Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Menemukan potongan samurai


__ADS_3

Raja gevarnest sibuk menemani ratu carlota yang masih terlelap dalam tidurnya, ia menyentuh dengan lembut perut buncit itu, ia tak sabar untuk melihat calon bayi itu melihat dunia, sudah hampir lima bulan raja gevar menunggunya, tapi ia tak terasa perut istrinya itu sudah semakin membesar, ia menempelkan kepalanya diperut istrinya, lalu ia bernyanyi.


Setelah menjaga istrinya, raja gevarnest turun kebawah, pikirannya memang sedang berantakan, tentang teluk alaska, iblis yang dimaksud dukun, dan usahanya mencari buku bravogar, raja gevar memutuskan untuk mencari angin dibalkon istana.


Mata raja menelusuri pemandangan didepannya, sebuah kota yang luas ia bisa melihat dengan damai dan tentramnya kota miliknya, tidak sia-sia ia berkerja keras selama ini.


Bukankah raja adalah seorang pemimpin dengan sederetan tugas-tugas mulia yang ada di pundaknya, dan memiliki kewajiban untuk mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat yang berada di bawah kekuasaannya.


Ia telah berhasil menjadi seorang raja, dimana itu adalah keinginan kakeknya dulu, raja gevar tersenyum, ia sedang merasakan hawa yang menyegarkan, mata raja mendadak berhenti disebuah pohon apel didepannya, ia menyipitkan matanya, ia seperti melihat ada kotoran yang menempel dipohon tersayangnya, seperti pedang.


Raja gevar langsung mengambil panah dan memanah pohon apel, hingga batang pohon apel patah diikuti pedang yang jatuh kebawah, raja gevarnest langsung meloncat dari balkon atas istana dan turun kebawah, ia segera mengambil pedang itu, tapi menurutnya ini bukanlah pedang biasa ini seperti potongan samurai.


"Siapa yang menaruhnya disini?" gumam raja.


Raja gevarnest lalu memanggil prajurit untuk menyuruh mereka memanggil varegar untuk datang kemari.


"Milik siapa tuan?" ucap varegar.


Dengan raut wajah yang muak, raja menampar pipi varegar.


"Aku menyuruh kau datang kesini karena aku juga tidak tahu bodoh!!!"


Varegar menyentuh potongan samurai itu, ia menatap tajam.


"Aku tidak tahu.....aku tanyakan kepada mahagaskar dan leon"


Lalu raja gevarnest menyuruh prajurit itu untuk mengundang mahagaskar dan leon untuk datang kemari.


Mahagaskar dan leon datang mereka menundukan kepalanya, "Ada apa tuan?" ucap leon.


Varegar menyodorkan potongan samurai itu kepada mereka.


"Apa ini?" ucap mahagaskar seraya menerima potongan samurai itu.


"Entahlah aku menemukan potongan samurai itu dipohon ini" jawab raja gevarnest.


"Kalian tidak tahu ini samurai milik siapa?" sahut varegar.


Nahagaskar dan leon menggeleng, lau raja gevarnest memerintahkan senua orang kerajaan untuk datang ketempatnya, memastikan bahwa ini bukanlah benda luar kota majestic, tapi masih ada sangkut pautnya dengan orang-orang kerajaan.


Semua orang berkumpul, perdana menteri, adipati, datuk, dan orang-orang penting berkumpul disana.


"Aku sangat kecewa karena bahwa kalian tidak tahu tentang potongan samurai ini...."


"Selain makhluk aneh muncul, dan sekarang potongan samurai ini muncul tiba-tiba, apa kalian tidak bisa menjaga kota ini? kota majestic semakin kotor!" pekik raja gevarnest.


Semua orang menunduk, salah satu seorang adipati, angkat suara.


"Maafkan kami sebelumnya tuan.....memang tugas kami menjaga kota majestic terutama kerajaan, tapi kami juga tidak merasakan sesuatu ketika munculnya potongan samurai itu"


"Aku berharap samurai ini milik rakyat majestic, dan dengan demikian kita tidak mempersalahkan lagi!"


Raja gevarnest terdiam, sudah satu jam lamanya raja gevar ceramah, lalu ia memutuskan untuk membawa potongan samurai itu ditempat pembuatan besi, raja gevarnest berharap ia menemukan petunjuk.


Varegar membawa potongan semurai itu ditempat pembuatan besi, ia menyodorkannya kepada seseorang yang masih sibuk membuat besi.


Lalu ketika ia sadar ia menundukan kepalanya.


"Maaf tuan...."


"Singkat saja, coba kau periksa besi samurai ini" perintah varegar.


