Perpindahan 2 Dunia

Perpindahan 2 Dunia
Pengikut Iblis


__ADS_3

Arvand membuka matanya, tubuhnya terasa sangat nyeri, apa lagi di wajahnya, ia melihat sebuah ruangan yang gelap, ia mencoba membenarkan posisinya, dan ia tersadar ia trlah berada disebuah penjara bawah tanah kerajaan, ia tersentak.


"Puas?" ucap seseorang yang berdiri didepan sel penjara, arvand tidak melihat dengan jelas karena suasana yang gelap, tapi dari suaranya arvand yakin itu ayahnya.


Arvand mendekat, kedua tangan arvand memeggang sel penjara, menggertak dengan keras.


"Kenapa? kenapa yah?" ucapnya.


Raja gevarnest tersenyum, "Aku yang seharusnya bertanya kenapa kau bermain dengan anak-anak itu?"


Arvand menggertakan tangan untuk kedua kalinya, "Hanya karena itu!?!!!!!!!!!?!!" teriaknya.


"Kau tahu mereka juga manusia seperti kita, kenapa kau memanahnya seperti kau memanah hewan? kau tahu apa kesalahanya?" ucap arvand melotot.


Ia tidak bisa menahan rasa emosinya, kenapa ia diperlakukan sampai seperti ini hanya gara-gara dirinya berteman dengan anak-anak itu? apakah dimata ayahnya bermain dengan anak-anak diluar kerajaan adalah kesalahan.


Raja gevarnest lalu beranjak, namun arvand berteriak.


"Hanya karena kau raja? kau memperlakukan orang-orang itu dengan semena-mena? kau bunuh saja aku tapi jangan bunuh anak-anak itu sialan!!!!!"


Raja gevarnest menoleh, "Apakah gara-gara anak itu pergaulanmu menjadi seperti ini? berani membantah dan berbicara kotor, apakah aku harus membunuh mereka"


Arvand menggertak, "Sampai kau menyentuh jari anak itu sedikit pun!!!!!! aku yang akan membunuhmu!!!!"


Raja gevarnest lalu mendekati arvand dan berbisik, "Kenapa kau menjadi arvand yang tidak aku kenal?"


Arvand menyipitkan mata, "Kau yang menjadi ayah yang tidak aku kenal akhir-akhir ini, kenapa kau tidak membolehkan aku bermain dengan anak-anak itu?"


"Karena bagiku seorang pangeran tidak pabtas berteman dengan anak-anak kotor itu" ucap raja gevarnest beranjak meninggalkan arvand.


Arvand berteriak hingga bergema dan menggertak beberapa kali, namun sia-sia ayahnya itu tidak akan mendengarkannya, ia lalu duduk dengan lemas seraya menyenderkan kepalanya ditembok, suasana penjara yang kotor dan gelap, kenapa ia sampai diperlakukan seperti ini, padahal hanya karena hal yang begitu sepele, arvand masih bingung dimana letak kesalahannya.


Karena hal ini arvand menjadi sangat bersalah dengan anak itu, rasanya ia ingin menjenguk anak itu dan memberikan obat, namun saat ini apa yang bisa ia lakukan? ia hanya bisa duduk didalam penjaranyang kotor.


Arvand teringat ucapan ayahnya tadi jika ia berubah menjadi seseorang yang tidak ia kenal, apakah arvand baru sadar jika ayahnya seperti itu? sejak dulu kemana saja dirinya, disaat bravogar meminta kebenaran tapi malah arvand membunuhnya merasa kawatir dengan ayahnya, ia sangat menyesalinya telah melakukan itu.


Arvand menangis, kenapa ia baru saja menyadari perlakuan jahat ayahnya, apakah sejak dulu ia selalu bersembunyi dan tidak ingin mendengarkan semuanya, seakan ia bisa bebas dan berpelakuan layaknya seorang pangeran? tapi saat ini kenapa ia baru saja sadar? apakah semuanya terlambat?


"Argh!!!!!!!!!!!!!" arvand berteriak memenuhi ruangan itu, suaranya bergema.


Ia memukul dadanya keras, ia menyalahkan dirinya sendiri, dimana ia sangat bodoh, selalu mengikuti kemana pun ayahnya pergi, ia mengikuti apa yang raja lakukan, ia mengikuti apa yang raja suruh, apakah selama itu arvand menjadi bodoh, seperti ditampar sesuatu akhirnya ia sadar, jika selama ini ia hanya bersembunyi diwajah jahat ayahnya.


