
Rine kembali keruangan bawah tanah tersebut, ia dengan tergesa-gesa berjalan mendekat kearah Matrix yang masih berjalan semestinya. Semua orang terkejut saat Rine datang dengan raut wajah yang ketakutan dan terengah-engah.
"Tuan? ada apa disana?" Woro mendekatkan diri kedepan Rine.
Rine hanya menatap Matrix itu dengan tatapan kosong.
"Kau janjikan? bisa membuat kita semua kembali kedunia kita?" sahut Woro.
Rine yang muak karena terus mendengar perkataan itu, ia mengambil sebuah kaca dimeja dan memecahkannya dilantai.
"Diam!!!!! aku jadi tidak bisa berpikir jernih!!!" sahutnya.
Semua orang terbelalak kaget dengan teriakan Rine, Rine yang gelisah mencoba untuk kembali kedunianya lagi, ia mengambil serpihan kristal dan ia mencobanya, kali ini karena tidak ada raja Gevarnest, Rine melempar serpihan kristal kearah Matrix itu berada hingga muncul lah portal cahaya, Rine berjalan dan masuk keportal itu, hingga Rine dan portal itu menghilang.
"Bukankah kita kita pergi kapan saja dengan cara itu?" sahut salah satu orang ditempat itu kepada Woro.
Woro hanya terdiam, "Akan tiba saatnya kita kembali kok, sabar saja.." ucapnya.
Tiba-tiba seseorang itu menghadang Woro, membuat Woro berhenti sejenak.
"Dimana Randi? kemanakah dia sekarang?"
"Bukankah kau bertanya di orang yang salah? bagaimana aku tahu? aku bersamamu disini sialan!!!"
Tiba-tiba Varegar muncul begitu saja dengan kekuatan sihirnya, ia datang dengan asap putih muncul dihadapan Woro dan lainnya, sepontan mereka memberikan salam dan menundukan kepalanya.
Seperti raut wajah Rine, Varegar terlihat gelisah seraya berbicara sendiri.
"Baiklah, fokus-fokus. Yang pertama monster itu semakin kesini semakin banyak, hal ini tidak bisa menbuat portal dikerajaan bisa bertahan cukup lama.. yang kedua ini bukan rencana yang aku buat, karena kita harus mengeluarkan senjata secepat ini, yang ketiga iblis didalam tubuh Randi lemah karena ada gesekan tubuh Randi hang mencoba menolak...."
Seraya menatap Matrix yang masih berkerja berputar, Varegar masih terdiam berpikir.
"Pasti Auvamor tidak akan segan-segan berusaha menghancurkan portal ini, dan satu lagi, ALERIS!!!!!!!!" pekik Varegar membuat semua orang terkejut.
"Tuan? apakah anda baik-baik saja?" ucap Woro mendekat.
__ADS_1
"Dimana Rine? ia kembali ke duniannya?"
Woro dengan ragu mengangguk, dan Varegar membanting barang yang ada didekatnya, ia marah.
"Apakah ia akan tanggung jawab dengan ini!" sahutnya.
"Aku tidak masalah dengan kedatangan Aleris yang lemah itu, dia tidak ada apa-apanya dengan Auvamor, ia bisa kukalahkan dengan satu tangan saja!"
Tiba-tiba sebuah portal cahaya muncul dibelakang Varegar, memunculkan Rine, Varegar yang melihat itu langsung menarik tangan Rine.
"Apa yang kau lakukan!!!!!!!!" sahut Varegar.
"Apa yang aku lakukan? tidak salah dengar aku? aku sedang berusaha menetralisir rencana ini!" pekik Rine.
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Kata Gevar, senjata ini memang harus tetap dimunculkan, tapi ia berkata untuk tidak menghancurkan seisinya..."
Varegar menyengir dan membuang muka.
"Sejak awal? jadi sejak awal ini yang dia tahu? bukankah senjata yang sangat kita buat akan hilang begitu saja?"
Varegar kebingungan seperti ada sesuatu yang disembunyikan darinya.
"Senjata udara yang kita punya memang harus dikeluarkan, dan ada salah satu senjata mematikan juga tidak beda jauh dengan ledakan yang meruntuhkan segalanya..." sahut Rine.
"Aku baru tahu itu, dimana saja aku?"
Rine mengajak Varegar masuk kesebuah ruangan, dimana ruangan itu sangat luas, Varegar memang sudah tahu dimana letaknya senjata pesawat udara itu.
