Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Ilusi Iblis


__ADS_3

Akhirnya argus memutuskan untuk mengemasi barang-barangnya lalu pergi dari hutan itu, mereka mencari tempat yang aman dari banyaknya serangan monster, mereka lalu pindah ketempat latihan mereka, mereka mendirikan tenda kecil.


Hari sudah malam, mereka lalu mendirikan sebuah api unggun, dan memakan makanan yang argus bawa dari kota lander, kai dan timandra sudah siuman, ada banyak luka yang mereka terima ditubuh mereka, namun jay dan tea mengobatinya.


Kai dan timandra banyak bercerita awal dimana orang-orang serafina habis dimangsa oleh para monster. Awalnya timandra, kai dan satu lagi orang lagi sedang sibuk latihan, tiba-tiba ada monster kelelawar yang muncul mengeluarkan api, ia basmi habis-habisan.


"Aku, kai, dan satu lagi mendengar banyak gaduh didalam hutan, kami datang tapi satu persatu tubuh mereka dilahap oleh monster itu, kami berusaha menyerang tapi apa daya...teman kami mencoba memanah seraya berlari kearah monster itu namun, tubuhnya ditangkap dengan cakar ganas itu" ucap timandra seraya meneteskan air matanya.


Bagaimana tidak, timandra melihat dengan mata kepalanya sendiri, saudara-saudaranya dimangsa oleh monster itu, kai hanya menunduk seraya memeggang lengannya yang masih terluka dibalut perban.


"Intinya aku dan kai berusaha menyerang namun, semuanya sia-sia, kami bersyukur masih hidup.."ucap timandra.


Argus memeluk timandra, timandra menangis sejadi-jadinya didada argus.


"Maafkan kami...." sahut agil.


"Tidak, bukan salah kalian" ucap kai.


"Tapi aku membawa pisau belati ini untuk kalian..." gumam agil, membuat argus, jay, dan tea tersentak kaget.


"Apa?" tanya argus.


"Aku membeli diam-diam belati ini dengan kristal ular malvory itu.." ucap agil.


Argus memutar bola matanya, "Kau diam-diam membeli senjata itu?"


Agil mengangguk, "Karena ku pikir pedang saja tidak akan cukup"


Lalu argus berdiri dan mengambil belati tersebut.


"Kau mengambil ditoko yang mana?"


"Aku membeli ditoko sebelah kita membeli pedang ini..." jawab agil.


"Gil lain kali kau bisa berbicara denganku lebih dahulu..." sahut argus seraya mengembalikan kedua belati ini kepada agil.


"Aku hanya membeli dua, jadi aku kasih ke kalian...." ucap agil.


"Kelelawar api yang kalian lihat?"


"Ini seperti yang dikota lander bukan paman?" sahut tea.


Argus mengangguk.


"Kenapa paman kenapa orang-orang kita yang dibasmi?" tanya timandra.


"Mereka monster mereka tidak memiliki akal dan pikiran" sahut argus.


Malam itu mereka memutuskan untuk tidur cepat, tapi salah satu diantara mereka harus berjaga-jaga secara bergantian, malam ini argus yang akan menjaga mereka terlebih dahulu.


Waktu menujukan pukul tengah malam, argus bisa melihat bulan yang berada diatas kepalanya, ia lalu mengambil botol air, ia berjalan menuju tempat itu, tempat tinggal orang-orang serafina seraya membawa obor.


Ia menyiram air itu memutari tempat tinggalnya yang sudah hancur berantakan, ia lalu terduduk dan memejamkan matanya seraya menggegam kedua tangannya.


"Maafkan jika akhirnya kalian mendahuluiku, maaf jika aku telat datang, maaf jika aku tidak pernah ada disituasi sulit, aku menyalahkan diriku karena seorang ketua yang bodoh menjaga anak-anaknya, bahkan sepertinya aku tidak pantas mengatakan ini, tapi kepergian kalian adalah sebuah takdir, semoga kalian hidup kembali diwaktu yang akan datang" ucapnya, lalu ia bersujud.


Ia lalu kembali ketendanya, malam ini jika ia memejamkan matanya pikiranya sangat bising, hal itu sangat dibenci argus, hingga tiba waktunya agil untuk berjaga dimalam itu.


"Paman, kau bisa tidur sekarang"


Namun argus mengatakan jika ia akan menjaga sampai pagi.