Apakah pantas perkataan "Kau anak raja, kau seorang pangeran kau tidak pantas bermain dengan anak-anak luar kerajaan" bukankan semuanya manusia, bukanlah itu sama saja apa yang harus dikawatirkan, arvand malu memiliki ayah yang jahat seperti itu, kelakuanya tidak sebanding dengan para rakyat yang menghormatinya, menundukan kepalanya setiap raja melewati mereka, bahkan anak itu anak yang dipanah ayahnya ia masih bersedia menundukan kepala padahal lengannya sudah berlumuran darah.


Arvand berteriak, rasanya emosinya tidak bisa ia kontrol, "Aku tidak bisa apa-apa jika harus membunuh ayah" ucapnya lirih.


Raja gevarnest menutup gerbang, dan menguncinya, ia tidak sadar istrinya sudah berdiri dibelakangnya, raja gevarnest menoleh dan tersentak kaget.


"Siapa yang kau penjarakan?" tanyanya.


"Tidak ada....." ucapnya.


"Arvand kah?" ucapnya.


Raja gevarnest memutar bola matanya, "Kau mengikutiku kau mengitip?"


"Apa kesalahanya?" ucapnya seraya memasang wajah kaku.


"Kau tidak perlu tahu, sekarang arvand bukanlah anak yang aku kenal dulu, sekarang ia sudah berani melawanku dan ia berani untuk membunuhku"


Ratu carlota tidak menolak itu, karena memang ia bisa merasakan itu, dimana arvand sudah berani melawan suaminya dan dirinya, entah apa yang membuatnya berubah, tapi seperti bukan arvand yang mereka kenal.


"Kenapa kau diam saja? tidak meminta ku untuk membuka gerbang dan membebaskannya?" tanya raja gevarnest.


"Biarlah memang ia pantas mendapatkan itu" ucap ratu carlota beranjak pergi.


Raja gevarnest masih mematung tidak seperti biasanya ia membiarkan anaknya dipenjara, dulu ia selalu memberontak dan mengasihani jika arvand melakukan kesalahan, tapi kali ini kenapa tidak ada pembelaan?


Tidak begitu memperdulikaanya, raja gevarnest beranjak pergi, ia masih sibuk dengan tugasnya, ia tidak ingin menambah pekerjaan lagi, pekerajaan yang tidak pantas, seperti mengurus seorang anak yang sudah tidak ia kenal lagi.


Raja gevarnest datang keruangan tengah, dimana ia mendapati mahagaskar dan varegar disana, dan sebuah buku yang sedang dipeggang dan dibaca varegar, mereka lalu melihat raja gevar datang lalu menundukan kepala.

__ADS_1


"Gaskar memiliki pendapat yang sedikit tidak masuk akal" ucap varegad menyodorkan buku kepada raja.


"Apa katamu? tadi kau tidak mengatakan itu, kau setuju denganku?"


Varegar mengisyaratkan agar mahagaskar diam.


"Apa pendapatmu?" ucap raja gevar.


"Ah iya tuan, mungkin memang benar tidak masuk akal tapi begini, sudah dari dulu tempat suku itu dihapus dari daftar peta, tapi bukanlah kita yakin jika datangnya makhluk itu karena ada hubungannya dengan suku itu? jadi yang bisa aku tangkap ada yang masih tersisa disana dan meguasai teluk alaska?"


"Kenapa kau bisa begitu yakin?" tanya raja.


"Karena hanya kerajaan kita dan aleris yang muncul makhluk itu tiba-tiba, dan setelah penelitian varegar makhluk itu datang dati teluk alaska? yang memiliki masalah besar dengan suku itu hanyalah kota majestic tuan"


Raja gevarnest menunduk kepala, membaca peta itu lagi.


"Tapi aku tidak bisa terlalu yakin soal suku itu menguasai teluk alaska, mereka tidak memiliki teknologi yang canggih untuk melakukanya"


"Kau jangan asal mengeluarkan pendapatmu itu jika belum ada buktinya, aku sedikit setuju dengan pendapatmu memang, tapi simpan saja dulu"


"Kau yakin tuan?" tanya varegar.


"Karena sejak makhluk itu muncul aku entahlah pikiranku selalu mengarah kesuku itu"


Tiba-tiba leon datang, ia membuka pintu seraya menundukan kepala.


