
Aleris sudah tidak bisa melakukan apapun, tubuhnya jatuh disemak-semak, dan tubuhnya yang tertimbun reruntuhan kayu. Aleris memcoba menggerakan tubuhnya namun rasanya sangat menyakitkan, Aleris menyentuh wajahnya, namun saat tangan itu menyentuh pipi, Aleris bisa merasakan skait yang luar biasa, ada banyak luka diwajahnya.
Aleris menoleh kanan-kiri, mencari keberadaan Randi, namun ia tidak melihat apapun disana selain dirinya. Aleris mencoba bamgkit walaupun badan yang sangat menyakitkan tersebut.
Tak jauh dari hadapannya, Aleris melihat Randi dengan wujud drakulanya, sedang ancang-ancang siap menyerang iblis Auvamor didepannya. Dengan belagak sombong Auvamor hanya berjalan dengan kedua tangan melipat didadanya.
***
"Sangat payah, Gevarnest mencuri iblis dariku..." gumam Auvamor.
"Awalnya aku mengira aku akan bertarung dengan anak bayinya, tapi kekuatan iblis ternyata berada didirimu..." sambungnya.
Dengan nafasnya terengah-engah, tatapan Randi sangat tajam melihat Auvamor, dia siap menyerang.
"Aku tahu, kau belum mengeluarkan kekuatan yang kau simpan itu, iau akan mengeluarkan kapan? saat aku sedang lengah? tentu saja tidak, aku tidak akan pernah lengah..."
Tiba-tiba Randi dengan wujud drakula tersebut berteriak sangat kencang, bahkan Auvamor pun hampir terlempar karena angin yang keluar dari mulut Randi.
Teriakan itu membuat semua yang benda keras dan besar melayang menuju keatas Randi, semua benda itu membentuk sebuah bola besar, saling bertumpukan dan menempel.
Auvamor menyengir, Randi dengan cepat melempar benda yang saling menempel kearah Auvamor, dengan tangkis Auvamor berhasil menepis, semua benda itu jatuh dengan keras membuat tanah yang diinjak hancur sampai kedalam. Randi berlari dan menyerang Auvamor beberapa kali, namun ia berhasil menghindar.
Leon yang beranjak berdiri setelah ia mendengar sebuah benturan hebat, ia terbelalak saat melihat pertarungan yang mengerikan didepan matanya. Ia mencari keberadaan Aleris namun disekelilingnya tidak ada sama sekali orang.
"Paman, demi kau aku akan menyerang iblis itu sampai mati, demi Jangsal, demi tuan Jasper, demi ayah dan ibu, aku akan melakukannya!!!"
Leon berlari seraya memejamkan matanya, ia akan mengeluarkan elemen tanahnya, dimana tiba-tiba tanah yang diinjak Randi dan auvamor tiba-tiba hancur, dan membentuk sebuah lubang besar, membuat Randi dan Auvamor terkubur dengan bebatuan disana.
Leon membuka matanya, saat ia sudah yakin ia berhasil membuat lubang. Tak lama Randi muncul seraya dengan teriakannya, muncul dari balik lubang, dengan mulut yang super lebar.
__ADS_1
Leon berdiri dan siap untuk menyerang, namun justru tiba-tiba, Auvamor bangkit dari lubang, dan menjulurkan sesuatu yang muncul dari tangan kanan Auvamor, sesuatu itu muncul panjang dan bergerak menuju kearah Leon, Leon yang akan menghindar namun terlambat, sesuatu itu ternyata kayu keras dari tangan kanan Auvamor, kayu tersebut mencekik leher Leon, mengelilingi leher Leon hingga Leon terlempar sampai ia berhenti membentur sebuah tembok rumah.
Leon tersentak, dan mulutnya mengeluarkan darah. Melihat aksi itu tiba-tiba Randi mencoba menyerang dengan cakaran maut, cakaran itu menyerang kayu tersebut, namun anehnya Randi memental jauh hingga membentur rumah warga. Auvamor berjalan mendekat, seraya mendekat kayu itu semakin pendek dan masuk kembali kedalam tangan kanannya, namun Leon masih tercekik erat sampai ia tidak bisa bernafas.
"Kau mencoba membunuhku?" gumamnya.
"Tolong bunuh Gevarnest untukku, karena kekuatan yang ia punya lebih kuat dariku, aku akui itu, jadii aku meminta kau bunuh dia..." ucap Auvamor.
