Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Samurai gaib


__ADS_3

Aleris memutuskan untuk kembali kekerajaan, toh raja jesper menyuruh aleris untuk mengistirahatkan tubuhnya, seraya menunggu hasil penelitian potongan samurai itu.


Aleris pamit ia menundukan kepalanya pamit, benar selama perjalanan kemari dan setelah kejadian monster itu aleris belum mengistirahatkan tubuhnya, ia akan memejamkan matanya sebentar dan berharap kali ini ia tidak akan bermimpi buruk lagi.


Raja jesper memberi salam beberapa kali kepada argus, sahabatnya itu sudah sangat lama tidak terlihat dihadapannya.


"Kau kesini pasti ingin memgambil hartaku kan?" Ucap raja jesper bercanda.


Argus tertawa, "Aku baru melihat pangeran itu?" Ucap argus mengalihkan pembicaran.


Namun raja jesper hanya menjawab jika aleris yang dimaksud masih saudaranya, tidak membahas secara detail.


Agil, jay, dan tea datang, mereka munundukan kepala mereka, agil masih terheran-heran karena yang dihadapanya adalah seorang saja, ia beberapa kali menundukan kepalanya setiap raja jesper bergerak, hal itu membuatnya tidak nyaman.


"Maaf, ini anak baru, agil..." ucap argus.


"Agil?"


"Iya tuan.." jawab agil seraya tersenyum ramah.


Agil lalu menyodorkan tangannya, untuk berjabat tangan, raja jesper menerimanya, lalu ia tersenyum.


"Anakmu banyak sekali? Setelah kau bawa si jay dan tea kali ini ada anak baru lagi?" Ucap raja jesper.


"Iya tuan, saya datang dari dimensi lain, dan sedang mencari jawaban untuk bisa kembali ke dunia saya.." sahut cepat agil.


Raja jesper dan argus saling melirik, lalu raja mendekati agil dan berbisik.


"Ini bukan tempat untuk mencari jawaban.....saya juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini..." ucap raja jesper.


"Saya tahu ini kerajaan senjata bukan?" Tanyanya, raja jesper hanya mengangguk.


Raja dan argus menelusuri pasar senjata milik raja jesper, agil, jay, dan tea sudah meminta argus untuk ikut dengannya, namun argus menolak, ia berkata jika ini dalam misi rahasia dan tidak untuk didengarkan siapa-siapa.


"Jauh-jauh ke kota lander, tapi disini malah disuruh nganggur..." pekik agil.


Jay mendekat dan menepuk pundak agil.


"Dulu aku dan tea gini kok.....jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan ke pasar senjata bagian utara sana...jadi itu bukan pasar raja jesper itu pasar rakyatnya..." ucap jay.


Tea menyahut, "Ya tahu sendiri lah...pasar senjata bagian utara itu menjual senjata yang abal-abal, tidak sebanding dengan pasar milik raja yang berkualitas...."


Agil yang dari tadi duduk lalu berdiri, "Jadi....kalian jauh-jauh kesini malah diasingkan kayak gini?" Heran agil.


Jay dan tea mengangguk.


"Tidak!!! Aku tidak akan menyia-yiakan perjalananku..." ucap lari beranjak menuju pasar senjata milik raja jesper.


Jay dan tea segera menghalangi langkah agil.


"Tidak usah sok-sokan deh, dulu kita tidak seperti ini, kita gak brontak kayak gini, kita dulu patuh dengan perkataan paman!" Gumam tea.


Agil tersenyum, "Iya lah kan kalian bukan untuk bahan percobaan, jadi jika kalian menyia-yiakan waktu kalian tidak masalah, aku hanya kasian dengan diriku sendiri dalam perjalanan kesini aku sudah banyak kehilangan energiku, melewati banyak rintangan....tapi jika dibandingkan dengan perjalananan kalian waktu itu, jelas berbeda" ucap agil beranjak pergi.


Jay dan tea terdiam, "Tapi seorang agil susah untuk mengerti te, ia keras kepala untuk mengerti hal ini itu tidak akan bisa..." ucap jay.


"Tapi bisakan diam saja tidak usah banyak tingkah, aku tahu raja dan paman melakukan itu karena suatu hal yang rahasia, ia meminta kita untuk menunggu dan setelah dapat senjata kita pulang....."


Jay menunduk, "Tapi...jika aku jadi agil aku akan seperti ini..." ucap jay menatap tea.


