Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Kematian Mahagaskar


__ADS_3

Mahagaskar berlari seraya mengeluarkan kekuatan anginnya, ia membentuk angin topan yang besar sehingga Randi dengan wujud drakulannya tak fokus, ia melihat segerombolan angin disamping kerajaan tak jauh, karena mengganggu, Randi mendekat, ia berteriak seraya menarik angin itu masuk kedalam tubuhnya, salah satu kekuatan yang unggul dari Randi, ketika ia bisa menyendot kekuatan dihadapannya.


Karena musuh utama raksasa besar itu tidak didepan mata, ia menoleh dan melihat drakula yang sedang menghisap angin, raksasa tersebut berlari hingga ia menabrakan diri ketubuh drakula tersebut, hingga perumahan watga hancur seketika dibawah mereka.


Begitu pun Mahagaskar yang terlempar jatuh menghantam batu besar, hingga mulutnya mengeluarkan darah.


Seraya merasakan sakit ia memjamkan matanya.


Seadainya waktu itu aku tidak mengalami trauma berat, aku tidak mungkin merasa berat hari kota Mejestic dihancurkan oleh Auvamor, aku akan mempersilahkan dia menghancurkan segalanya, tapi aku memiliki jiwa yang telah tertanam ditanah Majestic ini, sebisa mungkin aku akan melindunginya.


Seraya berdiri dan mengumpulkan tenaga, Mahagaskar berteriak, Ia mengeluarkan kekuatan angin yang berbentuk tajam, yang terus berputar, berjalan menuju raksasa tersebut. Angin tajam itu menghantam kedua kaki raksasa besar itu, tak butuh banyak aksi, kedua kaki raksasa tersebut terpotong karena kekuatan angin dari Mahagaskar.


Raksasa besar yang tubuhnya menempel beberapa raksasa yang lain, agar ia melindungi tubuhnya pun terjatuh, bahkan ada beberapa raksasa yang tidak normal terlepas dari tubuh raksasa normal tersebut, memiliki kesempatan yang besar Randi dengan wujud drakula itu, mencakar wajah raksasa tersebut dengan keras, dengan teriakan kedua monster yang mengerikan itu membuat banyak orang yang merasa ketakutan.


Raksasa normal tersebut berhasil melepaskannya, hingga drakula terlempar, ia menoleh kekanan kekiri, seperti mencari sesuatu, kepalanya berhenti saat melihat Mahagaskar dibawahnya, raksasa tersebut berteriak seraya berlari mengejar Mahagaskar yang mencoba melarikan diri, tanpa kakinya dan berdarah-darah ia tetap mengejar.


Aku sangat muak seperti ini, selama aku hidup aku terikat dengan Majestic, aku tidak pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya, entah yang direncanakan oleh sang raja dan Varegar itu, aku tidak pernah tau, aku anggap ini sebuah pengkhianatan.


Mahagaskar berbalik seraya berteriak ia mengeluarkan kekuatan anginnya, namun tiba-tiba pluru peledak yang terbang melayang menghantam kearah raksasa tersebut hingga meledak, raksasa tersebut terpental hingga menghantam perumahan.


Aleris datang seraya membawa senjata peluru peledak, ia melihat sekelilingnya dimana Randi dengan wujud drakulanya sudah tidak ada dihadapan Aleris, ia juga melihat raksasa itu tergeletak dengan tubuh setengah yang sudah hancur, bahkan para raksasa yang tidak normal yang menempel ditubuh raksasa normal tersebut dengan banyaknnya hancur karena peledak yang Aleris lakukan.


Ia berlari mencari keberadaan Mahagaskae namun, ia segera meletakan sejata itu dengan keras ketanah saat melihat tubuh Mahagaskar yang sudah tak sadarkan diri terbakar, Aleris berlari menghampiri dan memeggangi tubuh Mahagaskar.

__ADS_1


Aleris berteriak saat ia tidak menemukan deyut nadi dimanapun, seraya menangis ia mencoba menyadarkan Mahagaskar dengan berbagai macam.


"Paman!!!!! ayolah!!!! ayolah!!!!!" teriak Aleris.


Leon berlari kearah Aleris, "Ris, lihat ternyata masih banyak raksasa tidak normal yang datang disana, sepertinya sangat mudah diserang!"


