
Sang raja terduduk dengan geram saat melihat pesawat ciptaanya terbang tanpa perintahnya, ia masih menatap tajam pesawat yang terbang diudara. Ia kembali berdiri dan menatap diluar kerajaan saay dimana ada pertengkaran orang asing dengan para prajuritnya, sang raja mencari keberadaan Randi, namun yang ia lihat hanya bangkai para raksasa yang tergeletak ditanah.
"Sialan!" sang raja menoleh dan siap untuk pergi dari kamarnya.
Namun tiba-tiba ratu Carlota datang, ia tiba-tiba memeluk raja Gevarnest.
"Kau tidak melihat Rine dan Varegar melakukannya tanpa perintahmu?" gumam sang ratu.
"Aku sudah mengatakannya awal-awal bukan? mereka hanya ingin meemanfaatkan kekuatan dan hartamu saja" ratu Carlota berbisik.
Raja Gevarnest terlihat marah, ia kemudian berjalan mendekat kearah balkon, ia menatap tajam pesawat yang berterbangan diudara.
"Bukankah sudah saatnya?" ucap ratu Carlota.
Raja Gevarnest menoleh, "Sungguh? apakah tidak terlalu awal?"
Ratu Carlota tersenyum, "Terlalu awal? bukankah sudah selesai? bukankah kita sekarang hanya menunggu para penganggu ini saja?"
Raja Gevarnest sempat terdiam sebentar, ia kemudian beranjak pergi begitu saja meninggalkan istrinya. Ratu Carlota berjalan dengan kursi rodanya dan berhenti didepan balkon seraya melipat kedua tangannya didepan dada, ia melihat suasana kota Majestic yang sudah parah dan hancur.
"Benar ini sudah saatnya, memusnahkan semua penganggu kita..." gumam ratu Carlota.
***
Rine mengendarai pesawat tersebut, ia terus tersenyum bangga karena pada akhirnya ia bisa menggunakan pesawat buatannya, setelah sekian lama.
Rine beberapa kali memencet tombol peledak dan menghancurkan segerombolan para raksasa dengan sekejap, bahkan yang awalnya sangat banyak, saat ini bisa dihitung hanya ada beberapa saja para raksasa itu.
Ada lima pesawat yang diluncurkan, tentu Varegar juga mengendarainya, secepat kilap karena kedatangan pesawat tersebut raksasa berhasil diserang dan musnah.
Rine menarik tombol mic, ia lalu menyambungkan ke mic Varegar.
"Bukankah seharusnya kita basmi awal-awal?" ucap Rine diikuti suara tertawa disana.
"Bukankah yang kau mau menghancurkan kota juga?" jawab Varegar bercanda.
"Kata siapa aku berkata seperti itu, dengar aku pikir kita tidak terlambat datang, Auvamor masih tetap ngelunjak saja!"
Auvamor bangkit dari reruntuhan dengan raut wajah geram dan super mengerikan, ia melempar beberapa reruntuhan yang masih menempel dibajunya.
__ADS_1
Tatapan mengerikan itu menatap lima pesawat yang melayang diatasnya, setelah lima pesawat itu sudah berhasil membuat segerombolan raksasanya mati dan tidak ada satu pun yang tersisa.
Bahkan para Zero bau tanah yang juga berhasil menyenggel para kelelawar walaupun tidak banyak dari mereka bisa melawan dan akhirnya mati.
"Badan kedelai busuk!!!!" teriak Auvamor.
Ketika ia melihat raksasa normal yang menjadi anak buahnya juga mati, dengan tubuh yang sudah hancur.
"Selama ini tidak ada gunanya mencari anak buah, percuma mereka tidak bisa diandalkan, aku pikir setelah aku mendapatkan semua raksasa itu, kota ini akan dengan cepat runtuh tanpa tersisa!"
"Dan sialan kaparat!!! para kelelawar ku!!!!! lemah sekali kalian!!!!!!!" teriak Auvamor seraya ia mengambil batu besar dan melempar kearah pesawat yang berada diatasnya.
Dengan tenaga dalam dan kekuatan sihir yang ia miliki, batu itu terlempar dan dengan mulus mengenai satu pesawat tersebut.
DUARRRRR!!!!!!!!
Batu itu mengenai tubuh pesawat dengan keras hingga pesawat itu meledak, dan hancur seketika. Tentu hal ini membuat semua orang kaget.
Rine dan Varegar terbelalak saat melihat satu pesawatnya hancur.
"Bagaimana bisa!!!!!" pekik Rine.
"Sepertinya ini sudah saatnya aku menyerahkan semua yang aku punya...." sahut Auvamor.
Auvamor terbang, masih dengan memejamkan matanya, kedua tangannya terangkat keatas, bersamaan dengan itu, semua seluk beluk kota Majestic tiba-tiba juga terangkat keudara.