Rine menyeletuk, "Sudah sangat berdebu.."
Rine memencet sebuah tombol dimeja besi, dan seketika gerbang besar terbuka, menampilkan pesawat udara yang sangat megah dan besar, Varegar dan Rine menyaksikan itu sangat berkesan.
Timothy beck
__ADS_1
Timothy beck, adalah pesawat tempur yang sudah didesain sedemikian rupa oleh Rine, dengan campuran teknologi modern dari dunia Rine, bahkan bahan bakar yang dimiliki Timothy beck ini adalah sebuah serbuk kristal, bahan utama pesawat ini adalah aluminium baja yang dipilih Rine yang paling kuat, kekuatan yang dikeluarkan adalah sebuah tembakan mematikan, dimana tembakan itu jika mengenai tubuh musuh, maka tubuh makhluk itu akan dengan cepat hancur melebur.
Dan tentu bukan hanya itu, seraya dengan semburan cahaya panas, jika mereka terkena cahaya itu, maka salah satu tubuh yabg terkena akan terpotong dengan luka bakar. Dan didalam mesin Timothy beck ini, ada sebuah bom ledakan yang bisa menghancurkan musuh.
"Sudah lama aku tidak melihat pesawat kesayangan.." sahut Varegar.
"Ada lima pesawat, dan ini bisa menghancurkan langsung para iblis gila itu..."
Varegar dan Rine tertawa. Tawa mereka bergema mengelilingi seluruh ruangan, mereka bahkan tidak memilikirkan serangan mengerikan dari iblis dan monster yang merusak kota Majestic yang luas.
"Bagaimana Gevarnest disana?" tanya Rine
Varegar tertawa, "Sepertinya ia masih melindungi istrinya itu..."
"Aku senang bisa berkerja sama denganmu sampai detik ini, rasanya aku masih tidak menyangka menciptakan pesawat tempur ini..." ucap Varegar.
"Tentu, ini adalah perjanjian kita bukan, dan sebagai imbalannya ya aku mendapatkan semua kekayaan dari sini, disini memang lebih maju SDAnya ketimbang dunia ku, tapi untuk teknologi lebih maju duniaku tentunya, ternyata penelitianku tidak sia-sia, aku mendapatkan sinyal dari dunia lain, dan ternyata ini lah wujud dari dunia itu.."
"Yah, aku juga baru tahu ternyata ada dunia selaim dunia yang aku tempati ini, dan mereka bahkan sudah maju dibanding duniaku, samoai aku sangat merinding saat melihat para teknologi yang canggih diduniamu itu..." ucap Varegar.
Rine tak butuh waktu lama, ia mengeluarkan pesawat tempur itu, pesawat itu keluar dari ruangan dengan roda besi besar yang menempel dibawahnya, Rine memencet sebuah remot kontrol yaitu untuk mengontrol pesawat tersebut.
Ia mencoba menyalakan lampu pesawat itu, dan menghidupakan mesinnya. Tiba-tiba gerbang pesawat terbuka dibagian belakang, Rine dan Varegar masuk.
Seperti pada umumnya, ada beberapa tombol navigasi, dan seperti kokpit pada pesawat pada umumnya, rudder, ruang kargo, kabin dan yang lain-lain.
Varegar terbelalak kaget saat melihat ruangan dalam pesawat yang megah tersebut, bahkan ada beberapa tombol yang sangat banyak didepan yang membuatnya semakin membuka mulutnya lebar-lebar.
"Kau bisa melihat-lihat kokpit itu..." sahut Rine.
"Bahkan sudah beberapa tahun aku membuat tubuh pesawat tapi aku tidak bisa melihat langsung didepan mataku ada banyak hal yang mengerikan didepan mataku ini, bagaimana bisa aku melakukannya..."
"Tentu, dengan serbuk kristal itu maka benda ini akan hidup, dan tak lupa juga dengan kokpit itu, santai kita akan menyerang para monster dan iblis itu segera, kau akan segera tahu itu.."
"Segera bagaimana, lihat mereka sudah menyerang dengan kekuatan yang mengerikan disana!!!!!" pekik Varegar.
__ADS_1
"Maka...." Rine terdiam dan menyengir, lalu ia menatap Varegar.
"Makaa, sekarang sudah waktunya mengeluarkan pesawat seksi ini..." sambungnya.