"Diduniamu adakah seperti itu?" ucap argus seraya ia menunjuk kelangit malam.


Mata agil terbelalak setelah melihat adanya galaxy dan bintang yang menyatu dilangit malam.


Agil menggeleng, "Didunia ku hanya ada bintang saja paman..."


Tiba-tiba ekor mata argus melihat sosok manusia berjubah yang datang dari dalam hutan, ia juga melihat asap hitam yang mengikutinya.


"Gil..." bisik argus.


Agil tersentak kaget, manusia berjubah itu melangkah dengan tubuhnya yang mengambang, ia melangkah mendekat, hingga ia berhenti tidak jauh dari argus agil.


"Bangunkan mereka gil...!!" bisik argus, ia berdiri seraya mengambil pedangnya.


"Siapa kau!!" teriak argus.


Masih dengan perasaan yang tidak karuan, agil membangunkan mereka. Betapa kagetnya jay, tea, timandra, dan kai saat mereka terbangun, mereka langsung tersentak.


"Itu iblis?" bisik jay, namun agil menyuruh mereka untuk tetap diam.

__ADS_1


"Kau sudah tahu aku?" ucap manusia berjubah itu, ternyata ia mendengarkan bisikan jay.


Wajahnya sama sekali tidak terlihat, karena jubahnya yang menutupi wajah itu, auranya sangat gelap, jubah hitam dan asap hitam yang mengelilingi tubuhnya yang terbang.


"Aku iblis, aku mengakuinya..." ucapnya, suaranya terlihat seperti suara monster.


"Kenapa kau kesini!!!!!" pekik argus.


"Karena aku baru saja membasmi orang-orangmu.."


Mereka melotot mendengarkan perkataan iblis itu, kai geram ia berusaha beranjak untuk menyerang iblis itu namun ditahan oleh agil, agil menatap kai, ia menggeleng.


"Kau bisa menyebutku iblis yang kejam, atau dengan nama asliku Auvamor"


Argus yang menjaga mereka berlima dibelakangnya, ia berteriak, "Tidak penting bagi kami mengetahui nama mu"


"Benar, tapi aku ingin memberitahu kalian sesuatu, benar para kelelawar itu adalah anak buahku, aku sedang melepaskan mereka, dan mereka sedang mencari mangsa sesuka hati, jadi bukan salahku karena membunuh orang-orangmu"


Walaupun tidak dilihat dengan agil dan yang lainnya, namun argus tidak salah melihat, iblis otu tersenyum jahat setelah mengucapkan ucapan itu, mulutnya hitam, tapi argus tidak bisa melihat keseluruhan wajahnya.


"Kenapa kau datang kesini? kenapa kau membunuh semua orang-orang disini, apa salah mereka"


Iblis bernama auvamor itu tertawa, "Kenapa kau melindungi mereka? kenapa kau memeggang pedang? percuma kau akan kalah dengan satu setuhan dariku, lagi pula aku tidak akan membunuh kalian" ucap iblis itu melangkah mendekat, membuat argus spontan mundur kebelakang seraya menyodorkan pedang.


"Yang pertama, aku datang kesini karena ternyata masih ada yang tersisa, yang kedua kenapa aku membunuh mereka? dengar! secara hrafiah bukan aku yang membunuh mereka"


"Pergi!!! pergi!!!" teriak timandra.


"Tenang aku akan pergi" ucapnya membalikan badan, namun tiba-tiba ia menyerang menggunakan kekuatan asapnya, ia semburkan kearah mereka berenam, membuat mereka susah untuk bernafas, membuka matanya, mereka batuk-batuk. Hingga mereka membuka matanya mereka sudah disebuah ruang yang tidak ada ujungnya.


Dimana saat agil membuka matanya, ia mencari-cari keberadaan seseorang namun hanya ada dia disana, ruangan gelap, namun tiba-tiba datang sebuah planet bumi didepannya, yang menjadi aneh bumi sangat kecil dihadapanya, saat agil menlihat keseluruhan satu persatu planet muncul, dimana ia seperti sedang berada diruang angkasa karena tubuhnya terbang tak beraturan.


Ia bisa melihat galaxy, bintang, meteoroid dan yang lainnya, dimana agil bisa melihat benda-benda langit disana, bahkan ukurannya sangat kecil dibanding dengan tubuhnya.