Orang itu lalu memeriksa, namun ia merasa aneh besi itu tidak sembarang besi bahkan ia tidak tahu apa bahan dari besi ini.


"Tuan maaf tapi saya sudah berusaha, saya pikir ini besi biasa seperti pada umunya, tapi besi ini aneh, rasanya aneh saja seperti bukan besi"


"Lalu apa?" tanyanya.


Orang itu lalu memperlihatkan besi itu, dimana saat diperiksa besi itu tidak bisa menyentuh alat pemeriksa, dan orang itu mengatakan jika ada sesuatu yang terjadi pada samurai ini.


"Jika kau membohongiku, aku akan membunuhmu"


Orang itu memohon dan bersujud, jika yang ia lakukan memang benar adanya.


"Ada apa dengan samurai ini!?!" gumam varegar.


Bahkan orang yang memeriksa besi itu adalah orang yang sudah dipilih raja karena kecerdasannya dalam membuat besi, varegar tanpa basa-basi lalu kembali ke kerajaan.


Ketika ia masuk ia melihat mahagaskar yang bersujud didepan raja, varegar bertanya-tanya apa yang terjadi disana, apakah mahagaskar membuat kesalahan lagi.


"Tidak! bukankah dia memiliki kekuatan bisa melihat jejak seseorang?" ledek raja.


"Apa?" varegar kaget, karena ia memang baru pertama kali mendengar jika mahagaskar memiliki kekuatan melihat jejak.


"Kau bahkan tidak tahu?" pekik raja.


Sebenarnya mahagaskar memiliki kekuatan melihat jejak memang, namun sejak kejadian yang lampau, disaat perang itu, ia memutuskan untuk mengubur dalam-dalam jejak itu.


Varegar mendekat, ia menjatuhkan potongan samurai itu dan menarik kerah mahagaskar.


"Dengar!!! ini masalah bukan hanya dengan raja tapi dengan kau juga bodoh! saat makhluk itu datang kenapa kau tidak menggunakan kekuatanmu" varegar lalu menonjok wajah mahagaskar hingga ia tersungkur.


"Hentikan" ucap raja.


"Bukankah tidak sopan kau menyerang dia dihadapanku?" lanjut raja.


Varegar lalu berdiri, "Maaf.."

__ADS_1


"Jawab aku gaskar..."


"Aku hanyaaa ingin mengubur kekuatanku, karena kekuataanku aku membunuh banyak orang waktu itu!"


Karena varegar mendegar perkataan mahagaskar yang bermutu ia mendekat.


"Tapi kau menerima kebahagian sejak saat itu, dimana kau hidup tentram disini akhirnya bodoh!!!!!"


Mahagaskar masih tersungkur.


Varegar mengamuk ia berteriak meremas rambut kepalanya.


"Kenapa tidak dari dulu bodoh!!!!" pekik varegar.


"Hentikan!!!!!" teriak raja menonjok wajah varegar.


"Coba sekali saja, kau gunakan jejak itu..."


Dengan pasrah, mahagaskar mencoba menyetuh potongan samurai itu, tapi rasanya ia sudah kehilangan kekuataanya.


"Aku sudah kehilangan kekuatanku tuan....."


"Baiklah, kau boleh pergi" ucap raja.


Lalu mahahaskar pamit menundukan kepalanya, dan melirik sebentar varegar.


"Tuan.....apa yang kau lakukan?!!! membiarkan dia pergi begitu saja?"


"Masalahnya dulu ia sempat trauma besar dengan peperangan itu"


"Jadi apa masalahnya?"


"Jika ia mengubur kekuatannya, memang kekuatan itu akan musnah"


Varegar memutar bola matanya, "Bahkan jika mahagaskar masih menggunakan kekuatan itu, jejak makhluk itu juga tidak kita ketahui kan? yang kita ketahui memang ia dari teluk alaska!"


"Jelaskan tentang samurai itu" lanjut raja.


Varegar menjelaskan, jika ada sesuatu dengan besi ini, karena ketika diperiksa, tidak ada sama sekali hal yang berkaitan dengan besi, karena besi itu bukan sembarang besi.


Raja semakin bingung, bukankah raja sudah mengirimkan orang pintar dalam bidang membuat besi tapi kenapa ia tidak bisa mengetahuinya.


"Apa semakin tidak mencurigakan tuan?"


Raja gevarnest menoleh, "Apa?"


"Bukankan ini masalah selanjutnya? setelah makhluk mengerikan itu, dan besi ini? ini bukan besi orang dalam"


"Aku semakin tidak yakin!!" pekik raja.


