Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Munculnya raksasa haus darah


__ADS_3

Aleris bisa merasakan getaran luar biasa, seperti langkah kaki para raksasa yang menuju kearah kota Majestic, mereka masih terdiam berusaha merasakan getaran hebat, hingga reruntuhan rumah terbang terlempar arah mereka dan jatuh dirumah warga tepat dihadapan mereka.


Aleris memerintahkan untuk segera lari dari tempat ini, dan menuju ketempat yang aman.


"Kalian! cari tempat aman!" sahut Aleris seraya masih berlari.


"Mereka raksasa?" teriak Agil.


Aleris menjawab dengan lantang hingga ia, berlari terpisah.


"Aleris!" teriak Fay berhenti, Aleris berhenti dan menoleh.


"Bukankah Leon, Paman Mahagaskar dan Jangsal masih berada diujung kota? mereka gerombolan raksasa..." pekik Aleris.


Tiba-tiba suara teriakan raksasa terdengar sangar keras, para raksasa yang datang dengan teriakan yang mengerikan. Mereka melotot menatap raksasa yang sudah mulai masuk gerbang kota.


"Cepat! cepat cari aman!"


Arvand berlari mendekat kearah Aleris, "Sepertinya kita harus membantumu!"


"Tapi aku mohon, Fay tidak usah ikut..."


Arvand mengangguk.


"Aku ikut!" pekik Agil.


Arvand mendekat kearah Timandra, "Emm tolong, bawa Fay ke tempat aman..."


Timandra menatap Argus, dengan ragu, Argus menepuk pundak Timandra.


"Pergilah ketempat itu...." ucap Argus.


"Kau harus ikut dia, cari tempat aman!"


"Janji? kalian akan menjemput ku?" teriak Fay, menatap Arvand dan Aleris secara bergantian.


Tak lama, Timandra membawa Fay pergi, Aleris lalu berlari menuju ujung kota, diikuti Arvand, Agil, Argus, dan Vin.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Agil seraya berlari.


Vin hanya mengangguk, "Aku hanya butuh darah saja, dan aku sudah menemukan banyak darah..."


"Siapa mereka?"


Vin menggeleng.


***


Leon dan Jangsal masih bersembunyi didalan perumahan warga yang masih kokoh berdiri, setelah mereka melihat para raksasa yang tiba-tiba datang, mereka memperintahkan beberapa prajurit untuk menyiapkan peralatan peledak.

__ADS_1


"Bagaimana?" ucap Jangsal.


Leon mengintip dijendela, jika para raksasa itu berjalan dengan perlahan menuju kota Majestic.


"Mereka segerombolan dari monster kelelawar?" tanya Jangsal.


Leon menggeleng dan kembali mendekat kearah, Jangsal.


"Paman dimana? katanya dia akan menyusul?"


Jangsal menggeleng tidak tahu.


Entah harus menggunakan kekuatan apa lagi, jika raksasa besar ini yang datang, bahkan ada banyak para raksasa yang masuk kedalam tembok.


"Yang terpenting bahan peledak..."


"Sepertinya, para prajurit tidak akan datang jika tidak ada peringah raja" ucap Jangsal.


Leon mendekat dan menampar pipi Jangsal.


"Apakah disituasi seperti ini, masih perlu perintah dari atasan?"


"Paman, lihat paman? dia dapat perintah dari sang raja? jika dia diam saja menunggu, semua warga sudah tak tersisa disini! lihat! karena kita menunggu perintah ada banyak korban jiwa disini!" ucap Leon.


Jangsal menunduk, "Sejujurnya, aku sangat merindukanmu saat jiwa mu berubah menjadi kesatria seperti ini, sejak sakit aku jarang mengunjungimu karena pekerjaan..." ucap Jangsal.


Leon sedikit terharu, ia kemudian berdiri dan mengalihkan pembicaraan, ia melangkah mendekat kearah pintu.


***


Mahagaskar masih sibuk mencari beberapa warga yang bersembunyi dibalik rumah mereka. Kota Majestic memang sangat luas butuh beberapa hari mencari dan mengelilingi kota Majestic, seperti dugaan Mahagaskar, masih ada banyak warga yang bersembunyi disela-sela rumah untuk menyelamatkan diri.


Mahagaskar memperintahkan para prajurit yang ikut bersamanya, untuk melindungi warga yang ia temui, bahkan Mahagaskar menemui beberapa monster kelelawar yang masih hidup yang bersembunyi direruntuhan rumah warga.


Ia menyerang dengan busur panahnya, dan monster itu mati.


"Tuan, apakah anda masih menolak?" tanya salah satu prajurit, ia mendekat kearah Mahagaskar.


Mahagaskar duduk. "Kau masih membahasnya ya? kau berani mengatakan ini karena sang raja? aku sudah menolak dari tadi kan? aku tidak akan menggunakan kekuatan jarak ku itu..."


"Aku sudah memerintahkan beberapa prajurit juga untuk mencari iblis yang hilang itu...."


Prajurit tersebut hanya menundukan kepalanya.