"Apa katamu?" Gumam tea, lalu jay beranjak mengikuti langkah agil.


"Astaga aku memiliki adik-adik yang keras kepala...." ucap tea memutar bola matanya.


Didalam perjalanan, raut wajah agil masih terlihat marah, ia tidak bisa terima jika harus diam, sedangkan argus yang harus memilih senjata itu, jika di pikir logika seharusnya tujuan argus mengajak mereka adalah saling memilih senjata, tapi jika argus menyuruh mereka diam, berati secara tidak langsung ia menyuruh agil, jay, dan tea menemani perjalanannnya.


"Kenapa mereka terlihat bodoh? mau-mau saja disuruh diam oleh paman!!" gerutu agil.


Argus menelusuri jalan dimana kanan-kiri argus terdapat orang-orang yang menjual berbagai senjata, raja jesper menjelaskan tentang senjata itu satu persatu.


"Waktu kau datang kesini dulu....aku hanya menjengukku saat sakit dan membeli senjata pedang biasa kan yang itu?" raja jesper menunjukan salah satu pedang yang tertata rapi disisi kirinya.


"Karena waktu itu kau tidak bisa berdiri, aku tidak tahu tentang senjata aku langsung memilih senjata pedang biasa saja....."


Bilah pedang biasanya dibuat dari logam keras seperti besi atau baja, meskipun terdapat pedang dari emas, itu hanya digunakan sebagai hiasan saja, untuk latihan, biasanya pedang kayu yang digunakan.


Bilah pedang adalah bagian penting pedang yang dapat digunakan untuk menyerang, jenis serangan yang bisa dilakukan dengan bilah itu sendiri, menghantamkannya, menusuk, dan menebas sedangkan Gagang pedang adalah bagian untuk memegang pedang, pada beberapa jenis pedang gagangnya memiliki penahan di atas dan di bagian bawahnya, penahan bagian atas biasanya untuk menahan tangan ketika melakukan serangan.


Raja jesper menjelaskan jika banyak jenis pedang disini, yaitu:


- Pedang bermata ganda


- Pedang bermata tunggal


- Pedang satu tangan


- Pedang dua tangan

__ADS_1


"Kau menjelaskan terlalu terperinci" argus tertawa.


"Paman!!!" teriak agil.


Argus menoleh, agil mendekati argus dengan raut wajah geram, diikuti jay dibelakangagil.


"Kau suruh kau diam disana..." bisik argus.


"Diam? setelah mencoba membunuhku sekarang aku harus patuh denganmu? kau menyuruhku untuk diam?" pekik agil.


Argus lalu memeggang kedua pundak agil.


"Dengar aku akan segera membeli senjata ini, dan ssnjata ini akan menjadi milikmu..."


Agil tertawa kecut.


"Memang kenapa sih? kenapa aku harus menunggumu disana?"


Tiba-tiba seorang selir datang, ia menyuruh raja jesper untuk kembali ke kerajaan.


"Argus...aku sudah menjelaskan panjang lebar kepadamu...dan untuk pilih, pilih sendiri tidak usah bayar, ya!!" pekik raja lalu beranjak pergi.


Argus dan jay menundukan kepalanya, sedangkan agil tidak ia masih menatap marah kearah argus.


"Tidak...aku hanya memudahkan saja....aku membeli lalu kalian terima dan kita pulang...." ucap argus.


"Iya tahu paman, tapi aku harus ikut..."


Argus memutar bola matanya, ia menatap jay, akhirnya argus mengajak agil dan jay untuk memilih senjata yang akan dibelinya.


"Kan bisa kau ajak aku dan yang lainnya paman, kenapa kau menyuruh kami menunggu...."


Aleris sudah duduk diruangan tengah raja, lalu raja duduk dikursinya, selir itu menyodorkan potongan samurai itu, diikuti seorang ahli pedang, ia menundukan kepalanya, raja jesper menerimanya salam itu.


"Jelaskan.." ucap raja jesper.


"Saya tidak bisa mendeteksi tuan...pada umunya samurai dibuat dari bahan transisi yang kuat, ringan, tahan terhadap korosi, tahan terhadap air laut, tapi saat saya sedang meneliti bahan dari samurai ini, ia tidak masuk kedalam bahan penelitian ku....dan yang saya tahu, samurai ini dibuat khusus untuk para iblis"


Mata aleris terbelalak, ia tidak berkutik, raja jesper lalu berdiri ia memeggang potongan samurai itu.


