


Ia turun dari punggung elang, dan segera membuka gerbang kerajaan, sudah ada raja gevarnest, varegar, leon dan mahagaskar berada diruangan tengah kerajaan, mereka lalu menyambut kedatangan aleris.


Mahagaskar dan leon raut wajah mereka tampak mengisyaratkan agar apa yang aleris alami katakan sejujurnya saja kepada sang mulia raja.


Tanpa menundukan kepalanya aleris berkata, "Aku menemukan jawaban versi diriku sendiri"


Raja gevarnest tersenyum, ia beranjak mendekat kearah aleris, raja gevarnest tidak ingin berharap lebih karena ia pasti tahu aleris tidak akan menundukan kepalanya menghormati sang raja.


"Apa yang jesper temukan dari potongan samurai itu?" tanya raja.


Aleris menjelaskan, "Mereka menemukan jika potongan samurai ini tidak biasa, potongan ini tidak terlihat dimanapun, sepanjang jalan yang aku pikirkan adalah, memang betul ini ada hubungannya dengan suku yang dimaksud dan para iblis..." jelasnya.


Semua orang terbelalak kaget, varegar mendekat, "Apa katamu? aku tidak salah dengar?"


Aleris melirik varegar lalu kembali menatap raja jesper.


"Ini apa yang aku tangkap, karena yang ditemukan oleh mereka adalah, ini bukan sembarang samurai yang biasa kita jumpai pada umumnya, bahkan orang hebat seperti pembuat pedang dan samurai tidak bisa mendeteksi.."


"Jadi maksudmi adalah? ini samurai iblis?" ucap raja gevarnest.


aleris mengangguk.


"Ah ini ada hubungannya dengan makhluk aneh itu? dukun itu mengatakan jika makhluk aneh itu anak buah iblis? jadi bisa dikatakan senjata ini adlaah milik iblis?" ucap varegar


"Lalu?" sahut raja gevarnest.


"Logika saja.... karena aku selalu memikirkan hal ini, tapi seprrtinya ini ada kaitannya" sahut aleris.


"Benar! tuan kita logika saja sekarang, pertama kita menemukan makhluk aneh itu, dan seperti yang dikatakan dukun, mereka pengikut iblis, kedua hanya kota majestic yang tiba-tiba tertimpa musibah seperti ini, ketiga potongan samurai, bahkan kata raja jesper yang seperti dijelaskan aleris, potongan samurai ini tidak terlihat dipenelitian mana pun, jadi samurai ini gaib" sahut mahagaskar.


"Jadi menurutmu ini suku itu?" ucap raja gevarnest, mahagaskar mengangguk.


"Tunggu!!! jadi apa yang dikatakan mahagaskar waktu itu benar?" sahut varegar.


Raja gevarnest masih tidak yakin, lalu ia berkata.


"Jika benar suku yang dimaksud, mereka berkerja sama dengan para iblis?" tanya raja gevarnest.


"Tunggu lebih jelas lagi, tidak akan lama butuh beberapa hari raja jesper akan mengirimkan kabar tentang hal ini...."


Raja gevarnest memutar bola matanya, "Kebiasaan jesper ia selalu menyembunyikan sesuatu dariku..." ucap raja gevarnest.


Raja gevarnest menjatuhkan tubuhnya diruangan kerja varegar, ia memiliki sofa panjang dimana sofa itu bisa dijadikan tempat tidur, raja gevarnest mendesah, ia sangat sakit kepala memikirkan persoalan ini.


"Jika waktu itu kau menuruti perkataan arthur mungkin kita tidak akan menghadapi persoalan seperti ino" gunam varegar seraya duduk dikursinya.


Mata raja gevarnest terbelalak, "Dan kau ingin aku dan penerus-penerusku seperti kalian semuanya hidup dengan beban orang lain?"


"Dengar." lanjut raja, seraya membenarkan posisi tubuhnya.


