Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Wanita kelelawar


__ADS_3

Aleris masih melamun dibalkon kamar, ia menatap kota lander dimalam hari yang indah, sorotan lampu kelap-kelip yang membuat matanya tidak bisa berpaling, ia tidak bisa tidur malam itu entah karena kepikiran tentang potongan samurai itu, atau ia gugup memikirkan tentang apakah ia harus pergi ke rumah bordil. Jujur ini adalah hal yang baru untuk aleris.


Lucu memang seorang pangeran seperti harus datang ke rumah bordil, namun yang membuat penasaran aleris tidak dengan wanita namun tepatnya ia lebih penasaraan dengan rumah bordil.


Entahlah ini akan yerlihat sedikit memalukan atau tidak, tapi sepertinya aleris harus pergi melihat-lihat tempat mengerikan itu, ia mengendap-endap berjalan menuju rumah bordil yang letaknya lumayan cukup jauh dari kerajaan, ia diam-diam menggunakan jubah, agar sesosok mata orang-orang tidak melihat seorang pangeran yang akan mengunjungi rumah bordil.


Beberapa kali aleris memukul kepalanya karena hal memalukan ini ia lakukan tapi kemudian ia tepis karena rasa penasaran.


"Apakah pantas?" gumamnya.


Ia sampai didepan rumah bordil itu, memang didepannya terlihat sangat sepi, rumah tingkat yang dihiasi lampion di samping kanan kiri rumah itu, ia berjalan seraya berusaha menutupi wajahnya dengan jubahnya.


Diruangan tengahnya ada banyak orang-orang yang sekadar duduk dengan wanita, dan bermain wanita disana. Aleris naik keatas ada banyak ruangan kamar disana, dan sebagian besar aleris mendengarkan banyaknya ******* para wanita sepanjang ia berjalan di koridor rumah.


Tiba-tiba ia menabrak seorang wanita, dimana tubuhnha hanya memakai kain handuk saja, ia berjalan seraya menenteng gelas ditangannya, hingga air didalam gelas jatuh ke kain jubah aleris.


Aleris menunduk ia meminta maaf, karena menabrak seorang wanita yang berjalan didepannya.


"Saya minta maaf..." bisik aleris, segera ia beranjak pergi, namun wanita itu menarik jubah aleris yang menjadi tutupan wajahnya.


Aleris melotot saat jubah yang menutup wajahnya terbuka lebar, aleris segera pergi, namun wanita itu menghalangi langkah aleris.


"Hay? kau sedang mencari wanita atau kamar?" ucap wanita itu.


Aleris masih menunduk, ia tidak berani memperlihatkan wajahnya.


"Saya habis dari kamar dan akan pergi..."


"Saya lihat kau baru saja masuk?"


Tanpa berbicara aleris langsung turun kebawah, tapi yang membuat aneh, ketika ia masuk kedalam rumah bordil yang berbucara dengan wanita itu, ada hawa panas yang menyelimuti aleris.


Aleris tidak menghiraukan, ia masih menjelajah ke koridor tempat itu, entahlah ia tidak ingin pergi, ia masih ingin berjalan-jalan disekitar tempat ini. Hingga wanita itu mengikuti aleris, aleris sadar wanita itu mengikutinya.


Ia masuk kedalam kamar tiba-tiba tanpa melihat siapa uang ada dikamar itu, aleris membuka pintu itu melihat laki-laki dan perempuan sedang sibuk dikamar tanpa busana, aleris melotot.


Ia menundukan kepala, meminta maaf ia lalu beranjak pergi dari ruangan itu, berlari keluar hingga wanita yang mengikutinya kehilangan jejak aleris.


Nafas aleris terengah-engah, ia bersembunyi dibalik perumahan ia membuka jubahnya.


"Sialan apa itu..." gumam aleris, ia teringat saat ia membuka pintu itu.


Karena agil tidak bisa tidur, matanya masih berbuka dengan segar, ia duduk diatap rumah penginapan itu, ia terdiam merasakan hawa sejuk dingin yang masuk tubuhnya, menatap kelap-kelip lampu kota lander dan langit malam yang penuh bintang.


Malam hari memang waktunya banyak pikiran, entah kenapa mata agil susah untuk terpejam, ia tidak bisa tidur dengan tenang, padahal ia merasakan tubuhnya sangat lelah.


Ia mengeluarkan pedang, ia menatap pedang itu.


"Apakah aku bisa menyelamatkan randi dan gilang dengan pedang ini?" gumamnya.


"Bukankah ada banyak orang-orang yang mengerikan yang akan aku temui nantinya.."