"Dari iblis? kau tahu iblis dari mana?"


"Teluk alaska...." ucapnya lirih.


Aleris semakin yakin ini ada hubunganya dengan makhluk aneh itu, raja jesper melirik sedikit kearah aleris.


"Tuan...aku hanya ahli pedang, aku tidak tahu tentang hal itu...."


Lalu raja jesper menyuruh ahli pedang itu untuk kembali, ia berjalan menuju kearah aleris.


"Aku kembalikan..." ucap raja jesper menyodorkan potongan samurao itu.


"Kau sudah mendatangkan berapa dukun untuk mendeteksi teluk alaska?"


Aleris masih terdiam menatap kosong didepan, hingga ia tersara setelah raja jesper menepuk pundak aleris.


"Ada banyak, tapi mereka tidak tahu..."


"Aku tidak bisa menyuruh seseorang yang kuat sepertimu juga untuk datang ke teluk alaska, entah saat ini atau kapan, teluk alaska bukan sembarang teluk alaska...." gumam raja jesper.


"Jika memang ini ada hubunganya dengan suku itu...... tunggu mereka datang"


Aleris tersentak, "Menunggu mereka datang? aku tidak salah dengar darimu?"


"Aku belum selesai berbicara, jika semakin kesini ada banyak petunjuk yang disuguhkan oleh para iblis itu....berati akan ada perang besar, kau menunggu saja"


"Kau?" ucap aleris.


Raja jesper membalikan badan dan berjalan kearah kursi duduknya, lalu ia duduk.


"Aku juga menunggu....."


"Tapi jika ini ada hubunganya dengan suku itu, tapi jika iblis itu tidak ada hubunganya dengan suku tersebut aku tidak akan menunggu..." lanjutnya.


Aleris menatap potongan samurai itu, jika ini bukan tentang suku itu, mengapa hanya kota majestic yang mendapatkan musibah ini, setelah makhluk aneh muncul lalu potongan samurai ini.


"Kau mungkin akan sangat kepikiran, tapi yang lebih kepikiran tentang masalah ini, tentu raja gevarnest..." pekik raja jesper seraya menyeruput air minumnya.


Aleris yang berdiri lalu menatap raja jesper, "Aku tahu.." ucap singkat aleris.


"Kau tahu? patung kelelawar besar yang berdiri ditengah-tengah kota lander? tidak lama ini, monster kelelawar datang, ia terbang seraya mengeluarkan api dari mulutnya, membuat kota lander kebakaran dan ada banyak korban jiwa...." tutur raja.


Aleris menyimak cerita raja jesper dengan saksama.


"Karena kau tahu aku tidak memiliki kekuatan yang cukup...aku hanya memiliki kekuatan membuat patung, aku mengeluarkan kekuatanku hingga ia berubah menjadi patung, sejak saat itu aku sakit...karena tubuhku melemah..."


"Mereka hanya muncul satu ekor?" tanya aleris, raja jesper mengangguk.

__ADS_1


Entahlah, apakah monster kelelawar ini sama dengan yang aleris lawan waktu itu, tapi monster ini mengeluarkan api dari mulutnya, apakah berbeda?


"Aleris..." ucap raja jesper.


Aleris yang melamun lalu tersadar.


"Bersenang-senanglah hari ini...." ucap raja jesper.


Aleris yang mendengarkan perkataan yang muncul dari mulut raja, tersentak.


"Maksudnya?"


"Kau tidak akan langsung pergi bukan? kau sudah lama tidak kesini..."


"Tapi aku kesini hanya untuk tugas saja...."


"Sutt....."


"Jika kau ingin bersenang-senang datang saja ketempat bordil" ucap raja jesper tersenyum.


"Aku pernah mendengar ucapan kakek buyutku, jika masalah datang harus diselingi kesenangan..." lanjut raja.


Pipi aleris memerah, "Kenapa kau merekomendasikan aku tempat itu..." gumam aleris, raja jesper tertawa.


"Kau sudah dewasa, dan kau sangat tampan..."


"Aiss...jangan sok, raja ataupun pangeran kerap kali datang ketempat bordil, asal kau tahu...." pekik raja.


Entahlah kenapa setiap membahas wanita pipi aleris memerah.


