
Randi dengan wujud monster drakulanya membawa, tubuh Gilang kesebuah gubuk kecil keadah selatan, setelah raja Gevarnest memerintahkannya, karena masalah akan semakin runyam jika Gilang dibawa kedalam kerajaan.
Randi juga membawa pasukan prajurit, dan tidak lupa ia membawa sebuah serbuk kristal. Setelah berjalan cukup jauh, Randi menemukan sebuah gubuk dan meletakan tubuh Gilang.
Ia menempelkan tangannya kearah dahi Gilang, dan memejamkan matanya, namun yang ia lihat adalah kenangan masa lalu, antara Agil, Randi, dan Gilang.
Dimana awal mereka bertemu, dan kejadian-kejadian bersama lainnya saat mereka masih bersama. Randi tersentak dan memejamkan matanya.
"Kata sang raja, ini tidak membuat dia mati..." sahut prajurit tersebut.
"Sungguh?" sahut Randi.
"Kau bisa berubah menjadi wujud normal dulu..."ucap prajurit.
Tak butuh waktu lama, Randi merubah wujudmya menjadi manusia normal. Ia lalu mendekat kearah tubuh Gilang yang tak sadarkan diri.
"Cara kerjanya mudah, suruh dia menelan serbuk kristal itu, lalu tepatlan mulutnya tepat didepan mulutnya, dia akan mentransfer darah untukmu..."
Randi menatap prajurit itu, "Sungguh dia tidak akan mati?"
"Ada cara lain? ada manusia lain selain dia?"
Namun seperti sesuatu mempengaruhi otaknnya, tiba-tiba pikirannya berubah, ia harus menggunakan kekuatan ini dari Gilang, ia tidak butuh manusia yang lain.
__ADS_1
Prajurit itu mengangguk, ia paham jika Randi sedang dalam proses pemulihan dimana ia tidak ada sadar seratus persen, ia akan berubah-ubah menjadi manusia dan menjadi monster dalam hitungan detik hal itu yang tidak bisa membuat Randi konsentrasi.
Prajurit itu menepuk pundak Randi, "Kau paham kan? kau sedang dalam pemulihan? secara kilat kau bisa saja berubah menjadi dirimu sendiri dan berubah menjadi monster tiba-tiba, maka kau hanya perlu konsentrasi..."
"Maka, dia tidak akan mati..." sambungnya.
"Dia sahabatku, aku harap aku bisa konsentrasi, aku tidak mungkin membunuhnya..."
"Tapi apakah tidak ada manusia yang lain?" lanjut Randi.
Prajurit itu tersenyum, "Bukankah sang raja memerintahkan dia? bahkan kau juga menemukan pria ini bukan? dia sudah diarah oleh raja..." ucap Prajurit.
"Kau juga sudah berjanji tidak akan membunuh dia..." sambung prajurit.
Jantung Randi berdebar dengan kencang, ia mengambil serbuk tersebut dan memasukannya kedalam mulut Gilang begitu saja, awalnya tidak ada reaksi apapun yang muncul, namun tiba-tiba Gilang tersedak dalam posisi masih tak sadarkan diri, lalu ia memunculkan asap merah dari dalam mulut.
"Saatnya, buka mulutmu!!!!" pekik prajurit tersebut.
Randi berhadapan dengan wajah Gilang dengan dekat, ia membuka mulutnya untuk mentransfer asap itu masuk kedalam mulutnya.
Dengan perasaan bersalah, Randi hanya bisa memejamkan matanya.
*Lang, dengarkan aku, aku harap kau mendengarkan walaupun mustahil. Aku sangat menyanyangimu, sebagai sahabatku. Aku berjanjo srtelah tugasku selesai, aku akan kembali dan membuat lubang agar kalian semua bisa kembali kedunia kita. Aku mempunyai remcana dan strategi sendiri, aku mengiyakan semua perintah sang raja, agar aku cepat mendapatkan rahasianya dan juga mendapatkan jawabannya. Aku bertemu Agil, Lang. Aku menangis sendiri saat mihat Agil disana, karena dia hebat, dia bisa sampai disini tanpa luka sedikit pun.
__ADS_1
Aku menyesal karena aku menjadi seperti ini, tapi ini lah caranya Lang. Kau tidak akan mati, aku percaya itu, Agil juga! dia tidak alaj mati secepat itu*.
Tanpa sadar, asap itu sudah masuk kedalam mulut Randi sebanyak mungkin, namun tiba-tiba Randi tak sadarkan diri dan tak konsen, wujud monster drakula tiba-tiba muncul, Randi berubah menjadi drakula, seraya masih menghisap asap yang muncul dari mulut Gilang.
Semua prajurit tersentak, "Konsen!!!! konsentrasi!!!!!!!!!"
Namun Randi seperti tidak bisa menahannya, Randi berubah menjadi wujud drakula, dan terus menghisap dengan sangat banyak asap dari mulut Gilang.
Semua prajurit berusaha menghentikannya, karena Randi yang sudah mulai kasar saat menghisap, mereka juga sangat panik saat tubuh Gilang mulai kering kusut, karena Randi yang menghisap sangat banyak.
"Tidak!!!!!! tidak!!!!!" prajurit itu menyerang Randi untuk menghentikannya, namun Randi menyerang balik, ia tidak ingin diganggu.
Semua prajurit yang mencoba menghentikannya, terlempar jauh karena serangan Randi. Hingga tubuh Gilang mengencil seperti disedot hingga kurus kering tanpa ada daging segar menempel. Randi menghentikan aksinya karena asap yang dihasilkan sudah terkuras habis.
Ia lalu terbang beranjak pergi dari tempat tersebut. Prajurit itu berlari kearah gubuk dan meliihat tubuh Gilang yang sudah terbujur kaku, dengan tubuhnya yang kurus, kering, dan kulit yang menciut.
Prajurit itu menghelan nafasnya, ia menundukan kepalanya.
"Dia mati?" gumamnya.
Ia memeriksa nafas, dan denyut nadi namun, tidak ada tanda-tanda bergerak. Ada beberapa prajurit yang menyusul.
"Apa? dia mati?"
__ADS_1
"Yah, pria yang bernama Gilang sudah tiada...."