Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Dimulai


__ADS_3

Pencarian itu membutuhkan waktu yang sangat lama, ketika para prajurit mengelilingi kota dan memberikan kain lukis kepada beberapa orang, dan mereka akan mendapatkan beberapa hadiah jika berhasil menemukannya.


"Saya pernah melihatnya!" sahut seorang ibu-ibu, ia mendekat kearah beberapa prajurit itu.


"Saya pernah berjumpa dengannya, diarea sini, tapi setelah itu saya tidak melihatnya lagi..."


Salah satu prajurit itu mendekat, "Sungguh yang kau lihat adalah dia" prajurit itu menujuk kain yang ia pegang.


Ibu itu mengangguk. Lalu prajurit itu mengisyaratkan beberapa para prajurit untuk segera dengan cepat untuk mencari kembali keberadan Randi, mereka lalu pamit pergi.


"Kita sungguh akan mencari orang ini?" sahut salah satu prajurit saat mereka menelusuri beberapa perumahan.


"Bagaimana lagi ini tugas kita kan?"


Ia menghelan nafasnya, dan menghentikan langkahnya.


"Huft, sudah hampir satu hari kita mengelilingi kota, tapi tak kunjung menemukannnya"


Salah satu prajurit yang sudah berjalan lebih dulu didepan berhenti, ia menoleh.


"Apakah tugas prajurit seperti ini? mengeluh setiap saat?"


Saat mereka akan melanjutkan perjalanan mereka, mereka dikejutkan oleh beberapa kawanan burung dengan serentak terbang pindah tempat dengan riuh, mereka pergi secara bersamaan dari ujung sana.


"Apa? ada apa?"


"Hujan kah?"


"Tidak mungkin? sepertinya ada sesuatu terjadi ditempat itu?"


Seperti pada umumnya jika para burung pergi dari suatu tempat ke tempat lain dengan bersamaan, ditempat itu terjadi sesuatu yang menganggu mereka.


Salah satu prajurit itu menyuruh beberapa prajurit untuk diam ditempat, biar dia saja yang mendekat dan memeriksa siapa yang ada disana, membuat para burung berterbangan ketakutan.


"Lihatlah bersama-sama...." sahut salah satu prajurit itu.


Namun tetap ditolak, ia tetap berjalan kearah depan dengan sendiri, hingga pada akhrinya sudah beberapa menit prajurit itu tak kunjung kembali, mereka antusias untuk menjemput dan memeriksa namun saat mereka telah sampai ditempat, betapa terkejutnya saat prsjurit itu sudah tergeletak ditanah, dengan perut yang sobek seperti luka dicabik-cabik, dan darahnya ada dimana-mana.


Segera para prajurit itu mengeluarkan senjata untuk waspada ditempat itu, jika tiba-tiba sesuatu datang menyerang mereka. Salah satu prajurit masih menatap mayat temannya yang tergeletak penuh darah itu ditanah, ia tak kuasa menahan tangis, ia teringat perkataannya dimana ia ingin makan malam bersama keluargannya, namun karena tugasnya ia tidak kunjung bisa makan malam bersama keluargannya.


Dibalik semak-semak yang belukar, terdengar suara mengaum diarea tersebut, tak lama semak-semak itu bergerak dan memunculkan monster kelelawar besar dengan darah yang berceceran dimulutnya, ia menampakan diri dibalik semak.


Segera para prajurit itu menyodorkan busur panahnya untuk menyerang monster itu, namun dengan cepat monster itu menepis dan menyerang beberapa prajurit itu disana, memangsa tanpa tersisa, hanya ada darah dihalaman itu.


***


"Kau sungguh teman Randi?" ucap Agil seraya berjalan berjajar dengan Vin dan Leon.


Vin hanya bisa membalas dengan anggukan kepala dan tersenyum.

__ADS_1


"Lalu? bisa kau ceritakan awal kau berteman dengan Aleris?" sahut Leon.


Agil menundukan kepalanya, "Ceritanya sangat panjang, sepertinya butuh satu hari jika aku harus menceritakannya..."


"Dunia ini sempit, tapi kenapa Randi tak kunjung ditemukan..."


Agil hanya membalas dengan senyuman.


"Apa yang akan kau lakukan setelah Randi ditemukan?" tanya Leon.


Tiba-tiba Agil menhentikan langkahnya, membuat Vin dan Leon terkejut dan ikut berhenti.


"Ada apa?" ucap Leon.


"Tidak ada, aku hanya mendengarkan suara auman"


Leon melihat disekeliling dan mencoba mendengarkan, namun Leon tidak mendengarkan apapun. Namun Vin merasakannya, bulu kuduknya berdiri dan mata kirinya terus kedutan, namun ia hanya diam.


"Sungguh kau mendengarkan auman?"


Agil mengangguk, "Tapi sepertinya hanya hewan ternak? sapi?"


"Apakah sapi mengaum?" tanya Leon.