"Setelah ayahku mati, semua kekayaan yang ia punya jatuh miskin, ia sebelumnya dipenjara karena perkerjaannya menjadi seorang raja tidak bisa memenuhi, suku itu lah yang merebut penerus ayahkuu! mereka mengambil semuanya hingga terjadi perdebatan..."


Raja gevarnest menghela nafas, "Untung saja aku pintar, jadi kau tahu? siapa yang lebih jahat?" gumam raja.


Tentu varegar hanya diam, ia tidak bisa menjawab apa-apa, tapi memang ada benarnya juga.


"Kau kawatir?" tanya raja gevarnest.


Varegar tersentak, "Kawatir? apa itu?" ledeknya.


"Ya lagi pula kau bawa-bawa arthur? jelas-jelas dia tidak ada apa-apanya dibanding dengan kita"


"Tenang kita punya anak itu..." raja gevarnest tersenyum.


Aleris berjalan kesebuah koridor kerajaan dengan tergesa-gesa, bukankah tugasnya sudah selesai? akhirnya ia bisa istirahat dengan tenang, ia akan kembali ke istananya.


"Aleris!" teriak mahagaskar diambang pintu, aleris menoleh.


"Tunggu.." lanjut mahagaskar seraya mendekat.


"Apa paman?"


"Kau langsung ingin pergi?" ucap mahagaskar, aleris mengangguk.


Tidak bisa dipungkiri memang benar, wajah aleris terlihat sangat pucat.


"Ya setidaknya kau bisa mengisi perut disini..."


Aleris melengos, "Takut diracun..."


Mahagaskar melotot, "Jaga ucapanmu!"


"Paman aku sudah menjelaskan semua yang aku alami dikota lander..."


Namun aleris tiba-tiba teringat sesuatu.


"Ah aku melupakan sesuatu...."


"Apa?" tanya mahagaskar.


Aleris menjelaskan tentang tiga jenis monster kelelawar, dimana hal itu membuat kaget mahagaskar, selama ia hidup ia hanya menemukan monster yang tidak cerdik dan mengerikan seperti itu, monster yang ditemui mahagaskar selama ini hanya seperti hewan buas saja.


"Kau tidak berbohong?" tanya mahagaskar, aleris memutar bola matanya.


"Untuk apa aku berbohong? apakah ini lelucon?" jawab aleris.


Karena tidak ada sesuatu yang penting lagi, aleris pamit, Ia mendatangkan burung elangnya lalu terbang pergi. Disisi lain mahagaskar masih terdiam menetralisir ucapan aleris tadi.


"Sebegitu mengerikannya? lalu apa tujuan mereka melakukan hal ini? jika memang mereka? mereka bisa datang baik-baik bukan?" gumam mahagaskar.


Leon berdiri dibalkon istana, ia sedang memandang luas kota majestic yang berdiri depannya, rasanya sejuk. Ia memejamkan matanya, tiba-tiba varegar datang, ia merangkul pundak leon tiba-tiba.


"Sedang apa kau?" ucap varegar.


Leon yang tersentak kaget, spontan melepaskan tangan varegar, leon tidak menjawab.


"Santai kali ini aku tidak akan menyerangmu"


Tanpa menoleh, leon masih tidak menjawab.


"Menurutmu jika masalah ini ada hubungannya dengan suku itu? kau akan melawan mereka?"


"Aku tidak akan melawan jika mereka tidak melawan duluan"


Varegar tersenyum kecut, "Aku tahu kau akan menjawab itu...."


"Ternyata ucapan paman mahagaskar, benar juga" lanjutnya.

__ADS_1


Leon memutar bola matanya, "Dia pintar soal permasalah seperti ini"


"Tapi apakah memang benar mereka?" tangan varegar.


"Logika saja!" ucap singkat leon, lalu meninggalkan varegae sendiri.


Varegar tersenyum.


Leon berjalan ke koridor kerajaan, ia berhenti setelah ia mendapati mahagasakar yang termenung dibalkon.


"Paman? aleris sudah pergi?"


