Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Mimpi buatan 3


__ADS_3

Aleris kembali kekamarnya, namun ia kaget saat ia tidak menemukan Bravogar disana, ia kembali tersadar jika ini hanya ilusi iblis saja, ia duduk di tempat tidurnya seraya memejamkan matanya sebentar.


Berharap ia bisa kembali ketempat semula, namun lagi-lagi Aleris tidak bisa mengendalikannya, ia beranjak berdiri dan mengambil air minumnya.


Tiba-tiba Aleris mendengar suara langkah kaki, ia menolah saat kedua orang itu masuk kedalam kamar Aleris.


"Hei kalian?" ucap Aleris.


Namun yang membuat berbeda, Fay dan Arvand yang datang kekamar Aleris tanpa bisa melihat ada sesosok Aleris disana.


"Hei? kenapa kalian tidak bisa lihat aku?" gumam Aleris.


Aleris menyentuh pundak Arvand, memang ia bisa menyentuh namun Arvand tidak merasakan ada sentuhan.


"Tebak, Aleris sedang apa diistananya?" ucap Arvand berjalan kearah balkon diikuti Fay.


Fay menggeleng, "Mana ku tahu, dia sibuk dengan wanita lain mungkin..."


Arvand tersenyum, "Kau kenapa? cemburu?" ledek Arvand.


Fay terbelalak.


"Apa-apaan, tidak!" pekik Fay dengan cepat.


Aleris melangkah mendekat, "Aku tahu aku mungkin tidak terlihat tapi tak bisakah kalian tidak membahas aku disini?"


Raut wajah Aleris tiba-tiba berubah saat Arvand mengatakan satu hal.


"Aku sangat merasa bersalah dengan Aleris, saat akumembunuh Bravogar...."


"Bukan salahmu! kau hanya mengikuti perintah ayahmu...."


Aleris masih terdiam, Arvand menundukan kepalanya.


"Ada rahasia besar yang Bravogar tulis dibuku, tapi aku tak kunjung menemukannya, mungkin kalimatnya sedikit tidak jelas karena keterbatasannya dia...."


Aleris terbelalak, ia mendekat kearah Arvand.


"Vand, kau tahu buku itu? buku itu ada dilaci kamarku..." pekik Aleris ia lalu berlari menuju laci kamar namun ia baru tersadar jika ia sedang ada di ilusi iblis.


Aleris menghelan nafasnya pasrah.


"Yang aku tahu.... ada tiga liontin dimana disitu ada maknanya.." ucap Arvand.


Aleris mendongak lalu mendekat kearah Arvand.

__ADS_1


"Liontin Bulan, Bintang, dan Matahari... yang aku tahu, yang ada hubungannya dengan ayah adalah liontin bulan...entah hubungan apa itu...." ucap Arvand.


Aleris berteriak saat ia sangat muak karena ilusi ini, tentu membuatnya gila, dimana ia tidak berbicara dengan mereka saat ditemuinya.


"Kau tidak bisa bicara dengan mereka?" ucap seseorang tiba-tiba datang.


Aleris menoleh, "Varegar? jangan bilang kau masuk kedalam ilusiku?"


Varegar hanya tertawa, "Akan aku beritahu apa rencanaku dan raja sebenarnya?" ucapnya.


Aleris masih terdiam.


"Baiklah, ini mungkin sangat rahasia, dan sangat membuatmu terkejut, karena....." Varegar mendekat dan berbisik keteliga Aleris.


"Karena ini memang tujuan utama raja...."


"Pada akhirnya semuanya akan terbongkar, maka akan aku katakan kepadamu...."


Aleris masih terdiam.


"Para manusia bodoh yang tersesat dinegeri ini adalah salah satu rencana sang raja, raja mengandalkan seseorang dari dunia mereka untuk membuat Matrix..."


Aleris melotot, "Matrix?"


"Diam, santai saja aku jelaskan secara terperinci....." ucap Varegar.


"Siapa pria itu?"


"Kau akan tahu nanti...."


"Ceritakan kepadaku semuanya!!!!!!" teriak Aleris.


Varegar mendekat lagi, "Randi temanmu itu, dia disembunyikan oleh raja dan Varegar...."


Aleris terbelalak dan mundur saat suara itu berubah, tiba-tiba seseorang yang awalnya Varegar berubah menjadi seorang iblis, ia tidak memperlihatkan wajahnya karena tertutup asap hitam mengelilingi tubuhnya dan jubah hitamnya yang menutup wajahnya.


Aleris mundur selangkah saat tiba-tiba ia merubah wujud.


