Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Perkelahian


__ADS_3

"Dimana? dianak buahmu pergi? bukanlah ini sudah waktu yang tempat untuk saling menyerang?" sahut Varegar.


Raja Gevarnest hanya tersenyum miring, ia berjalan mendekat seraya menyodorkan belati yang ia simpan disaku bajunya. Ia menyodorkan tepat didepan wajah Varegar.


"Dimana janjimu? dimana kesetiaanmu kepadaku? kau sunggu sangat licik menyembunyikan banyak muka didepanku..." sahut sang raja.


Varegar terdiam, ia memasang muka datarnya.


"Bukankah sudah jelas semua? aku sudah membantumu, selama ini aku pikir kau hanya menjadikanku sebagai budak saja, dimana aku mendapat bagiannya?" ucap Varegar.


"Jadi? kau membocorkan rahasiaku?"


Varegar tersenyum, "Akan datang, dimana seseorang berhasil memusnahkan kau, dengan mudah" Varegar berbisik dan tersenyum.


Raja Gevarnest yang sudah emosi, ia lalu menghantam wajah Varegar dengan keras, hingga terjatuh. Naga milik Varegar mengaum tapi Varegar menghentikannya.


"Sabat dulu nagaku, ini adalah perkelahian fisik yang nyata untukku dan dia..." ucap Varegar seraya berdiri.


Tidak butuh basa-basi, Varegar berlari seraya berusaha menyerang dengan pukulan kakinya yang kuat, namun raja Gevarnest berhasil menghindar.


Beberapa kali mereka berkelahi, tanpa mengeluarkan kekuataan yang mereka lakukan hanyalah berkelahi fisik Yang nyata. Dimana beberapa kali Varegar menghantam wajah raja Gevarnest dengan kuat begitupun dengan raja Gevarnest yang berhasil mendaratkan kakinya tepat diwajah Varegar hingga berdarah-darah.

__ADS_1


Tiba-tiba tanah yang mereka injak, terbelah hingga memhentuk sebuah lubang yang besar, mereka melompat dan menyelamatkan diri. Varegar dan sang Raja menoleh siapa yang melakukan hal tersebut, dan ternyata.


"Leon?" gumam Varegar.


Raja Gevarnest melihat Leon berjalan mendekat dengan tatapan tajam. Tidak banyak waktu yang harus dilakukan sang raja, dengan kilat sang raja mengeluarkan belati dan melempar mengarah kearah Leon. Tanpa disadari Leon, belati itu menancap tepat dileher Leon, hingga Leon terdiam membeku saat belati itu menancap dileher Leon.


Varegar terbelalak saat melihat leher Leon yang sudah berdarah-darah. Naga milik Varegar dengan perintah Varegar langsung menyerang sang raja dengan semburan api, namun Randi dengan wujud drakula berhasil datang dan menghadang sang raja.


Varegar masih melotot melihat Leon yang terjatuh tidak sadarkan diri, dengan mata yang masih terbuka. Perkelahian itu semakin panas. Dimana kedua raksasa yang berkelahi dengan kuat dikota tersebut menghancurkan semua yang berada dikota.


***


Namun Arvand, menyentuh tangan Vin.


"Tunggu, kita disini saja, kita lihat perkelahian antara kedua raksasa itu..." sahut Arvand.


"Pangeran? sungguh disini saja?" sahut Silas.


Arvand mengangguk. Setelah terlalu lama merenung dengan Tea, Kai juga ikut naik diatas atap. Arvand yang menyadari itu menepuk pundak Kai.


"Kau tidak apa-apa, sudah membaik?" gumam Arvand.

__ADS_1


Kai tersenyum, diikuti Tea dibawah mencoba menaik keatas atap.


"Semoga Agil dan yang lain selamat..." sahut Tea.


"Tuan! Tuan!" pekik seseorang dibawah.


Mereka menoleh kebawah, saat seseorang itu berteriak memanggil mereka. Namun mereka langsung terbelalak saat melihat apa yang dibawa orang tersebut.


"Saya mencari tuan Aleris!" sahutnya.


Arvand dan yang lain lalu turun kebawah, mereka mendekati pria itu.


"Kau Zero bukan?" tanya Silas.


Zero itu mengangguk. "Saya membawa pedang kesatria dari raja Jasper ini peninggalannya, saya tidak bisa terus melindunginya, sudah saatnya saya menyerahkan pedang ini ketuan Aleris..."


Arvand mengangkat alisnya, "Kenapa Aleris?"


Zero itu menelan air liurnya, "Jujur tuan, saya tidak begitu mengerti, namun raja Jasper sebelum mati mengatakan ini kepada semua Zero, jika pedang ini memang sudah dipilih intuk tuan Aleris."


Arvand meremas rambut kepalanya, "Yang saat ini aku tanyakan, dimana keberadaan Aleris?"

__ADS_1


__ADS_2