Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Pengendalian sang raja


__ADS_3

Setelah mengobati istrinya, dan kemudian ia duduk termenung menatap sang istri, raja Gevarnest akhirnya berdiri setelah renungan yang ia pikirkan secara matang dengan kondisi terdesak muncul tiba-tiba. Ia mencium kening istrinya lalu melangkah dan kemudia menatap bayi dikeranjang, ia tersenyum.


"Maafkan ayahmu ini ya? pasti kau menahan sakit luar biasa" ucap sang raja.


Ia kemudian mencium kening bayinya, dan membuka pintu. Ia mengintip dari balik tembok, ternyata ketiga orang itu sudah pergi.


"Ternyata mereka hanya ingin mengatakan ini kepadaku? Fay menang dari dulu selalu mempercayaiku, tenang saja akan aku lakukan sesuai perintahmu Fay, tapi tidak dengan menghentikan rencana yang aku bangun lama..." gumam sang raja.


Ia melangkah masuk kedalam sebuah kamar kosong, menatap menara kerajaan yang masih aktif karena Matrix masih bekerja.


"Aku memang sempat ragu, apakah aku terlalu awal untuk menaklukan Matrix itu kepada sang matahari?"


Malam, pagi, sore, telah dilewati dikota Majestic selama hampir satu minggu lebih, bahkan mereka sampai tidak pernah merasakan tidur, tidak pernah memperdulikan hari sudah malam atau pun pagi, yang harus mereka lakukan adalah melawan hingga tamat.


"Aku tidak pernah tidur, apa lagi hari ini, hari sudah semakin sore, aku tidak pernah memikirkan hari sudah malam atau pagi, aku terlalu sibuk, iblis itu menganggu saja? apakah sudah saatnya aku mengendalikan si Randi yang malang itu?"


"Selama ini aku diam, berharap aku tidak ingin mengurusi iblis brengsek itu, aku hanya ingin fokus dengan rencana awalku, tapi iblis itu iblis abal-abal yang mengangguku!!!!!!"


Sang raja tiba-tiba memejamkan matanya, dan membuka matanya, mata tersebut mengeluarkan cahaya hitam dan asap yang keluar dari kelopak mata.


Secara bersamaan, karena sang raja membangkitkan pengendalian, agar ia bisa mengendalikan seluruh tubuh Randi, Randi tiba-tiba membuka matanya lebar, dengan matanya yang hitam dan asap yang keluar dari mata.


Rine dan Varegar saling terhubung, "Kita akan diam saja?" tanya Varegar.


"Kau ingin mengganti rugi pesawat ku? pesawatku sudah hancur satu!"


Varegar hanya diam seraya mengigit bibirnya, "Lalu? kenapa kau memunculkan pesawat ini sialan! jika pada akhirnya tidak guna!" sahut Varegar.


"Aku akan menyerang para monster yang lemah ini saja...."


"Kaparat soal monster lemah!" pekik Varegar.


Ia mengendarai pesawatnya diikuti kedua pesawat dibelakangnya, Varegar terbang menuju ketempat yang masih ada serangan tersebut.


"Varegar sialan!!!!!!! bukankah iblis ituuuu adalah musuh Gevarnest kenapa kita harus capek-capek menyerang iblis sialan itu, tujuan aku memunculkan pesawat ini hanya karena para raksasa lemah ini, sialan!!!! kenapa kau menyiksa dirimu sendiri, bawa kristal bom ituuu hancurkan dunia!!!" gerutu Rine.

__ADS_1


Lalu ia terbang menuju ketempat kerajaan seraya mengendarai pesawatnya.


"Aku tidak ikut-ikut, jika kau mati maka aku akan tertawa paling keras...."


***


Aleris tersentak saat melihat raut wajah Randi yang berubah, ia lalu berlari menuju dimana iblis itu berada. Aleris lali berlari menuju ketempat Leon dan melepaskan kayu keras itu dengan kekuatan Aleris.


Leon sangat lemas, ia tergeletak ditanah.


"Apa, apa yang kau lakukan denngan paman?" ucap Leon.


Aleris yang awalnya sibuk menatap Ranndi yang masih berlari, lalu ia tersentak saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Leon.


"Masih mau memikiirkan hal seperti ini? padahal nyawa kita sudah diujung?" ucap Aleris.


Tiba-tiba dengan tubuh yang lemas dan butuh oksigen banyak, Leon memeggang tangan Aleris.