Raja memiliki hak sendiri untuk memikirkan masalah yang baru-baru ini menimpa kerajaanya ia memiliki rencana yang sedang ia jalankan, jadi ia menutuskan untuk mengirim potongan samurai ini ke kota Lander, kota senjata.


"Pilihan ada dikau, entah mahagaskar, leon, dan orang-orang yang lain" ucap raja beranjak pergi.


Namun yang menjadi sainganya adalah mahagaskar dan leon, apakah ia perlu mengutus mereka berdua untuk pergi ke kota Lander?


Varegar membuka pintu kamar leon dengan keras, leon yang masih membaca buku lalu ia tersentak ketika varegar datang dengan keras.


"Kau sedang membaca apa?" tanyanya basa-basi.


Ketika leon ingin menjawab namun sudah dipotong oleh ucapan varegar.


"Kau diutus oleh raja pergi ke kota lander" sahutnya.


"Apa?"


"Tentang potonagan samurai ini" varegar menyodorkan samurai itu, lalu diterima oleh leon.


"Tapi...."


"Sutt....ini perintah raja kau ingin menolaknya?"


"Tidak aku tidak menolaknya, aku hanya ingin bertanya kau sudah banyak omong!"


"Apa yang kau katakan?"


"Tapi bukankah potongan samurai ini sudah dibawa ke pembuat besi?"


Varegar mengangguk, ia menjelaskan tentang potongan samurai itu jika samurai itu bukan sembarang samurai.


"Makanya raja memerintahkan dirimu untuk pergi ke kota lander" ucapnya lalu ia pamit pergi.


Semakin penasaran, leon yakin ini bukan masalah yang sembarangan, ia sudah yakin apa yang terjadi, tentang makhluk aneh muncul dan tentang potongan samurai ini.


Namun sebelum ia berangkat, ia menulis surat dan membawa surat itu dengan elang kepada aleris, sebenarnya sudah lama leon tidak melakukan perjalanan jauh seperti ini, ketika raja memperingahkan leon untuk bertugas didalam kerajaan, karena penyakitnya mentalnya.


Leon sadar jika ia memiliki penyakit mental, jadi ia meminta izin kepada aleris untuk pergi, tidak masalah memang karena sudah sejak dulu leon tidak kambuh, karena ia banyak istirahat didalam kerajaan.


Ia sengaja tidak memberi tahu kepada mahagaskar karena dengan semangatnya ia tidak akan mengizinkan leon pergi, berbeda sengan aleris, ia akan memberiarkan leon pergi.


Dua menit berlalu, leon sudah menyiapkan kudanya dihalaman, ia juga sudah rapi membawa barang-barang peralat, namun tiba-tiba ia merasakan angin yang kencang ditubuhnya.


"Kenapa yang disuruh pergi kau?" ucap seseorang dibelakang tubuh leon, leon sontak kanget ketika melihat siapa yang datang.


"Kau?"


Aleris mendekat, "Pasti varegar yang menyuruhmu"

__ADS_1


"Kenapa kau datang kesini"


"Aku tanya siapa yang menyuruhmu pergi?"


"Dia" ucapnya singkat.


Aleris memutar bola matanya, "Dibela-belanin aku datang kesini pakai jurus teleportasi"


"Kau biasanya akan mengizinkanku untuk pergi hei! makanya aku membuat surat minta izin" gumam leon.


"Tapi untuk hal ini sepertinya aku tidak mengizinkanmu pergi, lihat sekarang? musim monster"


Leon tertawa, "Hei bukankah tugas seorang kerajaan adalah pekerja keras, tegas, kuat aku bisa membasmi monster-monster"


"Dengarkan aku ya bodoh! lihat luka memar diwajahku!! aku baru saja melawan monster!!!"


Tiba-tiba mahagaskar datang, "Aku pikir kau sudah tidak akan menginjak kaki dikerajaan ini" ucapnya seraya mendekat.


"Aku pikir begitu"


Mahagaskar bingung kenapa ada yang berbeda dari pakaian yang leon kenakan.


"Kau ingin pergi kemana?"


"Paman ia diperintah varegar untuk pergi ke kota lander!!" pekik aleris.


Mahagaskar melotot kaget, "Bukankan kau masih trauma dengan teluk alaska itu?"


Leon menunduk memang ada rasa sedikit trauma ketika mengingat teluk alaska itu.


Mahagaskar paham tentang rasa trauma, karena saat ini ia juga sedang merasakan trauma, mahagaskar tak henti-hentinya tertawa karena aleris yang datang tiba-tiba kesini, bukanlah seperti janjinya ia tidak akan menginjakan kaki disini lagi.