"Maaf lancang tuan........tapi saya membawa seorang dukun yang sangat pintar" ucapnya.


Varegar mendekat kearah leon, rasanya ia tidak terima karena ia juga sedang mencari dukun pintar itu, tapi kenapa leon mendahuluinya.


"Hei hei.....apa yang kau lakukan? ini sudah menjadi tugasku"


Raja gevarnest mendekat, "Siapa dukun itu?"


"Ia sangat menyembunyikan identitasnya tuan, namanya tidak ia sebutkan"


"Lalu bagaimana kau tahu?"


"Saya mencari dengan para prajurit diseluruh pojok kota majestic"


"Lalu?"


"Awalnya ia tidak mengakuinya karena ia sangat menyembunyikan namun istrinya mengatakan yang sejujurkan kepada saya"


"Apakah aku bisa mempercayainya?"


"Kau bisa mencobanya sekarang"


Leon mempersilahkan dukun itu datang, ia lalu menundukan kepala menghormati raja gevarnest, ia dipersilahkan masuk.


"Maaf tuan saya tidak bisa menjelaskan identitas saya, hanya saja saya masih rakyat anda" ucapnya sopan.


Raja gevarnest mengangguk.


"Kau!!!!! ini adalah tugasku berani-beraninya kau mendahuluiku" ucap varegar namun tidak leon pedulikan.


"Kenapa kau langsung bisa menemukannya" ucap mahagaskar berbisik, leon hanya mengangkat alisnya dan tersenyum.


Dukun itu masuk keruangan penelitian varegar dimana makhluk aneh itu diletakankan, karena varegar tahu ada yang aneh didalam tubuhnya seperti denyut nadi yang bergerak cepat, jadi varegar memasukan makhluk itu kedalam aquarium besar diruanganya.


Dukun itu menatap dengan tajam, dan menyentuh kaca aquarium itu lalu ia memejamkan matanya.


"Tuan...." ucapnya.


"Ada apa?"


"Saya langsung bisa merasakannya, tapi anehnya setelah saya merasakannya semuanya buntu, saya tidak bisa melihat apa-apa lagi" ucapnya.


"Bisa kau jelaskan?" tanya raja gevarnest.


Dukun itu menjelaskan, "Yang saya lihat, ada banyak habitat makhluk ini diteluk alaska, tapi saya juga melihat ada iblis bersamanya, ini memang petunjuk tuan dimana mereka sengaja melakukan itu, iblis itu entah kapan tapi suatu saat nanti mereka akan datang ke kota majestic saya tidak tahu apa tujuanya, karena saya benar-benar buntu ketika mencari tahu tentang iblis itu"

__ADS_1


"Jadi kau tidak tahu asal-usul iblis itu?"


"Iya tuan, yang saya lihat iblis itu membawa para makhluk ini dan saya yakin ini mereka adalah pengikutnya"


"Lalu apa yang kau tahu tentang teluk alaska?"


"Yang saya tahu memang teluk alaska itu sangat identik dengan banyaknya monster ganas, saya juga melihat ada banyak orang yang mengunjungi teluk itu tapi mereka mati, mereka mati bukan karena iblis itu mereka hanya mati karena monster, saya tidak begitu bisa menyakini jika teluk alaskan ada hubungannya dengan iblis ini"


"Dan kau tahu suku itu suku yang dulu kita musnahkan" tanya raja dengan kawatir.


Dukun itu mengangguk, "Iya tuan, saya tidak yakin jika iblis itu adalah suku yang dimaksud"


"Kenapa kita tidak musnahkan sekarang saja iblis itu?" sahut varegar.


"Maaf tuan tapi saya tidak melihat adanya jejak iblis itu, dan saat ini dia tidak berada diteluk alaska, entah dimana keberadaanya"


Raja gevarnest melotot kaget, ia yakin tidak mungkin jika iblis yang dimaksud adalah suku itu.


Dukun itu lalu pamit pulang, dimana ia sudah menguras begitu banyak energi ketika mencari tahu tentang makhluk itu.


"Jadi tuan, pertama makhluk itu muncul memang sengaja iblis itu lakukan, dan yang kedua makhluk itu pengikut iblis, dan yang ketiga pendapat gaskar yang tidak masuk akal adalah suku itu ada hubungannya dengan teluk alaska, tapi menurutku ya tuan, iya juga kenapa iblis itu mengirimkan makhluk itu hanya kepada kita? jika dipikirkan dulu yang memiliki masalah besar hanya kota majectic dengan suku itu, apakah iblis itu......????" ucap varegar.