Saat Leon berjalan mendekat kearah Aleris, batu besar menghantam tubuh Leon hingga Leon terpental jauh. Aleris yang menyadari itu melihat siapa yang melakukan serangan tiba-tiba dan ternyata.


"Raksasa sialan, hanya besar saja yang kau miliki!" gumam Auvamor berjalan seraya membersihkan tubuhnya dengan santai.


Aleris menyeka air matanya, ia menatap tubuh Mahagaskar yang sudah gosong itu, lalu ia beranjak mendekat Auvamor.


"Kali ini, aku sedang dalan tahap pemulihan kekuatan sihirku, kau mau berkelahi denganku?" ucap Auvamor.


Aleris menoleh kesekeliling melihat situasi, ia juga melihat ada banyak para zero yang terus menyerang para monster.


*Entah bagaimana aku akan mati atau tidak, aku akan menyelamatkan semuanya, yang pertama adalah dirimu iblis sialan! aku tidak akan memberikan tempatmu lagi disini! ini adalah tanah Majestic tempat aku lahir dan tidak akan aku biarkan kau merusakan segalanya sialan!


Aku sudah kehilangan semua orang orang terdekatku, apa lagi yang terakhir kali ini, aku yang membunuh pamanku sendiri sialan! sialan kaparat! aku membunuh pamanku sialannnn!!!!!! brengsekk*


Aleris mendekat dan mereka mulai berkelahi, tanpa kekuatan yang mereka punya. Aleris meluapkan semua emosinya, hantaman demi hantaman yang Aleris tujukan dan mendarat tepat diwajah Auvamor, bahkan Auvamor berhasil juga menghantam balik kepada Aleris.


Aleris terus menghantam tanpa henti, bahkan karena emosinya yang meluap-luap, Aleris kehilangan teknik perkelahiannya ia beberapa kali kalah, tapi ia mencoba bangkit kembali dan menghantam habis-habisan.

__ADS_1


Kali ini ia melihat secara langsung dan dengan dekat wajah iblis jelek ini, seperti manusia pada umumnya.


"Rasakan ini iblis abal-abal jelek!"


Aleris menendang wajah Auvamor, dengan keras hingga Auvamor terlempar jauh. Dengan wajah santai ia bangkit dengan nyengir.


"Aku akan membasmi semua kota jelek ini sialan!" Auvamor berlari.


Ia melayang dan menyerang Aleris dengan timpukan keras kedua tangannya yang mendarat tepat di Aleris, Aleris berhasil menepis dan kembali berkelahi lagi.


Leon yang sudah tersadar, walaupun kepalanya terasa sangat pusing dan ada noda darah dipelipisnya, ia menatap keatas. Ada banyak para zero yang menyerang monster kelelawar yang tidak bisa mati tersebut.


Ia juga melihat perkelahian Aleris dan Auvamor didepan matanya, ia mencoba berdiri, tapi ia merasakan sakit sekali dikakinya, ia menoleh dan melihat apa yang terjadi.


Mata Leon terbelalak, saat mihat kaki kananya hancur seperti tertimpa batu, ia mencoba menyeret kakinya seraya berjalan, ia mihat Mahagaskar yang tergeletak.


"Paman! tidak! tidak!" teriaknya.


Sialan, aku harap aku bisa membunuh orang yang telah membunuhnya! aku berjanji aku tidak akan memaafkan orang tersebut sampai akhir hayatku!


Leon berjalan seraya menyeret kaki kanannya, air matanya jatuh kepipi tanpa sadar.


"Kenapa, kenapa semua ini berakhir menyedihkan, aku tidak tahu musuh ku ada dimana, ada berapa musuh didepannku sialan, entah sang raja atau iblis jelek menjijikan itu! bagaimana bisa kita semua membunuh semua musuh didepan sana yang bahkan memiliki kekuatan lebih dari kita, bagaimana caranya!!!!"

__ADS_1


Leon tergeletak saat melihat tubuh Mahagaskar yang gosong dan tak bernyawa itu, ia menangis didada Mahagaskar.


"Paman? kau janji kepadaku saat aku menyelesaikan rencanaku menjadi mata-mata kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan? minum bir kesukaan kita dimalam hari? entah ini akan menjadi kenyataan atau tidak tapi rahasia yang sedang aku teliti akhirnya terpecahkan juga, tapi kau kenapa lebih dulu pergi?"


__ADS_2