Mahagaskar tersentak lalu menjawab, "Iya, kau tahu kan? dia pasti malas jika harus berlama-lama disini.."


Tiba-tiba pangeran arvand berjalan tergesa-gesa menuju tempat mahagaskar dan leon berdiri, ia berhenti dihadapan mereka berdua.


"Pangeran?" ucap mahagaskar, lalu mereka menundukan kepalanya.


"Aku bertanya kepada orang-orang kerajaan tapi mereka tidak mau mengukapkannya..."


Mata mahagaskar dan leon saling menatap bergantian.


"Jadi sepertinya aku harus bertanya kepada kalian.."


"Ada keperluan apa pangeran?"


"Potongan samurai itu? maksudnya bagaimana?"


Mahagaskar menunduk, lalu ia lalu melangkah kedepan.


"Pangeran..." ucapan mahagasar terpotong oleh ucapan arvand tiba-tiba.


"Jadi kalian pikir aku siapa? kenapa aku harus tidak tahu tentang persoalan ini?"


"Saya akan menjelaskan pangeran.." sahut leon.


"Kau pasti sudah tahu tentang makhluk aneh yang tiba-tiba muncul? dan ini sepertinya ada hubungannya dengan potongan samurai itu pangeran"


"Dari mana mereka berasal? teluk alaska?" tanya arvand.


Mahagaskar dan leon mengangguk.


Namun seperti tidak ada angin tidak ada badai tiba-tiba ratu carlota datang, ratu carlota adalah sosok yang tidak pernah jalan-jalan disekitar kerajaan, ia akan datang kesini jika ada sesuatu, dan bisa dihitung berapa kali ratu carlota datang ke koridor kerajaan bagian bawah, didaerah tempat mahagaskar dan leon.


Mereka berdua menundukan kepalanya kecuali arvand yang memalingkan wajahnya.


"Senang akhirnya aku bisa mengunjungi tempat kalian disini, terakhir aku berkunjung saat usia kandunganku tujuh bulan"


"Iya ratu, dan aku sangat terhormat kau akhirnya mengunjungi lagi" ucap mahagaskar tersenyum.


"Aku kesini untuk mengingatkan kalian, usia kandunganku sudah berjalan sembilan bulan, berati tidak akan lama lagi, bukankah saat ini masih musim monster berkeliaran aku harap kalian berdua menjagaku saat sudah saatnya, aku minta kalian untuk datang kekamarku"


Mereka bertiga melotot, kaget setelah mendengar apa yang ratu carlota ucapkan.


Ratu carlota tertawa, "Tidak hahahah, maksudku kalian bisa menjagaku diluar pintu" ucap ratu carlota tertawa seraya menutup mulutnya.


"Tidak mesti kau mengikutiku!" pekik arvand.


Raut wajah carlota berubah.


"Tidak sayang..." ucapnya lembut.


"Bukankah kau adalah sosok yang malas jika harus berjalan didaerah yang seperti ini?" ucap arvand.


"Sepertinya kau sedang mabuk...."


Lalu ratu carlota menyuruh para prajurit membawa arvand untuk kembali kekamarnya.


"Tidak aku bisa sendiri!!!" pekik arvand seraya beranjak pergi.


Ratu carlota tersenyum kepada mahagaskar dan leon, "Maaf ya memang ia sedang mabuk"


Mahagaskar dan leon lalu menundukan kepalanya karena ratu carlota pamit pergi.


"Kau hari ini sudah pulih dari sakitmu?" tanya mahagaskar.


Leon mengangguk.


"Ah tidak! lihat tangamu masih diperban begitu"


"Kau tahu kenapa masih tanya?"


"Aku ingin mengajakmu ke lapangan untuk mengendalikan kekuataanmu..." ucap mahagaskar, leon menoleh dengan tajam.


"Tumben" jawab leon.


"Seraya menunggu ada apa sebenarnya yang terjadi, bukankah lebih baik kita melatih kekuatan kita?"


"Paman..." bisik leon.