Ada sebuah comet yang terbang tidak beraturan disana menabrak tubuhnya namun agik tidak merasakan adanya benda yang bertabrakan dengan tubuhnya.


Tubuhnya masih melayang, lalu agil mengeluarkan suaranya.


"Paman!!!! jay!! tea!! kai!! timandra!!" suara agil terlihat bergema.


Namun tidak ada jawaban sama sekali, ia mencoba tenang memejamkan matanya, namun saat ia membuka matanya, ia justri berpindah tempat.


Ia berteriak, "Tolong!!!!!!" teriaknya.


Namun yang ia dengar sunyi, hanya bergema saja. Pikiran agil sudah sangat buntu, ia tidak tahu ala yang akan agil lakukan, ia masih melayang digalaxy itu, semuanya gelap diluar sana, hanya galaxy ini yang mengeluarkan cahaya birunya.


Tiba-tiba ia melihat tubuh randi dan gilang yang melayang didepannya, diluar galaxy, yang dilihat agil mereka tidak melihat agil yang sedang terperangkap didalam galaxy ini.


Agik tersengak kaget, ia langsung mendekat memanggil randi dan gilang, namun mereka sama sekali tidak mendengarkan ucapan agil, agil berusaha memukul-mukul pembatas air itu, namun sangat keras sepperti kaca, membuat tangan agil sangat kesakitan, namun hal itu ia hiraukan.


"Ran!!!! gilang" ucap agil berkali-kali.


Tubuh randi dan gilang melayang, agil melihatnya seperti mereka sedang mencari keberadaan agil, agil mencobanya lagi ia memukul-mukul penghalang itu, namun seperti ia didalam kaca, tidak ada sama sekaliyang mendengarnya.


"Apa yang harus aku lakukan? apakah aku mati?" ucap agil.


"Kenapa tempat ini sangat mengerikan?"


Selang beberapa menit, agil melihat jay dan tea yang juga sedamg mencari agil, tubuh mereka melayang diluar galaxy yang ditepati agil, agil mencoba memanggil mereka lagi namun sia-sia, ia sedang terperangkap ditempat mengerikan ini.


"Sepertinya aku memang sudah mati" gumamnya.


Agil mengeluarkan air matanya, ia menangis, terlintas dipikiran agil, jika agil pernah berkata, suatu saat nanti jika agil mati, agil akan bertemu dengan randi dan gilang di tempat yang berbeda, apakah yang dimaksud adalah ini?


"Berarti randi dan gilang sudah mati?"


"Tidak!" sahut agil.


Namun seperti antrian, agil melihat ayahnya dan refa yang datang menyusul jay dan tea yang sudah beranjak pergi, ayahnya datang menggandeng refa, dimana mereka melayang menuju galaxy yang agil tempati, mereka berbeda dengan gerakan jay, tea, randi dan gilang yang hanya melewati agil.


Ayah agil dan refa mendekat, mereka seperti melihat aquarium besar didepan mereka, mata mereka menatap agil, namun mereka tidak merasakan jika didalamnya ada agil.


Agil mendekat, "Kalian tidak melihatku? ya karena memang aku sudah mati!"


Ayah agil dan refa sangat bahagia diluar sana, agil bisa merasakan kebahagian itu.


"Kalau aku sudah mati, jadi ini yang aku lihat kalian hidup bahagia?"


Agil mundur, ia membalikan badannya ia tidak kuasa melihat senyuman mereka didepannya, agil meneteskan air matanya.


"Jika benar aku mati!!!!!!!! maka pergilah semuanya yang aku lihat didepankuu!!"

__ADS_1


Namun tiba-tiba tubuh agil seperti dilempar oleh seseorang yang besar, tubuhnya menabrak tempat pelindung galaxy itu yang seperti kaca, hingga mulut agil mengeluarkan darah, ia segera menoleh dan ternyata sosok iblis itu yang berada didepannya.


Iblis itu mendekat, "Kau tidak mati, kau hanya masuk kedalam sihirku, ada yang ingin aku tayankan kepadamu..." ucap iblis itu


Entahlah, saat berhadapan dengan iblis itu agil merasa tidak takut sama sekali, yang ia rasa adalah, iblis itu berura sangat baik dan positif yang membuatnya tidak takut sama sekali.


