Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Auvamor kewalahan


__ADS_3

Raja Gevarnest terbelalak saat melihat ketiga pesawat yang semakin runtuh, ia beberapa lali menggerutu, jika semua yang mengendarai pesawat itu tidak mahir menyerang, padahal sejak awal dibuatnya pesawat berbagai mesin peledak dan senjata dari badan pesawat ditata dengan kekuatan yang maksimal dan tekanan yang kuat, bila mana musuh mendekat maka akan musnah sekali ledakan.


"Apa karena Auvamor terlalu kuat?" ucap raja.


Raja Gevarnest selalu mengalihkan hal itu, ia terus yakin jika badan pesawatyang ia buat bertahun-tahun dengan Rine adalah sesuatu yang kuat dengan bahan yang sangat langka apa lagi stamina dari semua kekuatan sihir yang tersedia disana.


"Memang benar, mereka yang tidak bisa menggunakannya.."


Raja Gevarnest memejamkan matanya, kali ini ia siap bertarung dengan kedua tangannya, dan membuktikan jika kekuatan yang ia pendam lebih kuat dari Auvamor, kekuatan tersembunyi raja yang bahkan tidak pernah ia keluarkan sedikit pun.


Sebelum ia bertarung, raja Gevarnest mempersiapkan sebuah portal melindungi kerajaan dan isinya. Lalu dengan kekuatan teleportasi, sang raja dengan kilap telah sampai dipemukiman warga yang sudah ambruk dan hancur, hanya ada sebuah lahan tanah yang kosong, dengan reruntuhan rumah. Sang raja berhenti tepat dimana Randi itu berada.


Randi dengan wujud drakulanya dengan teriakan mencoba mencari keberadaan Auvamor.


"Iblis sialan, sangat bodohhhh..." gumam sang raja, menatap Randi.


Namun tiba-tiba, Randi mengamuk seraya memeggangi tubuh manusia ditelapak tangannya, Gevarnest terbelalak saat tersadar jika yang Randi pegang adalah Auvamor.


Tiba-tiba Auvamor memunculkan kekuatan bola api, dan mengarahkan ketelapak tangan Randi, hingga menembus. Spontan Randi berteriak kesakitan dan melempar Auvamor, hingga Auvamor terlempar jatuh ketanah.


Ini adalah kesempatan Gevarnest, ia menghantam tanah dengan gepalan tangannya, membuat tanah yang ia pijak terbelah sampai mengarah kedepan, dimana Auvamor berdiri. Karena masih keskitan karena jatuh, Auvamor tidak bisa menghindar dari tanah yang mulai terbelah lebar, ia jatuh kedasar tanah.


Raja Gevarnest lalu kemudian berusaha menutup kembali tanah yang semoat terbelah, namun dengan cepat Auvamor muncul dari dasar tanah, ia melayang lalu menabrakan diri kearah sang raja, dengan kekuatan kayu dari tangan kirinya, hingga mengenai leher sang raja dan mencoba mencekik dengan kekuatan kayu.


Raja Gevarnest mengeluarkan pedang gaibnya, dari tangan kanannya, berhasil memotong kayu tersebut. Namun lagi-lagi Auvamor mengeluarkan kekuatan kayu dan mencekik sang raja. Namun sang raja berhasil lagi memotong kayu tersebut.


Hingga tubuh sang raja terlempar jauh dari hadapan iblis Auvamor.


"Akhirnya, aku bisa bertarung denganmu..." ucap Auvamor seraya mendekat.


Tak butuh basa-basi lagi dan lagi. Raja Gevarnest mengeluarkan beberapa pedang gaib nya, dan meluncur kearah Auvamor. Seraya berjalan dengan santainya, Auvamor berhasil menghindar dari pedang-pedang itu, ia mengeluarkan bola apinya, hingga pedang-pedang itu mencari saat mengenai bola api milik Auvamor.

__ADS_1


Auvamor tertawa terbahak-bahak.


"Kali ini, apa aku harus mengeluarkan jurus petir tajam?" gumam sang raja.


Tiba-tiba awan mengeluarkan suara dentuman petir yang keras, dengan cepat petir itu menyambar Auvamor dengan keras tak henti-henti, seraya munculnya api dari petir tersebut.


Auvamor terhembas sampai kedalam tanah karena dorongan energi petir yang keras luar biasa, bahkan Auvamor sudah mengeluarkan stamina yang luar biasa namun kekuatan petir itu sangat mengerikan.


"Sudah saatnya...." gumam sang raja, kepada Randi.


