Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Khayalan


__ADS_3

Tubuh Randi seperti didorong dan ditabrak oelh sesuatu dengan keras, membuat ia terlempar jauh sampai keluar dimensi, kembali lagi keruang hampa, tanpa ruang dan bentuk. Suasana tempat yang gelap tapi ada cahaya didalam tubuhnya membuat sedikit terang hanya dibagian dirinya saja.


"Kenapa aku kembali kesini lagi?"


Tiba-tiba seseorang bersuara tanpa memperlihatkan wujudnya.


"Tenang, kau masuk kedalam jiwaku...." ucap seseorang tersebut yang diduga iblis.


"Kau iblis itu? yang sudah pindah dari bayi ke tubuhku?"


"Berikan aku alasan kenapa kau menyetujui ini?" tanya iblis tersebut.


Randi menundukan kepalanya, "Ini lebih seperti aku dipaksa, karena aku tahu mereka tidak akan segan-segan membunuh keluargaku, ada suatu ketika aku diperlihatkan Rine menemui keluargaku..."


"Aku tahu..."


"Jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?" tanya Randi.


"Aku tidak ingin mati, dan aku tidak ingin melihat keluargaku mati" lanjut Randi.


"Jika aku menjadi kau, aku juga akan sama sepertimu, aku akan melakukan ini, dan tetap hidup...."


Randi menghelan nafasnya.


"Kenapa kau tidak pergi saja? dari tubuh bayi itu.."


"Karena pada dasarnya mereka yang memanggilku..."


Karena sudah sangat pasrah yang bisa Randi jawab hanyalah senyuman tak ikhlas.


Tiba-tiba didepan Randi, cahaya terang muncul lalu cahaya itu memperlihatkan suasana mengerikan diluar kerajaan, para raksasa yang datang dengan serentak dan beberapa prajurit yang berusaha menyerang.


Randi terbelalak saat melihat satu orang asing yang berlari seraya mengeluarkan busur panahnya, dan berusaha menyerang raksasa itu.


"Agil?" gumamnya.


Mata Randi berkaca-kaca, saat melihat Agil masih hidup dan sudah berada dikota ini, bahkan ia sedang menyerang raksasa itu.


"Kau masih hidup? kau sudah gila kemana saja kau!!" pekik Randi dengan tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Gila, dinegeri yang mengerikan ini! kau masih hidup dan datang kekita ini? ngakak Gil, kau keren banget dah!"


"Tapi, kenapa ya Gil? aku menjadi seperti ini? aku tidak ingin mati Gil, aku masih ingin hidup tapi aku juga tidak ingin keluargaku mati!"


Tiba-tiba suara iblis itu datang lagi.


"Dengar, jangan terpuruk hanya karena itu, kau sekarang bukan manusia biasa, apalagi jiwa iblis yang ada ditubuhmu, ditambah kekuatan buatan yang Rine ciptakan, kau akan kuat!"


Randi memejamkan matanya, hingga cahaya itu memperlihatkan keberadaan Aleris yang tak sadarkan diri, tergeletak direruntuhan rumah, tak sadarkan diri.


Tiba-tiba, Randi tersenyum saat melihat Aleris yang sekarat, namun kembali ia tersadar.


"Kenapa? kenapa aku tersenyum?"


***


Agil berlari seraya menembakan busur panahnya, namun beberapa kali busur panahnya yang meleset, ia melirik Argus yang juga sedang sibuk menembakan busur panahnya. Ia melihat Vin yang terbang menuju segerombolan raksasa itu, beberapa kali ia menyemburkan api kearah wajah raksasa itu, namun teriakan raksasa dari mulutnya berhasil membuat Vin terlempar, karena angin yang keluar dari mulut raksasa sangat kuat.


Agil berhenti saat melihat ada banyak para prajurit yang mendorong alat peledak untuk meledakan para segerombolan raksasa, Agil sedikit ragu jika peledak itu berhasil membuat raksasa itu musnah, karena yang ada dihadapan para prajurit itu adalah raksasa, yang berhasil menghantam Aleris.


Satu, Dua, Tiga, ledakan itu meluncur kearah raksasa yang kuat tersebut, namun yang membuat semua orang kaget, ledakan itu justru ditangkap dengan santai oleh tangan raksasa tersebut, lalu ia remas sepertii tidak ada rasa sakit dari peledak tersebut.


Arvand yang masih berada dibawahnya, terdiam melotot.


"Paman! sudah aku katakan jangan perintah seperti itu!" ucap Arvand.