"Apakah kau akan mencoba membangkitkan kekuatanmu lagi? kekuatan melihat jejak?"


Senyum mahagaskar yang sedari tadi mengembang lalu wajahnya berubah datar.


"Entahlah, karena kekuataan itu aku menjadi gila.."


"Setelah aku pikir-pikir yang lebih menderita aleris, namun kenapa justru aku yang gila?" gumam leon.


"Aleris seperti arthur dan kau seperti istrinya" tutur mahagaskar.


"Ya aku tipe pemikir seperti bunda...." gumam leon.


Hampir beberapa jam percakapan tidak penting itu mereka berdebatkan, sampai mereka tidak sadar hari sudah petang.


Aleris menjatuhkan tubuhnya, ia melepaskan semua pakaianya, ia memejamkan mata indahnya itu. Akhirnya setelah melawan monster itu, ia baru saja bisa mengistiratkan tubuhnya, rasanya ia benar-benar lelah.


Lengan kirinya yang masih sakit, harus ia paksa melawan monster gila itu, ia memeggang lengan kirinya ia tekan, ternyata ia masih meraskaan sakit.


"Sialan monster itu....."


Tiba-tiba ia teringat, jika tubuh asli monster kelelawar itu adalah seorang wanita, ia menyipitkan matanya seraya menghelan nafasnya.


"Aku ingin berpikir tentang masalah ini, tapi rasanya lelah...." gumamnya.


Aleris beranjak, lagi-lagi ia menghadap ke arah kaca besar dihadapannya, ia telanjang hanya menggunakan ****** *****, beberapa kali ia memuji dirinya sendiri.


"Aleris yang tampan dan seksi..." gumamnya.


"Kenapa bisa kau disia-siakan oleh seorang wanita?" lanjutnya.


"Ah iya! dulu saat masih tinggal di majestic, banyak yang menyukaiku tapi.....aku menolak mereka" gumamnya kepada diri sendiri.

__ADS_1


Tiba-tiba randi datang ia sudah diambang pintu kamar aleris menatap aneh kearah aleris yang masih berkaca dan memuji dirinya sendiri, aleris menoleh ia tersentak.


"Sudah sejak kapan kau ada disana?!" teriak aleris, ia beranjak mengambil pakaiannya untuk menutupi tubuhnya.


"Bahkan aku mengetuk pintu, hingga membukanya kau tidak mendengarkannya?" gumam randi.


"Aku sedang banyak pikiran jadi tidak mendengarmu.."


"Aku tidak salah dengar? kau sedang memuji dirimu sendiri hei...." ucap randi meledek.


Aleris memutar bola matanya.


"Kau sudah sempurna sih menurutku, tubuhmu bagus wajahmu tampan...." ucap randi seraya duduk disofa kamar aleris.


Aleris melangkah mendekat ke jendela.


"Ya selain memiliki tubuh yang bagus, dan wajah yan tampan aku juga cerdas.." gumam aleris.


Randi melengos seraya mengeluarkan lidahnya karena ia sangat mual mendengarkan pujian yang keluar dari mulut aleris.


"Kau dari mana saja?" ucap randi mengalihkan pembicaraan.


Aleris menoleh, "Banyak tugas yang harus aku lakukan...."


"Dimana itu?" ucap randi penasaraan.


Tiba-tiba aleris mengingat tentang mimpi buruk itu.


"Disuatu tempat..."


"Ya dimana itu????" tanya randi.


"Kerajaan majestic" jawab singkat.


Randi lalu berdiri dan melangkah mendekati aleris.


"Kau bisa mengajakku kesana?"


Aleris menatap tajam randi, "Ku akan mengajak kau kesana, tapi tidak untuk saat ini...."


Entahlah mimpi buruk itu muncul lagi dibenak aleris, ia masih bertanya-tanya soal pertanda apa mimpi itu, tapi lagi-lagi aleris tepis, ia yakin itu hanya bunga tidur.