Mata agil menatap kebawah, tiba-tiba ia melihat seorang wanita seperti sedang mencari seseorang, di berjalan dengan cepat dijalan setapak dirumah-rumah.


Agil menyipitkan matanya, tidak ada seseorang selain wanita itu disana, agil menatap dengan tajam siapa yang sedang wanita itu cari, agil berdiri ia melihat seseorang berjubah yang sedang berjalan, lalu wanita itu menemukan seseorang berjubah itu, ia berlari setelah melihatnya.


Agil sangat ketakutan, ia lalu turun kebawah, seperti yang dikatakan argus sepertinya ia harus pura-pura tertidur.


"Aleris..." pekik seseorang yang berada dibelakang aleris, aleris menoleh.


Aleris menyipitkan matanya, karena malam ia tidak bisa melihat siapa yang ada didepannya, lalu wanita itu mendekat, aleris bisa melihat dengan jelas karena wajahnya diterangi lampu perumahan.


Aleris tersentak karena wanita yang ditemuinya dirumah bordil memanggil namanya.


"Ha? kau tahu namaku?"


Wanita itu tertawa, tertawanya sangat kencang membuat telinga aleris sakit, tiba-tiba aleris merasakan hawa panas disekeliling tubuhnya.


Ia tersentak setelah ia menduga jika wanita didepannya adalah monster, tapi ia tepis kembali.


"Aku hanya tahu namamu...." ucap wanita itu.


"Anak bangsawa arthur...." lanjut wanita itu seraya tertawa.


Aleris melotot menatap wanita itu, "Siapa kau?"

__ADS_1


"Ya siapa yang tidak tahu arthur....dan siapa sih yang tidak tahu aleris?" jawabnya.


"Kalau tidak ada yang penting, saya pamit pergi" aleris menundukan kepalanya.


Sempat terlintas jika, wanita ini adalah monster namun aleris menepis pikiran itu, tidak mungkin ini terjadi, tapi yang membuatnya mengira wanita ini adalah monster ketika berada didekatnya hawanya sangat panas.


Tiba-tiba aleris mendengar suara seperti auman monster, dan ia mendengarkan seperti tulang-tulang diretakkan secara bersamaan, ia menoleh kebelakang.


Betapa kagetnya ketika wanita itu berubah menjadi kelelawar besar, aleris tersungkur ia terjatuh, seraya menatap monster mengerikan itu didepannya.


Monster itu akan menerkam aleris, namun aleris berhasil menghalangi dengan kekuatan tanahnya, aleris membuat sebuah tempat menggunakan elemen tanah untuk menghalangi tubuh monster itu.


Monster itu terus mengerang berusaha melepaskan diri, hingga monster itu mengeluarkan semburan api dari mulutnya keatas, aleris melotot ia langsung menepis dengan kekuatan bekunya, membuat api itu membeku dan berjatuhan seperti hujan es.


"Siapa kau!!!!!!" teriak aleris.


Teriakan itu membuat semua orang disekitar bangun dan melihat apa yang terjadi, semua orang berteriak setelah melihat apa yang ada didepan mereka.


"Tolong diam dirumah kalian masing-masing...." pekik aleris.


Monster itu bisa menghancurkan tanah yang aleris buat dengan mudah, ia lalu terbang. Para prajurit datang seraya membawa peralatan senjatanya.


"Tuan.....dimana monster itu....."


Aleris yang masih terdiam dan tersungkur karena tanah yang monster hancurkan mengenai tubuhnya, ia berdiri.


"Sepertinya ia akan terbang menuju raja!" pekik aleris.


Lalu para prajurit itu mengejar monster itu. Ada banyak orang-orang yang berkerumun ketakutan melihat apa yang terjadi.


"Minta maaf karena membangunkan kalian semua, mungkin kalian sangat terkejut karena kejadian barusan..." ucap aleris.


"Tuan...apakah monster itu datang lagi?" ucap seorang pria setengah tua yang terlihat sangat ketakutan seraya menggedong anak balitanya yang menangis..


Aleris mendekat dan menepuk pundak bapak-bapak itu, ia mengangguk, "Tapi tenang, anda dan semua orang disini akan aman, jika tidak keluar rumah saat ini..."


Semua orang lalu dengan ramai-ramai masuk rumah, mengunci erat pintu dan jendela mereka.


"Sudah aku duga....." gumam aleris, ia lalu memunculkan elangnya, dan mengejar monster itu.


Ternyata yang terbangun tidak hanya argus, jay dan tea juga, mereka mendengarkan suara hiruk-pikuk orang-orang.