Aku tahu ini sangatlah bukan pilihan tempat, aku mengorbankan para prajurit itu, untuk mencari sang iblis, tapi jika aku menggunakan kekuatan jarak ku, aku sangat.....


Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat keras, seperti teriakan raksasa, para warga riuh ketakutan, Mahagaskar berdiri, ia memanjat dipondasi perumahan warga, untuk melihat siapa yang datang dari ujung kota.


Dan benar saat ia berada diatas genting, ia melihat para raksasa yang banyak jumlahnya datang dari gerbang kota, jalannya melambat tapi mungkin menurutnya mereka akan menyerang dengan lemparan atau teriakan mereka.

__ADS_1


"Siapa tuan? raksasa? monster?" tanya para prajurit.


Mahagaskar masih terdiam, "Aku kira masalah ini sudah selesai? ternyata baru akan mulai..."gumamnya.


Ia turun, "Beri kabar kepada sang raja..." ucap Mahagasakar, salah satu prajurit berlari menuju kerajaan.


Semua warga berteriak ketakutan.


"Mohon maaf, karena ada raksasa yang menerobos masuk kedalam tembok, saya sudah menyiapkan tempat aman dengan portal dikelilinginya, portal penghalang, saya menyiapkan beberapa tempat, dan anda semua sekalian, bisa menuju ke rumah yang tak jauh dari tempat ini..." ucap Mahagaskar.


"Bawa mereka, kalian tahu tempatku kan?" tanya Mahagaskar.


"Beberapa dari kalian, diam disini bersamaku..." ucap mahagaskar.


Beberapa prajurit membawa beberapa warga pergi dari tempat itu. Memang sebelum kejadian ini, Mahagaskar memang memiliki tempat diberbagai penjuru kota, karena kejadian ini tiba-tiba, tempat Mahagasakar bisa dijadikan tempat persembunyian.


"Ikut aku!" Mahagaskar berlari diikuti beberapa prajurit dibelakangnya.


***


Aleris memerintahkan mereka untuk berpencar, Argus menarik tubuh Agil dan Vin.


"Ikuti aku!" ucap Argus, Agil dan Vin mengikuti Argus yang berpencarr dan berlari kearah yang lain.


Aleris memanjat dipondasi perumahan warga dan berlari diatas genting, Arvand masih berlari dan kaget melihat Aleris yang tiba-tiba memanjat keatas genting.


Seraya berlari, ia mengangkat kedua tangannya, ia mengeluarkan angin topan dari kedua telapak tangannya, perjalanan mereka memang sudahh sangat dekat para segerombolan raksasa tersebut.


"Vand, cari Leon dan Jangsal!" ucap Aleris.


Tanpa menjawab, Arvand berlari dan menelusuri beberapa rumah untuk mencari keberadaan Leon dan Jangsal. Benar raksasa itu melangkah mundur dan kalah akan serangan angin topan dari Aleris.


Mereka merinti karena kekuatan angin itu benar-benar kuat, sehingg membuat mereka terlempar mundur, Aleris menahannya dengan kuat, tapi memang pertahanan para raksasa itu bisa diacungi jempol.


*Mereka apakah dari tempat yang pernah aku temui dengan Randi? tapi sebangsa mereka adalah raksasa yang lemah, karena mereka hanya mengandalkan suara dan lemparan, apakah akan ada yang lebih mengerikan dari ini? ini memang aku yakin, raksasa ymg lemah dan tidak ada kekuatan dari mereka sama sekali, dan tidak memiliki akal.


Aku berharap, aku bisa mengalahkan mereka, sebelum terlambat. Tunggu aku Malucia, aku akan menyelamatkanmu*.


Namun tiba-tiba tembok kota Majestic yang sudah menjadi ciri khasnya, jebol dan hancur tiba-tibba seperti ditabrak oleh sesuatu yang kuat hingga tembok itu hancur lebur, bahkan benturan itu sangat keras.


Dan benar, raksasa itu menabrak tembok besar kota, hingga hancur dan menyebabkan para raksasa kian banyak yang masuk dari lubng besar tembok.


Masih dengan menyerang para raksasa tersebut, Aleris melirik kearah raksasa yang berani menjebol masuk tembok, raksasa itu masih terdiam setelah menjebol tembok.


Tapi yang membuat raksasa itu berbeda dari raksasa lain, raksasa itu memiliki otot tubuh yang sangat besar dan kuat, berbeda dari yang lain.


Apakah raksasa itu berbeda dari yang lain? apakah memiliki akal?


Baru saja Aleris terdiam, setelah membatin, raksasa itu menatap Aleris, membuat Aleris terkejut dengan tatapan tajam raksasa itu, tanpa aba-aba, raksasa itu berlari menuju kearah Aleris yang masih menahan dengan kekuatannya.

__ADS_1


Aleris melotot karena raksasa itu, mengangkat tangan kanannya, dengan mengepal, langkah raksasa itu semakin cepat membuat Aleris tidak sangat sulit menghindar, hingga tangan kanan raksasa itu menghantam tubuh Aleris dengan keras hingga tubuh Aleris terlempar jauh, dan menabrak beberapa perumahan warga.


__ADS_2