
Didalam sebuah goa yang tak kasat mata, bahkan tidak bisa dilihat oleh sembarang orang, disanalah sarang para monster yang bahkan bisa berubah dengan wujud manusia, dan yang sebagian besar seorang wanita. Sebuah castle yang gelap didalam goa, dan beberapa patung menempel digerbang jalan untuk masuk kedalam castle, patung kelelawar dan serigala yang menghiasi suasana gelap itu.
Bahkan tempat yang lebih jauh dari teluk alaska, goa yang jika dimasuki oleh orang mereka tidak tahu sebenarnya disanalah portal para iblis. Castle yang berdiri dengan nuansa dark mode, ketika memasuki castle tersebut, sebuah telur monster yang bergelatungan diruangan tersebut, bukankah itu adalah anak-anak mereka.
Auvamor salah satu iblis imitasi, dia bisa merubah dirinya sesuai dengan apa yang ia inginkan, tentu ini adalah salah satu kelebihannya, dia bukanlah seseorang yang berjabatan tinggi di castle tersebut, ia hanya memiliki perjanjian dengan beberapa iblis-iblis imitasi disana.
Imitasi adalah peniruan tingkah laku, dimana mereka meniru aksi seperti para iblis lainnya, namun mereka tetap manusia dimana mereka bukan iblis murni. Mereka menyembah iblis Bahemoth yang selalu mereka libatkan dalam doa-doa mereka.
Setiap Castle atau tempat digoa tersebut, mereka menempatkan patung iblis Bahemoth untuk menyembahnya. Bahkan selama beratus-ratus tahun lamanya castle ini didirikan dengan lingkup para iblis, tujuan sebenarnya mereka hanyalah menyembah iblis Bahemoth hingga semesta berubah segalanya ketika Auvamor datang dan masuknya manusia asing dinegeri ini.
Achilles seorang yang berkuasa dicastle itu dengan jabatan tinggi seperti seorang raja, yang memimpi dan tentu yang membangun castle itu. Ia mendekat kearah Auvamor yang sudah babak belur diwajahnya.
"Awalnya baik-baik saja, tapi saat kau datang kesini semuanya menjadi kacau..." sahut Achilles.
"Kau ingat perjanjiannya? kenapa kau melakukan yang tidak aku perintahkan?" lanjutnya seraya menjambak rambut Auvamor.
"Ingat kita bukan seorang iblis murni seperti yang kita sembah, kita hanya iblis imitasi, ingat imitasi!" pekiknya melepaskan jambakannya.
Auvamor masih bersujud, ia tidak bisa melihat wajah mengerikan dari Achilles.
"Selama masa pengabdianku, saat iblis Bahemoth datang dan memberiku kekuatan yang luar biasa, aku hanya ingin hidup tanpa gangguan siapa pun, tapi kenapa kau merusak hidupku?" ucap Achilles seraya menghadap patung iblis Bahemoth didepannya.
"Maafkan aku Les, aku sungguh menyesal telah melakukan tindakan sejauh ini..."
Achilles menoleh, ia mendekat.
"Kau tau tujuanku bukan? mengambil alih matahari dan negeri ini? kenapa kau mengotorinya?"
Sebenarnya sudah sejak beratus-ratus tahun yang lalu tujuan Achilles adalah mengambil alih matahari sebagai tempat satu-satunya, dan negeri ini akan menjadi salah satunya juga yang bisa diubah sesuai Achilles inginkan, tapi Auvamor menghancurkan rencana besar yang Achilles buat.
Dulu Auvamor datang kesebuah teluk alaska, ia berteriak tidak henti-hentinya karena daerah tempat suku mereka yang diambil alih oleh kota Majestic, dan sekarang yang Auvamor lihat kota Majestic yang berdiri makmur. Auvamor hanya bisa melihat dan menangis karena keturunannya dan semua anggota sukunya dihancurkan oleh para petinggi kota Majestic tersebut.
Dan sudah sejak dulu sebenarnya suku Majestic sangatlah pedalaman, mereka sangat miskin sumber daya, hingga pada akhirnya mereka menerjang semua dengan kejahatan, dan menghabiskan semua suku yang ada dimuka bumi, dan yang tersisa hanyalah Auvamor.
__ADS_1
Hingga Achilles menemukannya, dan merubah sebagian tubuh Auvamor menjadi Iblis imitasi, ia membuat perjanjian, salah satunya permintaan Auvamor yang dituruti Achilles, menghancurkan kota Majestic.