Leon tidak bisa membalas perkataanya, selain menahan sakit dan nafas, ia juga tidak bisa bergerak. Auvamor semakin mempererat cekikannya.
Seketika Randi kembali datang dengan wujud drakula, ia mengigit kayu yang menjadi tangan Auvamor, Auvamor berteriak saat gigitan Randi semakin kuat, dan tak lama kayu tersebit hancur, namun kayu itu hancur ditengah, membuat Leon tidak terlepas.
Auvamor, terlempar dan jatuh. Ia dengan cepat bangkit, dan menjulurkan kayu kembali dari tangannya, dan kencakar wajah Randi tersebut dengan kuat, Randi berteriak dan mencoba melepaskan namu tenaga Auvamor lebih kuat.
Aleris menjatuhkan diri dari potongan kayu yang tinggi menyangkut didinding rumah, bahkan ia sudah tidak bisa bergerak dengan bebas lagi, tubuhnya yang terasa sangat sakit.
Empat pesawat dengan portal untuk melindungi diri masih melayang diudara, mereka masih terdiam menunggu perintah selanjutnya dari Rine.
"Rine..." ucap Varegar dari sambungan mic pesawat.
"Ada apa?" ucap Rine santai.
"Kau tidak melihat diarah selatan? Iblis itu menyerang drakula milik kita, kenapa kita masih diam saja..." ucap Varegar.
Diseberang Rine justru tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa sih? tujuan kita sebenarnya hanya memperhatikan situasi, tapi kenapa kau ingin sekali membantu Randi..."
"Bodoh! dengar jika Randi kalah? kita juga kena!" sahut Varegar.
__ADS_1
"Hei pembantu sialan, kita perhatikan situasi diatas sini terlebih dahuluu, jika si bodoh Randi itu sudah lemas tak berdaya, kita munculkan sinar dari pesawat, sinar itu bisa menghancurkan tubuh iblis itu hingga meleleh seperti cairan busuk..." ucap Rine.
Varegar hanya terdiam, ia menatap kearah kerajaan.
"Bagaimana raja hanya diam saja ketika aku dan Rine sudah meluncurkan pesawat ini? apakah dia tidak melakukan apapun? kenapa dia sangat lamban sekali...." gumam Varegar.
"Jika aku mati, lalu kakak hidup dengan siapa lagi?"
Tiba-tiba Varegar terbelalak, spontan melepaskan setiran pesawat, membuat pesawat sedikit oleng, Rine yang melihat itu langsung menghubungi Varegar.
"Kenapa kau?" ucap Rine.
Varegar tidak menjawab, ia seprrti dibisikan oleh seseorang dan Varegar tahu suara itu adalah suara Fay. Varegar kembali duduk dikursi pengemudi dan mengarahkan kearah kerajaan, ia melihat kerajaan lagi dan lagi, kemudian ia menatap jearah bawah dimana kota Majestic sudah sangat hancur.
"Aku bahkan tidak tahu dimana Fay sekarang..." ucap Varegar.
***
Kedua tangan Randi mencoba menghancurkan kayu didepannya, dimana kayu itu mencekik lehernya, dengan teriakan keras namun kayu itu masih saja keras. Auvamor tertawa.
"Sumpah ya, kekuataanmu sangat lemah ternyata sia-sia Gevarnest menciptakan dirimu..." ucap Auvamor.
Tiba-tiba sssuatu yang tajam datang dan menusuk perut Auvamor dengan keras hingga menembus, seperti angin dengan bentuk kaca yang sangat tajam. Karena hal itu kayu itu melepaskan diri dari leher Randi, Randi dengan cepat menghamtan Auvamor dengan tangannya hingga Auvamor yang masih merintih kesakitan terlempar dan membentur bebatuan.
Aleris terjatuh setelah mengeluarkan kekuatan anginnya, walaupun kekuatan itu ia keluarkan dengan sedikit elemen, Aleris berusaha bangkit kembali untuk melangkah mendekat kearah Leon. Randi yang menyadari ada pergerakan dibawahnya, kemudian mendekat dengan mengaum.
"Ran, ini aku Aleris!!!!!!" teriak Aleris.
Tiba-tiba Randi berhenti dan terdiam raut wajahnya tiba-tiba berubah dengan datar.
__ADS_1