Agil menggeleng tidak tahu, lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka. Tak henti sampai disitu, saat mereka berjalan dengan tenang dan damai, sesuatu muncul dengan riuh, burung-burung berterbangan dilangit dengan rombongan, warga sekitar kelaur dari rumahnya untuk melihat fenomena tersebut, mereka bertanya tanda apakah ini hingga para burung berterbangan pindah tempat.


Agil menatap dengan tajam kearah langit melihat burung-burung dengan berbondong-bondong terbang pindah tempat.


Leon masih memeriksa sekitar, bahkan ia tidak kunjung melihat para prajuritnya yang datang dan kumpul kembali dititik pertemuan yang sudah Leon rencanakan.


Ia kembali melihat para burung yang sangat banyak diatas langit. Seseorang warga mendekat kearah Leon.


"Tuan? tidak ada apa-apa kan?" ucap warga.


"Sebaiknya amda dan beberapa warga harus masuk kedalam rumah..." ucap Leon.


Tanpa pamitan Leon berlari dan berlalu begitu saja meninggalkan Agil dan Vin. Vin menepuk pundak Agil saat ia tersadar Leon tidak ada disamping mereka, kepala Agil mencari kekanan-kiri namun ia tidak bisa melihat adanya Leon disana.


Hingga tiba-tiba monster kelelawar besar datang terbang dari balik perumahan warga, seraya mulutnya masih mengigit tubuh seseorang, sosok itu muncul tiba-tiba saat warga masih diluar rumah. Warga sangat riuh dan ketakutan saat melihat siapa yang datang, dengan suara auman yang memenuhi kota tersebut.


Agil melotot menatap apa yang ada diatasnya, ia segera berteriak kepada warga untuk masuk kedalam rumah.


"Semuanya masuk kedalam rumah!!!"


Agil menggandeng Vin untuk berlari, Vin masih tidak bisa berkata-kata, jika pada akhirnya kawanannya datang kekota Majestic dan seprrtinya ini sudah waktunya.


Saat ia sibuk berlari seraya menggandeng Vin, ia masih melotot tidak percaya jika monster-monster yang sempat ia lihat dikota Lander datang ke kota Majestic, Agil tidak bisa berkata-kata, tubuhnya bergetar seaakan ia sangat takut melihat apa yang ia lihat tadi.


Saat Agil berlari dan masih terbengong, Vin melepaskan genggaman Agil dan berhenti, membuat Agil tersentak.

__ADS_1


"Ada apa?"


Suara riuh warga masih terdengar jelas diantara mereka, bahkan Agil bisa melihat monster itu masih nerterbangan kearea perumahan warga.


"Sebaiknya kita berpisah disini, ada sesuatu yang harus aku lakukan...." ucap Vin.


"Kau tidak boleh sendiri...."


Tanpa mendengar ucapan Agil, Vin berlari meninggalkan Agil. Agil berteriak memanggil namun tidak ada jawaban dari Vin.


"Aiisss sialan..." gumamnya.


***


"Masih mau diam begini Jay? nungguin Agil?" ucap Tea duduk disamping tempat tidur Jay.


Jay hanya mengangguk, "Kalau mau nyusul kau saja, pergelangan kaki sakit sekaliii.."


"Sakit lagi kah?" kedua tangan Tea mendekat kepergelangan kaki Jay.


"Ah!" Jay berteriak saat tangan Tea mendarat kearah sakitnya.


"Kemarin-kemarin bukannya sudah sembuh ya?" tanya Tea.


Jay menghelan nafas, "Entahlah..."


Tiba-tiba ekor mata Tea melihat sesuatu dari balik jendela, seperti sesuatu yang lewat begitu saja.


"Kau lihat itu?" tanya Tea kepada Jay.


"Apa?"


Saat Tea beranjak untuk melihat siapa yang ada dibalik jendela, ia tiba-tiba mundur satu langkah, tatapannya melihat kearah atas.


"Te? ada apa?"


"Coba lihat ada banyak burung yang terbang? ada apa ya?" Tea sangat ketakutan ia lalu kembali duduk dipinggir kasur.


Disuasana itu masih hening, hanya ada suara Tea dan Jay, namun sesuatu terjadi tiba-tiba, ada suara genting roboh, mereka bisa merasakan jika suaranya berasal dari penginapan ini, mereka tersentak kaget.


Tea memutuskan untuk keluar memeriksa suara keras seprrti rumah roboh apakah itu, saat langkahnya mendekati tangga, matanya melotot dan tiba-tiba tubuhnya membeku.


Monster kelelawar masuk kepenginapan itu, seraya sedang mengigit beberapa bagian tubuh anak remaja yang menjaga penginapan itu, Tea berusaha menundukan tubuhnya dan menutup mulutnya diam. Air matanya menetes begitu saja diarea pipi.


BRUK, kelelawar itu terbang pergi dari tempat penginapan itu setelah memangsa anak remaja penjaga penginapan, Tea langsung lari dan datang menuju tempat tidur Jay.


"Te, ada apa Te...." Jay terlihat khawatir karena kondisi Tea, yang lemas dan menangis.


"Mons....Monster Jay...."

__ADS_1


Jay melotot.


__ADS_2