Raja gevarnest menggertak meja, "Tidak!!!!! kau pikir mereka masih hidup setelah kita musnahkan? dan berubah menamjadi iblis?" raja gevarnest tertawa.


"Tapi katamu ini ada hubunganya dengan suku itu"


"Tapi kata dukun itu, ini ulah iblis apakah masuk akal manusia berubah menjadi iblis!!!!" teriak raja.


Varegar terdiam, "Tapi bisa saja hal semacam itu mereka lakukan tuan...."


Raja gevarnest terdiam, ia masih sangat kawatir jika iblis yang dimaksud adalah suku itu, ia tidak yakin tapi kenapa pendapat dukun itu dan mahagaskar sedikit masuk akal? tapi ia akan selalu menepis pikiran buruknya, ia harus yakin jika iblis yang dimaksud bukan suku itu.


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Sebelum dukun itu pergi, ia menyuruhku untuk menunggu iblis itu"


Varegar menepuk pundak raja, "Kau masih punya dia...." ucapnya, lalu raja gevarnest tersenyum walaupun sebenarnya ia masih kawatir.


Leon dan mahagaskar datang menemui aleris, leon memberitahu semua tentang apa yang dijelaskan oleh dukun itu, namun lagi-lagi aleris tidak menggubrisnya.


"Gagak yang kau kirim kepadaku aku bunuh" ucapnya mengalihkan pembicaraan.


Leon menghelan nafas pasrah, "Ayolah..."


"Apa yang ayo?"


"Kau masih terlihat biasa saja setelah mendengarkan leon apakah kau tidak merasa kawatir?" ucap mahagaskar.


Raut wajah aleris terlihat kaku dan malas.


"Jadi dukun itu tidak tahu asal-usul iblis itu?"


Leon mengangguk.


"Aku sudah menduga awal-awal paman, jika ini berhubungan dengan suku itu...."


"Aku juga menduga itu, tapi raja menyuruhku untuk simpan pendaptku dulu..."


"Tapi apakah masih ada yang tersisa? dan apakah mereka bisa berubah menjadi iblis"


Aleris menunduk, "Yang aku heran makhluk ini hanya muncul dimajestic dan istanaku, dimana yang ad hubunganya dengan suku itu adalah hanya kita, bukanlah kau pernah bilang padaku? jika semua kerajaan tidak mendapati makhluk itu?" ucap aleris, mahagaskar mengangguk.


"Dan setelah itu apa yang dikatakan dukun itu?"


"Kita menunggu iblis itu datang, karena iblis itu tidak bisa dideteksi"


Makhluk mengerikan itu adalah pengikut iblis yang dimaksud dimana dukun itu tidak biaa melihat jejak dimana iblis itu berada, tapi ia melihat jika makhluk ini bersamanya.


Suku yang dimaksud adalah suku yang sudah berpuluh-pukuh tahu dibasmi oleh raja gevarnest karena untuk mendapatkan posisi gelarnya dan menjadikan kota majestic sangat terkenal, dimana mereka mengambil alih tempat itu.


Mereka tidak begitu yakin iblis yang dimaksud adalah suku itu, tapi pendapat mahagaskar lebih masuk akal dibanding pendapat yang lain, raja gevarnest menyuruh mahagaskar menyimpannya, karena untuk saat ini belum seratus peres iblis yang dimaksud adalah suku itu.

__ADS_1


Aleris sebenarnya sangat muak, ia tidak ingin mengores luka lama dan ikut campur masalah ini, tapi ia ikut terlibat, ia juga berspekulasi jika iblis yang dimaksud adalah suku itu dan berkaitan kuat dengan teluk alaska, namun mereka tidak bisa mencari kebenaran dan datang ke teluk alaska itu, karena saat ini seperti yang dikatakan prajurit yang dipenggal itu, ketika mereka masih menginjak kakinya satu langkah mereka sudah diserang oleh monster.


Mereka hanya menunggu iblis itu datang dan mengakuinya siapa dirinya, tapi mereka tidak bisa diam saja menunggu, mereka tetap mencari tahu sesuatu, walaupun untuk mencari tahu tentang iblis itu sangatlah mustahil, kerena jejaknya yang tidak bisa dibaca.


__ADS_2