Randi dengan wujud drakulanya, membuka mulutnya, ia sedang mengumpulkan setiap energi dari penjuru kota yang dipasang oleh sang raja, dimana ketika energi itu terkumpul, akan memunculkan sebuah perkumpulan energi yang berbentuk bulat, yang siap menyenggel iblis tersebut.


Tak ingin mati sia-sia. Tiba-tiba tanah dari gerbang kota Majestic remuk terbelah sampai berjalan kearah kerajaan, semua benda berjatuhan kedasar tanah dan terkubur.


Melihat hal itu, sang raja mencoba menghentikannya, ia mengeluarkan eleman tanah, dan berhasil menambahan tanah kebagian yang hancur lebur tersebut.


Tiba-tiba tanah yang remuk itu yang menjalar kemana-mana berhenti, seraya dibarengi dengan suara tertawa sang iblis, ia kembali muncul dari dasar tanah. Wajah yang penuh luka dan darah, membuat Auvamor sedikit kehilangan keseimbangan kekuatan sihirnya.


Seraya terbang melayang, Auvamor mengangkat kedua tangannya dengan tangan yang seperti bersikap berdoa. Hingga dalam sekejap langit kota Majestic tiba-tiba dipenuh galaxy dan aurora.


Sang raja terdiam, tak bisa berkutik ia melotot saat melihatnya indahnya langit.


***


Seraya mengobati luka tangan Leon, Aleris tersentak saat langit berubah menjadi benda-benda luar angkasa. Ia berdiri dan berusaha menyadarkan dirinya.


Fay masih menangis menolong Varegar, namun tiba-tiba ia kaget saat langit kota berubah, menjadi ruang angkasa. Begitupun Lidra yang sudah sadar, dan juga Gilang yang menatap dengan ketakutan.


"Gil...." Gilang menoleh kearah Agil.


Malucia spontan mengandeng tangan Agil, karena ketakutan perubahan langit yang tiba-tiba keruang angkasa. Agil sadar ia menatap Malucia, namun ia tidak melepaskannya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini..." gumam Agil.


"Ilusi iblis lagi?" sambungnya.


"Lihat itu!" Silas menyahut saat ia melihat pergantian langit menjadi ruang angkasa.


Vin dan Arvand terbelalak, mereka sangat kaget dengan keajaiban yang tiba-tiba muncul.


Apakah ini ilusi iblis lagi? apakah kita dibawa? bukankah ini membutuhkan energi yang luar biasa?


Vin masih terdiam seraya membatin.


***


"Akan aku tunjukan kekuasaan matahari yang kau sembah!"


Ruang angkasa itu bergerak dan memunculkan sosok besar, dengan bola api besar yang menyala dengan mengerikan.


"Apa yang ingin kau sembah? apa yang ingin kau dapatkan dari matahari ini?" ucap Auvamor.


Raja Gevarnest menyipitkan matanya, "Kenapa kau memberitahu aku? aku sudah tahu segalanya, jangan ikut campur.."


Auvamor tertawa, "Aku bukan ikut campur, tapi nyawa dibalas nyawa, apa salah sukuku? hingga kau basmi habis-habisan? aku sangat iri saat kotamu semakin maju dari yang lain, padahal tanah ini bekas milikku...." ucap Auvamor.


"Bertahun-tahun aku mengambil kepada sang bapak, iblis Bahemoth. Dimana aku bisa menajdi iblis abal-abal seperti katamu, mengabdi teluk alaska, hingga kekuasaan ku mengabdi kepada teluk alaska diambil oleh para petinggiku, karena aku memutuskan hubungan dan ingin balas dendam!"


"Maka bawa semua oara iblis itu!" teriak sang raja.


"Diam pantat sapi! aku belum selesai berbicara, mereka semua sudah musnah karenaku, tapi para petinggi yang lebih dariku, membuangku dan tidak memperdulikanku, mereka juga sama-sama menyembah matahari dan berusaha menghubungkan kepada sang surya, tapi pada kenyataannya mereka telah berhasil menemukan konsenkuensinta dan menemukan fakta dari balik sang surya, sedangkan kau? kau masih tetap angguh untuk merebut sang surya, untuk menjadi milikmu..." ucap Auvamor.


"Tutup mulut busukmu itu, aku tidak perduli dengan ucapanmu..."

__ADS_1


Auvamor tertawa, "Manusia-manusia asing yang datang? karena efek elemen Matrixmu itu, merugikan orang lain, tapi kau belagak sok tidak tahu dan berusaha menutup rahasia ini, menutup semua faktanya, pada akhirnya, kau juga akan kalah..."


Raja Gevarnest menyengir, "Mana mungkin? mana mungkin ada yang akan mengalahkanku? aku bisa membunuhnya sehelum mengalahkanku..."


__ADS_2