Reruntuhan rumah, perumahan, bahkan beberapa orang yang juga melayang keudara. Aleris yang masih tergeletak juga terangkat keatas begitupun dengan Leon.
Aleris terbelalak saat melihat semua benda berat terangkat keatas, ia melihat sekelilingnya, namun kecuali kerajaan.
Tea, Arvand, dan Vin, juga terkejut karena tiba-tiba tubuhnya terangkat keatas. Namun itu tidak berpengaruh dengan kerajaan, bahkan semua orang yang berada dikerajaan pun juga tidak bisa terbang melayang.
Tentu itu dirasakan oleh Agil, Fay, dan Gilang, yang sudah masuk kedalam gerbang kerajaan, mereka sontak kaget saat melihat didepan gerbang semuanya melayang terangkat keudara.
Para prajurit dengan alat peledaknya, Argus dan Kai. Dan tentunya Silas, Ace, dan Ned yang juga terbang keudara.
"Ada apa ini?" ucap Agil.
Pesawat yang masih melayang diatas, memunculkan kontraksi karena kekuatan yang bertabrakan dengan sihir Auvamor, dengan cepat Rine memerintah semua yang mengendarai pesawat tersebut untuk menyalakan elemen portal pelindung, untuk melindungi badan pesawat dan tentunya mereka.
__ADS_1
Semuanya melayang, seperti tidak ada gaya gravitasi disana. Darah Aleris pun sampai melayang didekatnya. Aleris tersadar sejak tadi ia tidak melihat Randi didekatnya ia lalu mencoba mencari keberadaan Randi.
Aleris melihatnya, seorang dengan wujud aslinya melayang, dan juga ada darah yang banyak didekatnya, karena melayang tentu hal itu bisa membuat Aleris terbang mendekat.
Ia melihat benda tajam yang tertancap diperut Randi, hingga menembus.
"Ran.....Randi?"
Aleris menyentuh tubuh Randi, namun Aleris tersentak karena tubuh Randi yang begitu panas.
Auvamor membuka matanya, saat melihat semua yang ada didepan matanya melayang seperti tanpa gravitasi.
"Sepertinya, setelah ini aku bisa menghancurkan semuanya tentu Matrix itu, bagaimana bisa? kau akan mengambil alih matahari?" gumamnya.
Ratu Carlota yang juga tersentak melihat semua yang melayang diudara, beberapa menit sang ratu hanya bengong dengan menutup mulutnya, ia sangat terkejut.
Ia barjalan dengan kursi rodanya menuju keruang bawah tanah, menemui suaminya raja Gevarnest. Ini adalah hal pertama sang ratu alami ia harus turun dari tangga yang gelap dan menjijikan, bahkan dengan kursi rodsa, ia tidak melihat adanya obor disetiap tembok.
Beberapa kali sang ratu terpeleset dan jatuh hingga tubuhnya terluka, namun ia bisa kembali duduk dikursi roda dan mslanjutkan perjalananya, ia mencoba bengkit kembali, saat ia berada dilorong yang gelap, perasaanya tidak enak, seperti sesuatu yang datang dan menghampirinya.
Sang ratu bersyukur karena melihat pedang yang tertancap ditembok kerajaan ia lalu dengan cepat mengambilnya, sang ratu kemudian melanjutkan perjalananya seraya menyodorkan pedang didepan alih-alih jika sssuatu datang menyerangnya.
Sudah sedikit tenang tidak ada gangguan, sang ratu menghelan nafasnya.
"Bagaimana bisa lorong ini sangat gelap?"
Namun sesuatu seperti angin tiba-tiba datang, menabrak tubuhsang ratu. Ratu Carlota merasakan hawa dingin disekitar.
"Bunda, kenapa saat aku lahir aku harus melihat kedua kakimu yang lumpuh, dan itu karena aku?"
Tiba-tiba suara bergema datang mengelilingi lorong gelap itu, sang ratu terbelalak mendengarnya.
"Kau siapa!" teriak sang ratu.
"Aku Richeos, aku melihatmu mahir sekali memakai kursi roda sampai kau bisa turun dari tangga, apa kakimu tidak terasa sakit?"
"Bunda kenapa iblis itu harus ada didalam diriku awalnya? dan sekarang orang lain yang harus menganggungnya.."
"Apakah ini rencana ayah? bagaimana bisa ia akan menguasai matahari? apakah ucapan kakek itu benar?"
__ADS_1
"Tentang 'sebuah fenomena yang datang dari galaxy dan berhenti dimatahari, setiap manusia yang melihat tanda dari itu, mereka harus menyembah matahari hingga akhir hayatnya' apakah sejak saat itu? kalian menjadi berbondong-bondong untuk menguasai sang surya itu?"
Ratu Carlota hanya terdiam kaget dan ketakutan, ia akhirnya berteriak dengan keras hingga memenuhi lorong gelap tersebut.