"Kau kehilangan kedua sahabatmu bukan? kau tahu dimana mereka?"


Dengan spontan agil menjawab ia ingin tahu keberadaan randi dan gilang saat ini.


"Namun ada satu syarat, hancurkan matrix itu.." ucap iblis itu.


Agil terbelalak ia tidak tahu apa yang dimaksud iblis yang ada didepannya, saat ia bertanya apa matrix itu, namun iblis itu terus mengatakan 'hancurkan matrix itu' hingga tubuhnya seperti tersedot hingga hilang.


"Tunggu!!!!" teriaknya.


Selang beberapa detik, kali ini tubuh agil juga seperti tersedot hingga ia seperti masuk kedalam saluran hitam, membuatnya sangat merasa pusing, dan saat itu lah agil tidak melihat apa-apa ia jatuh pingsan.


"Agil.....agill." suara jay sangat jauh, agil masih memejamkan matanya ia mendengarkan suara jay memanggil agil, namun suara itu sangat bergema dan terdengar sangat jauh.


Agil tersadar lalu ia, tersentak dan terbangun, mata agil terbelalak saat ia tersadar ia bangun ditempat semula, tempat yang agil kenal, temlat latihan yang menjadi tempat agil bermalam disana.


Mata agil menelusuri tempat itu, masih terlihat seperti semula, ia juga melihat kai dan timandra yang masih memeggang luka mereka, argus dan tea didepan agil yang masih memasak sesuatu, dan jay yang duduk disampingnya.


Ia langsung memeluk jay, "Syukur aku hanya mimpi..." ucap agil memeluk erat jay.


Jay melepaskannya, "Tidak gil"


"Apa?" ucap agil.


Lalu argus berdiri dan berjalan kearah agil.


"Kita terkenal sihir iblis malam itu..."


Agil berdiri, "Itu nyata? itu benar-benar kita ada ditempat itu?"


"Entahlah tapi memang nyata dan itu bukan mimpi, kita pikir kau tidak akan datang karena kau yang paling lama terkena sihir itu..."


"Aku?" ucap agil kebingungan.


Argus mengangguk, lalu tea mendekat.


"Aku datang kesebuah tempat, dimana hanya ada aku disana, semuanya serba putih, aku seperti ditengah lautan, jay berada disebuah padang pasir, paman seperti ditengah awan, kai dan timandra sama mereka seperti berada ditempat yang penuh dengan cahaya..." gumam tea.


"Aku....aku diluar angkasa....."


"Lalu apa yang kalian ingat?" ucap agil.


"Kita hanya mengingat tempat itu saja...." sahut timandra.


Agil seperti kebingungan ia meremas rambutnya, "Benar aku tidak mengingat apa pun...."


"Gil kau datang tiba-tiba, setelah satu jam kita menunggumu disini, kita mengira kau akan ditempatmu, dan tidak bisa keluar, namun aku sangat bersyukur kau datang" gumam jay.


"Aku yang datang awal-awal disini..." sahut argus.


"Tapi paman...kenapa aku tidak mengingat apapun?" ucap agil.


"Inilah sihir....." ucap argus beranjak, melanjutkan memasak.


Agil mencoba mengingat kejadian yang terjadi, ia memejamkan matanya, namun hal itu membuatnya sakit kepala, agim berteriak hingga membuat mereka tersentak kaget.


"Lupakan kejadian ini gil, ini hanya ilusi iblis itu...." ucap argus.


"Tapi paman pikiran aku sangat mengganjal"


"Gil...." bisik jay.


Dengan wajah agil yang berantakan, agil menatap jay, lalu jay menyentuh mulut agil.


"Ke..kenapa?" tanyanya.


"Ada darah dimulutmu...." gumam jay, seraya menghapus bekas darah dari mulut agil.


"Kok bisa?" tanya agil, jay hanya menggeleng.


Agil terdiam, pikiranya kemana-mana, yang membuat aneh agil adalah kenapa ia tidak bisa mengingat satu saja kejadian, yang ia ingat hanya ia ada disebuah tempat seperti luar angkasa, kenapa ia bisa sangat lupa.


Hal ini membuatnya sangat frustasi, ia berusaha untuk mengingat namun, hal ini membuatnya sakit kepala, jay mencoba menenangkan agil.


"Ini hanya sihir iblis itu gil...."

__ADS_1


__ADS_2