
Fay menarik tubuh Varegar yang terluka parah dari mesin pesawat yang hancur, ia membawa tubuh Varegar ketempat yang datar dan aman. Ia memeluk tubuh Varegar seraya menangis.
"Kak!" ucapnya.
Gilang mendekat kearah Agil, ia menarik tangan Agil. Lalu berbisik.
"Jujurlah kepadaku? apa yang Fay katakan denganmu saat masih ada dikerajaan? apakah tentang Matrix?"
Agil memutar bola matanya, "Yah, aku bertanya tentang itu, Fay mengatakan jika ia juga tidak tahu dimana tentang Matrix itu, bagaimana kita bisa menghancurkannya? sedangkan kita tidak tahu dimana? Fay juga pernah berdiskusi empat mata dengan sang raja, tetap saja ia tidak tahu dimana letaknnya, yang bisa kita lakukan ya seprti tadi, berbicara dengan sang raja, walaupaun seratus persen entah aku bisa memeprcayainya tidak.."gumam Agil.
"Gil, lihat ini, langit ini, ini pasti pertarungan antar iblis gila itu dan sang raja pastinya, berarti sang raja mematuhi ucapan Fay, kau percaya dengan Fay? dia sebenarnya ada dipihak mana?" tanya Gilang.
Agil menatap Gilang, ia memeggang kedua tangan Gilang.
"Aku percaya kepada Fay, tentu dia tidak bisa apa-apa jika nerhadapan dengan sang raja, yang perlu kita yakini dari Fay adalah mempercayai ucapan Fay, tentang bagaimana ia akan melakukan strategi, pembuktiannya sekarang, lihat? bagaimana raja akhirnya memutuskan untuk menyerang sang iblis itu, sesuai ucapan Fay tadi..."
"Tapi Gil, dia mengatakan 'entah tentang Matrix itu terserah sang raja saja' begitu Gil, ia mengatakannya kepada sang raja..."
Agil menepuk kedua pundak Gilang, "Tenang Lang, percaya kepadaku, Matrix itu akan segera ditemui dan dihancurkan sebelum sang raja melakukan rencananya"
Malucia mendekat kearah Lidra yang masih tergeletak, "Kepalamu sudah tidak apa-apa?" bisik Malucia.
"Apakah ini? sihir iblis itu lagi? kita ada diruang angkasa...." ucap Lidra.
"Pastinya, ada pertarungan iblis dengan sang raja diarah utara..." ucap Malucia.
***
Kekuatan sihir milik Auvamor semakin menjadi-jadi, dimana ia mengendalikan semua ruang angkasa, ia mengendalikan matahari dan bumi, ia satukan dan dekatkan tepat dihadapan raja Gevarnest.
"Lihatlah? apakah terlihat sama bumi dan matahari?" ucap Auvamor.
__ADS_1
"Lalu bagaimana bisa, kau ingin mengambil semua ruang semesta ini sedangkan kau hanya butiran kecil dari benda-benda langit, kau bisa jamin itu?"
Raja Gevarest hanya menyengir, ia lalu melirik kearah Randi dengan wujud drakula, sang raja terseyum saat dimana Randi berhasil mengumpulkan semua chakra, yang terbentuk bulat dari mulutnya, chakra itu seperti kekuatan cahaya yang menyatu.
Tanpa aba-aba, Randi akhirnya melempar bentuk chakra itu, dan mengarahkan tepat dimana Auvamor berada, hingga ruang angkasa hayalan yang dibentuk Auvamor akhirnya hilang dalam sekejap. Saat chakra itu menghantam tubuh Auvamor, munculah ledakan dahsyat dari udara, seperti bom yang meledak diudara dengan suara yang super keras.
Ledakan itu menghasilkan asap hitam, dan api yang mengembara.
"Tidak sia-sia aku menciptakan portal chakra disetiap sudut kota..." gumam sang raja.
Semua orang yang menyaksikan suasana langit yang normal kembali kaget seraya mereka juga ikut tersentak saat melihat ledakan besar diudara.
Auvamor tak sadarkan diri, tergeletak dengan tubuh yang penuh luka sang sangat banyak dan darah dimana-dimana, tenaga dan kekuataannya melemah, entahlah apakah ia bisa yakin kembali mengalahkan Gevarnest.