"Ada apa paman? kenapa suaranya sangat gaduh?" tanya tea.


Argus menutup jendelanya, "Entahlah ada apa.."


Agil masih terdiam, ia tertidur sangat lelap, karena kejadian yang ia lihat tadi membuatnya takut, dan hal itu tanpa sadar membuatnya terlelap dalam tidurnya.


"Gila ini anak, tidak mendengar suara gaduh kah?" gumam tea.


Terlintas dipikiran argus, jika ada sesuatu yang terjadi di kerajaan, tidak mungkin orang-orang telrihat gaduh jika tidak ada suatu hal, argus meminta izin kepada jay dan tea untuk pergi sebentar, ia mengatakan jika ia akan bertemu dengan raja.


"Kalian disini saja, jika agil terbangun, suruh ia tetap disini"


Tea dan jay mengangguk, mereka lalu kembali tidur.


Monster kelelawar itu menyembur api beberapa kali, membuat rumah-rumah disekitar, para prajurit itu siap dengan barisanya, memanah monster itu namun monster itu berhasil menghindar.


Aleris memejamkan matanya, diudara ia bisa melihat dengan jelas kelelawar yang terbang didepannya, ia lalu mengeluarkan eleman tanahnya, tanah yang terlihat lancip, lalu menembus tubuh monster itu, benar monster itu terjatuh disebuah perumahan.


Aleris turun dari elangnya dan mendekat, namun saat aleris mendekat monster itu bangkit seraya menyembur api dari mulutnya, aleris menepis dengan kekuatan tanahnya.


Para prajurit tidak henti-hentinya menyerang, mereka menggunakan busur panah dengan balunan kain dipujuk panah, dan membakar kain itu lalu mereka lempar kearah monster.


Dari balkom istana aleris melihat raja, yang sedang menyerang monster itu, dimana raja memejamkan matanya lalu mengeluarkan kekuatanya, dimana ia membuat agar monster itu menjadi patung, namun entah karena kecerdasaan monster itu, hal itu tidak mempan.


Monster kelelewar itu terbang menuju sang raja, dengan cepat aleris menghalangi dengan gundukan tanah, yang keras. Ia menyenggel monster itu menutupi dengan gundukan tanahnya, hingga tubuh monster itu tertutup.


Aleris tersungkur, tenanganya sudah sangat terkuras. Namun tidak sampai disitu, monster itu bisa menghancurkan segel aleris.


Argus telah sampai didepan kerajaan, ia bisa melihat seekor monster yang mengamuk, segera ia berlari menuju tempat itu.


Karena geram raja memperintahkan para prajurit untuk mengambil sebuah jaring, aleris tahu apa yang terjadi, maka ia memancing monster itu, dimana ia akan terus menyerang dengan elemen tanahnya. Para prajurit itu naik keatap rumah, dan melempar jaring itu hingga mengenai tubuh monster.


Monster itu terperangkap, seraya mengerang, disituasi ini aleris bisa menyerangnya, ia menutupi mulut monster itu dengan kekuatan tanahnya agar ia tidak menyembur api, aleris juga memasang tanah yang keras disetiap ujung tali agar monster itu tidak lepas dari jaring.

__ADS_1


Namun tiba-tiba monster itu berubah, ia menamkan wujud aslinya itu seorang wanita, wanita itu terjatuh, tubuhnya sangat lemah.


"Tangkap siluman itu!!!" pekik raja.


Para prajurit lalu menangkap wanita itu, dan memasukan tubuh wanita itu kesebuah penjara didepan istana.


Aleris mendekati wanita itu, "Siapa kau?"


Wanita itu masih terdiam, ia masih terlihat sangat lemas.


"Siapa kau!!!" teriak aleris seraya menggertak sel penjara.


Wanita itu tertawa, "Kau tidak malu kau pergi kerumah boril itu?"


Aleris tersentak, ia geram karena perkataan yang muncul adalah perkataan yang tidak masuk akal. Tiba-tiba argus datang.


"Tuan....apa yang terjadi..." ucap argus kawatir.


Aleris menoleh, "Kau seharusnya tidak datang kesini"


"Tidak, dia juga sangat mahir dalam membasmi monster bukan?" ucap raja jesper yang tiba-tiba datang.


"Tidak itu tidak benar" sahut argus.


Raja jesper menatap wanita yang terbujur lemas disel penjara.


"Kau iblis atau monster atau siluman ha? kau mencoba membunuhku?" pekik raja.


Namun tidak ada jawaban dari wanita itu. Kembali lagi raja mengulangi perkataan yang sama namun wanita itu masih terdiam.


