Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
SELAMAT LEBARAN!!!!


__ADS_3

Temen-temen author yang author cintai, selamat lebaran ya semua!!!!


Seneng deh akhirnya setelah menempuh puasa satu bulan, lebaran akhirnya tiba, gak kebayang author hampir satu tahun menulis disini. Author cuma mau ngucapin selamat lebaran ya semuanya.


Maaf ya, kalau author ada banyak salah, disengaja maupun tidak disengaja. Apa lagi tentang perjalanan author nulis cerita ini, banyak banget salahnnya, sampai author entahlah harus berbuat alur cerita yang semenarik bagaimana lagi.


Selain itu, author juga sudah menyiapkan berbagai bentuk alur dan eps terakhir yang memuaskan, insyaallah author juga ikutt puas. Author juga mempersiapkan episode tambahan, dimana agar teman-teman yang baca cerita author bisa dicairkan dulu pikirannya, xixixixix.


***Additional episode trailer***!!!!


Randi membuang sampai setelah ia seharian membersihkan kamarnya yang sudah lama ia biarkan berantakan. Ia membuang dibelakang rumah, ekor matanya tiba-tiba melihat seorang wanita yang terus mengentuk pintu rumah tetangganya.


Randi inisiatif untuk menghampirinya, karena jika dilihat-lihat pakaian wanita itu sangat rapi dan sopan, seperti pekerjan kantoran.


"Maaf? anda cari siapa?" sahut Randi.


Wanita itu tersentak, lalu membalikan badannya.


"Saya mencari Bara..." jawab singkat wanita itu.


Mata lebar Randi menelusuri bagian rumah, dan mencoba memanggil Bara tetangganya, namun tidak ada sahutan sama sekali dari dalam.

__ADS_1


"Sepertinya sedang pergi mbak, saya juga gak lihat perginya kapan..." ucap Randi.


Raut wajah wanita itu tiba-tiba berubah, seperti sangat lelah dan menahan sakit. Randi yang sadar akan hal itu lalu menyahut.


"Mbak? mbak gak apa-apa kan?"


Wanita itu mengangguk, "Mbak dari mana?"


"Saya dari Bali..."


Randi melotot, saat mendengar jawaban dari wanita didepannya itu.


"Mbak dari Bali? jauh banget mbak..."


"Kalau boleh tahu, ada keperluan apa ya mbak? datang jauh-jauh..."


Tiba-tiba wanita itu, mengeluas perutnya, Randi terbelalak saat ia sadar perut buncit wanita itu.


"Bara, menghamili saya mas, saya mau minta pertanggung jawaban..."


Randi bengong, ia tidak bisa berkata-kata lagi, saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut wanita itu.

__ADS_1


"Anda? jauh-jauh datang kemari? untuk meminta pertanggung jawaban?"


Wanita itu mengangguk, lalu ia menceritakan kisah awalnya.


"Saya kenal Bara lima tahun yang lalu mas, saya kuliah bersama dengan Bara dan ambil jurusan yang sama juga dengannya, awalnya memang teman biasa, tapi lama kelamaan, kita saling suka. Dan menjalin sebuah hubungan, selama beberapa tahun ia tidak pernah menyentuh saya, ia benar-benar laki-laki yang diharapkan semua orang mas, ia menjaga wanita dengan baik, hingga tak lama ini. Ia mengajak saya berhubungan badan, ia memaksa saya, hingga saya juga kecanduan, memang ini salah saya juga..."


Randi memperhatikan cerita wanita itu secara saksama. Ia kemudian teringat lima hari yang lalu, dimana saat Randi masih terjaga dan memodiv motornya dibengkel, ia tak sengaja melihat segerombolan laki-laki mabuk didepan rumah Bara.


Awalnya Randi tidak mengubris, karena Randi juga anak nakal, ia jiga pernah melakuka hal semacam itu, bukankah itu wajar? tapi saat Randi perhatikan, tingkah mereka semakin tidak wajar. Ada satu wanita yang digilir, dimana segerombolan laki-laki menyentuh tubuh privasi wanita itu.


Randi yang masih memeggang gir motor, kemudia berdiri dan mencoba ingin melempar gir ini kearah segerombola itu, namun tiba-tiba Bara datang dan ia menyelesaikan masalah itu.


"Mas, saya memang mau ke Jakarta juga, saya punya kakak kandung yang berkeluarga disini, jika memang Bara tidak ingin bertanggung jawab saya juga tidak masalah..."


"Mbak? anda sudah beberapa kali kesini?"


Wanita itu mengangguk, "Dan tidak pernah saya bertemu dengannya mas..."


"Lalu apa yang akan anda lakukan?"


Wanita itu terdiam sejenak, lalu ia mengangkat suaranya.

__ADS_1


"Saya...saya akan merawat bayi saja sendiri, jika memang Bara tidak ingin bertanggung jawab!"


__ADS_2