"Dengar, aku yang hidup dijiwa pangeran Richeos, aku tahu semua tentang rencana busuk mereka, dan aku membela mereka....." ucapnya.


"Membela? membela siapa?" tanya Aleris.


"Tentu sang raja dan Varegar, karena mereka memanggilku kemari dan mereka memasukanku di bayi itu...."


Aleris terbelalak, ia melotot dengan perasaan tak yakin, sang raja sangat tega melakukan hal sekeji itu.

__ADS_1


"Sebenarnya tujuan awal, sang raja ingin sang buah hatinya memiliki keturuan dari sang ayahnya yaitu berbagai elemen kekuatan, tapi sang raja sudah tahu, bahwa anak pertama atau keduanya tidak memiliki kekuatan pewarisnya, maka aku salah satu rencananya untuk membangkitkan sang bayi, tapi tiba-tiba rencana berubah saat Randi datang...."


"Apa katamu?"


"Aku akan segera dipindah kejiwa Randi, karena jika aku tetap berada ditubuh sang bayi, ini mungkin akan membuat sang ratu mati, karena yang harus dilakukan untuk membangkitan aku, sang bayi harus menerima asi langsung dari ibunya hingga mati..."


Aleris mendekat kearah bas bunga, ia melempar kelantai dengan keras, lalu ia berteriak.


"Kau mungkin sudah tahu cerita aslinya, jika pada jaman dahulu mereka sangat krisis dan miskin, hingga mereka bangkit dan mengambil alih semua yang ada dibumi, mereka memang sangat serakah, sebenarnya aku melakukan ini karena aku harus bertemu denganmu, caranya memang dengan ilusi seperti ini..."ucapnya.


"Apa yang harus aku lakukan? agar mereka tidak melakukan itu kepada Randi?"


"Mereka sekarang sangat kuat, ada banyak portal diseluruh kerajaan membuat para monster tidak berani masuk kedaerah kerajaan...."


"Tidak! apa yang harus aku lakukan jika aku tidak mau Randi melakukan itu!"


"Sebenarnya sudah telat, Randi sudah dicuci otak dengan mulut ular Varegar, ia bahkan tidak ingin pulang ketempat asalnya..."


Karena emosi, Aleris memukul kearah iblis itu berdiri namun sia-sia, ia tidak bisa menyentuh iblis itu.


"Aku mengatakan ini kepadamu, karena mereka sudah keterlaluan memang, tapi apa yang bisa aku lakukan? aku hanyalah seorang iblis yang tidak bisa apa-apa..."


"Kau bisa pergi dari mereka!"


"Aku sudah dikunci, dan.....ya mereka sudah sangat kuat...."


"Berarti musuhku yang sebenarnya adalah sang raja?" ucap Aleris.


"Bisa dibilang begitu? dan satu lagi, entah aku bisa mengatakannya atau tidak, tapi jika tidak kau hentikan, dia akan lebih kejam dari ini, ia tidak segan-segan mengambil orang untuk bahan penelitiannya, atau mungkin Matrix itu akan mengambil alih matahari sampai pada akhirnya bumi dan seisinya runtuh dan yang akan hidup hanya mereka yang bisa mengendalikannya...."


"Satu lagi, ada juga seseorang yang ingin mengambil alih matahari, tapi dia dibunuh oleh Auvamor, mereka bukan iblis seperti ku, yang benar-benar iblis, mereka seorang iblis buatan..."


Aleris memejamkan matanya, namun saat ia membuka matanya, iblis itu sudah menghilang dengan sekejap. Aleris terjatuh seraya air matanya berjatuhan dipipinya.


"Selama ini? selama ini? apa yang aku lakukan? apa sialan! yang jahat ada didepan matamu!!!" Aleris meremas rambut kepalanya.


***


"Ris...ris..." seseorang memanggilnya seraya menyadarkannya.


Aleris membuka matanya, dan ia sudah kembali dari ilusi iblis yanh dibuat, ia berdiri, kepalanya sangat sakit. Ia terbelalak saat ia sama sekali tidak mengingat kata-kata yang iblis itu katakan kepadanya.


Ia berdiri dengan panik, ia mencoba mengingat kembali, namun yang ia rasakan hanya sakit kepala yang luar biasa membuatnya tidak tertahannya, ia memeggangi kepalanya dan meremas rambut kepalanya karena sakit kepala yang luar biasa.


Agil dan beberapa yang lain, mencoba menenangkan Aleris.

__ADS_1


Kenapa? kenapa ini sakit sekali? kenapa juga aku tidak mengingat kalimat penting itu sialan!!!!!!! bodoh!!!! tidak-tidak aku harus berusaha mengingatnya.


__ADS_2