"Ada dimana aku tertidur dan bermimpi kau" sahut aleris membuat randi terbelalak.


"Kau memimpikan aku? aku datang kemimpimu?"


Aleris mengangguk, ia lalu menceritakannya.


"Tidak mungkin aku berubah menjadi siluman seperti itu! gila kau pikir aku akan begitu? tidak sudi" pekiknya.


"Kan sudah aku katakan mimpi tidak ada hubunganya dengan jalan hidup kita didunia, mereka datang hanya bunga tidur, itu hanya angan-angan...."


"Tapi katamu kau kepikiran tentang mimpi ini?" ucap randi.


Aleris mengangguk, "Kepikiran lah, siapa sih yang tidak akan kepikiran tentang mimpi buruk?"


Randi memeggang kedua pundak aleris.


"Dengar aku tidak akan berubah menjadi siluman sialan.."


"Aku tahu bodoh!" pekik aleris ia lalu melepaskan genggaman randi.


"Sialan karena kau ceritakan mimpi itu aku menjadi kepikiran..." gumam randi.


"Hei ran, kau tidak akan menjadi apapun hei, kau akan pulang kedunia mu segera.." ucap aleris.


Dengan senyum liciknya, seraya memasang batang rumput dipinggir mulut, untuk kenikmatannya, ia masih menatap tajam kedua manusia yang masih sibuk berdebat dijendelanya.


Ia bisa mencium aroma darah segar, ia menutup kepalanya dengan jubah hitamnya, beberapa kali ia tersenyum jahat menatap apa yang dilihatnya.


"Kau akan menyerang?" ucap wanita cantik yang berdiri disampingnya.


Ia membuang batang rumput itu dari mulutnya, ia hanya menggeleng.


"Lalu, kau ingin aku berubah?" gumam wanita itu.


Dengan melayang ia menoleh kearah wanita yang berbicara tak henti-hentinya itu.


"Kau bisa diam?" gumamnya.


Tanpa memperlihatkan wajahnya, ia akhirnya mengeluarkan suaranya setelah berjam-jam memperhatikan kedua pria tampan dijendela istana.


"Kau tidak menyukainya?" ucap tiba-tiba.


Wanitu itu menatap seseorang yang disebutkan oleh tuannya.


"Aku tidak tertarik karena ia tidak kanibal"


Pria berjubah hitam itu tertawa.


"Jadi kau menyukaiku karena aku kanibal?"


Wanita itu hanya tertawa.


"Aku sudah lama memperhatikannya disini, jadi apa aku harus menyerangnya?" gumam pria mengerikan itu.


Dengan asap hitam yang tidak habis-habisnya keluar dari tubuhnya, ia melayang terbang mendekat, diikuti wanita itu dibelakangnya. Namun ia berhenti saat salah satu pria itu menatap kearah hutan yang menjadi tempat persembunyiannya.


"Apakah ia melihatku?" tanyanya.


"Sepertinya iya...."


"Baiklah..."


Mata aleris tak sengaja berhenti dihutan depannya, ia merasakan jawa aneh, masih dengan tubuhnya yang telanjang ia melakukan teleportasi dan berhenti didepan hutan, ia lalu masuk.


"Kenapa ada hawa panas disini?" gumamnya.


Tapi ia tidak melihat adanya sesuatu yang ada disana.


"Lidra!!!!!!" teriaknya memenuhi hutan itu.


Entah karena teriakan aleris yang sangat keras atau telinga lidra yang peka, lidra langsung datang ketempat aleris didalam hutan, ia tersentak karena aleris, ia masih telanjang dada.


"Maaf tuan..." ucap lidra seraya menutup matanya.


Aleris tidak menggubrisnya.


"Lacak jejak disini...."


Tanpa basa-basi lidra langsung memejamkan matanya, ia menyentuh tanah itu. Mata lidra terbelalak saat ia bisa membaca ada seseorang yang baru saja menginjakkan kaki disini.

__ADS_1


"Tuan ada seseorang disini!"


__ADS_2