Sebenarnya memang aleris tidak sudi lagi jika harus menginjak kaki dikerajaan ini, tapi ini tentang leon, yang membuatnya tidak bisa membiarkan begitu saja.


"Biarkan aku yang pergi" sahut aleris.


Mahagaskar dan leon tersentak.


"Aku tidak akan membiarkan kau pergi apa lagi kau paman!" lanjutnya.


Leon menarik kerah baju aleris seraya melotot marah.


"Apa kau pikir aku lemah!!! urusan seperti ini bukankah kecil? tapi kau seolah berpikir aku tidak bisa mengerjakannya!!!"


Aleris melepaskan genggaman leon paksa.


"Aku tidak menganggap kau lemah!!!!"


Tapi ketika mendapat surat dari leon sebenarnya aleris juga ingin mengusut masalah ini, selain merasa kawatir dengan kesehatan leon ia juga penasaran dengan potongan samurai yang diberitahu leon.


Aleris tanpa basa-basi ia berjalan menuju keruangan raja, diikuti mahagaskar dan leon yang terus memanggil aleris, namun aleris tidak menggubrisnya.


Ia membuka pintunya, sudah ada raja gevarnest dan varegar disana, tanpa menundukan kepala, aleris meminta untuk memindah alihkan tugas leon kepadanya.


Raja gevarnest tertawa, "Bahkan dengan sok kau ingin mengusut masalah ini lagi?"


"Bukankah kau sudah berjanji? kau tidak akan kembali ke kerajaan ini lagi bukan setelah harga dirimu ku injak-injak disini? kau masih senantiasa membantuku?" lanjut raja.


Tanpa berbicara aleris sengaja tidak mendengarkan ucapan raja, ia tidak butuh basa-basi, bukan karena aleris memutus tali kekeluargaan namun ia hanya tidak ingin kembali lagi dikerajaan ini, namun ia mengingkari janjinya.


"Baiklah kalau begitu..." ucap raja.


Raja gevanest menjelaskan tentang besi itu secara detail, namun leon berlari dan spontan sujud didepan raja.


"Tolong jangan biarkan aleris yang pergi" rintih leon.


"Tapi sepertinya.....bukan waktunya..biarkan aleris pergi" sahut varegar.


"Jika masih rindu kerajaan jangan sok datang pergi datang pergi dari sini" lanjut varegar.


"Aku tidak lemah aku bisa melakukannya!!!" pekik leon.


Mahagaskar lalu membawa leon pergi, ia menyakinkan leon untuk tidak pergi, karena masalah seperti ini ada kaitannya dengan aleris, ia mengatakan aleris harus pergi karena ia juga orang yang pertama kali menemukan makhluk aneh itu, namun dibantah oleh leon.


"Apa hubunganya!!!"


"Dengar, ada hubunganya jika aleris pergi ia bisa menjelaskan secara detail tentang makhluk aneh itu karena kau tahu kan dia pintar meneliti makhluk seperti itu, sama seperti varegar"


Leon menunduk, ia terdiam sebentar lalu ia beranjak mendekat kearah aleris, "Pergi!!!!!!!" seraya ia menyodorkan potongan samurai itu.


Tanpa mendengarkan jawaban aleris, leon beranjak pergi diikuti mahagaskar.


"Tidak salah kau akhirnya memperintahkan leon pergi?" ledek raja.


"Karena aku pikir setelah ini aku tidak akan memiliki hal yang aku kawatirkan" sahut varegar.


Aleris tahu mereka sedang meledek leon didepannya memancing emosinya, namun ia tahan, sebenarnya leon tidak bodoh seperti yang dikatakan mereka, namun aleris hanya merasa bukan saatnya masalah seperti ini leon pekerjaakan, yang varegar lakukan hanyalah membuat leon mati didalam perjalanannya hingga membuat varegar tidak memiliki saingan lagi, karena bagi varegar leon adalah saingan yang sulit.


"Kenapa kau diam saja? kau kaget ya kakakmu seperti anak kecil" sahut varegar.


Aleris hanya menggeleng.


"Kau sudah paham tentang potongan samurai ini kan? aku sudah menjelaskannya seraya terperinci"


Aleris mengangguk malas, lalu ia beranjak pergi begitu saja tanpa menundukan kepala dan pamit kepada raja dan varegar.


Varegar tersentak melihat kelakuan aleris baru saja, ia ingin menonjok wajah aleris dengan tanganya namun ditahan oleh raja.

__ADS_1


"Biarkan dia seperti itu, yang terpenting ia masih mau datang membantu" ucap raja.


__ADS_2