Mahagaskar turun dari genting, dan berjalan menuju Arvand. Arvand bisa melihat wajah panik dari Mahagaskar, lalu Arvand menepuk pundaknya.


"Tenang, kita cari Leon dan Jangsal terlebih dahulu....."ucap Arvand.


Vin masih bisa beranjak, setelah ia terlempar tak cukup jauh, dan bersyukur karena ia terjatuh dimedan yang aman, ia segera mencari keberadaan Aleris.


"Hei! Aleris!" teriak Vin saat ia melihat Aleris tergeletak tak sadarkan diiri.


Aleris lalu tersadar, ia bantuk tersedak karena baru saja sadar, ia langsung berdiri, tanpa tahu Vin datang berada disampingnya.


"Ris!!!" teriak Vin.


Aleris menoleh, "Energimu terkuras sangat banyak, istirahat saja dulu.."

__ADS_1


Aleris menyahut, "Istirahat? kau ingin aku istirahat, diam menonton oreang-orang yang kesusahan menyerang para raksasa itu?"


"Tidak, bukan begitu tap...." ucapan Vin terpotong.


"Apa! aku sudah banyak kehilangan orang terdekat ku! aku tidak ingin itui terjadi lagi!" ucap Aleris.


"Kau ingin melihat seberantakan apa wajahmu?"


Aleris lalu menyeka darah yang mengalir dari pelipisnya.


"Lihat? ada banyak luka diwajahmu?"


Aleris menatap rombongan raksasa yang mulai berjalan mendekat.


"Brengsek..." gumamnya.


***


Tiba-tiba raja Jasper datang dari balik tembok, ia berdiri diatas tembok seraya terseenyun meliihat para raksasa yang kian lama kiian masuk kekota, seraya dengan ekor eelang yang menemaninya berdiri diiatas tembok, ia mengangkat tanganya yang sudah buntung tersebut.


Ia hanya tersenyum, "Hanya gara-gara ini kah? aku tidak bisa lagi menggunakan kekuatanku? jangan salah!"


Ia menoleh kebelakang, dimana para raksasa itu masih antri banyak masuk kedalam kota Majestic.


"Hingga ada banyak korban jiwa, kau masih bersembunyi dimana Gevar? menyiapkan amuinisi? atau? kau takut rahasiamu akan terbongkar? sejujurnya sudah sejak dulu aku setuju jika Aleris yang menjadi raja, tapi pada kenyataannya kau yang terpilih, tapi kau tidak mengenggam erat rakyatmu yang menjadi tongak kau bisa berdiri!" gumam raja Jasper.


Dengan satu tanganya, ia mengeluarkan butiran serbuk dari telapak tangannya, dan mengarah kearah ujung paling belakang raksasa tersebut diluar tembok.


Dan dengan cepat, para raksasa itu berubah menjadi patung, kekuatannya menjalar sampai didepan matanya, raksasa yang berada didepan mata Jasper sudah menjadi raksasa, ia lalu kembali menoleh kearah dalam tembok.


Ada salah satu raksasa yang membuat raja Jasper sedikit aneh, saat para raksasa luar tembok sudah berubah menjadi pantung karena Jasper, raksasa itu seperti merasakan efeknya, ia menoleh dan berjalan mendekat kearah tembok yang sudah ia bobol.


Raja Jasper masih memperhatikannya, memang benar raksasa ini terlihat sangat berbeda dari yang lain, gelagaknya sseperti manusia normal, tidak seperti raksasa pada umumnya yang terlihat tidak normal.


Tiba-tiba saja, raksasa yang terlihat seperti manusia itu, berteriak keras sekali dan bergeming ditelinga, bahkan sampai tembok didekatnya sedikit runtuh karena suara itu. Raksasa tersebut menghantam tembok dengan tinjunya, hingga tembok itu hancur, berkali-kali seperti meluapkan emosinya.


Mahagaskar melihat seseorang yang berdiri diatas tembok, ia lalu menyuruh Arvand untuk tetap mencari Leon dan Jangsal, ia menaiki pondasi perumahan dan berdiri digenting rumah warga, dan ia melihat raja Jasper yang berdiri disana bersama elang miliknya.


Ia ingin sekali mengeluarkan keekuatannya, kekuatan jaraknya, tapi lagi-lagii ia ragu, ia takut salah karena kekuatan ini. Ia melirik melihat ada dua orang yang beranii mendekat keatah raksasa itu dan meenjulurkan busur panah, siapa lagi jika bukan Argus dan Agil.

__ADS_1


__ADS_2