"Tapi sepertinya aku harus segera pergi dan memberikan informasi ini kepada raja..."


"Hei hei.... sudah malam kembali tidur..." ucap raja berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan aleris.


Aleris masih terdiam ditempatnya, "Apa yang baru saja aku dengar? tempat bordil?" gumam aleris.


Argus, agil, jay, dan tea menginap disebuah tempat penginapan dikota lander, setelah berdebat dan membenahi masalah agil dan argus akhirnya mereka damai, mereka lalu mencari tempat penginapan.


"Dengar.....aku membeli pedang bermata ganda hanya untuk kalian bertiga...." gumam argus.


Didalam penginapan terdapat tempat yang berisi empat kasur didalamnya, memang argus memilih tempat yang murah karena ia menghemat biayanya.


Agil masih menatap takjub pedang bermata ganda itu, selain mengilap, pedang itu sangat tajam dan mengerikan.


"Dengarkan aku gil!!!" gumam argus, agil langsung meletakkan pedang itu.


"Aku sedang tidak bermain-main....ini benar-benar nyata, pedang, jadi kalian harus menjaganya..."


Jay berdiri lalu duduk disamping agil, ia berbisik, "Gil kalau kau ikut tea tadi kau akan lihat manusia tersesat seperti kita disana sedang menjual senjata..." ucap jay.


Agil menoleh, namun karena wajah jay terlalu dekat dengan agil, membuat agil tersentak setelah menoleh kearah jay, membuat canggung keduanya.


"Maaf..." ucap jay.


Pipi merah agil terlihat jelas.


"Tunggu....mereka yang seperti kita? dari dunia kita?" tanya agil, jay mengangguk.


"Ayo tolong mereka!!!" pekik agil.


Lalu arguz menyahut, "Tidak! kau sudah berjanji kepadaku....tidak ingin macam-macam, tunggu aku mohon tunggu waktunya..." gumam argus.


Entah seperti kerasukan sesuatu, mereka bisa melihat agil kembali duduk dan menurut kepada ucapan argus.


"Aku mendapat kabar jika saat ini masih banyak monster yang berkeliaran, karena aku tidak ingin menambah beban kalian, aku ingin kalian diam disini saja.....jika suatu saat ada monster datang ini bukan masalah kita namun sudah tanggung jawab orang kerajaan...."


Sudah hampir tengah malam, namun mata agil masih terbuka lebar, ia bahkan tidak merasakan kantuk sama sekali, beberapa kali agil menatap heran argus, jay, dan tea, yang terpejam dengan mudah.


Ia menatap langit-langit rumah seraya memaikan pedang barunya, pikiranya kemana-mana.


"Entahlah kalian masih hidup atau tidak, tapi aku akan cari jawabanya...." gumam agil.


Agil memejamkan matanya.


"Kalian sedang apa? ran....lang.... kalian pasti mengira aku sudah mati, tapi aku masih hidup, kalau kalian masih hidup apakah kalian sedang berusaha mencariku? sama, aku juga sedang berusaha, bagaimana caranya, dan siapa sebenarnya kerajaan yang dimaksud"


Agil bangun membenarkan posisi duduknya.


"Jika suatu saat aku bertemu dengan kalian dimana pun berada, aku janji aku akan bersujud dihadapan kalian, karena aku sangat bahagia ketika melihat kalian, tunggu aku.....tunggu sebentar saja, bertahan sebentar saja.....aku akan mencari kalian dimana pun dan mencari jawabanya.."


Mata agil menatap jay yang masih tertidur pulas, agil tersenyum.


"Aku akan memperkenalkan wanita cantik yang aku temui, akhirnya setelah sekian lama aku tidak jatuh cinta lagi, kali ini aku benar-benar jatuh cinta...aku bisa merasakannya, ran...lang... kalian tahu kan? aku selalu menjadi sosok pendiam? tapi setelah aku bertemu dengan dia aku menjadi diriku sendiri...."


Tea terbangun, ia membuka matanya, tapi ia sengaja tidak menggerakan tubuhnya, ia kembali memejamkan matanya setelah mendengar agil sedang bergumam dengan dirinya sendiri, tea mendengarkan kalimat yang agil lontarkan, tea mendengarkan semuanya sampai tuntas.


Ia juga berharap, jika kengerian ini segera berakhir, dimana ia bisa kembali menemui keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2