"Sepertinya kita tinggal diam saja, bukankah yang kita lihat sekarang ini adalah persaingan satu lawan satu? jangan senggol mereka atau nyawa taruhannya..."


"Tetap, kau akan menyerang Randi itu...." gumam Leon.


Aleris menoleh, "Sungguh memang aku harus melawan..." ucap Aleris.


"Tujuanmu selama ini, menyelamatkan kota Majestic dan menyadarkan sang raja tanpa membunuhnya kan? tapi jika menyadarkan sepertinya sulit, kau harus tetap beryarung dengannya.."


"Kau tahu efek dari rencana busuk Gevarnest?" sahut Aleris.


Leon hanya menatap tajam kearah Aleris.


"Bukankah tujuannya mengendalikan sang matahari, mau tidak mau dunia hancur, semua yang ada disini..." sahut Aleris.


***


Randi dengan wujud drakulanya mengaum berlari menuju dan mencari keberadaan Iblis, namun yang datang tiba-tiba ketiga pesawat yang membuat Randi terganggu.

__ADS_1


Sang raja yang masih mengendalikan Randi, menyipitkan matanya.


"Sialan? ini perintah Rine kan? sungguh suka mengingkari janji si brengsek Rine..." gumam sang raja.


Randi sangat terganggu, ia berteriak dan mencoba menghindar ketiga pesawat yang terbang diatas kepalanya. Tiba-tiba ketiga pesawat itu mengeluarkan peledak mencoba meledakan Randi yang ada dibawanhnya.


Sempat Randi terrkena ledakan itu, tapi Randi masih bisa menyerang. Hingga tiba dimana ketiga pesawatt itu mengeluarrkan leser cahaya dimana kekuattan itu membuat musuh didekatnya melepuh.


Sang raja terbelalak saat melihatnya, "Sialan si Rine..."


Randi dengan pengendalian sang raja lalu mencakar ketiga pesawat itu sebelum ketiga pesawat itu terlebih dahulu mengeluuarkan leser. Cakaran Randi tepat mulus mengenai badan pesawat hingga bada pesawat itu sempoyongan diudara.


"Maafkan aku tapi..." gumam sang raja.


Dengan mulus, Randi dengan mudah menyentuh badan pesawat dan melemparnya sampai hancur tepat ditembok gerbang kota Majestic.


Varegar terbelalak, saat melihat satu pesawatnya sudah ludes.


"Sialan, apa yang harus dibanggakan dengan pesawat ini...." gumam Varegar.


"Ayook pergii ayoooo, aku juga butuh pesawat itu sialan, jangan ganggu aku!"


"Sudah aku duga, kalian penghianat..."


Rine mendaratkan pesawatnya diatas tembok besar kota, ia keluar dari pesawat saat melihat ada yang aneh dari ketiga pesawat itu. Ia mengeluarkan teropong.


"Apa-apaan Varegar? dia dipihak mana? kenapa menyerang Randi sialan!!!!" gumam Rine.


***


*Aku tidak berhenti berharap, selama aku masih hidup aku akan tetap membasmi yang mengganguku, maafkan aku tuan Gevarnest, aku memang merencanakan ini denganmu awal-awal, yang ingin aku dapatkan adalah Matrix itu dan datang ke matahari. Tapi apakah dengan opinimu itu memang benar adanya kehidupan yang kita abdi dimatahari? selama ini aku memikirkan terlalu sering, bahkan aku harus menajdi orang lain saat berbicara dengan semua orang dikerajaan, karena watakku yang sudah dikenal jahat, aku sangat gengsi untuk merubah!


Tiba-tiba Fay datang dipikiranku, dia mengatakan semua unek-uneknya, aku menangis dipesawat, hahahahaha aku adalah orang yang sulit ditembus apalagi mendengar rintihan orang-orang rasanya, aku sahat muak dan tidak perduli tapi entahlah saat aku mendengar suara Fay, aku menangis.


Aku dikenal kejam dan jahat, memang. Aku akui itu. Tapi aku ingat kejadian masa lampau, bukankah Auvamor benar? ia tidak salah.

__ADS_1


Hahahahaha kenapa aku berubah? bukankah aku harus mengikuti perintahmu Tuan Gevarnest? kenapa aku menjadi baik seperti ini hahahaha sialan*.


__ADS_2