Raja Gevarnest mendekat, "Kau ingin mengalahkanku? tidak bisa, sudah aku katakan, kau ingin berubah menjadi iblis, dewa, monster pun jika ditandingkan denganku, kau akan tetap lemah dan lemah, apa tujuanmu membentuk sekte itu? sekte teluk alaska, dan yang lainnya? pada akhirnya kau kalah?"
Kaki dan tangan yang sudah terpisah, tidak bisa membuat Auvamor berdiri lagi, dengan wajah penuh luka dan berantakan ia mejawab.
Auvamor menghelan nafasnya.
"Aku sempat kabur, walaupun tubuhku sudah hancur lebur, aku pergi keteluk alaska aku bertemu dengan para petinggi penyembah iblis, dan aku diberikan kekuatan yang luar biasa, dan ingin aku gunakan untuk melawan pemimpin kota Majetic, karena pada saat itu aku cemburu, kotamu pada akhirnya maju dan berkembang, mengalahkan ibukota yang lainnya, karena kau akhirnya memilih kota ini menjadi ibu kota, walaupun banyak yang protes..." sambung Auvamor.
"Dengar, aku memilih ini karena strategi pasar ku yang pintar dan cerdas, perdagangan bisnis ku yang lancar dan bagus setiap tahun menjadikan kota ini sebagai ibukota..." ucap raja Gevarnest.
"Var, apakah aku sia-sia menyerangmu pada akhirnya? aku sangat menyesal mengendalikan semua raksasa yang ada, mereka lemah cih!" gerutu Auvamor.
"Boleh aku tanya sesuatu sebelum aku mati?"
"Bagaimana kau akan tanggung jawab kepada semua manusia asing yang tiba-tiba datang dari dunia lain ini? mereka berupaya mencari tahu jawaban dari balik ini..."
Raja Gevarnest memejamkan matanya, "Kenapa kau memikirkannya? tujuanmi kesini hanyalah mengalahkanku kan?"
__ADS_1
Auvamor tertawa, "Kau tahu? anak buahmu yang selalu patuh kepadamu akhirnya akan berkhianat..."
"Kau akan saling bertarung sampai darah saudara saling bertumpah dikota ini, aku tidak bisa mengatakan siapa yang menang, tapi ada salah satu orang yang sudah sangat lama terdiam, dan memendam sendirinya yang akan mengalahkanmu..."
"Tidak lama...."
Raja Gevarnest sangat kesal mendengarkan ucapan Auvamor. ia kemudian mengeluarkan kekuatan tanah dari kedua tangannya, dan mengurung tubuh Auvamor dengan tanah, dan menyenggelnya dengan kekuatan sihir.
Pada akhirnya iblis Auvamor berhasil dikalahkan dengan mudah oleh raja Gevarnest, dengan kekuatan yang tidak terkuras habis-habisan, berhasil membuat Auvamor tergeletak tidak penuh dengan tenaga dan energi sihirnya.
Randi kembali dengan wujud aslinya, dan ia tak sadarkan diri jatuh ketanah, tanpa beralaskan baju, dan dengan darah keluar dari mulut dan hidungnya.
Raja Gevarnest melihat sekelilingnya, jika kota Majestic sudah hanvur lebur, namun ia bisa merasakan hawa segar kembali saat ia akhirnya bisa mengalahkan iblis itu.
"Bagaimana bisa mereka tidak bisa mengalahkan iblis ini? padahal aku hanya mengeluarkan sedikit kekuatan sudah musnah? huft memang mereka sangat lemah.."
Raja Gevarnest mendekat keaarah dimana Randi tergeletak ditanah, ia menendang pelan tubuh Randi.
"Kau mati?"
Namun tidak ada jawaban dari Randi, raja Gevarnest lalu berkata.
"Sudah saatnya kau dikorbankan yah?"
Aleris beranjak, dia berdiri saat ia melihat langit siang kota Majestic kembali sehat dan ia bisa melihat biru langit dengan hiasan kapas yang mungil disetiap penjuru langit.
"Apakah raja berhasil mengalahkannya?" gumam Aleris.
Leon berdiri, "Memang benar sudah dikalahkan Ris, tapi kita punya musuh lagi.."
Aleris menoleh kearah belakang, dimana Leon berdiri. Aleris tahu itu, karena musuh yang sesungguhnya adalah raja Gevarnest.
__ADS_1