"Aku masuh bukan apa-apa dibanding kalian..." ucap wanita itu lirih.


"Tapi aku harus melakukan sesuai perintah!!!!!" teriak wanita itu seraya tubuhnya berubah menjadi seekor kelelawar, bangunan penjara itu hancur, membuat tubuh raja, aleris, dan argus terlempar.


Monster itu terbang seraya menyembur api kesemua tempat, kerajaan dan tentunya kerumah-rumah.


Dengan cepat raja jesper memperintahkan para prajurit itu untuk mengeluarkan bom api, prajurit itu lalu mengeluarkan bom api dan melempar kearah kelelawar itu namun, monster itu berhasil menepis.


Raja jesper menggunakan kekuatan patungnya, namun lagi-lagi tidak berhasil monster itu berhasil menghindari. Aleris lalu mengeluarkan kekuatan tanahnya lagi, dimana tanah itu menjadi tajap, ia beberapa kali mengelurkan tanah yang berbentuk lancip, sempat beberapa kali terkenal.


Argus bangkit dari reruntuhan bangunan yang hancur itu, ia berlari menuju monster itu dengan cepat, ia mengeluarkan pedangnya disaat monster itu kesakitan karena tanah tancip yang aleris keluarkan terus menerus dan bom api dari prajurit membuat argus berkesempatan membunuh kelelawar itu.


"Bagus ayoooo...ayooo" gumamnya seraya berlari, berharap kelelawar itu tidak terbang jauh darinya.


Dengan lompatan yang tinggi, argus menebas ekor kelelawar itu, dimana monster kelelawar memiliki ekor seperti naga. Argus menebas hingga terpotong.


Aleris dan raja melotot kaget karena tiba-tiba argus yang datang dan memotong ekor kelelawar, monster itu lalu mengamuk kesakitan, dengan sayapnya ia mengibaskannya dan menghamtam tubuh argus hingga ia terpental jatuh keatap rumah-rumah penduduk.


Kelelawar itu lalu mengamuk karena kesakitan, banyak darah yang keluar dari ekornya, ia beberapa kali menyemburkan api, raja menyuruh para prajurit untuk berhenti melempar bom api, aleris mengikuti agar berhenti, mereka masih melihat monster itu sekarat.


"Dimana argus!!!!" teriak raja.


Disaat raja jesper mencari keberadaan argus, monster itu kembali menyemburkan api kearah raja, dengan cepat aleris mengeluarkan jurus anginnya dimana, angin itu membalikkan api yang monster itu sembur ketubuhnya membuat tubuhnya terbakar. Aleris yakin setelah ini pasti dia akan mati, namun kembali lagi kelelawar itu terbang.


Hingga tiba-tiba kelelawar itu terjatuh mati setelah seseorang memanah tepat dimata kelelawar itu, hingga menembus kemata satunya lagi.


"Brukkkk" kelelawar itu terjatuh, hingga akhirnya ia mati.


Aleris mencari keberadaan seseorang yang memanah tepat sasaran itu, namun ia tidak melihat adanya seseorang yang memeggang panah disekitar.


"Mampus mati kau!!!!!" teriak aleris.


Namun ia sadar jika monster ini tidak bisa mati, lalu dengan segel seadanya, aleris membuat tanah yang kuat untuk menyenggel monster ini.


"Sayang para zero hanya mampir sebentar waktu itu kesini..." ucap raja jesper mendekat.


"Para zero kesini?" tanya aleris.


"Iya mengantarkan argus kesini..."


Agil memasukan busur panahnya, ia masih menatap monster itu, diatap rumah penduduk, berharap ia benar-benar mati, akhirnya tanpa ragu busur panah itu mengenai mata kelelawar itu.


Betapa senangnya agil bisa memusnahkan monster itu hanya sekali lemparan busur, ia sangat geram ketika melihat tubuh argus yang jatuh diatap rumah orang, ia lalu membawa tubuh argus ketempat yang aman.


Setelah itu agil ingin sekali membunuh monster itu, tapi setelah ia menaiki atap dan melihat monster mengerikan itu membuatnya ragu untuk membasmi sendirian.

__ADS_1


Ia juga tersentak kaget ketika para raja dan pangeran yang menyerang monster itu juga kewalahan, tapi hal itu tidak membuat agil terus merenung tentang keraguan, ia mengambil busur panahnya, dengan berani ia mengarahkan busur itu tepat kearah mata, dan benar ia bisa melihat monster itu tersungkur, jatuh dan mati.


__ADS_2