Dilihat, bukankah kota Majestic sangatlah modern dan makmur sejauh ini, bahkan banyak yang berbondong-bondong tinggal dikota Majestic, perjalanan bisnis, dan perdagangan yang baik dan sama sekali tidak ada masalah, bagaimana bisa semua tidak akan iri dengan hal itu.
"Aku hanya ingin balas dendam!" pekik Auvamor.
"Yah tentu, memang itu permintaanmu bukan?"
"Lalu kenapa kau mengeluarkan para monster dan menghancurkan suku-suku yang ada? itu bukan kemauanmu kan?" lanjut Achilles.
Auvamor hanya terdiam, ia masih tergeletak dilantai, tanganya meremas lantai walaupan tidak ada benda yang menjadi remasannya.
"Les, aku hanya ingin mereka tahu aku masih hidup...." gumamnya.
Achilles menoleh, seraya terkejut.
"Hanya itu?"
Auvamor mengangguk. Bahkan Achilles sudah sangat kehabisan kata-kata untuk ini.
Auvamor menyahut seraya ia berdiri.
"Baiklah ini salah ku! salahku memang! tapi apa aku bisa sabar? selama ini aku hanya diam!"
Achilles tidak butuh waktu lama, ia mengeluarkan kekuatan cahaya hitam yang membuat tubuh Auvamor terhimpit didalam cahaya hitam itu, membuatnya tidak bisa bergerak dan sulit bernafas.
"Apakah aku pernah egois seperti itu! aku tidak pernah mendapaatkan masalah dengan Majestic itu! tapi kau......." Achilles melepaskan kekuataanya, ia lalu beranjak pergi begitu saja meninggalkan Auvamor.
Auvamor terlepas, ia bisa bernafas dengan lega kembali, ia memejamkan matanya.
"Lihatlah Gevarnest, kau akan tunduk dihadapanku!" gumamnya.
Auvamor melanjutkan seraya tersenyum sinis, "Kau sadarkan? anakmu yang baru saja lahir? bukankah ada jiwa iblis didalam tubuhnya?"
__ADS_1
***
Raja Gevarnest berlari kearah balkon kamarnya, saat ia melihat banyak burung yang berterbangan ramai diudara, ia terdiam lalu menatap istirnya uang masih tertidur memeluk bayinya.
"Apakah ini?...."
Sesuatu yang raja Gevarnest khwatirkan akan terjadi.
Varegar mendubrak pintu, membuat ratu Carlota terbangun kaget.
"Tuan, lihat tuan....." pekik Varegar.
Raja Gevanest kembali melangkah mendekat kejendela, matanya melotot saat melihat monster kelelawar besar terbang di udara kota Majestic.
Raja Gevarnest menatap Varegar, seperti mengisyaratkan jika ini sudah waktunya.
"Siapkan para prajurit dan bawa senjata, serang dia!" sahut Raja.
Varegar beranjak pergi, Ratu Carlota terbangun dan melangkah mendekati raja, ia terbelalak saat melihat monster itu.
"Sayang? sayang..... siapa dia?"
Taja Gevarnest memeggang kedua pundak istrinya.
"Dengar, aku akan memberikan portal didalam kamarmu, agar kau dan bayi kita tidak terserang oleh siapapun, dan selamat aku akan pergi...." sahut Raja.
Ratu Carlota sempat menolak, ia tidak bisa membiarkan suaminya pergi, tapi raja berhasil meyakinkan.
"Kau tahu aku kan aku sangat hebat?"
Ratu Carlota hanya menunduk, kemudian raja menyodorkan kedua tanganya hingga cahaya kuning mengelilingi kamar ratu Carlota, dimana itu adalah portal untuk penghalang, dan segera ia beranjak pergi.
Didalam perjalananya turun dari kamarnya, ia tak henti-hentinya berpikir.
__ADS_1
*Apakah pada akhirnya inilah perang? dan apakah benar suku itu? suku yang sudah aku hancurkan tanpa tersisa itu? jika memang benar itu, aku akan tertawa dengan keras, beginilah balas dendam yang kalian rencanakan? selama ini kalian diam saja, dimana? ha? kenapa pada akhrinya kembali lagi setelah kalian hilang?
Jika memang benar, suku itu. Pada akhirnya aku harus memanggil bocah itu*.